Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sariharjo Resmi Terbentuk

Ngaglik – Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik menambah lembaga baru yang akan menggerakkan pembangunan dalam bidang informasi. Lembaga baru bernama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini diharapkan ke depan dapat mengangkat potensi desa yang dimiliki Desa Sariharjo.

Demikian harapan Sekretaris Camat Ngaglik, Purwati, yang disampaikan pada Selasa (25/7) saat Sosialisasi dan Pembentukan KIM Desa Sariharjo.

Ipung menambahkan, dengan terbentuknya KIM Desa Sariharjo maka Kecamatan Ngaglik sudah ada 4 KIM desa yaitu KIM Desa Sukoharjo, KIM Desa Sinduharjo, KIM Desa Sardonoharjo, dan KIM Desa Sariharjo. “Jadi tinggal 2 desa yang akan segera dibentuk dalam waktu dekat ini,” beber Purwati.

Sementara itu, Ketua KIM Kecamatan Ngaglik, Suripto menambahkan, melalui KIM di seluruh desa se-Kecamatan Ngaglik maka potensi-potensi pembangunan bisa diangkat dan diinformasikan kepada masyarakat. Pun, membuat masyarakat tahu program pembangunan yang telah dicapai Kecamatan Ngaglik.

“Dengan KIM masyarakat tidak ragu-ragu memberikan informasi apa yang telah dilakukan oleh masyarakat sehingga KIM dipercaya masyarakat untuk menyebarkan informasi yang merupakan roh dibentuk nya KIM yaitu dari, oleh, dan untuk masyarakat,” ucap Suripto.

Dalam sambutan Sekretaris Desa Sariharjo H. Gunawan menyampaikan terima kasih dan menyambut baik diadakan Sosialisasi dan Pembentukan KIM Desa Sariharjo. Ia berharap dengan dibentuknya lembaga ini Desa Sariharjo meningkat dalam segi pembangunan informasi,

“Sebenarnya pembangunan di desa ini sudah banyak dilakukan namun mungkin banyak masyarakat yang belum mengetahui, untuk itu setelah dibentuknya KIM Desa Sariharjo nantinya masyarakat bisa mengetahui program-program pembangunan di desa ini,” tutur Gunawan.

Sosialisasi diampu oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Noor Hidayati. Ia menyampaikan secara jelas bagaimana tata cara pembentukan KIM dan seluk-beluk bagaimana KIM bisa lebih maju sehingga para peserta dapat melaksanakan ketugasannya.

Adapun kepengurusan KIM Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik sebagai Ketua Muh Wahid Sulistyo, Wakil Ketua Raka Widya, Sekretaris Rosita Indra, Bendahara Novita Sari, Bidang Pengumpulan Data Oktaviani Pris. D.  Bidang Pengolah Informasi Febriyanto, Bidang Dokumentasi Puput Riani. Bidang Penyebaran Informasi Hulwatun Nisa. (Suripto)




KWT Sembung Berhasil Terapkan Pertanian Rumah Tangga

Kelompok Wanita Tani (KWT) Bumi Lestari Sembung berhasil terapkan pertanian rumah tangga di Desa Sembung, Pekem, Sleman. Kelompok tani tersebut berhasil terapkan program pemanfaatan lahan kosong pekarangan sebagai Lahan Tanam Sayur dan Buah.

Suprapto selaku Pembina KWT Sembung menjelaskan, sistem yang digunakan dalam penanamannya ialah hidroponik. “Kita ketahui bersama, metode tersebut merupakan menanam tanaman tanpa menggunakan lahan yang luas sebagai media tanamnya. Akan tetapi, menggunakan media air dan pipa PVC dengan memaksimalkan ruang kosong sekitar rumah. Selain itu, selama masa tumbuh tanaman diberi pupuk organik,” tutur Suprapto.

KWT Sembung yang beranggotakan 20 orang tersebut sudah berhasil membudidayakan sayur dan buah, di antaranya Kubis, Sawi, dan Cabe. Ketua KWT Sembung Bumi Lestari Margiyati mengatakan saat ini sudah hampir 90 persen warga Padukuhan Sembung sudah menerapkan program binaan dari Badan Ketahanan Pangan & Penyuluhan DIY tersebut.

Keberhasilan KWT Sembung tersebut ditandai dengan Panen Perdanan Lumbung Mataraman bersama Gusti Kanjeng Ratu Hemas bertempat di Padukuhan Sembung, Pakem, Sleman pada Rabu (25/7/2018). Pada kesempatan tersebut GKR Hemas didampingi Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Pakualaman, Kepala BKPP DIY Arofah Nur Indriani, dan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman Suyono.

Kepala BKPP DIY Arofah Nur Indriani mengatakan ketahanan pangan dimulai dari sektor kecil individu, keluarga, hingga tingkat daerah. Program yang diinisiasi oleh GKR Hemas tersebut pada awal pembentukannya terdapat 5 KWT tiap kabupaten yang diuji coba. Melihat keberhasilan tersebut ke depannya pada 2018 akan ada 20 desa yang akan mengikuti pembinaan program tersebut.

GKH Hemas mengatakan Kegiatan Panen Perdana Sayur dan Buah tersebut merupakan langkah kongkrit dari upaya untuk membangun ketahanan pangan. Kegiatan tersebut juga dikatakannya menjadi tempat pemberdayaan perempuan dalam membantu kesejahteraan dengan penyediaan sumber pangan bergizi melalui pertanian rumah tangga yang mandiri.  Ia berharap program tersebut terus dijalankan oleh rakyat pedesaan sehingga mampu terwujudnya ketahanan pangan di DIY.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman Suyono mengatakan keberadaan kelompok tani atau yang disebut kelompok agribisnis terbukti telah mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga. Ia berharap keberadaan KWT tentunya dapat mendukung gerakan Lumbung Matraman sebagai Wujud kedaulatan.