Turnamen Bola Voli Ajang Remaja Desa Salurkan Bakat

 Ngaglik – Dengan kerja keras tim bola voli Padukuhan Dukuh akhirnya memenangkan pertandingan dalam final putra Pordes (Pekan Olahraga Desa) Desa Sinduhajo di Lapangan Bharakangen Ngentak Kadipuro, Sabtu (7/7). Padukuhan Dukuh menang melawan tim dari Padukuhan Pedak.

Adapun daftar pemenang Pordes Desa Sinduharjo untuk tim putra, antara lain Juara Satu Padukuhan Dukuh, Juara Dua Padukuhan Pedak, Juara Tiga Padukuhan Gentan, dan Juara Empat Padukuhan Tambakan

Sedangkan untuk tim putri, para pemenangnya antara lain Juara Satu Padukuhan Ngabean Wetan, Juara Dua Padukuhan Dayu, Juara Tiga Padukuhan Dukuh, dan Juara Empat Padukuhan Tambakan

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja mengatakan ucapan terima kasih pada panitia dan peserta bola voli atas terselenggaranya turnamen ini. Turnamen ini diharapkan Sudarja dapat menumbuh kembangkan semangat olahraga bola voli di wilayah Desa Sinduharjo Pun, dapat menangkal remaja nglitih sebab remaja berpartisipasi dalam kegiatan yang positif.

“Saya harapkan dengan kegiatan ini warga terutama pemuda dan pemudinya dapat menyalurkan bakat dan hobinya, tidak hanya di bidang olahraga bola voli namun juga olahraga lainya dan sudah kita anggarkan untuk kegiatan itu dalam APBD Desa Sinduharjo ” ujarnya.

Penutupan Pordes cabang bola voli kali ini dihadiri oleh 700 penonton yang terdiri dari perangkat desa, BPD lembaga desa, karang taruna, PKK, Babhinsa, Babhinkamtibmas, Linmas, Poskesdes, dan tamu undangan lainnya. (Spn)




Satpol PP Sosialisasikan Perizinan dan Perda Pemondokan

Gamping – Kamis (5/7/2018) pukul WIB bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kecamatan Gamping, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman melaksanakan Sosialisasi Perizinan dan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemondokan.

Sosialisasi dihadiri oleh petugas dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (DPMP2T) Iwan, Satpol PP bidang penegakan peraturan perundang-undangan Sutriyanto, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bidang usaha kepariwisataan, Kasi Trantib Kecamatan Gamping Harley Benyamin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa serta FKDM.

Dalam paparannya, Iwan menyampaikan bahwa pemberian izin dan dokumen yang wajib dimiliki oleh orang pribadi atau badan yang melakukan usaha dan atau kegiatan tertentu dilakukan melalui tahapan izin dan dokumen. Adapun tahapan perizinan dari awal hingga akhir yaitu izin prinsip, izin prinsip penanaman modal, izin lokasi, izin penggunaan pemanfaatan tanah, dokumen perolehan tanah, dokumen andalalin, dokumen lingkungan atau izin lingkungan, dokumen RTB, izin mendirikan bangunan dan yang terakhir izin teknis (izin operasional).

Di sesi kedua, Nyoman Savitri memaparkan Perda nomor 15 tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Yang dimaksud TDUP adalah dokumen resmi yang membuktikan bahwa usaha kepariwisataan yang dilakukan oleh pengusaha telah tercantum didalam daftar usaha Pariwisata, sehingga pemilik TDUP berhak melakukan kegiatan sesuai dengan TDUP yang dimiliki, mendapatkan pembinaan dan perlindungan dari Pemerintah Daerah.

Sosialisasi diakhiri oleh Sutriyanto yang mensosialisasikan Peraturan Bupati Sleman nomor 57 tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemondokan dan Peraturan Daerah nomor 9 tahun 2007 yang harus dipatuhi oleh pemilik pemondokan (Adnan Nurtjahjo)




KPU Sleman Gelar Rakor Progres Masukan Masyarakat terkait DPS Pemilu

Gamping – Dalam rangka tahapan pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan penerimaan masukan/tanggapan masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mengadakan rapat koordinasi (Rakor) progres masukan dan tanggapan masyarakat terhadap DPS pemilu 2019 pada Kamis (5/7/2018) pukul WIB di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Rakor dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Shidqi, didampingi Komisioner KPU Imanda Yulianto, Haryanta dan Aswino Wardhana. Hadir sebagai peserta para Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota PPK Divisi Data se-Kabupaten Sleman, termasuk Ketua PPK Kecamatan Gamping Adnan Iman Nurtjahjo, didampingi anggota PPK Gamping Lena Lailasari.

Dalam sambutannya, Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa perlu adanya peningkatan supervisi PPK terhadap Panitia Pemungutan Suara (PPS) berupa pendampingan yang intensif antara lain mengkroscek data sekaligus mencermati sebelum PPS melaksanakan pleno DPS Hasil Perbaikan di tingkat desa. Adapun prosedurnya adalah PPS menerima masukan/tanggapan dari masyarakat, kemudian PPS melakukan perbaikan DPS dengan mensinkronkan dengan sistem data pemilih (Sidalih) yang ada di KPU. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari masih munculnya pemilih yang berstatus tidak memenuhi syarat (TMS).

