Sardonoharjo Pilih Balita Sehat di Wilayahnya

Ngaglik – Bertempat di Aula Desa Sardonoharjo sebanyak 43 anak perwakilan dari 18 pedukuhan di Desa Sardonoharjo mengikuti Lomba Balita Sehat, Sabtu (22/9/2018).  

Lomba ini merupakan kegiatan dari Pemerintah Desa Sardonoharjo yang diampu oleh PKK bekerja sama dengan berbagai pihak yaitu Puskesmas Ngaglik 1, karangtaruna, Promina, dan Morinaga.

Dalam Lomba Balita Sehat ada berbagai item pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Ngalik 1, yaitu pemeriksaan umum, gizi, psikologi, berat, dan tinggi bayi.

Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk kegiatan ini dan akan menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin tahunan.

Pemenangan mendapatkan trofi, piagam, serta paket bingkisan dari panitia. (Sastro)




Linmas, Ujung Tombak Keamanan Masyarakat Turi

Turi – Kamis (20/9/2018) Bimtek Perlindungan Masyarakat Kecamatan Turi resmi ditutup, bertempat di Komplek Kantor Kecamatan Turi.

Kegiatan ini diikuti oleh semua Linmas di Kecamatan Turi yang terdiri dari 4 desa. Linmas di Kecamatan Turi ini tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan yang sering disebut Linmaswati.

Bimtek ini sebelumnya dibuka pada Selasa (18/9/2018) oleh Camat Turi Haris Sunarya dan dari Edy Santoso dari Satpol PP.

Dalam sambutannya, Camat Turi, Haris Sunarya berharap dengan bimtek selama tiga hari ini Linmas Kecamatan Turi bisa menambah pengetahuan tentang gangguan keamanan yang ada di masyarakat dan bisa ikut menangkal gangguan keamanan tersebut. Haris juga sangat bangga dengan banyaknya anggota baru Linmas dari kalangan perempuan.

“Ini akan lebih menambah semangat dan juga kemampuan Linmas di Kecamatan Turi,” bebernya.

Sedangkan Edy Santoso meminta Linmas Kecamatan Turi untuk harus selalu siaga menghadapi gangguan keamanan di masyarakat mengingat sekarang ini sudah memasuki tahun politik.

“Sebentar lagi akan dilaksanakan Pileg Pilpres sehingga kerawanan mungkin bisa terjadi. Untuk itu Linmas diharapkan bisa membantu tugas kepolisian untuk menciptakan rasa aman di masyarakat,” kata Edy.

Disampaikan Edy linmas harus bisa menjadi ujung tombak keamanan di masyarakat karena linmas setiap saat selalu berada di tengah masyarakat.

“Untuk itu jika terjadi sesuatu yang dianggap mencurigakan dan membahayakan linmas bisa langsung menghubungi kepolisian terdekat untuk mengantisipasi hal-hal yang lebih besar,” tambahnya.

Selain cara menangani gangguan keamanan linmas, dalam acara ini juga diberi materi tentang cara penanganan kebakaran oleh Damkar Kabupaten Sleman dan cara mengatasi kebakaran di rumah penduduk dengan berbagai alat. Materi yang diberikan tak hanya berupa teori namun juga praktik.

Peserta dengan sigap dan cekatan ikut mencoba mematikan api sesuai prosedur dan petunjuk dari petugas Damkar Kabupaten Sleman. (Harman)




Lindungi Masyarakat dari Praktik Kesehatan Tidak Bertanggungjawab

Turi – Kamis (20/9/2018) bertempat di Rumah Makan Twins, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan penguatan kelembagaan kader pengurus Desa Siaga. Acara dimulai dari pukul WIB sampai selesai.

Hadir dalam acara tersebut seluruh perwakilan dari 86 kader pengurus Desa Siaga se-Kabupaten Sleman. Sementara itu, narasumber kegiatan ini adalah Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Sleman, Wisnu Murti yang menyampaikan bahwa sekarang di dunia kesehatan mempunyai tiga isu penting yaitu. stunting atau gizi buruk pada balita, imunisasi yang mana harus sudah dilakukan sejak hari pertama bayi lahir, dan penyakit TBC yang mana masih banyak masyarakat yang batuk lama tidak sembuh tapi malas untuk periksa ke dokter.

Ketiganya, menurut Murti masih terjadi di Kabupaten Sleman dan bahkan menjadi isu nasional. “Ini yang harus dipahami oleh semua kader untuk selalu jemput bola bukan menunggu masyarakat terkena penyakit tapi harus mendatangi ke rumah warga sekiranya dianggap mempunyai gejala dari penyakit tersebut sehingga bisa segera diatasi dan semua itu bertujuan untuk menciptakan generasi yang sehat,” beber Murti.

Sedangkan narasumber kedua yakni Endah menjelaskan tentang Toga (Tanaman Obat Keluarga) juga YANKESTRAD (Pelayanan Kesehatan Tradisional).

Diungkapkan Endah, banyak sekali tumbuhan yang ada disekitar kita bisa dijadikan obat keluarga terutama penyakit yang ringan seperti pusing, masuk angin, dan lainnya.

Untuk itu, Endah mengatakan perlu adanya pemberdayaan Toga sehingga bisa juga menjadikan nilai ekonomis sehingga bisa menambah ekonomi keluarga.

