Pelayanan Online Desa Bangunkerto Permudah Urusan Masyarakat

Turi – Sabtu (19/5), Pemerintah Desa Bangunkerto mulai mengadakan kegiatan Safari Ramadan dengan tarawih keliling (tarling). Tarling hari pertama diadakan di Masjid At-Taqwa, Dusun Plosokuning.

Acara dimulai dengan Salat Isya dan Tarawih berjemaah dengan imam Kyai Mahsun yang kemudian dilanjutkan dengan sarasehan dan pengajian.

Hadir dalam kegiatan tersebut masyarakat Dusun Plosokuning, perangkat dan lembaga desa Pemerintahan Desa Bangunkerto, di antaranya DPD, LPMD, karangtaruna, yang diketuai oleh Kepala Desa Bangunkerto yaitu Anas Maruf.

Anas dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Plosokuning yang telah bisa menyiapkan tempat untuk terlaksananya Safari Ramadan ini. Di samping itu, Anas juga memberikan informasi tentang pelayanan masyarakat di Kantor Desa Bangunkerto bahwa mulai bulan ini sudah dimulai pelayanan secara online dengan aplikasi WhatsApp (WA), yang mana bagi warga masyarakat yang ingin mencari surat-surat cukup pesan melalui WA

“Surat apa yang mau dibutuhkan dan kirimkan identitas dirimu, nanti Pemerintah Desa Bangunkerto sudah memproses sebelum masyarakat yang membutuhkan datang, jadi begitu masyarakat yang membutuhkan surat datang tinggal mengambil tanpa menunggu,” terang Anas.

Menurut Anas, ini merupakan program baru yang diadakan oleh Pemerintah Desa Bangunkerto untuk lebih mempermudah dalam melayani masyarakat. “Program pelayanan masyarakat secara online ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan disambut antusias mengingat sekarang ini sudah zamannya serba cepat dan praktis yang diinginkan oleh masyarakat,” ungkap Anas.

Anas juga mempersilakan kepada masyarakat untuk melihat anggaran Desa Bangunkerto tahun ini sebab sekarang ini adalah era keterbukaan informasi sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah dan masyarakat untuk bisa saling bekerja sama melaksanakan dan mengawasi penggunaan anggaran dana desa.

Di akhir sambutannya, Pemerintah Desa Bangunkerto juga memberikan sumbangan untuk kemakmuran masjid di Dusun Plosokuning dan berharap semoga kegiatan keagamaan yang sudah ada bisa lebih baik dan ditingkatkan lagi. (Harman)




Manfaatkan Kreativitas Anak Muda untuk Majukan Negara

Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman. Salah satu kegiatan tersebut adalah Lomba Vlog (Video Blog).

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menggelar Lomba Vlog ini dari tanggal 30 April hingga 13 Mei 2018. Mengangkat tema Cerita Slemanku, lomba dibuka untuk masyarakat umum.

Kepala Dinas Kominfo Sleman, Intriati Yudatiningsih mengemukakan bahwa kegiatan lomba ini terbuka bagi semua warga masyarakat yang tinggal di Kabupaten Sleman yang ingin menunjukkan kepedulian dan rasa cinta terhadap Kabupaten Sleman. “Kami ingin peserta lomba mengenal lebih dalam Kabupaten Sleman dan berpartisipasi di Kabupaten Sleman,” ucap Intri di sela-sela pengumuman hasil Lomba Vlog, Selasa (15/5) di Sleman Creative Space, Condong Catur.

Intri melihat peserta Lomba Vlog kali ini didominasi oleh anak-anak muda. Oleh karena itu, ia berharap Lomba Vlog mampu mengajak anak-anak muda tahu tentang kondisi Sleman. “Jadi nanti Sleman juga bisa terkenal berkat anak-anak muda ini,” tambahnya.

Menurut Intri, Lomba Vlog ini hanya salah satu kegiatan dari Pemkab Sleman yang bertujuan untuk membangkitkan kreativitas anak muda. “Saya berharap anak-anak muda ini dapat memanfaatkan kepintarannya sehingga ke depan kepintaran dan kreativitas anak-anak muda ini dapat dimanfaatkan untuk membangun negara,” pesan Intri.

Sementara itu, Cicilia Lusiani, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo yang sekaligus bertindak sebagai juri dalam Lomba Vlog ini berterimakasih kepada para peserta lomba yang telah berpartisipasi. “Sampai dengan batas waktu yang ditentukan, peserta Lomba Vlog sebanyak 48 orang atau vlog. Ini luar biasa mengingat dua hari sebelum pelaksanaannya ditutup baru ada dua vlog yang masuk,” beber Lusi.

