Pentas Budaya Desa Margorejo Tempel Tarik Animo Masyarakat

Turi – Sabtu (1/9), Pemerintah Desa Margorejo Tempel mengadakan kegiatan Pentas Budaya. Acara dilaksanakan di Kantor Desa Margorejo selama 2 hari mulai Jumat (31/8) malam pukul WIB dengan pementasan 10 kelompok kesenian Hadroh Desa Margorejo dan dilanjutkan hari Sabtu (1/9) malam dengan mementaskan 2 kesenian yaitu kesenian Badui dari Miri dan kesenian Topeng Ireng dari Kadiluwih Margorejo Tempel.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dikarenakan Desa Margorejo merupakan rintisan desa budaya di Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini baru pertama kali diadakan dan ke depannya akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun sehingga Desa Margorejo benar-benar bisa menjadi desa budaya yang diakui oleh Dinas Kebudayaan Sleman maupun Dinas Kebudayaan Provinsi,” tutur Eko selaku Ketua Pelaksana Pentas Budaya.

Eko menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk dan melestarikan seni dan budaya yang ada di Desa Margorejo tempel.

“Sehingga nantinya kesenian yang ada tidak punah tergerus oleh zaman karena kurangnya perhatian dari pemerintah dan juga kurangnya kesempatan untuk pementasan. Untuk itu pemerintah juga harus ikut serta melestarikannya bersama dengan masyarakat sehingga terjalin keseimbangan,” tambah Eko.

Acara berlangsung meriah. Animo masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan kesenian sangat tinggi terlihat dari banyaknya anak-anak yang ikut menari dalam kesenian tersebut.

Ini menunjukkan bahwa kesenian telah melakukan regenerasi sehingga ke depannya kesenian tradisional diharapkan akan terus diminati oleh masyarakat. (Harman)




Sekolah Lanjut Usia Baiturrahman Klidon Resmi Dibuka

Ngaglik – Sabtu (1/9), Ketua Posdaya Berbasis Masjid Masjid Besar Baiturrahman Klidon Suripto menyampaikan latar belakang dirikannya Sekolah Lanjut Usia (Lansia) di Baiturrahman Klidon adalah untuk melengkapi program Posdaya, yang sebelumnya terdiri dari PAUD/KB, TKA, TPA, dan Remaja Masjid.

“Lansia di DIY tertinggi di Indonesia termasuk Umur Harapan Hidup juga tinggi, untuk itu agar para lansia dapat stimulasi maka perlu dibuka sekolah lansia ini,” ucap Suripto.

Sejak bulan Agustus 2018 diumumkan bahwa di Baiturrahman akan membuka Sekolah Lanjut Usia atau SLU Baiturrahman sejak itu pula banyak yang ingin bergabung sekolah lansia ini. “Sampai pada waktu peresmian telah terdaftar dan mengikuti pembukaan sejumlah 56 orang peserta dari target sasaran 60 orang,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Sleman, Eko Suharyono, menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan akan berusaha mendukung dan kebetulan kegiatan sekolah ini meliputi pendidikan nonformal antara lain tentang keagamaan, keaksaraan, kecakapan hidup, dan pemberdayaan.

“Untuk itu segera diusulkan dengan melengkapi syarat pendirian sekolah yaitu izin pendirian sekolah, bentuk struktur organisasi lembaga Sekolah Lansia Baiturrahman supaya menjadi sekolah resmi,” tutur Eko.

Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto pun berharap melalui sekolah ini, para lansia bisa mendapatkan ilmu terkait lansia sehingga para lansia bisa tetap sehat dan sejahtera.

Launching Sekolah Lansia Baiturrahman Klidon ditandai dengan tanda tangan papan yang telah disediakan. Dilanjutkan dengan diskusi singkat yang menghasilkan rencana pembelajaran yakni sebulan sekali tiap minggu keempat hari Sabtu pukul WIB.

Tataran tingkatan Sekolah Lansia untuk tahun pertama sebagai S1 Dasar, dilanjutkan tahun kedua sebagai lanjutan S2 sebagai intermediate/menengah, dan S3 sebagai advance/lanjut. Setiap akhir pembelajaran ada ujian dan ada wisuda sekolah lansia. (Suripto)