Pemerintah Desa Sukoharjo Gelar Open House

Ngaglik – Sejak pukul WIB, Minggu (24/6), Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto menerima jabat tangan dan didampingi para Kasi dan Tata Usaha Pemerintah Desa Sukoharjo di Balai Desa Sukoharjo.  Acara jabat tangan ini berlangsung dalam rangka Halal bi Halal Idul Fitri 1439 H. Acara jabat tangan diiringi lagu sekaligus sayup-sayup terdengar ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para tamu. 

Tidak ketinggalan Camat Ngaglik, Subagya turut hadir dalam Open House ini pun Pejabat Kecamatan, Dukuh se-Sukoharjo, RW, RT, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta para Rois juga ikut meramaikan acara Open House Syawalan. Tamu undangan hadir dengan menggunakan pakaian adat Jawa lengkap.

Camat Ngaglik Subagya dalam kesempatan berjabat tangan dengan Kepala Desa dan seluruh perangkatnya tersebut menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri. “Semoga Desa Sukoharjo bisa meningkatkan kesejahteraan bagi warganya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Subagya.

Open House ini dimeriahkan organ tunggal yang dimainkan sendiri oleh perangkat desa yang memang punya keterampilan dalam bidang seni dan budaya, (Suripto)




Pordes Sinduharjo Munculkan Bibit Muda Atlet Bola Voli

Ngaglik – “Dengan mengucap Bismillahirrahmannirahim dengan ini Pekan Olahraga Desa Sinduharjo cabang olahraga bola voli saya nyatakan dimulai,” ucap Sudarja, Kepala Desa Sinduharjo dalam acara pembukaan Pekan Olahraga Desa (Pordes) Desa Sinduharjo, Minggu (24/6) di Lapangan Bola Voli Bharakangen Ngentak Sinduharjo.

Dengan pemukulan bola voli, Pordes resmi dimulai. Suara gemuruh tepuk tangan tamu undangan dan penonton yang mencapai 950 orang pun meriah terdengar.

Menurut Joko Bintoro dalam sambutannya mewakili panitia, Pordes Desa Sinduharjo diikuti oleh peserta dari 17 padukuhan baik putra maupun putri.

“Pordes ini diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit muda atlet bola voli di Desa Sinduharjo. Selain itu, kami berharap Desa Sinduharjo mempunyai lapangan bola voli sendiri untuk ajang latihan yang lebih baik,” ungkap Joko.

Pembukaan Pordes ini dihadiri Kades Sinduharjo, kasi beserta staf, Kepala Dukuh, Babinsa, Babinkamtibmas, BPD, dan lembaga desa lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Gelora Muda Desa Sinduharjo dan pemuda-pemudi Padukuhan Ngentak.

Dalam pertandingan pembukaan kali ini, Tim Putri Palapa Pedak melawan Tim Banteng yang kemudian dimenangkan oleh Tim Palapa Pedak. Sedangkan untuk tim putra dimenangkan oleh Tim Padukuhan Ngentak yang melawan Tim Padukuhan Palgading. Masing-masing tim selanjutnyta berhak maju ke babak berikutnya.  (Spn)




Camat Turi Gelar Open House

Turi – Kamis (21/6), Camat Turi menyelenggarakan open house di Pendopo Kecamatan Turi.

Hadir dalam open house adalah PNS Kecamatan, Kades, perangkat desa, tokoh masyarakat, guru SD hingga SLTA, relawan KIM, PKK, Koramil, Polsek, lembaga dan organisasi di Kecamatan Turi.

Camat Turi Haris Sunaryo mengatakan bahwa semua yang hadir merupakan mitra kerja yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Haris juga menyampaikan bahwa kondisi di Kecamatan Turi dari mulai Ramadan hingga saat ini kondusif.

“Dalam bidang ekonomi tidak ada gejala kenaikan harga, mengenai lalin lancar, aman, juga tentang Gunung Merapi tidak ada masalah meski status Merapi waspada,” ungkap Haris.

Pun, ditambahkan Sekretaris Camat Turi Suwadi, pelayanan ke masyarakat selama liburan kantor kecamatan tetap melayani kebutuhan masyarakat.

