Gamping Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran

Gamping – Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar kegiatan pasar murah, Kamis (7/6) di Pendopo Kantor Kecamatan Gamping.

Pasar Murah yang dibuka pada pukul WIB ini diperuntukkan bagi warga masyarakat di wilayah Kecamatan Gamping dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Dalam pasar murah ini terdapat 2 jenis loket pelayanan, loket 1 untuk masyarakat umum sedangkan loket 2 khusus warga kurang mampu.

Ratusan warga sudah hadir sejak loket pengambilan atau pembelian kupon sembako belum dibuka. Setelah memeroleh kupon sembako, warga dapat menukarkan kupon tersebut dengan barang sesuai yang dibutuhkan.

Panitia Pasar murah menyediakan bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telor ayam, mie instant dan sirup dengan harga yang murah karena mendapat subsidi dari Pemerintah Kecamatan Gamping.

Turut meninjau pasar murah Camat Gamping Abu Bakar beserta Sekretaris Kecamatan Rasyid Ratnadi. Disampaikan Abu Bakar, kegiatan ini merupakan wujud sumbangsih pemerintah Kecamatan Gamping untuk berbagi di bulan Ramadan.

“Agar warga masyarakat yang membutuhkan dapat merayakan hari raya idul fitri nanti,” tutur Abu Bakar.  (Adnan Nurtjahjo)




Gamping Gelar Rakor Persiapan Rapat Pleno Data Pemilih Hasil Pemutakhiran

Gamping – Rabu (6/6) pukul WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai persiapan Rapat Pleno Data Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Sleman di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Rakor dipimpin oleh Ketua KPU Ahmad Shidqi didampingi Komisioner KPU Imanda Yulianto, Indah Sri Wulandari, Haryanta dan Aswino Wardhana, serta Sekretaris KPU Djoko Marhaendarto. Turut hadir dalam rakor, Ketua PPK Kecamatan Gamping Adnan Iman Nurtjahjo didampingi anggota PPK Divisi Data Lena Lailasari, serta Ketua dan anggota PPK 16 kecamatan lain.

Dalam rakor Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa PPK dan PPS dalam melaksanakan pleno DPHP mengacu pada panduan pleno DPHP yang dikeluarkan oleh KPU Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan KPU No. 11 tahun 2018.

Adapun data yang masih perlu dicermati sebelum diputuskan saat pleno yaitu data pemilih yang hak pilihnya dicabut, agar dikosongkan dahulu. Selain itu data pemilih yang hilang ingatan harus disertai dengan surat keterangan dokter. Terakhir, data pemilih dibawah umur harus ditelusuri lagi.

Pencermatan data pemilih perlu dilakukan karena sebagai penyelenggara pemilu tidak diperbolehkan menghilangkan hak pilih seseorang tanpa bukti dokumen yang mendukung. (Adnan Nurtjahjo)




Penutupan ARTJOG 2018

Sleman – ARTJOG telah digelar selama 32 hari di Jogja National Museum. Presentasi ratusan karya seni rupa dari 54 seniman visual dan beragam seni pertunjukan dari 88 penampil yang terangkum dalam program Daily Performance berhasil memanjakan pengunjung. Sebanyak 20 sesi Curatorial Tour dilaksanakan bagi umum, instansi, murid sekolah dan anak – anak. Tak lupa program Merchandise Project yang berhasil mewadahi 82 seniman/komunitas/pekerja kreatif untuk memasarkan produk merchandise mereka.

Sebanyak lebih dari pengunjung telah hadir menikmati perhelatan seni tahunan ini sejak dibuka pada 4 Mei 2018 lalu. ARTJOG juga dihadiri oleh para pejabat negara baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard Kristensen, Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Patrick Herman, Menteri Kebudayaan Singapura, Grace Fu, Direktur Jenderal Kebudayaan RI, Hilmar Farid, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dan Kepala BEKRAF Triawan Munaf.

Sebagai penutup, ARTJOG menghadirkan penampilan spesial dari Tulus, seorang penyanyi dan penulis lagu yang mahir bersenandung tentang tema-tema cinta. Pada kesempatan tersebut, Tulus turut mempresentasikan karya kolaborasinya bersama Davy Linggar pada ARTJOG 2018. Turut memeriahkan penutupan ARTJOG adalah Stars and Rabbit dan Megahit.

