Desa Widodomartani Desa Wisata Berbasis Budaya

Ngemplak – Pemerintah Desa Wedomartani, Ngemplak mengadakan Diskusi Potensi Wisata Desa, Selasa (4/9/2018).

Acara yang digelar mulai pukul hingga pukul WIB di Aula Kantor Kepala Desa Wedomartani tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto dan seluruh kepala seksi di Desa Wedomartani, BPD Wedomartani, Koramil Ngemplak, Polsek Ngemplak, Karangtaruna Desa Wedomartani, beberapa kepala dusun di Desa Wedomartani, dan tokoh masyarakat Wedomartani.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa mengatakan, diskusi ini bertujuan untuk menggali potensi yang ada di wilayah Wedomartani sehingga terwujud wisata desa, baik wisata agro, wisata budaya, maupun wisata pendidikan.

“Sebagai contoh, di salah satu dusun yang ada di Wedomartani sudah bisa menghasilkan dan menjadi pemasok sayuran di pasar tradisional maupun di beberapa supermarket di DIY,” beber Teguh.

Santosa, Pembantu Ketua 1 Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA, salah satu narasumber dalam diskusi ini menambahkan, Wedomartani merupakan desa budaya yang banyak mempunyai potensi budaya, banyak atraksi di antaranya jathilan, kethoprak, wayang kulit, dan sebagainya.

Oleh karena itu, menurutnya Wedomartani perlu mengemas dan membranding potensinya sehingga bisa menjadi desa eko wisata yang berbasis budaya.

“Kalau perlu Wedomartani menggandeng pihak ketiga untuk pengemasannya sehingga bisa memajukan perekonomian masyarakat,” saran Santosa.

Sementara itu, Fajar Agung Pambudi, Praktisi Budaya sebagai narasumber berikutnya mengatakan bahwa perlunya membuat skema wisata desa budaya yang berpotensi untuk peningkatan perekonomian masyarakat. “Selain kesenian dijadikan ajang silaturahmi antar warga, hendaknya dikemas sehingga bisa dikomersilkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Fajar.

Diskusi ini juga membahas bagaimana cara mengemas sebuah potensi warga, sebuah pertunjukan, sehingga orang akan tertarik untuk menikmati, bahkan mungkin untuk bisa terlibat. Pengemasan ini juga harus memperhatikan efek ke depannya, jangan sampai setelah pengemasan justru menjadi masalah untuk masyarakat. Diskusi pun membahas mengenai penggunaan media sosial untuk media promosi.

“Pemerintah Desa Wedomartani perlu penyiapan konsep dan aspek-aspeknya hingga matang terlebih dahulu karena ini bukan sebuah pencapaian yang instan, sebisa mungkin ke depannya bisa diwariskan kepada anak cucu,” pungkas Kasi Pelayanan Desa Wedomartani, Mujiburohman. (Bibit Widayoko)




Renvoi sebagai Pemilih Aktif dalam Pemilu

Gamping – Selasa (4/9/2018) menindaklanjuti hasil Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu tahun 2019 tingkat Provinsi DIY, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Penyampaian Renvoi DPT di Ruang Rapat KPU Sleman.

Rapat yang dimulai pukul WIB dihadiri oleh Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi didampingi Komisioner KPU Imanda Yulianto dan Haryanta, serta Kasubag Program dan Data Nuri Dewi Mawarni.

Peserta rapat dari unsur Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sleman, Perwakilan peserta pemilu tingkat kabupaten, serta Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Sleman, termasuk Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.

Rapat dibuka oleh Ahmad Shidqi dengan memaparkan kronologis adanya renvoi yang akan diajukan kepada KPU DIY.  “Renvoi yaitu mengubah angka DPT dengan cara menuliskan perubahan angka pada berita acara pleno terbuka DPT termasuk lampirannya yang disahkan dengan tanda tangan ketua KPU Sleman,” lanjut Ahmad Shidqi.

KPU Sleman mengajukan renvoi karena ada penambahan jumlah daftar pemilih yang murni terkait dengan belum diaktifkannya nama-nama pemilih dalam draft Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH).

Menurut data yang ada di subbagian program data KPU Sleman, ada sebanyak 385 orang yang belum diaktivasi dalam SIDALIH sehingga belum terdaftar sebagai pemilih pemilu serentak 2019.

“Renvoi DPT untuk 3 kecamatan, yakni Kecamatan Gamping (Desa Balecatur 191 orang, Desa Trihanggo 27 orang, Desa Ambarketawang 73 orang, Desa Nogotirto 63 orang), Kecamatan Minggir (Desa Sendangsari 1 orang), serta Kecamatan Mlati (Sendangadi 30 orang),” sebut Nuri Dewi.

“Dengan demikian jumlah DPT pemilu 2019 di Kabupaten Sleman yang semula orang menjadi orang,” tambah Ketua KPU Sleman mengakhiri rapat. (Adnan Nurtjahjo)