Sosialisasi Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu

Gamping – Rabu (9/5) pukul WIB,  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman menggelar acara sosialisasi Undang-undang No. 7/2017 tentang Penyelenggaraan Pemilu 2019 di Aula Kantor Kecamatan Gamping Lantai 2.

Menghadirkan 3 narasumber yakni Sekretaris Kecamatan (Sekcam)  Gamping Rasyid Ratnadi,  Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman Aswino Wardhana dan Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman Ibnu Darpito, bersama Kasubdit Poldagri Bakesbangpol Kabupten Sleman Ratih Wulandari sebagai moderator.

Sosialisasi kali ini dihadiri oleh Danramil 17/Gamping Kapten Suwardi,  Kanit Intel Polsek Gamping AKP Rusdi,  Kasi Trantib Harley Benyamin,  Kasi Kesmas Eko Relawati,  Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  Gamping Adnan Iman Nurtjahjo bersama anggota, Panwascam,  perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Gamping,  serta sekretaris desa dan perangkat desa se-kecamatan Gamping.

Dalam paparannya Rasyid Ratnadi menyampaikan tentang jenis-jenis pemilih dan biaya pencalonan anggota DPRD serta syarat-syarat sebagai calon DPD. Selanjutnya pada sesi kedua,  Aswino Wardhana memapatkan tentang jumlah peserta pemilu (partai politik) di Kabupaten Sleman dalam pemilu 2019, Pembagian Daerah Pemilihan (Dapil)  DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi,  pencocokan dan penelitian (coklit)  pemutakhiran data pemilih dengan basis dasar KTP elektronik,  serta kampanye yabg dibiayai oleh KPU Kabupaten Sleman. disebutkan bahwa kecamatan gamping masuk dalan dapil V bersama kecamatan Mlati untuk pemilu DPRD Kabupaten,  dan masuk dalam dapil Sleman Utara untuk pemilu DPRD Provinsi. Adapun  kampaye yang dibiayai KPU antara lain : Alat Peraga Kampanye (APK),  debat publik serta media cetak dan elektronik.

Diakhir sesi. Ibnu Darpito menyampaikan tentang tujuan pengawasan pemilu,  yaitu menegakkan integritas pemilu,  mewujudkan keadilan pemilu dan memastikan terselenggaranya pemilu secara LUBER JURDIL,  serta dilaksanakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan mengenai pemilu. (Adnan Nurtjahjo)




Kenalkan Produk Sleman ke Kancah Internasional

KBRI Helsinki Finlandia melakukan kunjungan balasan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (8/5). Bertempat di Galeri Upakarti Sleman, kunjungan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Tri Endah Yitnani merupakan upaya untuk memperkenalkan produk-produk Sleman hingga kancah internasional.

“Beberapa saat lalu sudah dilakukan promosi kopi ke Finlandia kemudian tindak lanjutnya dari promosi itu adalah fam trip dari para pelaku usaha kopi maupun pariwisata dan juga wartawan dari Finlandia,” jelas Endah.

Kunjungan balasan ini diungkap Endah terselenggara berkat bantuan dari Kedutaan Besar Finlandia. “Pun kita juga akan dibantu oleh kedutaan untuk mengurus HAKI dari produk-produk Sleman ini agar tembus di negara Finlandia sehingga tidak diklaim oleh negara lain, dari produk kopi, craft, maupun batik” tambah Endah.

Melihat besarnya manfaat yang didapat, Endah berharap kerjasama antara Indonesia dan Finlandia tidak berhenti sampai di sini saja. “Harapannya ada semacam MoU atau kontrak agar bisa produk kita diekspor ke sana, tandas Endah.

Sementara itu, Fungsi Ekonomi KBRI Helsinki, Erly Wijayani mengemukakan program ini difokuskan untuk memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Sleman kepada tour operator dari Finlandia dan Estonia, perwakilan majalah wanita dan majalah travel terbesar di Nordic, dan pengusaha kopi. “Program ini terintegrasi tak hanya turisme tetapi keseluruhan, kami ingin mempromosikan Sleman kepada masyarakat Finlandia dan Estonia dari segala sisi,” cerita Erly.

Karena partisipan berasal dari tiga latar belakang yang berbeda, Erly membeberkan bahwa setiap partisipan memiliki tujuan spesifik melalui familiarization trip ini. “Untuk tour operator mereka akan lebih mempromosikan dengan memperbanyak paket tur, kalau dari pengusaha kopi akan lebih mengenalkan kopi speciality dari Sleman, Kopi Merapi, pada pengusaha kopi dan roaster di Finlandia, kami ingin mengenalkan bagaimana perbedaan cita rasanya bagaimana perbaikan quality mutu dari Kopi Merapi,” urainya.

