Suran Mbah Demang, Ungkapan Syukur dan Silaturahmi Warga Banyuraden

Gamping – Tradisi Suran Mbah Demang merupakan salah satu tradisi menyambut datangnya bulan suro dalam penanggalan Jawa yang dilakukan di Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (17/9).

Tradisi yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ini dihelat setiap tanggal 7 suro tengah malam dalam kalender Jawa. Acara ini diselenggarakan untuk mengenang jasa perjuangan Ki Demang Cokrodikromo yang berasal dari Dusun Modinan, Banyuraden.

Perayaan yang sudah ditetapkan oleh Ditjen Kebudayaan Kemendikbud nomor register 201600364, domain adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan tahun 2016 ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur dan ajang silaturahmi warga Desa Banyuraden, sekaligus melestarikan budaya leluhur yang diwariskan secara turun temurun.

Tepat pukul WIB, salah satu agenda budaya rutin di Kabupaten Sleman ini dimulai dengan kirab budaya dari Balai Desa Banyuraden menuju kediaman Ki Demang Cokrodikromo di Modinan. Pasukan berkuda menjadi barisan terdepan peserta kirab yang diikuti oleh pasukan berpakaian khas Jawa.

Bregodo yang turut ambil bagian kali ini antara lain Bregodo Sukunan, Bregodo Sumberan, Bregodo Pesanggrahan, Bregodo Guyangan, Bregodo Kaliabu, Bregodo Patrajaya, dan Bregodo Patuk.

Menurut Raka Ratmiyanta dan Eka Anisa Sari yang didaulat sebagai Pewara, jumlah peserta kirab malam ini orang dan 34 bregodo. Untuk memuaskan para pengunjung yang memadati sepanjang jalan godean, ditampilkan atraksi ogoh-ogoh dari Dusun Kaliabu, Somodaran, Pelemgurih, Tegalyoso, Kradenan, Banyumeneng, dan Dowangan.

Kemeriahan acara juga dihadiri oleh utusan Paku Alam X yakni Putra Dalem Bendoro Pangeran Haryo Kusumo Bimantoro, didampingi Kanjeng Raden Tumenggung Projo Anggono dan Kanjeng Raden Tumenggung Suryo Hadi Puspoyo.

Muspika Kecamatan Gamping bersama perangkat Pemerintah Desa Banyuraden yang ikut larut dalam kemeriahan perayaan adalah Plt Camat Gamping Samsul Bakri, Sekcam Gamping H. Rasyid Ratnadi, serta Wadanramil 17/Gamping Kapten Chb Suwardi.

Serta, Kepala Desa Banyuraden Sudarisman, Sekdes Banyuraden Hendy Indra Utama, dan Pemangku Adat sekaligus pimpinan Sanggar Budaya ‘Widya Pramana’ Murdiyanto Murda Puspita.

“Kegiatan rutin tahunan ini sebagai wujud penghormatan terhadap jasa Mbah Demang Cokrodikromo yang begitu besar, khususnya bagi masyarakat desa Banyuraden,” ucap Murdiyanto MP di sela-sela peserta kirab. (Adnan Nurtjahjo)




Monitoring dan Evaluasi TNI Manunggal KB Kesehatan di Koramil 6 Ngaglik

Ngaglik – Senin (17/9/2018), jam menunjukan pukul WIB, rombongan tim juri monitoring dan evaluasi TNI Manunggal Keluarga Berencana Kesehatan tingkat Kabupaten Sleman tiba di Koramil 6 Ngaglik.

Tim ini dipimpin oleh Suprapti akan melaksanakan penilaian terhadap program KB Kesehatan di lingkup Koramil 06 Ngaglik apakah sudah melaksanakan program-programnya.

Kapten Sumarno saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa Koramil 06 Ngaglik telah melaksanakan kegiatan berkaitan program KB di masyarakat.

“10 anggota Koramil melaksanakannya dan kami harap Koramil Ngaglik bisa maju di tingkat provinsi DIY artinya menjadi juara tingkat kabupaten. Sesuai moto kami, dengan semangat gotong-royong dan sinergi kita jadikan kampung KB sebagai poros keluarga berkualitas,” kata Sumarno.

Di Ngaglik sendiri, ada satu kampung KB yang sudah berdiri yakni di Padukuhan Tanjung Sari Sukoharjo dan satu desa KB yakni Desa Sinduharjo.

“Untuk kegiatan KB di Ngaglik sudah berjalan dengan baik namun kalau masih ada kekurangan mohon bimbingannya dari tim evaluasi dan kami berharap dapat menjadi juara, ” tambah Camat Ngaglik, Subagyo.

