Gamping Gandeng 82 Siswa Sekolah Menengah untuk Kibarkan Bendera Merah Putih

Gamping – Kamis (2/8/2018) pukul WIB, berlangsung Rapat Koordinasi (Rakor) panitia peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Aula Lantai 2 Kantor Camat Gamping.

Rakor yang dipimpin oleh Plh Sekcam Gamping, Usman Supriyadi ini dihadiri oleh Plt Camat Gamping, Samsul Bakri, Panit Binmas Polsek Gamping Ipda Totok Subaryanto, Ketua PPK Gamping Adnan Iman Nurtjahjo, Kasi Trantib Harley Benyamin, Kasi Pemerintahan Budi Supriyanta, Kasi Ekobang Eko Relawati, Kasi Umum dan Keuangan Yustina Privantiwi, perwakilan dari Karang Taruna, Puskesmas Gamping 1 dan 2, serta perangkat desa Ambarketawang.

Rakor kali ini membahas laporan kesiapan masing-masing seksi menjelang upacara pengibaran bendera, termasuk penambahan personil di tiap seksi.

Adapun pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kecamatan Gamping menurut Ipda Totok Subaryanto akan diambil dari siswa-siswi SMK Pelayaran Putra Samodra, SMK YPKK dan SMAN 1 Gamping yang berjumlah 82 orang.

“Nantinya anggota Paskibra terpilih akan mulai pemusatan latihan baris berbaris dan pengibaran bendera pada hari Senin depan (6/8/2018) di Lapangan Ambarketawang,” lanjut Ipda Totok sebagai pelatih.

Di akhir pertemuan, Sumarsono yang juga sebagai staf Seksi Trantib Kecamatan Gamping mengusulkan perlunya penyiraman Lapangan Ambarketawang pada malam hari menjelang pelaksanaan upacara pengibaran bendera serta penyiapan tim kesehatan sebagai pertolongan pertama bagi peserta upacara yang kesehatannya menurun. (Adnan Nurtjahjo)




Perluas Pemasaran Produk dengan Teknologi Digital

Gamping – Rabu (01/08/2018) pukul WIB, Deputi Infrastruktur Direktorat Fasilitasi Infrastruktur TIK Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) menggelar BEKRAF Digital Entrepreneurship di Hotel Gallery Prawirotaman Yogyakarta.

Pelatihan diikuti oleh 150 orang pelaku industri ekonomi kreatif yang tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK BEKRAF Muhammad Neil El Himam, dalam sambutannya mengatakan acara BEKRAF Digital Entrepreneurship ini dapat memberikan semangat kepada pelaku industri ekonomi kreatif di Yogyakarta.

“Diharapkan semua pelaku industri ekonomi kreatif di Yogyakarta dapat memanfaatkan berbagai macam bantuan dan fasilitas yang ada di BEKRAF, tahun 2018 ini pagu anggaran BEKRAF sejumlah Rp. ,00 yang diperuntukkan program pengembangan ekonomi kreatif dan program dukungan manajemen,” ujarnya.

Ditambahkan Muhammad Neil, dengan teknologi digital diharapkan dapat memperluas pemasaran produk-produknya. “Dengan teknologi digital kita berharap pasarnya tidak hanya di Indonesia saja tapi mendunia,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Trisaktiyana pada kesempatan itu mengutip kata-kata Bill Gates bahwa bisnis dan digital teknologi (IT) tidak bisa dipisahkan. “Anda tidak mungkin berbisnis tanpa menggunakan IT, terutama dalam hal pemasaran,” tambahnya.

Menurut Trisaktiyana, kegiatan ini seperti apa yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia saat ini, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama diantara bangsa-bangsa Asia lainnya. (Adnan Nurtjahjo)




Upaya Lestarikan Anggrek Endemik Merapi

Sleman – Sebagai upaya untuk mengenalkan kepada masyarakat serta untuk melestarikan anggrek alam endemik Merapi yaitu Vanda Tricolor yang menjadi ciri khas flora Sleman, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DIY bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan Festival Anggrek Vanda Tricolor di Taman Anggrek Titi Orchid, Pakem, Rabu (1/8/18).

Ketua PAI DIY, Endang Semiarti yang sekaligus menjadi ketua panitia dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut menyampaikan bahwa selain untuk mengenalkan dan melestarikan Anggrek Vanda Tricolor, festival anggrek vanda tricolor juga merupakan upaya menanamkan kebanggaan masyarakat akan kekayaan alam wilayahnya yang berpotensi sebagai obyek wisata lokal, nasional dan internasional serta mampu berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat.

“Festival kali ini dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 1-5 Agustus 2018, dengan beberapa rangkaian acara diantaranya diadakan penilaian loma atau kontes anggrek vanda tricolor yang diikuti oleh 25 peserta,”papar Endang Semiarti.

Dia juga menambahkan, selain penilaian lomba, terdapat rangkaian kegiatan lainnya yaitu talkshow kriteria anggrek layak lomba, sosialisasi koperasi komuntas anggrek pada tanggal 2 Agustus, Pelatihan hydrophonic dan aerophonic anggrek pada 3 Agustus, serta lomba menggambar untuk tingkat TK dan SD pada 5 Agustus 2018.