Tak hanya itu, Erly menambahkan untuk majalah travel dan wanita, kunjungan ini dijadikan sarana mereka mempromosikan kawasan wisata Sleman melalui platform yang dimiliki mereka. “Jadi menurut kami, ini adalah program yang sangat efektif untuk ketiga jenis latar belakang, tak hanya tercapai di sektor pariwisata tapi juga ekonomi dan juga budayanya,” tambah Erly.




Sambut Nisfu Sa’ban dengan Acara Adat

Turi – Dusun Jurugan RW 15 Bangunkerto Turi sambut bulan ruwah atau Nisfu Sa’ban dengan berbagai kegiatan baik berupa acara keagamaan maupun adat istiadat. Kegiatan ini dimulai sejak hari Kamis (19/4) dengan mujahadah membaca tahlilan sebanyak tujuh kali, dilanjutkan hari Selasa (24/4) juga dengan mujahadah. Kemudian pada hari Sabtu (28/4) diadakan pentas seni Kobro Siswo, bazar UKM Dusun Jurugan, penjualan sembako murah, dan dilanjutkan hari Senin (30/4) dengan pengajian Akbar oleh Ustaz KH Hamdani Yusuf.

Puncak acara kegiatan ini dilangsungkan pada Minggu (6/5) dengan kirab budaya yang menampilkan berbagai kesenian Dusun Jurugan, seperti bregodo, Kobro Siswo, rampak buto, ogoh-ogoh, serta santri dan ulama.

Acara dimulai pada pukul WIB di halaman pondok kemudian dilanjutkan kirab dengan mengusung dua buah gunungan berisi hasil bumi Dusun Jurugan dan berbagai macam jenis jajanan pasar.

Kirab mengelilingi Dusun Jurugan ini sangat meriah dan disambut antusias oleh masyarakat yang menyaksikan. Berakhir di halaman pondok, acara dilanjutkan dengan rebutan dua gunungan oleh masyarakat yang hadir dan juga peserta kirab.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf, Kapolsek Turi, dan Ketua Desa Budaya Bangunkerto Suharman.

Sekretaris Camat Kecamatan Turi, Suwadi dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung kegiatan ini, karena dapat semakin memperkuat rasa persaudaraan bagi masyarakat Dusun Jurugan. “Kegiatan ini juga mempunyai nilai religius yang sangat kental sehingga bisa menambah keimanan khususnya bagi umat Islam,” ungkap Suwandi.

Selain itu, Suwandi menuturkan acara ini juga diselenggarakan untuk melestarikan budaya dan tradisi yang telah turun temurun diwariskan oleh leluhur. “Sehingga ke depannya budaya yang adiluhung ini tidak hilang dan punah oleh kemajuan jaman,” tambah Suwandi. Di akhir sambutan, Suwandi berpesan supaya kegiatan ini bisa dilakukan dan dijadikan agenda tahunan oleh masyarakat Dusun Jurugan. (Harman)




Beri Bekal Anak untuk Songsong Masa Depan

Ngaglik –  Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman, Kecamatan Ngaglik menggelar serangkaian acara, antara lain senam bersama yang dihadiri hampir orang peserta lintas generasi baik lansia, dewasa dan juga anak, Sabtu (5/5) di Halaman Desa Sardonoharjo.  

Acara ini dikaitkan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diprakarsai Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dengan dibuktikan dengan tanda tangan bersama antara lain Wakil Bupati Sleman, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sleman, serta Camat Ngaglik.

Selain menandatangi Deklarasi Germas, juga dilaksanakan penandatanganan Deklarasi Gerakan Nasional Baca Buku (Gernas Baku). Dalam kesempatan tersebut, Bunda Paud Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih dan menyambut baik gerakan yang bertujuan memberikan bekal kepada anak-anak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,

Germas dan Gernas Baku ini dihadiri ribuan pengunjung karena bersamaan dengan Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan itu ditampilkan gerak dan lagu TPA Amanah Mulia Dusun Nganggrung Desa Sukoharjo yang disambut sangat meriah.

Sementara itu Camat Ngaglik, Subagya, mengatakan bahwa Germas ini sangat penting untuk keluarga dan masyarakat agar dapat terus menjaga pola hidup sehat yang sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan.

Sementara itu, Subagya juga mengatakan bahwa Gernas Baku pun penting sekali karena akhir-akhir ini penggunaan gawai yang salah bisa berpengaruh buruk bagi putra-putri kita.  “Dengan keterlibatan bunda dan wali murid ikut membantu dengan cara baca buku baik cerita atau lainnya bisa mengurangi pengaruh tersebut,” ucap Subagya.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat perlu menyambut kegiatan seperti ini. “Terima kasih Kecamatan Ngaglik sudah bisa mengadakan kegiatan seperti ini semoga setiap waktu ada momentum bisa menggerakkan masyarakat untuk memajukan wilayahnya,” tutur Sri Muslimatun.

