BKM Bakti Manunggal Mitra Kerja Pemerintah Desa Donokerto

Turi – Minggu (3/6) pukul WIB, BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Bakti Manunggal menggelar rapat di Balai Desa Donokerto Kecamatan Turi.

Dalam rapat tersebut hadir anggota Unit Pengelola Keuangan (UPK), Unit Pengelola Sosial (UPS), Unit Pengelola Lingkungan (UPL), Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pembangunan Masyarakat Desa (LPMD), Kades Donokerto, perangkat dan Kepala Dukuh se- Desa Donokerto, Babinkamtibmas Donokerto, Babinsa, serta Faskel.

Koordinator BKM Bakti Manunggal, Sagi Hadiwibowo menyampaikan perkembangan BKM Bakti Manunggal dan hambatan yang tengah dialami.

Pun, meminta desa dapat memberikan solusi untuk mengatasinya dan menyadarkan kepada warga tentang rasa tanggung jawab yang berkaitan dengan urusan UPK.

Sementara itu, Kades Donokerto Waluya Jati, menyanggupi untuk membantu rintangan yang dialami oleh BKM.

Kades mengatakan bahwa BKM merupakan mitra kerja desa dalam rangka pengurangan kemiskinan dan meningkatan kesejahteraan masyarakat.

Warga pun diminta untuk mengetahui dan memahami tentang pembangunan yang tengah dilaksanakan serta penggunaan keuangan.

Kades juga berharap, Babinkamtibmas agar waspada. “Lebih-lebih sekarang menghadapi hari raya maka keamanan mari kita jaga bersama,” tutur Waluya. (Suharno)




PMI Tanggap Bencana Erupsi Merapi

Ngemplak – Minggu (3/6) pukul WIB, PMI Kecamatan Ngemplak mendapat kunjungan dari pengurus PMI DIY yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI DIY yaitu Gusti Bendoro Pangeran Hariyo Prabukusumo dan 4 pengurus yang didampingi pengurus PMI Kabupaten Sleman. Adapun pengurus PMI Sleman yang mendampingi antara lain Sunartono selaku Ketua, Sarijan sebagai Sekretaris, Trijoko Saptono dan Untung selaku Kepala Markas.

Kunjungan diterima oleh Sugeng Raharjo selaku Ketua PMI Kecamatan Ngemplak dan pengurus lainnya sebanyak 7 orang dan anggota TSR Kecamatan Ngemplak sebanyak 32 personel.

Dalam kesempatan itu, hadir pula perwakilan dari Muspika Kecamatan Ngemplak dan Kepala Desa Sindumartani, Midiono,

Ketua PMI DIY dalam kunjungan ini berpesan agar sebagai petugas PMI harus tanggap di segala bidang terutama ketika Gunung Merapi ada aktivitas erupsi.

“Sewaktu-waktu ada kejadian yang perlu penanganan lebih serius yaitu penyelamatan masyarakat atau evakuasi, semua diawali dari Markas PMI Kabupaten Sleman, Kecamatan Pakem, Desa Pakembinangun,” tutur Hariyo.

Sementara itu, Ketua PMI Kecamatan Ngemplak melaporkan bahwa telah melakukan beberapa kegiatan terkait erupsi Gunung Merapi, yakni membuka piket Posko di Balai Desa Widodomartani sejak erupsi Merapi bulan Mei lalu dan melengkapi identitas PMI Kecamatan Ngemplak dengan menyiapkan rompi, topi, kaos, jaket, pun melengkapi ketersediaan obat-obatan.

“Semuanya menghabiskan dana Rp ,00,” beber Sugeng.

Dalam kesempatan ini, Ketua PMI DIY juga berkenan memberikan bantuan berupa 7 setel rompi merah untuk pengurus kecamatan dan bingkisan untuk Posko PMI. (Sugeng Raharjo)