Di sesi berikutnya, penjelasan teknis tentang operasional Sidalih dipaparkan oleh pelaksana sub bagian program dan data KPU Kabupaten Sleman Arisonatalia. “Teknis upload perbaikan DPS sangat penting dipahami oleh PPK karena PPK sebagai operator Sidalih harus dapat mengoperasionalkan program tersebut,” ujar Arisonatalia. (Adnan Nurtjahjo)




Ajak Anak Awasi Jentik Nyamuk

Tabo Beraksi Nyamuk Mati, itulah slogan yang selalu dipegang oleh kelompok TABO (Tanggap Bocah) Kecamatan Sleman. Untuk lebih menambah semangat dalam berkreasi dan berinovasi bagi anggota dan pendamping TABO, Puskesmas Sleman mengadakan kegiatan Jambore Tanggap Bocah, Kamis (5/7) di Lapangan Pemda Sleman.

Kegiatan ini melibatkan 2 ribu anak dan 500 pendamping terdiri dari 5 desa, yakni Triharjo, Tridadi, Trimulyo, Caturharjo, dan Pandowoharjo. Hadir dalam acara ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo, Camat Sleman serta Muspika Sleman, Kepala Puskesmas Sleman, dan pejabat Sleman lainnya.

Bertemakan Tanggap Bencana di Usia Dini, acara diisi dengan sosialisasi dari Tagana Sleman terkait bencana alam erupsi Gunung Merapi, kebakaran, gempa bumi, tanah longsor, dan banjir. Dalam menyampaikan sosialisasi, Tagana Sleman mengajak anak-anak bernyanyi, menari, berbaris, dan bermain.

Disampaikan Elliza Sinaga, Kepala Puskemas Sleman, Puskesmas Sleman telah mengorganisir keanggotaan kader TABO Padukuhan hingga 100% dari sejumlah 83 padukuhan di Kecamatan Sleman.

“Sehingga sampai saat ini jumlah kader TABO mencapai 2800 anak terdiri dari anak usia sekolah TK, SD dan SMP,” tutur Eliza.

Eliza mengatakan bahwa kader TABO masing-masing padukuhan setiap Minggu pagi aktif melakukan kegiatan didampingi oleh kader dewasa dengan permainan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) meliputi pemantauan jentik, cuci tangan dengan sabun air mengalir, dan pengelolaan sampah sisa jajan anak sekolah.

“Jadi TABO mampu menerapkan PHBS dalam kesehariannya,” ungkapnya.

Tanggap bocah diakui Elliza merupakan mitra kerja Puskesmas Sleman dalam mencegah penyakit DBD dan melaksanakan pilar sanitasi total berbasis masyarakat. “Kesepakatan warga, warga akan kena denda bila rumah ada jentik, dendanya seribu dan dipasang bendera rumah ada jentik dan bila bendera yang dipasang hilang kena denda 6 ribu, Tak hanya itu, ada reward juga kalau rumah tidak ada jentik selama 3 bulan berturut-turut,” cerita Elliza.

Bukti nyata dari kegiatan TABO di Kecamatan Sleman menurut Elliza yakni Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 83 padukuhan sejak tahun 2013 sampai 2017 terus mengalamai peningkatan.

“Tahun 2013 ABJ 86,2%, tahun 2014 ABJ 86,4%, tahun 2015 ABJ 92,5%, tahun 2016 ABJ 92,9%, tahun 2017 ABJ 94,34%. Sedangkan sampai dengan bulan Juni 2018 ABJ 92%,” bocor Elliza.

Sementara, ditambahkan Elliza, untuk kasus DBD dari tahun 2013 sejumlah 78 kasus, tahun 2014 sejumlah 25 kasus, tahun 2015 sejumlah 25 kasus, tahun 2016 sejumlah 24 kasus, tahun 2017 sejumlah 18 kasus dan tahun 2018 sampai bulan Juni tidak ada kasus.

Elliza berharap, tahun ini ABJ dapat terus meningkat sehingga target 95% dapat tercapai. Pun, untuk kasus DBD diharapkannya akan nol hingga akhir tahun.




Pasar Tani Sarana Makmurkan Petani Desa Selomartani

Kalasan – Rabu (4/7), Pemerintah Desa Selomartani bersama Gapoktan Selo Makmur mengadakan Syawalan bersama pelaku Tani di Desa Selomartani yang berada di Kawasan Wisata Monumen Plataran dan Embung Plataran. Pada kesempatan ini Gapoktan Selo Makmur bersama BUMDes Cahaya Selo juga melaunching Pasar Tani Selomartani.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan beserta jajarannya, Kepala UPT VIII Prambanan DP3 Sleman beserta jajarannya, Camat Kalasan, Kepala Desa Selomartani, Dukuh se-Desa Selomartani, para pelaku tani yang ada di Desa Selomartani, termasuk petani, toko pertanian, semua anggota gapoktan, pelaku pasar tani, dan PPL pertanian.

Launching pasar tani dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan. Heru Saptono. Pada kesempatan ini, Heru berharap agar pasar tani ini dapat memakmurkan semua pelaku pertanian di Selomartani.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas juga menyempatkan berbelanja produk hasil dari kelompok wanita tani yang memamerkan produknya.

Wahyudi, salah satu panitia berharap agar kegiatan Pasar Tani ini bisa rutin dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu pagi dengan tujuan menjual produk produk hasil pertanian yang ada di Desa Selomartani dan dapat memajukan kelompok-kelompok pertanian di Selomartani yang tergabung dalam Gapoktan Selo Makmur. (Damar Aji)