Lomba Permainan Anak Meriahkan Peringatan HUT RI di Gamping

Gamping – Minggu (12/07/2018) pukul WIB, pemuda pemudi dusun keditan (Permadi), Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, menggelar lomba permainan anak anak untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Lomba yang diikuti oleh anak anak berusia 5 sampai 10 tahun ini berjumlah 18 orang digelar di sepanjang jalan wilayah Rt 01 Rw 26.

Lomba ini digagas oleh Permadi yang beranggotakan 20 orang dengan biaya swadaya.  Menurut Ketua Permadi, Nurcahyo, peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 6 orang. “Ada 3 jenis permainan anak yang dilombakan yaitu lari kelereng menggunakan sendok, makan kerupuk, memasukkan pena ke botol serta pecah air,” ujar Nurcahyo.

Warga Dusun Keditan sangat antusias menyaksikan lomba anak ini.  Walaupun diadakan secara sederhana namun kemeriahan, kegembiraan yang paling penting.  Kegiatan ini juga dapat mempererat tali silaturahmi antar warga setempat.

Di akhir perlombaan, Nurcahyo menyampaikan bahwa pengumuman pemenang lomba beserta penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada tanggal 16 agustus 2018 saat digelar malam tirakat warga Rt 01s Keditan. (Adnan Nurtjahjo)




Literasi Digital Inklusif, Latih Kreativitas dan Kemandirian Siswa

Anak-anak bukan hanya di kota-kota tapi juga di daerah, harus dibekali ilmu pengetahuan SIK (Sistem Informasi dan Komunikasi) agar tidak semakin tertinggal dan terperosok lebih jauh dalam ketidaksetaraan. Pendapat ini diungkap Marina Kusumawardhani, project manager LIDI dan co-founder Code4Nation.

LIDI atau Literasi Digital Inklusif, merupakan program nasional inisiasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP), bekerjasama dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan komunitas IT Code4nation. LIDI sendiri berada dalam kerangka program nasional 100 smart cities.

Kabupaten Sleman ditunjuk sebagai pilot project program yang berisikan pelatihan coding membuat games untuk siswa dan guru SMP ini. Senin (13/8) menjadi hari pertama program LIDI berlangsung.

Dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman, program akan berlangsung hingga tiga hari ke depan, yakni Kamis (16/8), di Laboratorium Komputer lantai 3, Diskominfo Sleman.

Marina dalam rilis resmi LIDI menyampaikan, pelatihan bagi guru diharapkannya mampu menjadi bekal guru untuk mentransfer hasil pelatihan terhadap siswa di sekolah tempat mereka mengajar. Selain guru, siswa SMP pun diikutsertakan dalam pelatihan tak lain untuk mengenalkan coding yang ke depan diharapkan bisa membentuk hobi para siswa dalam dunia ini.

“Pelatihan coding membuat games ini disesuaikan dengan minat peserta yang berisikan siswa-siswi SMP, yang bertujuan untuk melatih para siswa menjadi lebih kreatif, mandiri, dan membentuk generasi muda ini menjadi generasi pencipta yang mampu menghasilkan karya-karya yang membanggakan Indonesia,” jelas Marina.

Dukungan Pemkab Sleman terhadap program edukasi ini pun dinyatakan secara resmi oleh Sri Wantini, Kepala Dinas Pendidikan Sleman. “Karena bagaimanapun juga anak-anak kami harus mempunyai bekal minimal 3 hal, yaitu karakter, literasi, dan kompetensi. Kegiatan hari ini jadi bekal anak didik terkait dengan literasi agar anak-anak kami literat tidak hanya dari sisi literasi baca dan tulis tetapi termasuk juga literat IT, budaya, kebangsaan, dan bahasa,” urai Wantini.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta dari 10 SMP di Kabupaten Sleman ini diharapkan bisa memberikan motivasi dan meningkatkan kompetensi anak-anak.

“Agar anak-anak minimal memiliki 4 kompetensi yaitu berpikir kritis, memiliki kemampuan kreativitas yang positif dan tinggi, kemudian memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, dan juga memiliki kemampuan bekerjasama,” tandasnya.




Ajak Masyarakat Aktif Kendalikan Sampah Plastik

Dinas Lingkungan HIdup Sleman menggelar acara peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018. Bertemakan “Kendalikan Sampah Plastik”, peringatan dilaksanakan pada Rabu (8/8/2018) di Dusun Pendulan, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan.

Menurut, Arif Haryono, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, pemilihan tema ini merupakan perwujudan dari komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya plastik di belahan dunia, pun di Indonesia. “Ini motivasi kerja untuk atasi sampah dan cara sistematis dalam mengurangi, mengolah, dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang atau dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle–red),” tutur Arif.

Menurut data dari Adipura KLHK 2018, diungkapkan Arif, komposisi sampah plastic di Indonesia saat ini sekitar 16% dari total timbunan sampah secara nasional dan sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan makanan dan minuman, kantong belanja, dan pembungkus barang lainnya.

“Dari total timbunan sampah tersebut, yang didaur ulang diperkirakan baru 10-15%, 60-70% ditimbun di TPA, dan 30% belum terkelola atau terbuang ke lingkungan terutama lingkugan peraian seperti sungai, danau, pantai, dan laut,” beber Arif.

