Festival Anak Saleh Cetak Generasi Emas Margorejo

Minggu (9/9/2018), halaman Gedung Balai Desa Margorejo, Tempel dipadati oleh ratusan anak-anak yang berasal dari 22 TPA dan PAUD se Desa Margorejo untuk mengikuti acara Festival Anak Saleh.

Anwar Insan selaku ketua panitia mengatakan bahwa festival yang diselenggarakan ada 10 macam yaitu menggambar, pidato, nazid, kaligrafi, cerdas cermat Alquran, tilawah, qori’ah, wudhu, salat, dan mewarnai, yang diikuti sekitar 500 anak yang berasal dari dusun-dusun se-Desa Margorejo.

Sementara itu, Amat Jalaludin, Kepala Desa Margorejo mengatakan bahwa Festival Anak Saleh ini adalah sarana untuk membentuk dan menjadikan anak-anak yang tangguh, cerdas, jujur, berbudi luhur dan saleh.

“Dengan dikawal oleh generasi yang jujur dan tangguh, saya percaya ke depan Desa Margorejo akan semakin maju, makmur, dan tenteram,” kata Amat di hadapan peserta festival.

Lebih lanjut Amat Jalaludin berharap agar para peserta bisa mengikuti festival dengan sebaik-baiknya. “Juara bukanlah tujuan utama melainkan yang penting adalah menjadikan anak-anak ke depan bisa menjadi generasi emas di Margorejo,” lanjutnya. (Surono)




Tim Platinum Robotic SMP Muhammadiyah 3 Depok Ukir Prestasi di Kancah Internasional

Tim Platinum Robotic SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman berhasil meraih juara III kategori “Time Rush” dalam kompetisi Robotic tingkat internasional ” IIUM Robotic Competition 2018″ yang digelar pada tanggal 8-9 September 2018 di Selangor, Malaysia.

IIUM Robotic Competition yang diselenggarakan oleh Internationsl Islamic University Malaysia adalah kompetisi robotika Internasional yang cukup bergengsi di Asia dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa di berbagai negara.

Tim Platinum Robitic SMP Muhammadiyah 3 Depok atau yang lebih dikenal dengan SMP Mugadeta pada kompetisi robotika mengirimkan 13 siswa didampingi kepala sekolah dan dua guru pembina/pelatih.

Wakhid Effendi, selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Depok yang juga mendampingi Tim Robotik SMP Muhammadiyah 3 Depok ketika dihubungi dari Malaysia menyatakan rasa puas dan bangganya atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya karena merupakan pengalaman pertama mengikuti IIUM Robotic Competition 2018.

Sementara itu Ary Gunawan guru pendamping, menyatakan bahwa pengembangan ekstrakurikuler robotika merupakan program unggulan di SMP Mugadeta yang cukup diminati para siswa, dan dilakukan pembinaan/latihan rutin seminggu sekali namun menjelang kompetisi biasanya dilakukan latihan yang lebih intensif guna mempersiapkan tim sebaik mungkin. Bahkan, satu hari menjelang keberangkatan, latihan pun masih tetap berjalan.

Berkat kegigihan siswa dan pelatihnya telah banyak prestasi yang telah berhasil ditorehkan tim robotik sekolah ini, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Sebelumnya Tim Platinum Robotic SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman penah meraih prestasi di Jepang berupa 1 medali perak dan 4 perunggu di Osaka Robotic Games 2017.

Selain itu juga pernah meraih 2 medali perak dan 2 perunggu di ajang Thailand Robotic Competition 2018 pada bulan Februari lalu. (Sutoto Jatmiko)




Berdayakan Warga untuk Olah Sampah Sendiri

Sleman – Padukuhan Paten Tridadi Sleman menjadi lokasi kedua dilaksanakannya Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Setelah sebelumnya berlangsung di Padukuhan Kalirase Trimulyo Sleman, sosialisasi kedua ini digelar pada Senin (10/9).

Sosialisasi pemanfaatan limbah rumah tangga khususnya dari limbah plastik ini diikuti oleh 30 peserta.

Sosialisasi yang mengundang dua narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman, yakni Haryadi dan Umiyani ini terbagj menjadi tiga kategori pelatihan. Pertama, sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga, pemanfaatan limbah plastik dari bahan bekas menjadi barang ekonomis, dan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga.

Nursaleh sebagai Kepala Dukuh Dusun Paten mengatakan dengan dilaksanakan pelatihan ini warga diberdayakan untuk mengolah sampah sendiri.

“Dengan melakukan kegiatan ini warga diharapkan bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” tuturnya. (Agus Nur)




Sambut 1 Muharam, Sinduharjo Gelar Kirab Budaya Tanpa Suara

Ngaglik – Malam menyambut 1 Muharam 1440 H di wilayah Desa Sinduharjo, warga mengadakan berbagai macam kegiatan, seperti pengajian, renungan warga, keliling kampung, dan wayang kulit.

Warga Padukuhan Calukan Taraman misalnya, selesai salat Isya berbondong-bondong menuju Lapangan Bola Voli, pada Senin (10/9). Di sana akan diadakan kirab budaya berupa keliling kampung tanpa suara dan tanpa listrik semua hanya berpenerangan obor.

“Kegiatan Suran di Padukuhan Calukan Taraman ini sudah rutin diadakan tiap tahunnya, dengan acara keliling kampung tidak boleh bersuara dan membaca doa-doa selama perjalan, sedangkan hidangan yang disajikan makanan tradisional bubur sayur krecek, Snack juga makanan tradisional,” tutur Marijo, Ketua Panitia sekaligus Ketua Rw 02 Padukuhan Calukan Taraman.

Ditambahkannya, acara akan ditutup dengan gelar wayang kulit Dalang Ki Hadi Purwoko yang mengangkat judul Wahyu Panca Purba dari Sleman.

Menurut Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja, dari 17 padukuhan di Desa Sinduharjo hampir semua mengadakan kegiatan penyambutan Tahun Baru Islam ini. “Ada yang berupa adat kenduri, pengajian, renungan, keliling kampung, sampai wayangan. Semua itu wujud syukur masyarakat pada Allah SWT yang telah memberikan anugerah pada kami,” tandas Sudarja. (SPN)