Sosialisasi IUMK dan IMB di Turi

Turi –Agar masyarakat Sleman mengetahui tentang pelaksanaan IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi pada hari Rabu (18/7/2018) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi.

Sekcam Turi Suwadi, mengawali acara dengan mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta sosialisasi. Suwandi berharap hasil sosialisasi ini nantinya dapat disampaikan ke warga masing-masing.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kepala dusun di Turi, anggota PKK, KIM, dan tokoh masyarakat ini, diisi oleh Budiarjo, yang menjelaskan terkait 5 landasan hukum IUMK. Kemudian ia juga menjelaskan prinsip pemberian IUMK, ketentuan perizinan, unit usaha yang tidak masuk kriteria IUMK, dan lain sebagainya.

Sementara itu, materi selanjutnya diisi oleh Agus dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Sleman.

Agus menjelaskan tentang syarat umum IMB sesuai dengan tahapan pemberian izin, retribusi IMB, prasarana bangunan, sanksi administrasi berupa denda pelanggaran. dispensasi Pelayanan IMB bagi keluarga miskin, dan lain-lain. (Suharno)




Ajak Siswa Gunakan Media Sosial Secara Bijak

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman hadir di tengah-tengah siswa SMA dan SMK untuk mengenalkan cara santun dalam bermedia sosial.

Menggandeng dua narasumber yakni Cicilia Lusiani, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman dan Iqbal Aji Daryono seorang praktisi media sosial, kegiatan ini berlangsung pada Selasa (17/7) di SMK Negeri 1 Seyegan dan Rabu (18/7) di SMA Negeri 1 Sleman.

“Kalau kalian bermedsos jangan sekali-sekali untuk menyebarkan konten negatif karena sekali sudah masuk di dunia maya, jejak digital itu tidak bisa dihapus,” pesan Lusi kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Lusi mengenalkan apa saja yang termasuk dalam kategori konten negatif kepada para siswa.

“Narsis itu masuk lho ternyata, contohnya satu hari update profil 24 kali, satu jam ganti PP, newsfeed isinya fotonya dia semua,” beber Lusi.

Cara-cara berinternet sehat pun dituturkan Lusi agar dapat mencegah para siswa mengunggah konten-konten yang berbau negatif.

“Sebenarnya kita tidak boleh mengadd orang yang sama sekali tidak kita kenal, minimal kita lihat mutual friendnya, jadi kalau tidak ada kesamaan minat, hobi, tidak tahu dia darimana, jangan langsung approve, perlu waspada siapa tahu akun palsu,” urainya.

Data pribadi juga diharapkan Lusi tidak disebar begitu saja oleh para siswa.

“Jangan sekali-sekali menyebar KTP sendiri atau oranglain, NIK itu sangat-sangat penting, dari satu rangkaian NIK bisa ketahui tanggal lahirmu, rumahmu di mana, KKmu, sampai golongan darahmu. Jadi, begitu tahu NIK orang yang punya niat jahat bisa langsung tahu semua tentangmu,” pesan Lusi.

Karenanya, Lusi memberi solusi kepada para siswa untuk memberikan data pribadi secukupnya saja, bila perlu hanya dibagikan kepada teman yang benar dikenal saja.

Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah ini dilanjutkan dengan narasumber kedua, Iqbal Aji Daryono, yang senada dengan Lusi mengungkap pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.

Di antara 221 siswa, Iqbal berpesan bahwa para siswa perlu memahami konsekuensi positif dan negatif media sosial

“Satu keledoran kecil kalau kalian tidak tahu mekanismenya bisa menjurumuskan. Kalian harus benar-benar sadar bahwa medan yang kalian hadapi itu tidak main-main,” ucap Iqbal usai memberi contoh kasus penyalahgunaan media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Oleh karena itu, Iqbal berharap para siswa bisa mengetahui bahwa konsekuensi dari tindakannya di media sosial akan jatuh pada dirinya sendiri sehingga siswa perlu selalu berhati-hati.




Siapkan SDM Unggul Untuk Hadapi Persaingan

Gamping – Selasa (17/07/2018) pukul WIB bertempat di Pendopo Kecamatan Gamping berlangsung prosesi pelepasan Camat dan penyambutan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gamping.

Prosesi diawali dengan kata pamitan Camat Gamping Abu Bakar yang berpindah tugas sebagai Camat Depok per 9 Juli 2018. Dilanjutkan perkenalan Plt Camat Gamping yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Samsul Bakri.

Keduanya melakukan penandatanganan Berita Acara serah terima jabatan sebagai Camat Gamping disaksikan oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Purwatno Widodo, di hadapan 200 tamu undangan.