Usai sambutan Wakil Bupati Sleman, dilanjutkan jalan santai berhadiah dengan jarak tempuh hampir 2 km. Untuk melengkapi acara juga disuguhkan pameran hasil produksi unggulan Kecamatan Ngaglik atau Ngaglik Expo sehingga masyarakat Ngaglik mengetahui hasil produk di wilayahnya. (Suripto)




Dinas Arsip dan Perpustakaan Sragen Studi Banding ke Perpustakaan Desa Sukoharjo

Ngaglik – Untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan perpustakaan di desa-desa se-Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen mengajak 56 personil pengelola perpustakaan desa se-Kabupaten Sragen dan didampingi para kepala bidang dan seksi serta pemerhati perpustakaan Kabupaten Sragen mengunjungi Perpustakaan Desa Sukoharjo, Jumat (4/5). 

Kunjungan rombongan tersebut diterima langsung oleh Camat Kecamatan Ngaglik Subagya, Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto, serta jajaran Pemerintah Desa Sukoharjo dan Pengelola Perpustakaan Desa Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Camat Ngaglik menyampaikan terima kasih dan menyambut baik atas kunjungan ini. Perpustakaan Desa Sukoharjo merupakan perpustakaan yang meraih Juara II Tingkat Nasional pada tahun 2017 yang lalu.

“Namun demikian walaupun juara nasional pasti masih ada hal yang kurang dan mungkin banyak kelebihan yang perlu digali dan bisa sebagai bahan acuan untuk diterapkan di desa-desa perpustakaan di Kabupaten Sragen,” tutur Subagya.

Disamping itu, dikatakan Subagya, Perpustakaan Desa Sukoharjo ini sudah ada sejak tahun 2014 dan terus dirintis secara bertahap dengan melibatkan para generasi muda khususnya para anggota karang taruna Desa Sukoharjo.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen, Dwi Aryani menyampaikan terima kasih atas penyambutan dan penerimaan kunjungan perpustakaan di Desa Sukoharjo ini,

“Kunjungan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola perpustakaan di desa-desa se-Kabupaten Sragen maka dari itu kita mengajak 50 orang pengelola perpustakaan desa dan pendamping untuk melihat secara langsung pengelolaan perpustakaan di Desa Sukoharjo dan juga melihat kondisi serta dukungan pemerintah setempat dalam pengelolaan Perpustakaan Desa Sukoharjo ini,” urai Dwi.

Disampaikan Dwi, di Sragen ada 200 desa lebih namun belum semua desa mampu mengelola perpustakaan desa. “Dengan kunjungan ini semoga bisa menimba ilmu dan mengembangkannya di desanya masing masing untuk ke depan,” tambahnya.

Pengelola Perpustakaan Desa Sukoharjo, Lastikawati memaparkan bahwa Perpustakaan desa Sukoharjo menjadi Juara Nasional II bukanlah hal yang instan. “Sejak tahun 2014 dirintis oleh perangkat desa lalu tahun 2015 mulai melibatkan karang taruna dan pemerhati perpustakaan sehingga terus meningkat partisipasi masyarakatnya dan dapat dukungan dari pemerintah desa sehingga perpustakaan ini disengkuyung berbagai pihak beberapa pilar antara lain Pemerintah Desa, masyarakat, dan keluarga terutama sekolah disekolah desa Sukoharjo,” terang Lastikawati.

Ditambahkannya, ada beberapa inovasi di perpustakaan ini antara lain kantin pojok baca, tempat khusus untuk Gernas Baku atau Gerakan Nasional Baca Buku yang melibatkan bunda paud dan TK, serta ibu wali siswa, pun sistem pinjaman sudah otomatis secara online sehingga mempercepat pelayanan.

Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa dukungan anggaran setiap tahun terus ditingkatkan sesuai kebutuhan riil dalam pengelolaan perpustakaan. “Contoh dulu memakai mobil donatur dari masyarakat untuk keliling dusun dan sekolah. Tahun ini diberikan mobil baru untuk perpustakaan dalam semester II nanti ini dukungan dari dana desa yang telah disetujui,” kata Hadi.

Hadi menggarisbawahi bahwa keterlibatan pemerintah desa, masyarakat, sekolah, dan stakeholder yang lain menjadikan Perpustakaan Desa ini berkembang dan terus maju. “Yang terpenting ada kata kuncinya yaitu niat yang tulus dan motivasi pengelola pun dukungan masyarakat itu yang terpenting,” tandasnya. (Suripto)