Ajak Anak Awasi Jentik Nyamuk

Tabo Beraksi Nyamuk Mati, itulah slogan yang selalu dipegang oleh kelompok TABO (Tanggap Bocah) Kecamatan Sleman. Untuk lebih menambah semangat dalam berkreasi dan berinovasi bagi anggota dan pendamping TABO, Puskesmas Sleman mengadakan kegiatan Jambore Tanggap Bocah, Kamis (5/7) di Lapangan Pemda Sleman.

Kegiatan ini melibatkan 2 ribu anak dan 500 pendamping terdiri dari 5 desa, yakni Triharjo, Tridadi, Trimulyo, Caturharjo, dan Pandowoharjo. Hadir dalam acara ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo, Camat Sleman serta Muspika Sleman, Kepala Puskesmas Sleman, dan pejabat Sleman lainnya.

Bertemakan Tanggap Bencana di Usia Dini, acara diisi dengan sosialisasi dari Tagana Sleman terkait bencana alam erupsi Gunung Merapi, kebakaran, gempa bumi, tanah longsor, dan banjir. Dalam menyampaikan sosialisasi, Tagana Sleman mengajak anak-anak bernyanyi, menari, berbaris, dan bermain.

Disampaikan Elliza Sinaga, Kepala Puskemas Sleman, Puskesmas Sleman telah mengorganisir keanggotaan kader TABO Padukuhan hingga 100% dari sejumlah 83 padukuhan di Kecamatan Sleman.

“Sehingga sampai saat ini jumlah kader TABO mencapai 2800 anak terdiri dari anak usia sekolah TK, SD dan SMP,” tutur Eliza.

Eliza mengatakan bahwa kader TABO masing-masing padukuhan setiap Minggu pagi aktif melakukan kegiatan didampingi oleh kader dewasa dengan permainan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) meliputi pemantauan jentik, cuci tangan dengan sabun air mengalir, dan pengelolaan sampah sisa jajan anak sekolah.

“Jadi TABO mampu menerapkan PHBS dalam kesehariannya,” ungkapnya.

Tanggap bocah diakui Elliza merupakan mitra kerja Puskesmas Sleman dalam mencegah penyakit DBD dan melaksanakan pilar sanitasi total berbasis masyarakat. “Kesepakatan warga, warga akan kena denda bila rumah ada jentik, dendanya seribu dan dipasang bendera rumah ada jentik dan bila bendera yang dipasang hilang kena denda 6 ribu, Tak hanya itu, ada reward juga kalau rumah tidak ada jentik selama 3 bulan berturut-turut,” cerita Elliza.

Bukti nyata dari kegiatan TABO di Kecamatan Sleman menurut Elliza yakni Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 83 padukuhan sejak tahun 2013 sampai 2017 terus mengalamai peningkatan.

“Tahun 2013 ABJ 86,2%, tahun 2014 ABJ 86,4%, tahun 2015 ABJ 92,5%, tahun 2016 ABJ 92,9%, tahun 2017 ABJ 94,34%. Sedangkan sampai dengan bulan Juni 2018 ABJ 92%,” bocor Elliza.

Sementara, ditambahkan Elliza, untuk kasus DBD dari tahun 2013 sejumlah 78 kasus, tahun 2014 sejumlah 25 kasus, tahun 2015 sejumlah 25 kasus, tahun 2016 sejumlah 24 kasus, tahun 2017 sejumlah 18 kasus dan tahun 2018 sampai bulan Juni tidak ada kasus.

Elliza berharap, tahun ini ABJ dapat terus meningkat sehingga target 95% dapat tercapai. Pun, untuk kasus DBD diharapkannya akan nol hingga akhir tahun.




Pasar Tani Sarana Makmurkan Petani Desa Selomartani

Kalasan – Rabu (4/7), Pemerintah Desa Selomartani bersama Gapoktan Selo Makmur mengadakan Syawalan bersama pelaku Tani di Desa Selomartani yang berada di Kawasan Wisata Monumen Plataran dan Embung Plataran. Pada kesempatan ini Gapoktan Selo Makmur bersama BUMDes Cahaya Selo juga melaunching Pasar Tani Selomartani.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan beserta jajarannya, Kepala UPT VIII Prambanan DP3 Sleman beserta jajarannya, Camat Kalasan, Kepala Desa Selomartani, Dukuh se-Desa Selomartani, para pelaku tani yang ada di Desa Selomartani, termasuk petani, toko pertanian, semua anggota gapoktan, pelaku pasar tani, dan PPL pertanian.

Launching pasar tani dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan. Heru Saptono. Pada kesempatan ini, Heru berharap agar pasar tani ini dapat memakmurkan semua pelaku pertanian di Selomartani.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas juga menyempatkan berbelanja produk hasil dari kelompok wanita tani yang memamerkan produknya.

Wahyudi, salah satu panitia berharap agar kegiatan Pasar Tani ini bisa rutin dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu pagi dengan tujuan menjual produk produk hasil pertanian yang ada di Desa Selomartani dan dapat memajukan kelompok-kelompok pertanian di Selomartani yang tergabung dalam Gapoktan Selo Makmur. (Damar Aji)