Gamping Siap Wujudkan Pemilu yang Damai dan Berintegritas

Gamping – Rabu (5/9/2018) pukul WIB,  Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam)  Gamping  menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pengawas Pemilu Tingkat Desa (Panwasdes) di wilayah Kecamatan Gamping.

Kali ini Rakor bertempat di Jatisawit Rt. 03/Rw. 26, kediaman Panwasdes Balecatur,  Suranto.

Rakor dihadiri oleh Komisioner Panwascam Gamping Iman Sumarlan didampingi 4 orang staf serta Panwasdes dari Desa Balecatur,  Desa Ambarketawang,  Desa Trihanggo dan Desa Nogotirto.

Berbeda dengan Panwascam wilayah lain yang ada di Kabupaten Sleman, model Rakor yang dilakukan Panwascam Gamping ini bisa dibilang cukup kreatif, model Rakor yang biasa mereka sebut  “Ngunduh” dapat diartikan dengan rapat yang dilakukan secara bergantian di tempat kediaman  Panwascam maupun Panwasdes.

Model Rakor seperti ini dilakukan dengan tujuan untuk mempererat silaturahm dan memperkuat sinergitas antara Panwascam Gamping dengan jajarannya untuk pengawasan tahapan pemilu serentak tahun 2019.

Rakor dipimpin oleh Ketua Divisi SDM, Iman Sumarlan.  Iman menyampaikan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengawasan pemilu 2019, yakni pencermatan Daftar Pemilih Tetap (DPT), memperhatikan dan mencatat laporan Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di wilayah Kecamatan Gamping, serta mempersiapkan diri menghadapi tahapan kampanye.

“Sebagai pengawas pemilu, kita harus solid dan melaksanakan pengawasan tahapan pemilu dengan baik dan benar sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga bisa terwujud pemilu yang damai dan berintegritas,” ucap Iman mengakhiri paparannya. (Adnan Nurtjahjo)




Desa Widodomartani Desa Wisata Berbasis Budaya

Ngemplak – Pemerintah Desa Wedomartani, Ngemplak mengadakan Diskusi Potensi Wisata Desa, Selasa (4/9/2018).

Acara yang digelar mulai pukul hingga pukul WIB di Aula Kantor Kepala Desa Wedomartani tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto dan seluruh kepala seksi di Desa Wedomartani, BPD Wedomartani, Koramil Ngemplak, Polsek Ngemplak, Karangtaruna Desa Wedomartani, beberapa kepala dusun di Desa Wedomartani, dan tokoh masyarakat Wedomartani.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa mengatakan, diskusi ini bertujuan untuk menggali potensi yang ada di wilayah Wedomartani sehingga terwujud wisata desa, baik wisata agro, wisata budaya, maupun wisata pendidikan.

“Sebagai contoh, di salah satu dusun yang ada di Wedomartani sudah bisa menghasilkan dan menjadi pemasok sayuran di pasar tradisional maupun di beberapa supermarket di DIY,” beber Teguh.

Santosa, Pembantu Ketua 1 Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA, salah satu narasumber dalam diskusi ini menambahkan, Wedomartani merupakan desa budaya yang banyak mempunyai potensi budaya, banyak atraksi di antaranya jathilan, kethoprak, wayang kulit, dan sebagainya.

Oleh karena itu, menurutnya Wedomartani perlu mengemas dan membranding potensinya sehingga bisa menjadi desa eko wisata yang berbasis budaya.

“Kalau perlu Wedomartani menggandeng pihak ketiga untuk pengemasannya sehingga bisa memajukan perekonomian masyarakat,” saran Santosa.

Sementara itu, Fajar Agung Pambudi, Praktisi Budaya sebagai narasumber berikutnya mengatakan bahwa perlunya membuat skema wisata desa budaya yang berpotensi untuk peningkatan perekonomian masyarakat. “Selain kesenian dijadikan ajang silaturahmi antar warga, hendaknya dikemas sehingga bisa dikomersilkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Fajar.

Diskusi ini juga membahas bagaimana cara mengemas sebuah potensi warga, sebuah pertunjukan, sehingga orang akan tertarik untuk menikmati, bahkan mungkin untuk bisa terlibat. Pengemasan ini juga harus memperhatikan efek ke depannya, jangan sampai setelah pengemasan justru menjadi masalah untuk masyarakat. Diskusi pun membahas mengenai penggunaan media sosial untuk media promosi.

“Pemerintah Desa Wedomartani perlu penyiapan konsep dan aspek-aspeknya hingga matang terlebih dahulu karena ini bukan sebuah pencapaian yang instan, sebisa mungkin ke depannya bisa diwariskan kepada anak cucu,” pungkas Kasi Pelayanan Desa Wedomartani, Mujiburohman. (Bibit Widayoko)




Renvoi sebagai Pemilih Aktif dalam Pemilu

Gamping – Selasa (4/9/2018) menindaklanjuti hasil Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu tahun 2019 tingkat Provinsi DIY, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Penyampaian Renvoi DPT di Ruang Rapat KPU Sleman.

Rapat yang dimulai pukul WIB dihadiri oleh Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi didampingi Komisioner KPU Imanda Yulianto dan Haryanta, serta Kasubag Program dan Data Nuri Dewi Mawarni.

Peserta rapat dari unsur Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sleman, Perwakilan peserta pemilu tingkat kabupaten, serta Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Sleman, termasuk Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.