Lusi menambahkan 48 vlog tersebut sudah diseleksi mulai dari ketepatan konten yang harus berisi pesan positif terkait potensi Kabupaten Sleman hingga ketepatan format caption video yang dikirim. “Jadi ada beberapa yang bagus tapi pengumpulannya melebihi batas waktu sehingga tetap harus gugur dalam penjurian,” ungkapnya.

Peserta lomba memperebutkan uang tunai total senilai 7 juta rupiah dan sertifikat penghargaan dari Pemkab Sleman. Juara 1 diperoleh oleh akun Instagram @sopirtleser dengan judul vlog “Sleman – Wisata Seribu Candi”. Juara 2 didapatkan oleh akun Instagram @freddy_cahbagoes dengan judul vlog “Jalan-jalan ke Sleman (JJS)”, dan Juara 3 dengan akun Instagram @aamaliafauziah yang mengumpulkan karya vlog berjudul “Sleman Kaya Budaya”. Akun @aamaliafauziah juga berhak terpilih sebagai juara favorit warganet sebab memeroleh jumlah like terbanyak per pukul , 15 Mei 2018, yakni sebanyak 2451 like.




Edukasi Pentingnya Arsip pada Anak Didik

Dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-47 sekaligus mengayubagya Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-102, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melaksanakan lomba deskripsi arsip foto bagi pelajar SMP/MTs yang diikuti oleh 200 orang peserta bertempat di Halaman Depan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman (11/5/18).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap arsip, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi.

Ayu Laksmidewi menyampaikan bahwa kegiatan yang bertemakan “Arsip Sumber Informasi Autentik dan Terpercaya” tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pengelolaan arsip di masyarakat. Ia menghimbau dengan tercapainya pengelolaan arsip yang baik maka masyarakat telah berupaya menghimpun pengetahuan dan pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan dalam kegiatan tersebut bahwa arsip merupakan hal yang sangat penting bagi siapapun. Oleh karena itu, ia menghimbau demi tercapainya  pengelolaan arsip yang baik, perlu adanya edukasi  arti pentingnya arsip kepada anak didik sejak dini sehingga untuk menjaga sejarah.

“Arsip yang terkelola dengan baik tentu akan bermanfaat sebagai sumber ilmu pengetahuan untuk dipelajari oleh masyarakat yang akan datang,” kata Sri Purnomo.

Kemudian diakhir acara dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba dan penyerahan hadiah Lomba Deskripsi Arsip Foto. Juara Pertama diraih oleh Nur Lala Septiana dari SMP 3 Berbah dengan hadiah tropi dan uang pembinaan sebesar ,-, dilanjutkan juara kedua oleh Lulu Nurcholidah dari SMP 2 Ngaglik dengan penyerahan tropi dan uang pembinaan sebesar , dan Juara Ketiga oleh Aisyah Khoirunisa dari SMP 3 Berbah dengan penyerahan tropi dan uang pembinaan sebesar .

Selain itu pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah Lomba Tertib Arsip Antar Perangkat Daerah se-Kabupaten Sleman yang diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada juara pertama, Lomba Tertib Arsip Tingkat Pemerintah Desa yang diraih oleh Desa Gayamharjo, dan dilanjutkan dengan Lomba SDM Kearsipan Perangkat Daerah se-Kabupaten Sleman yang diraih oleh Budi Wahyono dari Staf Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.




Merti Kali Upaya Jaga Ekosistem Sungai

Dalam rangka melestarikan ekosistem sungai, Warga Sinduharjo Dusun Jaban bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman selenggarakan program Merti Kali di Sungai Boyong pada hari Minggu (13/5/18). Program Merti kali tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo yang ditandai dengan penanaman sejumlah pohon dan pelepasan bibit ikan di Sungai Boyong.

Kepala DLH Kabupaten Sleman, Purwanto menjelaskan bahwa Merti Kali merupakan rangkaian Program kali bersih yang bertujuan untuk melestarikan ekosistem sungai serta sebagai bentuk sosialisasi kepada mayarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Melalui kegiatan ini (Merti Kali) kita sosialisasikan kepada masyarakat agar memahami bahwa sungai itu bukan untuk membuang sampah dan limbah. Sungai itu tempat kehidupan makhluk hidupm, hewan, tumbuhan, dan lainnya maka perlu dilestarikan,”jelas Purwanto.

Purwanto juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat 6 sungai yang berhulu Merapi  antara lain, Sungai Gendol, Sungai Opak, Sungai Boyong, Sungai Kuning, Sungai Krasa dan Sungai Progo. Keenam sumber air inilah yang nantinya akan bercabang menjadi anak sungai dan dijadikan saluran irigasi.

Sedangkan Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam kegiatan tersebut atas kesadarannya dalam melestarikan serta menjaga kebersihan sungai.

