Kerajinan Bambu Mlati Tapaki Pasar Internasional

Gamping – Bisnis kerajinan bambu jika dikembangkan secara serius minimal dalam usaha kecil-kecilan dapat memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Indonesia terkenal dengan berbagai macam kekayaan alamnya.  Salah satu kekayaan alam Indonesia yang paling sering kita jumpai adalah bambu.

Meskipun di daerah tertentu bambu sulit didapatkan tetapi pada umumnya hampir semua daerah terdapat banyak pohon bambu.

Bambu adalah salah satu tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan masyarakat, baik secara tradisional maupun modern. Antara lain dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tangan.

Pemilih usaha kerajinan Aneka Bamboo, Radiyono mengatakan bahwa sejak tahun 2006 sudah menekuni usaha ini.

“Pasca gempa bumi di Bantul saya membuka usaha kerajinan bambu,” ujar bapak dua putri ini, Jumat (27/8).

“Produk yang saya hasilkan sangat beragam.  Ada kenthongan, meja, kursi, dipan, kere, bel angin, rumah bambu (gazebo), dan aneka macam kerajinan bambu lainnya,” lanjut pria yang membuka usahanya di Sendari, Tirtoadi, Mlati, Sleman ini.

Jaringan pemasaran kerajinan bambu milik Radiyono tidak hanya di dalam negeri saja melainkan sudah bisa memasarkan hingga keluar negeri.

Adapun kendala yang dihadapi oleh Radiyono adalah kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni dalam membuat kerajinan dari bambu sehingga tidak dapat memenuhi permintaan dalam jumlah besar dan rutin.  (Adnan Nurtjahjo)




Pordes Sardonoharjo Resmi Dimulai

Ngaglik – Minggu (26/8) bertempat di Lapangan Voli Jetis Baran diadakan pembukaan Pekan Olahraga Desa (Pordes) Sardonoharjo 2018.

Pordes akan berlangsung sampai dengan 16 September 2018 dengan 7 cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu lari 5 ribu meter dan 3 ribu meter, bola voli, tenis meja, bulutangkis, futsal, catur, dan sepakbola.

Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Asian Games 2018 dan merupakan kegiatan rutin di Desa Sardonoharjo.

Dalam kesempatan ini Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, membuka Pordes dengan memulai pukulan pertama pada pertandingan bola voli dan dilaksanakan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur.

“Memohon keselamatan Tuhan Yang Maha Esa agar kegiatan ini berjalan lancar sesuai yang diharapkan,“ ucap Harjuno. (Eka S)




Lomba Pertunjukan Rakyat Jalin Guyub Rukun Masyarakat Sleman

Lomba Pertunjukan Rakyat bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar Sabtu (25/8/2018) oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman disampaikan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun merupakan upaya melestarikan kesenian rakyat yang berlandaskan kearifan lokal.

“Dalam pertunjukan ini juga diselipkan pesan-pesan sosial sehingga dapat menjadi sarana sosialisasi yang efektif bagi masyarakat,” ucap Muslimatun di sela-sela membuka lomba yang digelar di Taman Kuliner Condongcatur, Depok, Sleman ini.

Sri Muslimatun menuturkan kegiatan ini juga dapat menjalin keguyub-rukunan di antara masyarakat di Kabupaten Sleman, khususnya anggota KIM Sleman.

Lebih lanjut Muslimatun mengungkapkan bahwa pada era yang serba terbuka ini menjadi tantangan tersendiri untuk menyajikan pertunjukan yang baik bagi masyarakat. Keberadaan seni pertunjukan modern, lanjutnya, telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat maka dirinya berharap dengan adanya lomba ini dapat menjadi benteng bagi kesenian tradisional yang syarat akan nilai-nilai luhur.

“Maka dengan adanya KIM semoga mampu menjadi salah satu motor dalam melestarikan dan menjaga eksistensi seni pertunjukan,” ucap Sri Muslimatun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sleman, Intriati Yudatiningsih, mengatakan bahwa meski yang turut berpartisipasi dalam lomba baru sejumlah 14 KIM akan tetapi hingga saat ini di Sleman telah terbentuk 23 KIM.

Dikatakan pula bahwa KIM ini terdiri dari kelompok masyarakat yang mandiri. Adapun tujuan pembentukan KIM ini menurut Intri yaitu untuk efektivitas diseminasi informasi kepada masyarakat.