Rapat dibuka oleh Ahmad Shidqi dengan memaparkan kronologis adanya renvoi yang akan diajukan kepada KPU DIY.  “Renvoi yaitu mengubah angka DPT dengan cara menuliskan perubahan angka pada berita acara pleno terbuka DPT termasuk lampirannya yang disahkan dengan tanda tangan ketua KPU Sleman,” lanjut Ahmad Shidqi.

KPU Sleman mengajukan renvoi karena ada penambahan jumlah daftar pemilih yang murni terkait dengan belum diaktifkannya nama-nama pemilih dalam draft Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH).

Menurut data yang ada di subbagian program data KPU Sleman, ada sebanyak 385 orang yang belum diaktivasi dalam SIDALIH sehingga belum terdaftar sebagai pemilih pemilu serentak 2019.

“Renvoi DPT untuk 3 kecamatan, yakni Kecamatan Gamping (Desa Balecatur 191 orang, Desa Trihanggo 27 orang, Desa Ambarketawang 73 orang, Desa Nogotirto 63 orang), Kecamatan Minggir (Desa Sendangsari 1 orang), serta Kecamatan Mlati (Sendangadi 30 orang),” sebut Nuri Dewi.

“Dengan demikian jumlah DPT pemilu 2019 di Kabupaten Sleman yang semula orang menjadi orang,” tambah Ketua KPU Sleman mengakhiri rapat. (Adnan Nurtjahjo)




Puluhan Pemuda Bangunkerto Ikuti Pelatihan Sablon

Turi – Senin (3/9) bertempat di Ruang Pertemuan Desa Bangunkerto dimulai Bimbingan Teknis (Bimtek) Sablon. Pelatihan ini diprakarsai oleh Karangtaruna Desa Bangunkerto bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Bimtek dibuka langsung oleh Kepala Desa Bangunkarta Anas Maruf. Dalam sambutannya, Anas berharap pelatihan sablon dapat bermanfaat bagi generasi muda di Bangunkerto.

“Sehingga setelah selesai nantinya para generasi muda bisa membuka usaha dan juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lainnya bahkan bisa menjadi wirausaha muda yang mandiri,” ucap Anas.

Anas juga berpesan agar semua yang ikut dalam pelatihan dapat benar-benar memperhatikan dan bisa mengikuti sampai selesai.

Hadir dalam pembukaan pelatihan, Kepala Seksi Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Sleman, Elviana Lasso, Staf Seksi Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Sleman, Reni Prasetyaningrum, dan perwakilan KIM Sleman.

Bimtek ini disampaikan Reni, diikuti oleh 21 orang yang terdiri dari perwakilan pemuda di semua dusun yang ada di Bangunkerto, baik putra maupun putri.

Reni menambahkan, bimtek ini sedianya akan dilangsungkan selama tiga hari mulai hari Senin (3/9) hingga Rabu (5/9) mulai pukul sampai WIB.

Reni merasa senang sebab semua peserta yang ikut bimtek adalah anak-anak muda. “Ini menunjukkan pemuda di Desa Bangunkerto sangat antusias bahkan kuota dari Dinas Sosial sebenarnya Cuma 20 orang namun karena banyak yang daftar sehingga jumlah peserta bertambah jadi 21 orang,” tuturnya.

Reni ke depan juga akan memperbanyak program pelatihan melihat antusiasme peserta. “Berarti ini adalah program yang diminati masyarakat,” ungkap Reni. (Harman)




Karangtaruna Bangunkerto Adakan Bakti Sosial ke Klumpit Gunungkidul

Turi – Minggu (2/9), Karangtaruna Desa Bangunkerto Turi mengadakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan air bersih ke Gunungkidul.

Ketua Karangtaruna M Nurfajari mengatakan bahwa bakti sosial ini adalah agenda tahunan yang dilakukan oleh karangtaruna Desa Bangunkerto. Namun agenda rutin ini memiliki jenis kegiatan yang berbeda-beda tergantung hasil musyawarah anggota.

“Pada tahun ini adalah bantuan air bersih bagi warga masyarakat di dusun Klumpit, Panggang, Gunungkidul,” ungkap Fajar.

Fajar menuturkan, rombongan karangtaruna berangkat dari Balai Desa Bangunkerto pukul WIB dengan membawa 4 mobil tangki air dari BPBD Provinsi DIY dan tiba di Dusun Klumpit Panggang Gunungkidul pada pukul WIB.

Rombongan disambut langsung oleh Dukuh Dusun Klumpit, Sugiyanto. Sugiyanto mewakili masyarakat Klumpit mengucapkan terimakasih kepada Karangtaruna Desa Bangunkerto atas bantuan air bersih yang diberikan. Bantuan air tersebut kemudian langsung dibagikan kepada masyarakat yang dipandang membutuhkan.

“Sebetulnya Dusun Klumpit sudah ada pipa air bersih namun akhir-akhir ini debit air terus berkurang sehingga sering terlambat pasokan air ini menyebabkan masyarakat sering kehabisan stok air bersih akibatnya masyarakat harus beli dengan harga satu tangki sebesar 250 ribu rupiah,” kata Sugiyanto.

Adapun untuk penerima yang pertama adalah Rubiyem, seorang janda yang sudah lansia. “Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada Karangtaruna Desa Bangunkerto atas bantuan air bersihnya. Saya sangat senang sekali karena tampungan air bersih saya tinggal satu ember,” kata Rubiyem. (Harman)