Oleh karena itu melalui momentum peringatan ini, Arif mengajak masyarakat untuk dapat melakukan pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan. “Bisa dengan redesign kemasan plastik, memanfaatkan kembali kemasan, atau mendaur ulangnya,” ucap Arif.

Adapun Sri Purnomo, Bupati Sleman, yang ditemui di kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Volume sampah di Kabupaten Sleman tercatat mencapai ,85meter kubik dalam sebulannya atau sebanyak 508meter kubik perharinya. Nah, ketika di rumah, di dusun, atau di desa sudah ada pengolahan sampah maka kegiatan 3R tentu bisa berjalan lancar,” ungkap Sri Purnomo.

Sri Purnomo pun menggarisbawahi bahwa pengendalian sampah plastik ini membutuhkan partisipasi dan kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta. “Pemkab Sleman mendukung tumbuhnya pengelola sampah mandiri, semua pihak harus berpatisipasi dan berperan aktif untuk meminimalisir penggunaan plastik atau mengupayakan agar sampah plastik bisa didaur ulang,” tandasnya.

Dalam memeriahkan Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2018 ini, Kabupaten Sleman telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti uji emisi kendaraan bermotor, lomba lingkungan hidup, lomba cerdas cermat bidang lingkungan hidup pelajar tingkat SMP, Mts, SMA/SMK, dan MA, lomba pembuatan film dokumenter di bidang lingkungan hidup, lomba kebersihan dan keteduhan kota, dan programpenilaian peringkat kinerja perusahaan.




Karang Taruna Kalasan Siap Tanggulangi Masalah Sosial dan Ekonomi

Kalasan – Minggu (5/8/18) pukul WIB dilaksanakan pembentukan Forum Komunikasi Karang Taruna Kecamatan Kalasan di Balai Desa Tamanmartani.

Acara yang difasilitasi oleh Kecamatan Kalasan ini dibuka oleh Sekretaris Camat Kalasan Ishadi Zayid, dengan didampingi Kasi Pemerintah Kecamatan Kalasan Supardi, dan Kesra Kecamatan Kalasan Bintoro.

Pada acara ini dihadiri oleh karang taruna di setiap desa di Kecamatan Kalasan, termasuk Karang Taruna Bakti Mulya (Selomartani), Karang Taruna Pamungkas (Tirtomartani), Taman Bina Karya (Tamanmartani), dan Karang Taruna Purwo Bakti (Purwomartani).  Setiap karang Taruna mengirimkan 15 orang untuk pembentukan Forum Karang Taruna Kalasan. Selanjutnya setiap karang taruna mengirimkan satu delegasi untuk dicalonkan menjadi ketua Forum Karang Taruna Kecamatan Kalasan.

Pada kesempatan ini terpilih ketua Forkom Karang Taruna dari perwakilan Purwomartani yakni Muhammad Hanafi dengan wakil ketua dari perwakilan Tirtomartani yakni Taufik Kurniawan.

Dalam sambutannya Sekcam Kalasan Ishadi Zayid berharap pembentukan Forum Komunikasi Karang Taruna Kecamatan Kalasan ini mampu menanggulangi masalah-masalah sosial dan ekonomi yang ada di Kecamatan Kalasan.

“Selanjutnya setelah terbentuk Forum Komunikasi Karang Taruna dapat segera bekerja memeriahkan perayaan HUT Indonesia di Kecamatan Kalasan yang tahun ini berpusat di Desa Tirtomartani,” ungkap Ishadi. (Damar Aji Seto)




Sunmor Sembada Pamerkan Potensi Ekonomi Hingga Seni

Sleman – Sunday morning (Sunmor) Sembada Minggu Pahingan adalah sebuah kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman bersama pemerintah Kecamatan Sleman.

Kegiatan ini melibatkan UMKM se-Kecamatan Sleman dan UMKM perwakilan Kecamatan Sleman di wilayah Kabupaten Sleman. Tak hanya itu, pelayanan publik meliputi ekonomi, pendidikan dan budaya membuka pelayanan seperti Perpusda Sleman, pengusaha mikro dan anak muda yang belajar menjadi pengusaha, serta penampilan seni budaya kuda lumping dan kubro siswo dari Desa Caturharjo Sleman.

Minggu (5/8), Sunmor Sembada Minggu Pahingan kembali digelar di Lapangan Denggung, Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Camat Sleman Wildan Sholikhin, serta kunjungan dari pemerintah Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung yang dipimpin langsung oleh Camat Pamaeungpeuk Asep Suryadi. Kunjungan ini dalam rangka studi banding tentang Sunmor Sembada Minggu Pahingan dari KIM Sleman.

Lebih menarik lagi pada saat yang sama Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan orasi dalam rangka Pekan ASI Sedunia. Muslimatun menyampaikan pentingnya ASI untuk kesehatan, kecerdasan, serta optimalisai tumbuh kembang anak. Pun, untuk kesehatan ibu pasca melahirkan serta mempercepat proses penurunan berat ibu menjadi ideal kembali.

Sementara itu, Camat Pameungpeuk Bandung Asep Suryadi menyampaikan kesan dan ketertarikannya pada KIM Sleman. “KIM Sleman mengemas kegiatan ini sangat menarik sehingga kami berkunjung ke Sleman,” ujar Asep.

Asep juga mengatakan bahwa di Kecamatatan Pameungpeuk juga mengadakan kegiatan seperti di Sunmor namun hanya bisa melaksanakan setahun sekali. (R Agus Nur Widayadi)