“Ini sesuai dengan Peraturan Bupati nomor 51 tahun 2017,” tegasnya.

Lomba Pertunjukan Rakyat bagi KIM berlangsung hingga pukul WIB. Tema yang disyaratkan bagi para peserta di antaranya terkait Sleman Smart Regency, Sleman Anti Hoax, Internet Sehat, Santun Bermedsos, dan Sleman Guyub Rukun.

Lomba ini merebutkan hadiah tiga buah laptop dengan total hadiah senilai 17 juta rupiah. Bertindak sebagai juri pada lomba tersebut ialah M. Igbal Aji Daryono (Penulis dan pelaku/pemerhati media sosial), Affi Aditya Khresna (Sekjen Jogja Creative Society), dan Suwarsi (Dinas Kebudayaan Sleman).




Sukoharjo Gelar Lomba Hadroh

Ngaglik – Sabtu (25/8), Lapangan Sepak Bola Klidon diramaikan oleh ribuan penonton yang memeriahkan Lomba Hadroh dan Pementasan Wayang Kulit semalam suntuk. 

Lomba Hadroh diikuti 12 kelompok Hadroh dari masjid, musala, serta dusun se-Desa Sukoharjo

Sementara Pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk dipandu oleh Ki Dalang Rendi atau Ki Ratnanto Dipo Wicaksono dengan Lakon Mbangun Taman Maerokoco.

Acara ini terselenggara atas kerjasama antara pemerintah Desa Sukoharjo dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Menurut penyelenggara yang disampaikan oleh Sekretaris Desa Sukoharjo, Yuliani, penilaian lomba memiliki beberapa kategori, antara lain vokal, judul lagu, penampilan grup, instrumen musik, dan penampilan panggung.

Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto dalam sambutannya mengatakan bahwa Desa Sukoharjo tiap tahun akan terus mengadakan lomba seperti ini.

“Untuk itu semua terus bisa mengembangkan diri untuk tahun depan,” tutur Hadi.

Adapun hasil kejuaraan Hadroh antara lain Juara Harapan III Danunajah Ngebo, Juara Harapan II Al Hikmah Nglengkong, Juara Harapan I uswatun Hasanah Ngebo, Juara III Al Amin Karanglo, Juara II Roudatul Jannah Purworejo, dan Juara I Pesona Anisa Gemutri. Para pemenang berhak mendapatkan trofi, piagam dan dana pembinaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Desa Sukoharjo.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Wayang Harjuno dari Kepala Desa Sukoharjo kepada Ki Dalang Ratnanto Dipo Wicaksono sebagai pertanda dimulainya pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk dengan mengambil Lakon Mbangun Taman Maerokoco. (Suripto)




Kurban Ladang Cari Amal Ibadah

Gamping – Rabu (22/8/2018) pukul WIB, Mushola As-Salam Keditan, Trihanggo, Kecamatan Gamping melaksanakan penyembelihan hewan kurban di halaman musala setempat.

Menurut Ketua Takmir Musala As-Salam Jawadi bahwa jumlah hewan kurban tahun ini berjumlah 3 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang berasal dari warga Rt 01, Rt 02, Rt 03 dan Rt 08.

Penyembelihan hewan kurban dipimpin oleh Rois Padukuhan Salakan, Slamet Sarmadi setelah pembacaan doa sebelumnya.  Setelah disembelih satu per satu, hewan kurban kemudian dikuliti oleh petugas yang berjumlah 61 orang.

Hewan kurban yang telah dipotong-potong dan ditimbang, selanjutnya dibungkus menggunakan kantong plastik bening untuk dibagikan kepada warga yang telah menerima kupon pengambilan daging kurban.

“Menyembelih hewan kurban merupakan upaya memahami pengorbanan Nabi Ibrahim AS saat diperintahkan Allah agar menyembelih putranya Ismail.  Dengan penuh ketegaran, melalui isyarat mimpi yang membenarkan perintah itu Nabi Ibrahim pun menaatinya,” ujar Slamet.

“Selain mengajarkan umat untuk memiliki ketaatan yang sempurna kepada Allah, berkurban juga dapat dijadikan ladang mencari amal kebaikan untuk berbagi dengan orang lain,” lanjutnya. (Adnan Nurtjahjo)