Para tamu yang hadir berasal dari unsur Koramil, Polsek, Puskesmas, DPRD, Forkompimca, perangkat desa, akademisi,  tokoh agama,  tokoh masyarakat,  FKDM,  PPK dan Panwascam.  Hal yang sama juga dilakukan serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Gamping.

Dalam sambutannya Abu Bakar mengatakan bahwa dalam kurun waktu 1,5 tahun memimpin Gamping merasa terlalu singkat. “Saya masih ada rencana aksi yang belum terselesaikan,” ungkap Abu.

Camat yang bersahaja dan sangat dekat dengan warganya ini berharap penggantinya untuk melanjutkan program-program yang sudah direncanakannya.

Di sisi lain, Samsul Bakri berharap warga Gamping dapat menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut hadirnya Bandara Internasional yang baru di Temon, Kulon Progo.

“Warga Gamping jangan hanya jadi penonton saja, siapkan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk menghadapi persaingan dengan daerah lain agar dapat menikmati ‘kue’ yang diperebutkan daerah lain”, ujar Samsul Bakri.

Suasana begitu terharu saat Abu Bakar beserta istri menerima jabat tangan dan tanda kasih dari para hadirin.  Berulang kali Camat yang merakyat ini terlihat mengusapkan sapu tangannya untuk menghapus air mata.

Prosesi diakhiri dengan penyampaian pesan dan kesan dari Pemerintah Desa yang diwakili oleh Kepala Desa Balecatur Hj.  Sebrat Haryanti yang sebetulnya belum rela ditinggalkan Camatnya.  (Adnan Nurtjahjo)




Masjid Tak Sekadar Sebagai Tempat Ibadah

Gamping – Sabtu (14/7/2018) pukul WIB, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya renovasi Masjid Al Mukarrom di Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Hadir dalam peresmian renovasi antara lain anggota DPD-RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Bupati Sleman Sri Purnomo, Muspika Gamping, Kepala Desa dan perangkat desa Trihanggo, Badan Permusyawaratan Desa, kepala padukuhan, serta jamaah dan takmir Masjid Al Mukarrom.

Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X berpesan bahwa renovasi Masjid Al Mukarrom yang dibangun dengan swadaya dan semangat gotong royong keluarga muslim atas dasar ketakwaan ini, dapat tetap menunjang peran masjid yang ideal meski semua sarana dan fasilitasnya cukup sederhana.

Selain sebagai tempat salat, diungkapkan Gunernur Yogyakarta ini masjid dapat dijadikan tempat pertemuan, perpustakaan, kegiatan sosial, pusat perekonomian, dan pendidikan bagi umat Islam.

“Jangan sampai masjid hanya sebagai persinggahan sementara untuk melepas lelah dari beragam aktivitas di tempat kerja belaka, karena tidak berfungsi apa-apa ketika ada masalah yang timbul di masyarakat,” tandas Sri Sultan HB X.

Oleh karena itu, tolok ukur kemakmuran masjid dikatakan HB X bukan pada bangunan fisik yang megah tetapi maraknya salat berjamaah dan ramainya kegiatan syiar Islam yang bisa menjadikan masjid sebagai majelis ilmu amaliah serta memberi manfaat bagi jemaah dan masyarakat sekitar. (Adnan Nurtjahjo)




Koreksi Informasi Sebelum Disebarluaskan

Gamping – Jumat (13/7/2018) pukul WIB, forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman menggelar syawalan dan tauziyah jurnalistik di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo, Gancahan VII, Kecamatan Godean.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah menyampaikan bahwa pertemuan kali ini selain untuk mempererat kekerabatan, juga membahas tentang rencana lomba antar KIM se-Kabupaten Sleman.

Syawalan yang dihadiri oleh pengurus KIM tingkat kecamatan dan KIM tingkat desa, serta karang taruna ini diisi tauziyah jurnalistik yang disampaikan oleh Atik jurnalis surat kabar dan Iqbal Aji Daryono seorang pakar media digital.

Dalam tauziyahnya, Atik menyarankan kepada anggota KIM dalam mendistribusikan informasi agar berdasarkan fakta sehingga dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“KIM merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah dalam hal penyebarluasan informasi ke masyarakat. Oleh karena itu, perlu melakukan koreksi informasi terlebih dulu sebelum disampaikan ke khalayak umum,” ucap Atik.

Dalam kesempatan sinau bareng jurnalistik ini, Iqbal menghimbau sebagai anggota KIM harus bisa menata moral dalam bermedsos (media sosial), artinya KIM harus cerdas, kritis, serta berperan sebagai aktor.

“Dan yang terpenting dapat menyajikan informasi yang berat menjadi bacaan ringan sehingga mudah dipahami pembaca,” ujar Iqbal.  (Adnan Nurtjahjo)