“Bahkan, untuk meningkatkan pelayanan masyarakat akan dilaksanakan program pelayanan masyarakat,” bebernya.

Sementara itu dari sisi keamanan, diungkap Danramil Turi Kanten Darsiwan bahwa Turi aman terkendali. “Masyarakatnya tetap tenang, adem ayem tidak terkena isu-isu yang tidak baik,” ujar Kanten. (Suharno)




Posko Pantau Lebaran Bangunkerto Siap Bantu Pemudik

Turi – Posko Pantau Lebaran Desa Bangunkerto telah dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Bangunkerta, Anas Maruf pada Minggu (10/6) pukul WIB.

Posko ini didirikan di dekat lampu merah perempatan Ngablak Bangunkerto, di mana sering terjadi kepadatan arus lalu lintas dari arah Tempel menuju Pakem ataupun sebaliknya.

Ruas jalan Tempel Pakem termasuk jalur yang sangat ramai karena merupakan jalur alternatif menuju Solo dan dari Solo menuju Magelang.

Dalam sambutannya, Anas Maruf berpesan kepada semua relawan untuk selalu tanggap dengan keadaan dan ramah dalam menjalankan tugas.

“Petugas membantu pengguna jalan supaya selalu berhati-hati dan mengarahkan pengguna jalan agar tidak terjadi kemacetan dan juga kecelakaan sehingga bisa selamat sampai tujuan,” tutur Anas.

Adapun Posko Pantau Lebaran Desa Bangunkerto ini diprakarsai oleh Pemerintah Desa Bangunkerto dan dibantu oleh semua elemen relawan yang ada di Desa Bangunkerto yakni, Destana Bangunkerto, Karangtaruna Desa Bangunkerto, Linmas Desa Bangunkerto, RKB (Relawan Kemanusiaan Bangunkerto), PMI Kecamatan Turi, Babinsa, dan Polmas Desa Bangunkerto.

Kegiatan ini diadakan selama 10 hari yaitu h-5 sebelum Lebaran dan 5 hari setelah Lebaran.

Petugas jaga di Posko Pantau Lebaran setiap hari nya dibagi menjadi dua shift dan setiap shift terdiri dari 15 personil yaitu Linmas 4 orang, PMI 5 orang, RKB 2 orang, Karangtaruna 2 orang, dan Destana 1 orang. (Harman)




Kepedulian Penggiat Budaya pada Kelestarian Kebudayaan

Gamping – Jumat (8/6/2018) mulai pukul WIB Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menggelar Sarasehan Budaya di Savita Garden Inn. Sarasehan dihadiri oleh penggiat budaya se-Kabupaten Sleman termasuk pengurus kebudayaan Kecamatan Gamping. Narasumber kali ini yaitu Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Sleman (DKS) Tumaryadi dan anggota DKS Prof. Suwarno.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Aji Wulantara, yang sekaligus memberikan pesan bahwa sebagai insan penggiat kebudayaan harus peduli, membina, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan.

“Jika tidak di uri-uri pasti kebudayaan akan punah,” ungkap Aji.

Bahkan menurut Aji, saat ini budaya instanisme tengah berkembang di masyarakat serta sudah merambah di segala bidang termasuk bidang pendidikan.

“Masyarakat inginnya instan alias tidak mau berusaha, serta budaya tata krama sudah mulai luntur,” lanjut Aji.

Kemudian, Aji menyampaikan bahwa konsep kewilayahan kebudayaan kabupaten Sleman berdasar pada kiblat 4, 5 pancer yakni utara (Merapi sebagai sumber inspirasi), timur (Prambanan sebagai pusat budaya masa lampau), selatan (pesanggrahan Ambarketawang), barat merupakan simbol masyarakat pedesaan yaitu Kecamatan Seyegan dan Minggir, serta Pancer (Sleman kota, Kecamatan Depok dan Ngaglik sebagai historis).

Sarasehan diakhiri oleh paparan dari Prof. Suwarno mengenai tata nilai Kabupaten Sleman yang mencakup ketuhanan, kepemimpinan, kemasyarakatan serta kealaman. Di dalam kluster ketuhanan terdapat prasaja, welas asih, sembada, dan tembayatan. (Adnan Nurtjahjo)