Mangayubagyo 120 Jemaah Haji Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Minggu (16/9/2018) bertempat di Gedung IPHI Ranting Sukoharjo diadakan acara Mangayubagyo 120 jemaah haji se-Kecamatan Ngaglik yang diselenggarakan atas kerjasama Kecamatan Ngaglik, IPHI Kecamatan Ngaglik, dan IPHI Ranting Sukoharjo.

Menurut penjelasan Ketua Penyelenggara Supriyadi, acara mangayubagyo ini dilaksanakan karena semua jemaah haji sebanyak 120 orang kembali dengan selamat dan sehat.

Sementara itu, dalam sambutan Camat Ngaglik, Subagya, mengatakan selamat datang dan selamat bertemu keluarga kembali setelah menunaikan ibadah Haji dan Umrah di Tanah Suci Mekah dan Madinah.

“Saya harap sekembalinya dari ibadah haji, jemaah bisa menjadi panutan dalam ibadah untuk aktif kegiatan di masjid-masjid terdekat dan bisa bergabung dengan IPHI terdekat,” harap Camat Ngaglik.

Selanjutnya. untuk lebih memantapkan dan menjaga kemabruran haji diberikan tausyiah oleh Kepala KUA Ngaglik Sukirman yang menekankan pada peningkatan silaturahmi dan ibadah terutama yang wajib.

“Harus semakin khusuk sehingga kemabruran haji tetap terjaga,” katanya.

Sukirman juga berharap Jemaah bisa mengikuti kajian-kajian di majelis taklim sehingga terus ilmu keagamaan terus meningkat agar kemabruran terjaga. (srp)




BMT Al Ikhwan Condongcatur Salurkan Bantuan 29 Tangki Air ersih ke Gunung Kidul.

Sleman – BMT Al Ikhwan yang berkantor pusat di Jl Flamboyan, Perumnas Condongcatur, Depok, Sleman menyalurkan bantuan sumbangan air bersih sebanyak 29 tangki ke Dusun Nujo, Desa Pucung, kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Sabtu (15/9).

Bantuan air bersih ini merupakan bantuan tahap kedua. Sedangkan tahap pertama telah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu sebanyak 23 tangki dari rencana sebanyak kurang lebih 400 tangki. Bantuan disalurkan ke beberapa wilayah di Gunungkidul bekerjasama dengan Perhimpunan BMT (PBMT) Maal DIY yang beranggotakan 26 BMT.

Saat ini beberapa daerah di Gunungkidul termasuk Desa Pucung, Kecamatan Girisubo sedang mengalami krisis air bersih. Kesulitan air mulai dirasakan di berbagai wilayah di Gunungkidul Selatan yang di dominasi oleh tanah dan komposisi batuan gamping.

Sebagai akibatnya air tidak bisa tertahan di permukaan yang telah dirasakan sekitar tiga bulan lalu di mana cadangan yang berada di tandon-tandon penampung air sudah mulai berkurang drastis.

“Bantuan air bersih tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dari para nasabah dan pimpinan BMT, untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Gunungkidul,” kata Rama Widya Sentot selaku Direktur BMT Al Ikhwan yang juga merupakan pengurus PMBT DIY koordinator daerah Sleman.

BMT Al Ikhwan selama ini telah banyak kiprahnya dalam pembangunan di kabupatan Sleman antara lain melakukan berbagai kegiatan sosial, pendidikan dan keagamaan serta pembinaan ekonomi dan UMKM, di berbagai wilayah kabupaten Sleman bahkan juga dilakukan di luar Sleman dan DIY. (Sutoto)




Terbitkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan Input Data Lengkap dan Benar

Gamping – Minggu (16/9/2018) pukul WIB, berlangsung Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Ruang Abimanyu, Hotel Grage Yogyakarta.

Bimtek diselenggarakan oleh pengurus Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diikuti sebanyak 130 operator dari lembaga pendidikan yang tersebar di 9 kecamatan se-Kabupaten Sleman yakni Prambanan, Mlati, Depok, Ngaglik, Ngemplak,  Kalasan,  Turi,  Seyegan,  serta Gamping.

Menurut Ketua Penyelenggara, Arya Riswanti, bimtek kali ini menghadirkan 2 narasumber yang berkompeten dalam bidang pendataan pendidikan, yaitu Rahmat Mulyo Hartono yang juga menjabat sebagai Ketua Seksi Advokasi dan Bantuan Hukum FOPPSI DIY, membahas tentang verifikasi dan validasi Guru dan Tenaga Kependidikan. Sementara narasumber kedua yaitu Nurudin sebagai Sekretaris FOPPSI Pusat mengulas tentang penyetaraan, sertifikasi dan daftar hadir guru dan tenaga kependidikan.

“Setelah selesai mengikuti bimtek ini, operator Dapodik harap segera berkomunikasi dengan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelayanan pendidikan di masing-masing wilayah,” pesan Arya yang akrab dipanggil bunda.

Dalam paparannya, Rahmat MH membahas materi sistem aplikasi verifikasi dan validasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang digunakan untuk melakukan validasi data master GTK dan memproses penerbitan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) bagi GTK yang sudah memenuhi persyaratan.

NUPTK merupakan nomor induk bagi seorang guru atau tenaga kependidikan.  “GTK dapat memiliki NUPTK dengan cara memastikan data yang bersangkutan telah diinput dengan lengkap, benar dan valid dalam aplikasi dapodik sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” terang Rahmat MH.

“Bagi GTK yang belum memiliki NUPTK akan diusulkan ke sekolah induk GTK secara sistem untuk dilengkapi dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan guna dikirim ke Dinas Pendidikan kabupaten setempat melalui sistem aplikasi verval GTK untuk diverifikasi.  Setelah lulus verifikasi oleh Dinas Pendidikan, selanjutnya secara sistem akan diverifikasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), jika dinyatakan lulus verifikasi maka Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) akan menerbitkan NUPTK bagi Guru atau Tenaga Kependidikan,” lanjut Rahmat MH.

Nurudin menegaskan bahwa NUPTK yang terdiri 16 angka ini bersifat unik dan tetap. NUPTK seorang guru atau tenaga kependidikan tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan terjadi perubahan data lainnya,” ungkapnya. (Adnan Nurtjahjo)