TMMD Hemat Anggaran Hingga Rp 47,3 Juta

Sleman – Kegiatan Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2018 di wliayah Kodim 0723/Sleman yang dimulai pada Rabu, 4 April 2018 telah selesai dilaksanakan. Hal tersebut ditandai dengan diselenggarakannya Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung ke 101 THP-1 TA. 2018 Kodim 0732/Sleman di  Lapangan Trimulyo, Jl. Turi Km 3 Ds Trimulyo, Sleman, Kamis (3/5/18).

Perwira Sie Teritorial Kodim 0732/Sleman Kapten Inf. Nugroho  Agoeng Trapsilo menyampaikan bahwa operasi TMMD menyasar pada pembangunan fisik maupun non fisik. Adapun sasaran pembangunan fisik yang dimaksud yaitu pembuatan jalan tani M. L 5 M, pembuatan talud M, dan pembuatan 3 buah gorong-gorong. Ketiga sasaran pembangunan fisik tersebut telah selesai 100%.

Sedangkan untuk sasaran pembangunan non fisik yaitu penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas dan napza, penyuluhan kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian, serta penyuluhan lingkungan hidup dengan penyelesaiannya 100%.

“Sasaran tambahan atau over prestasi dalam operasi TMMD ini yaitu rehab masjid satu buah, pembuatan pos kamling satu buah, dan lantainisasi sebanyak tiga buah,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga dinilai mampu menghemat biaya yang dikeluarkan dalam sejumlah pembangunan, pasalnya, jika program sejumlah pembangunan fisik dan non fisik yang menjadi sasaran diborongkan, estimasi anggaran yang diperlukan yaitu sebesar . Sedangkan operasi TMMD tersebut hanya diperlukan biaya sebesar . Dengan kata lain, dapat menghemat pengeluaran sebesar .

Adapun dana yang dipergunakan dalam kegiatan tersebut berasal dari APBD DIY yaitu sebesar Rp. da APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp. . Selain itu juga dana yang dipergunakan dalam kegiatan tersebut di dapat dari swadaya masyarakat berupa tenaga perhari kurang lebih 50 orang dan material  senilai kurang lebih Rp. .

Dalam kesemptan tersebut, Dandim 0732/Sleman, Letkol Inf Diantoro mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak lainya, yang telah mendukung terlaksananya program  TMMD ini secara totalitas. (humas sleman)




Gebyar PAUD, Tunjukkan Kemampuan Menari Siswa PAUD dan TK

Gamping – Rabu (2/5) pukul WIB, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) dan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) menyelenggarakan Gebyar PAUD Pentas Seni Anak dalam rangka Gamping Gegayengan.

Acara ini dihadiri oleh Camat Gamping Abu Bakar, bersama Sekcam Rasyid Ratnadi, didampingi Ketua IGTK Gamping Emy Nuryanti, serta ratusan orangtua masing-masing siswa.

Ketua HIMPAUDI Gamping, Sofiana Sari sebagai penanggung jawab kegiatan ini mengemukakan bahwa gebyar PAUD kali ini menampilkan siswa-siswi di bidang seni tari dan menyanyi.  Di antaranya, TK ABA Gejawan Balecatur menampilkan tari caping ayu, Kelompok Belajar Nayla Nogotirto menampilkan tari Kunanta, TK Tunas Harapan I Trihanggo dengan tari Gegolo, Pos PAUD Mekar Harapan Balecatur dengan tari Rentang Tangan, TK ABA Delingsari Ambarketawang menampilkan tari Indung, TK Al Islah Banyuraden dengan tari Rampak, Pos PAUD Lare Angon Panggungan menarikan tari Menthog, Tempat Penitipan Anak BAI Ambarketawang menyanyikan lagu Guruku Tersayang, Pos PAUD Kembang Trihanggo menarikan tari Mbok Jamu, TK ABA Karang Tengah Nogotirto menampilkan tari Goyang-Goyang serta KB Sehat Ceria Banyuraden menyuguhkan tari Blekdidot.

Sofiana menuturkan bahwa ajang ini bisa dimanfaatkan oleh siswa-siswi PAUD dan TK untuk mempertontonkan hasil latihan mereka kepada warga masyarakat Gamping. Selain itu untuk melatih mental dan keberanian anak-anak berinteraksi dengan penonton. (Adnan Nurtjahjo)




Festival Hadroh Pupuk Ukhuwah Islamiyah Santri

Gamping – Selasa (1/5) pukul WIB, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Sleman mengadakan Festival Hadroh di Pendopo kantor Kecamatan Gamping. Festival ini dihadiri oleh Camat Gamping Abu Bakar, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil Kapten Suwardi, serta ratusan penonton yang memadati pelataran Kantor Kecamatan Gamping.

Peserta yang mengikuti perhelatan ini sebanyak 20 grup dengan dewan juri yang berasal dari Penyuluh Agama Islam (PAI) Tempel Nur Musafa, PAI Moyudan Sakhirin, serta PAI Ngaglik Tarwadi.