Pelayanan kesehatan tradisional seperti akupresur atau pijatan dengan titik titik yang terpilih dan pijat bayi disampaikan Endah harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Di antaranya harus mempunyai nomor registrasi izin praktik dari Dinkes, juga harus membuat papan nama, dan harus mencantumkan keahliannya, semua harus sesuai dengan yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Hal ini agar masyarakat aman dan terlindungi dari praktik-praktik kesehatan tradisional yang sembarangan. “Jika masyarakat menemukan kegiatan-kegiatan tanpa izin, mohon melaporkan ke Dinas Kesehatan atau puskesmas terdekat. Semua itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik kesehatan tradisional yang tidak bertanggung jawab,” imbuh Endah. (Harman)




Bimbing Remaja Usia Nikah Agar Tidak Salah Bergaul

Ngemplak – KUA Ngemplak bekerjasama dengan Pemerintah Desa Widodomartani menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Remaja Usia Nikah, Rabu (19/9/2018).

Acara yang diikuti oleh kurang lebih 40 peserta ini dihadiri oleh perwakilan karangtaruna desa se-Kecamatan Ngemplak dan perwakilan dari beberapa siswa SMA di wilayah Ngemplak.

Dalam pembukaan dan pengarahannya Camat Ngemplak Siti Purwaningsih mengatakan bahwa acara ini tidak dimaksudkan agar remaja sekarang untuk segera menikah. Namun, selain merupakan program dari Kementerian Agama Kabupaten Sleman, acara ini bertujuan untuk memberikan bekal agar generasi sekarang tidak salah bergaul.

Saat ini dikatakan Siti, angka pernikahan usia dini di wilayah Ngemplak cukup tinggi. Karenanya, remaja diharapkan mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif agar masa remajanya tidak hilang dengan percuma. “Pernikahan bukan perkara gampang karena harus siap secara jiwa yang cukup matang. Jangan karena materi kalian kemudian nikah,” kata Siti kepada para peserta.

Siti juga berharap sebelum menikah, seseorang minimal bekerja dahulu. “Karena kalau sudah menikah, harus bisa lepas dari orang tua sehingga orang tua akan bangga dan bahagia apabila lihat anaknya bahagia,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Kemenag Sleman, Abdul Naim membahas tentang Fikih Munakahat, yaitu hukum pernikahan yang sesuai dengan undang-undang perkawinan di Indonesia.

Di Indonesia, perkawinan diatur oleh UU nomor 1 tahun 1974, yang berisi perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Selain itu, Naim juga menjelaskan bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut ilmu masing-masing agama dan kepercayaannya. Sementara dijelaskan juga bahwa ada 2 tempat menikah, untuk muslim dilakukan di KUA, sementara nonmuslim dilakukan oleh catatan sipil.

Untuk materi berikutnya tentang kesehatan reproduksi pria maupun wanita yang disampaikan oleh Staf Bidang Kesmas, Dinas Kesehatan Sleman, Dini Melani. Materi ini untuk memberi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bagi remaja agar dapat mempersiapkan kesehatan organ reproduksi sebelum pernikahan. Pun, membahas tentang kesetaraan gender, serta bagaimana berbagi peran dan tugas antar pasangan.

Acara ini juga memberikan simulasi penyelesaian masalah, yang kemudian dikaji bersama dan dicari solusinya oleh para peserta. Acara yang diketuai oleh Kepala KUA Kecamatan Ngemplak, Nurul Amri ini selesai pada pukul WIB. (Bibit Widayoko)




KIM sebagai Penyaring Berita Hoaks

Ngaglik – Kecamatan Ngaglik menargetkan setiap desa di wilayahnya memiliki Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Saat ini 5 dari 6 desa di Kecamatan Ngaglik telah membentuk KIM, sehingga hanya tersisa 1 desa yang belum terbentuk KIM.

Demikian disampaikan Suripto, Ketua KIM Kecamatan Ngaglik ketika Sosialisasi dan Pembentukan KIM Desa Donoharjo di Aula Balai Desa Donoharjo, Ngaglik, Rabu (19/9). Harapannya setelah terbentuknya KIM, potensi dan kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan di tiap desa akan terangkat dan informasinya sampai kepada masyarakat.

Sementara itu Kepala Desa Donoharjo Hadi Rukito menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kominfo Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi pembentukan KIM di desa ini. “Saat ini ada konsumsi baru yaitu informasi, dengan terbentuknya KIM ini nantinya harapannya masyarakat semakin cerdas dalam menyerap informasi yang berkembang,” tegas Hadi Rukito.

Sekretaris Camat Ngaglik Purwati menegaskan bahwa KIM sangat penting dan strategis karena dengan KIM informasi yang tidak akurat bisa dicegah dan diantisipasi. Purwati mengharapkan setelah terbentuk, KIM Desa Donoharjo segera beraktifitas untuk menggali potensi desa ini untuk diinformasikan kepada masyarakat melalui media KIM dan media lainnya.

Purwati pun menyinggung beberapa waktu lalu ketika ada penangkapan teroris di wilayah Kecamatan Ngaglik. Masyarakat banyak menerima informasi melalui media sosial yang isinya beragam dan tidak semuanya benar. Menurut Sekcam Ngaglik ini, dalam situasi tersebut KIM dapat berfungsi sebagai penyaring berita hoaks atau berita yang tidak benar atau tidak jelas sumbernya.

Pembentukan KIM Desa Donoharjo menghasilkan struktur kepengurusan dengan M. Taufik sebagai Ketua Umum dan Ketua I Kasmin. Sekretaris Anda Kiswanto dan Bendahara Gundari. Dengan terbentuknya susunan pengurus ini selanjutnya akan segera dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa sehingga pengurus KIM dapat segera melaksanakan kegiatan KIM di Desa Donoharjo.

Sebelum pembentukan pengurus KIM, Cicilia Lusiani sebagai pengisi materi dari Dinas Kominfo Kabupaten Sleman menjelaskan terkait dengan Pembentukan KIM secara rinci mulai dari maksud, tujuan sampai pembentukan KIM dan seluruh jaringannya. (Srp)