“Harapan kami, semoga ARTJOG menjadi berkah bagi kita semua dan berguna khususnya bagi masyarakat Jogjakarta dan Indonesia, pada umumnya” ungkap Heri Pemad, Direktur ARTJOG 2018 di Jogja National Museum, Senin (4/6).




BKM Bakti Manunggal Mitra Kerja Pemerintah Desa Donokerto

Turi – Minggu (3/6) pukul WIB, BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Bakti Manunggal menggelar rapat di Balai Desa Donokerto Kecamatan Turi.

Dalam rapat tersebut hadir anggota Unit Pengelola Keuangan (UPK), Unit Pengelola Sosial (UPS), Unit Pengelola Lingkungan (UPL), Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pembangunan Masyarakat Desa (LPMD), Kades Donokerto, perangkat dan Kepala Dukuh se- Desa Donokerto, Babinkamtibmas Donokerto, Babinsa, serta Faskel.

Koordinator BKM Bakti Manunggal, Sagi Hadiwibowo menyampaikan perkembangan BKM Bakti Manunggal dan hambatan yang tengah dialami.

Pun, meminta desa dapat memberikan solusi untuk mengatasinya dan menyadarkan kepada warga tentang rasa tanggung jawab yang berkaitan dengan urusan UPK.

Sementara itu, Kades Donokerto Waluya Jati, menyanggupi untuk membantu rintangan yang dialami oleh BKM.

Kades mengatakan bahwa BKM merupakan mitra kerja desa dalam rangka pengurangan kemiskinan dan meningkatan kesejahteraan masyarakat.

Warga pun diminta untuk mengetahui dan memahami tentang pembangunan yang tengah dilaksanakan serta penggunaan keuangan.

Kades juga berharap, Babinkamtibmas agar waspada. “Lebih-lebih sekarang menghadapi hari raya maka keamanan mari kita jaga bersama,” tutur Waluya. (Suharno)




PMI Tanggap Bencana Erupsi Merapi

Ngemplak – Minggu (3/6) pukul WIB, PMI Kecamatan Ngemplak mendapat kunjungan dari pengurus PMI DIY yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI DIY yaitu Gusti Bendoro Pangeran Hariyo Prabukusumo dan 4 pengurus yang didampingi pengurus PMI Kabupaten Sleman. Adapun pengurus PMI Sleman yang mendampingi antara lain Sunartono selaku Ketua, Sarijan sebagai Sekretaris, Trijoko Saptono dan Untung selaku Kepala Markas.

Kunjungan diterima oleh Sugeng Raharjo selaku Ketua PMI Kecamatan Ngemplak dan pengurus lainnya sebanyak 7 orang dan anggota TSR Kecamatan Ngemplak sebanyak 32 personel.

Dalam kesempatan itu, hadir pula perwakilan dari Muspika Kecamatan Ngemplak dan Kepala Desa Sindumartani, Midiono,

Ketua PMI DIY dalam kunjungan ini berpesan agar sebagai petugas PMI harus tanggap di segala bidang terutama ketika Gunung Merapi ada aktivitas erupsi.

“Sewaktu-waktu ada kejadian yang perlu penanganan lebih serius yaitu penyelamatan masyarakat atau evakuasi, semua diawali dari Markas PMI Kabupaten Sleman, Kecamatan Pakem, Desa Pakembinangun,” tutur Hariyo.

Sementara itu, Ketua PMI Kecamatan Ngemplak melaporkan bahwa telah melakukan beberapa kegiatan terkait erupsi Gunung Merapi, yakni membuka piket Posko di Balai Desa Widodomartani sejak erupsi Merapi bulan Mei lalu dan melengkapi identitas PMI Kecamatan Ngemplak dengan menyiapkan rompi, topi, kaos, jaket, pun melengkapi ketersediaan obat-obatan.

“Semuanya menghabiskan dana Rp ,00,” beber Sugeng.

Dalam kesempatan ini, Ketua PMI DIY juga berkenan memberikan bantuan berupa 7 setel rompi merah untuk pengurus kecamatan dan bingkisan untuk Posko PMI. (Sugeng Raharjo)