Penilaian hadroh didasarkan pada vokal, iringan musik, kekompakan di dalam grup, serta adab.

Menurut Koordinator Festival Hadroh, Ahmad Shofi, kompetisi antar grup hadroh ini ditujukan untuk memupuk rasa “Ukhuwah Islamiyah” sesama santriwan/santriwati se-Kecamatan Gamping serta memberikan hiburan islami kepada masyarakat Gamping dalam rangka menyemarakkan Gamping Gegayengan 2018 yang mengambil tema “Adeging Kapanewon Gamping”. (Adnan Nurtjahjo)




Bebas Iklan Rokok pada Kawasan Tanpa Rokok

Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak, Bupati Sleman Sri Purnomo menerbitkan Intruksi Nomor 440/001 tentang Bebas Iklan Rokok pada Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Intruksi ini berisi larangan memasang iklan produk rokok di radius 500 meter dari KTR. Intruksi tersebut diterbitkan pada tanggal 16 April 2018 lalu.

Menanggapi intruksi ini, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nuraini,  mendukung penuh penerbitan Intruksi Bupati tersebut. Menurutnya dengan adanya intruksi tersebut berdampak positif terhadap perkembangan anak, khususnya dalam hal kesehatannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa KTR ini terdiri dari tempat-tempat umum, seperti tempat pendidikan, layanan kesehatan, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum lainnya. Pada radius 500 meter dari tempat-tempat tersebut, Linda menegaskan bahwa tidak diperbolehkan memasang iklan rokok.

“Harapan kami intruksi ini dapat kita patuhi dan kita tegakkan bersama-sama,”ujar Linda.

Intruksi Bupati Ini menurut Linda masih dalam tahap sosialisasi. Dia juga mengungkapkan rasa prihatinannya dengan maraknya iklan rokok yang tersebar di berbagai tempat di Kabupaten Sleman. Dengan adanya intruksi ini, Linda berharap keberadan iklan rokok di Kabupaten Sleman bisa lebih tertib lagi.

“Terkait sanksi  memang belum tertulis secara spesifik ya. Tapi yang jelas kita sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP terkait penindakannya nanti,” jelasnya.

Linda juga menghimbau kepada para perokok untuk merokok ditempat yang telah ditentukan, atau menghindari tempat yang telah ditetapkan sebagai KTR.

“Kami tidak melarang merokok, silahkan saja. Tapi merokoklah pada tempat yang telah ditentukan,” tegas Linda.

Intruksi ini juga merupakan optimalisasi dari Peraturan Bupati Sleman Nomor 42 Tahun 2012 tentang KTR di lingkungan dan wilayah kerja masing-masing.




Lomba Wajah Padukuhan dan Administrasi Jambon

Gamping – Senin (30/4) pukul WIB, berlansung penilaian lomba wajah padukuhan dan administrasi di Dusun Jambon dan Trini, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping. Lomba mengusung tema “Dengan hari jadi ke 102 Tahun Kabupaten Sleman Kita Wujudkan Kehidupan Masyarakat Yang Mandiri dan Berbudaya Untuk Mendukung Sleman Smart Regency”.

Hadir dalam penilaian lomba yakni Camat Gamping Abu Bakar, Sekcam Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, Kepala Padukuhan se-Desa Trihanggo, Perwakilan dari Polsek Gamping Ipda Totok Subaryanto dan Aiptu Walyanto, Perwakilan dari Koramil 17/Gamping Pelda Suratman dan Sertu Sugiyono, Linmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat padukuhan Jambon dan Trini.

Di hadapan tim penilai lomba, perwakilan dari Kepala Padukuhan Jambon Heri Siswanto memaparkan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat Jambon dan pencapaian pembangunan di wilayahnya. Dengan berbagai profesi pekerjaan, warga Jambon menunjukkan bahwa di wilayahnya memiliki banyak potensi yaitu di sektor ekonomi (industri rumah tangga berupa makanan, toko kelontong, pembuatan kerajinan kepang dan tas). Di sektor pendidikan terdapat sekolah alam “Green School” yang menyediakan ruang seni budaya, pelatihan ternak, kolam bermain, dan pendidikan TK/SD. Di sektor keamanan telah berdiri pos ronda sebanyak 7 bangunan untuk menjaga keamanan wilayah.

Adapun penilaian lomba wajah padukuhan dan administrasi mencakup kebersihan lingkungan, kesehatan, sosial, kebudayaan, pertanian lingkungan, dan keamanan lingkungan.

Camat Gamping menyampaikan kepada warga bahwa kenyamanan dan kedamaian di wilayah Jambon dan Trini dapat dipertahankan kekompakan dan keharmonisannya. Terbukti dalam kegiatan apapun, penduduk asli maupun pendatang membaur, saling bahu membahu untuk membangun wilayahnya. “Terima kasih atas penyambutan masyarakat Dusun Jambon dan Trini yang begitu antusias kepada tim penilai serta menjadikan Dusun Jambon dan Trini bersih nan asri,” ujar Abu Bakar”. (Adnan Nurtjahjo)