Kegiatan festival tersbeut dibuka secara simbolik oleh Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Suyono. Dalam kesempatan tersebut, Suyono mengatakan bahwa penyelenggaraan festival anggrek tersebut mampu memotivasi para pecinta anggrek dalam menumbuh kembangkan minat masyarakat umum dalam melestarikan dan mengembangkan anggrek, terutama jenis Vanda Tricolor.

“Pada penyelenggaraan Festival Anggrek Vanda Tricolor yang ke 4 ini kami berharap dapat berjalan tertib dan meriah, sehingg dapat menjadi daya dukung pariwisata daerah,” ujar Suyono.

Suyono juga menjelaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sleman, maka dari itu penyelenggaraan festival tersebut diharap sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Sleman yakni meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas, dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan. Di antara sasarannya adalah meningkatnya daya saing sektor pariwisata.




Peringatan Harganas XXV, Kabupaten Sleman Raih Juara I Anugerah Kencana

Berbagai prestasi yang diraih dalam program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pendidikan Keluarga (KKBPK) menghantarkan Kabupaten Sleman mendapatkan Penghargaan Anugerah Kencana sebagai Juara I Tingkat DIY. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Pelatihan dan Pengembangan BKKBN RI, Rizal Damanik pada Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXV tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Selasa (31/7).

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan bahwa penghargaan tersebut didapatkan Kabupaten Sleman setelah sebelumnya meraih berbagai prestasi program KKBPK sebagai juara I tingkat provinsi.  “Adapun prestasi juara I yang berhasil diraih Kabupaten Sleman antara lain yaitu Penyuluh KB Teladan, Kelompok BKL, Kelompok UPPKS, Praktek Mandiri Bidan Terbaik, Motivator KB Pria, dan Promkes reproduksi di Faskes (RSUD Prambanan),” jelas Linda.

Menurut Linda, prestasi ini merupakan hasil kerja dari berbagai sektor dibawah koordinasi Dinas P3AP2KB yang melibatkan peran serta masyarakat.

 “Seperti UPPKS dan PIK-R itukan keaktifan masyarakat. Kami hanya membina dan melakukan kerjasama dengan sektor lain yang mendukung seperti Dinas Kesehatan, organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia, serta Pemerintah Kecamatan,” tutunya.

Linda berharap diraihnya prestasi ini dapat bermanfaat untuk pembangunan kependudukan keluarga berencana maupun pembangunan keluarga untuk mewujudkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera.




Desa Widodomartani Jadi Desa Mandiri Gerakan Membaca

Desa Widodomartani yang terletak Kecamatan Ngemplak dicanangkan sebagai Desa Mandiri Gemar Membaca pertama di Provinsi DIY. Pencanangan tersebut dilakukan oleh Bupati Sleman bertempat di Balai Desa Widodomartani pada Selasa (31/7/2018).

Pencanagan tersebut ditandai dengan pendatanganan prasasti secara langsung oleh Bupati Sleman di saksikan oleh Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah D.I Yogyakarta, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Camat Ngemplak dan Kepala Desa Widodomartani.

Pencanangan tersebut bukan tanpa alasan, sebelumnya Desa Widodomartani sudah mendapatkan penghargaan Desa Rintisan Gerakan Membaca di tingkat Nasional pada Tahun 2016. Tidak hanya sampai disitu, Desa Widodomartani kemudian membuka perpustakaan di 16 Dusun dari 19 Dusun yang ada di desa tersebut. Hal itulah yang menjadikan Desa Widodomartani mendapatkan predikat Desa Mandiri oleh Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.

Kepala Desa Widodomaratani Heruyono selaku inisiator program gerakan membaca mengatakan bahwa pihaknya menerapkan sistem jemput bola, yakni petugas menyambangi kegiatan dusun dengan membawa buku. Misal ketika kegiatan Posyandu atau arisan kampung.

Bupati Sleman Sri Purnomo berharap dengan dicanangkan Widdodomartani sebagai Desa Mandiri dalam hal Gerakan Membaca tersebut dapat menjadi pemicu desa – desa lain di wilayah Kabupaten Sleman untuk tergerak melakukan upaya minat baca.

Kemudian ia menghimbau agar gerakan membaca harus ditumbuhkan dari diri sendiri, yang kamudian mengajak kerabat sekitarnya, sehingga pada akhirnya  tingkat kabupaten.

“Dari Perpustakaan Widodomartani untuk Perpustakaan Indonesia” kata Sri Purnomo.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ayu laksmidewi mengatakan terdapat 16 desa rintisan yang ada di Kabupaten Sleman. Ia mengatakan seluruh desa tersebut sangat berpotensi menjadi desa mandiri dalam gerakan membaca tergantung dari respon kemauan desa tersebut dan peran Kepala Desanya.

“Komitmen kepala desa memiliki peran penting dalam mendorong desanya untuk menjadi desa mandiri gerakan membaca,” kata Ayu.

Kemudian ia menambahkan bahwa anggaran dana desa boleh digunakan dalam mendorong  pengembangan perpustakaan guna tercapainya program gerakan desa mandiri membaca tersebut.

Sebelumnya kegiatan tersebut di selenggarakan bedah buku tentang pengelolaan perpustakaan yang di tulis oleh Kepala Perpustakaan Desa Widodo Bapak Susilo Widodo dan dibedah oleh Anang Fitrianto Sapto Nugroho selaku Pustakawan DIY dan Sofyan Nugroho dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman.