Pengambilan Toya Tobating Allah Pengingat Agar Senantiasa Bersuci dan Mohon Ampunan

Gamping – Sabtu (29/9/2018) pukul WIB, Kapanitran Kadipaten Pakualaman menyelenggarakan Upacara Pengambilan Toya Tobating Allah di Sumur Ki Demang Tjakradikrama yang berlokasi di Dusun Modinan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pra Upacara Siraman (Jamasan) Pusaka milik Kadipaten Pakualaman yang dilakukan di depan regol sumur dilengkapi sesaji Kembang Pancawarna, Jenang Sengkala, Jenang Suran, Tulak Balak, Tumpeng Luhur, Dilah Kambang (Lidah Api), Kinangan, serta Pisang Raja Setangkep.
Prosesi ini dihadiri oleh Penghageng Kadipaten Pakualaman antara lain Bendoro Pangeran Haryo Kusumo Bimantoro, Bendoro Pangeran Haryo Bhismo, Kanjeng Pangeran Haryo Kusumo Parastho, Kanjeng Raden Tumenggung Projo Anggono, Kanjeng Raden Tumenggung Suryo Hadipuspoyo, beserta 7 orang Abdi Dalem Kadipaten Pakualaman.
Sebelum dimulai pengambilan air sumur milik Ki Demang Tjakradikrama terlebih dulu dinyanyikan Kidung Samadi oleh petugas dan semua hadirin dimohon diam sejenak. Selanjutnya keluarga Trah Ki Demang Tjakradikrama yang diwakili Titus Sujanarko menyampaikan sambutan. Tanggapan dari utusan Kadipaten Pakualaman disampaikan Kanjeng Pangeran Haryo Kusumo Parastho serta memohon izin untuk mengambil Toya Tobating Allah.
Dalam kesempatan ini pemangku adat Desa Banyuraden, Ki Murdha Puspita mempersilakan utusan Sri Paduka Pakualam X untuk mengambil air di sumur dengan dipandu oleh Juworo diiringi Selawatan Srokalan yaitu bacaan pembangkitan energi yang berlangsung selama 45 menit.
Menurut Pemangku Adat Desa Banyuraden dan Pimpinan Sanggar Budaya Widya Pramana, Ki Murdha Puspita bahwa pengambilan Toya Tobating Allah dilaksanakan untuk mengingatkan anak, cucu, dan masyarakat agar senantiasa bersuci dan segera menjalankan ibadah salat lima waktu untuk memohon ampunan Sang Pencipta. (Adnan Nurtjahjo)