Sri Purnomo juga mengatakan prihatin kepada masyarakat yang masih menganggap sungai menjadi tempat pembuangan limbah atau sampah. Menurutnya menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah merupakan kekeliruan. Oleh karena itu, Sri Purnomo menghimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan sungai serta menjaga ekosistem yang ada di dalamnya.

“Pemerintah Kabupaten siap apabila komunitas-komunitas peduli sungai menemukan halyang negatif misalnya  pabrik-pabrik atau perusahaan yang membuang air limbahnya langsung ke sungai, bisa difotokan atau divideokan dan laporkan kepada kami,” ujar Sri Purnomo.

Kegiatan yang juga bekerja sama dengan Komunitas Peduli Sungai tersebut juga dimeriahkan dengan Kirab Bergodo sebagai bentuk pelestarian Budaya. Masyarakat yang datang nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir kegiatan.




Pasar Sebagai Tempat Interaksi Sosial

Bupati Sleman, Sri Purnomo meresmikan Pasar Prambanan, Rabu (9/5). Peresmian ditandai dengan pengguntingan buntal, penandatanganan prasasti, dan peninjauan lokasi.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan launching aplikasi pemantauan harga pangan yang bertujuan untuk memberikan informasi harga komoditas pangan yang dikonsumsi secara real time untuk meminimalisir disparitas harga.

Turut hadir dalam acara ini Dubes RI untuk Finlandia dan Estonia Wiwik Setyawati Firman, Ketua DPRD Sleman, Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Sekda Sleman, Assekda, Kepala Dinas dan Instansi terkait.

Tri Endah Yitnani Kepala Dinas Perindag Sleman menyampaikan, tahun 2017 lalu telah selesai melaksanakan revitalisasi 6 pasar tradisional yakni Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan, Pasar Sleman Unit I, Pasar Klitikan dan Pasar Prambanan. “Revitalisasi pasar tersebut menggunakan dana APBN, APBD DIY dan APBD Sleman. Dengan total dana mencapai 176 M, meliputi APBD Sleman Rp 127M, APBD DIY Rp 17M dan untuk pembebasan tanah Rp 32 M,” beber Endah.

Sementara, dituturkan Endah untuk penataan pedagang pasar yang menempati bangunan baru di Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan dan Pasar Sleman Untit I telah selesai dilaksanakan bulan Februari dan Maret 2018.

“Sedangkan penataan di Pasar Prambanan sudah dimulai dengan proses sosialisasi dan pengundian tempat dasaran sejak 11 April dan pada tahap 1 telah menempatkan pedagang sejumlah dan sisanya masih dalam proses verifikasi,” lanjutnya. Endah menandaskan, intinya pedagang Pasar Prambanan lama akan tertampung seluruhnya di Pasar Prambanan yang baru.

Sementara itu, untuk pembagian dagangan, lantai I untuk komoditas kering seperti pakaian, konveksi, asesoris, counter HP, emas, spare part. Lantai II dagangan basah meliputi sayur, buah, daging, bumbu2, dan sebagainya. Lantai III khusus dagangan yang dijual secara borongan atau grosir dan kulakan para pedagang krombong. Sementara lantai IV untuk tempat parkir dan masjid yang dilengkapi dengan kafe dan warung makan dengan latar belakang Candi Prambanan.

“Ke depan untuk lantai IV ini akan dikoordinasikan dengan TWC yang akan diisi untuk pasar kerajinan atau cinderamata dan akan dibuat kereta gantung dari Candi Prambanan, Pasar Prambanan, Candi Ratu Boko, dan Tebing Breksi yang diharapkan mampu menarik para wisatawan,” ungkap Endah.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan, keberadaan pasar tradisional di wilayah Sleman harus terus diupayakan, dipertahankan, dan dikembangkan.

”Bagi masyarakat  di Kabupaten Sleman, pasar tradisional tidak hanya untuk sekadar tempat transaksi belanja tetapi juga untuk menjajakan hasil produksi masyarakat dan melakukan interaksi sosial,” ucap Sri.

Dengan revitalisasi ini, Sri berharap Pasar Prambanan baru ini menjadi lebih kondusif, bersih, rapi, sehat, tertib, dan aman, sehingga mampu menarik pembeli dan memberikan keuntungan lebih bagi para pedagang serta menambah laju perputaran roda perekonomian di wilayah Kecamatan Prambanan.

Pun, keberadaan Pasar Prambanan Baru ini tentunya diharapkan dapat menjadi sarana masyarakat untuk  mengembangkan aktivitas ekonomi produktif, bahkan dapat mendukung keberadaan wilayah Prambanan yang merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Sleman. ”Pedagang diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menciptakan Pasar Prambanan baru ini bisa menjadi contoh bagi pasar-pasar lainnya. Saya berpesan kepada semua pihak, baik pembeli, pedagang, dan masyarakat untuk merawat pasar ini, sehingga senantiasa bersih dan sehat,” tambah Sri.