Kegiatan monitoring berjalan lancar dari awal hingga akhir. Acara dihadiri oleh Muspika Kecamatan Ngaglik, Kepala Desa Sinduharjo, kader KB, dan tamu undangan lainnya. (SPN)




Desa Wedomartani Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana ke-45 Sleman

Ngemplak – Desa Wedomartani berada di wilayah Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY. Dengan jumlah penduduk jiwa dengan luas wilayah 12 km2, Desa Wedomartani dibagi menjadi 25 padukuhan.

Wilayah utara Desa Wedomartani berbatasan dengan Desa Widodomartani, di sebelah timur berbatasan dengan Desa Selomartani dan Purwomartani, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan wilayah Desa Minomartani, dan sebelah selatan berbatasan dengan Desa Maguwoharjo.

Desa Wedomartani sebelumnya pernah mengalami kejadian bencana angin puting beliung, maka BPBD DIY memprioritaskan untuk dilaksanakan pelatihan dan pembentukan Desa Tangguh Bencana. Senin (17/9/2018), dilaksanakanlah simulasi dan gladi lapang penanganan kejadian darurat bencana angin puting beliung di lingkup Desa Wedomartani oleh Tim Siaga Desa Wedomartani.

Acara yang berlangsung sejak pukul WIB ini dihadiri oleh Kasi Trantib Kecamatan Ngemplak, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Danramil Ngemplak, Kapolsek Ngemplak, PMI Sleman, segenap relawan Wedomartani, dan warga Desa Wedomartani.

Dalam sambutannya, Kasi Trantib Kecamatan Ngemplak, Sutarto, menyambut gembira acara ini.

“Selain pelajaran penanganan bencana yang didapat, kita jadi tahu prosedur penyelamatan korban bencana itu sendiri karena wilayah Ngemplak pernah jadi wilayah berdampak dari bencana, misalnya letusan gunung Merapi,” ucapnya.

Sementara itu, Haenry Dharma Widjaja, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman mengatakan bahwa Desa Wedomartani merupakan desa tangguh bencana ke-45 dari 86 desa di Sleman. Sleman juga sudah merintis sekolah tangguh bencana, salah satunya SMAN 1 Prambanan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswanttana juga menyampaikan, hendaknya warga meningkatkan kesiapsiagaan dan tangguh dalam menghadapi bencana, salah satunya puting beliung. Ini agar masyarakat dapat mengurangi risiko atau ancaman yang ada.

“Gladinya sudah bagus, semua unsur sudah terlibat, sudah bisa tanggap, tangkas, dan tangguh,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan prasasti desa tangguh bencana, pembukaan papan nama, dan penyerahan penunjuk arah jalur evakuasi dari BPBD DIY kepada Desa Wedomartani. Pun, menyerahkan penghargaan kepada peserta pelatihan terbaik, yang diperoleh Agus Damar dan Wiji Lestari.  (Bibit Widayoko)




Mangayubagyo 120 Jemaah Haji Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Minggu (16/9/2018) bertempat di Gedung IPHI Ranting Sukoharjo diadakan acara Mangayubagyo 120 jemaah haji se-Kecamatan Ngaglik yang diselenggarakan atas kerjasama Kecamatan Ngaglik, IPHI Kecamatan Ngaglik, dan IPHI Ranting Sukoharjo.

Menurut penjelasan Ketua Penyelenggara Supriyadi, acara mangayubagyo ini dilaksanakan karena semua jemaah haji sebanyak 120 orang kembali dengan selamat dan sehat.

Sementara itu, dalam sambutan Camat Ngaglik, Subagya, mengatakan selamat datang dan selamat bertemu keluarga kembali setelah menunaikan ibadah Haji dan Umrah di Tanah Suci Mekah dan Madinah.

“Saya harap sekembalinya dari ibadah haji, jemaah bisa menjadi panutan dalam ibadah untuk aktif kegiatan di masjid-masjid terdekat dan bisa bergabung dengan IPHI terdekat,” harap Camat Ngaglik.

Selanjutnya. untuk lebih memantapkan dan menjaga kemabruran haji diberikan tausyiah oleh Kepala KUA Ngaglik Sukirman yang menekankan pada peningkatan silaturahmi dan ibadah terutama yang wajib.

“Harus semakin khusuk sehingga kemabruran haji tetap terjaga,” katanya.

Sukirman juga berharap Jemaah bisa mengikuti kajian-kajian di majelis taklim sehingga terus ilmu keagamaan terus meningkat agar kemabruran terjaga. (srp)




BMT Al Ikhwan Condongcatur Salurkan Bantuan 29 Tangki Air ersih ke Gunung Kidul.

Sleman – BMT Al Ikhwan yang berkantor pusat di Jl Flamboyan, Perumnas Condongcatur, Depok, Sleman menyalurkan bantuan sumbangan air bersih sebanyak 29 tangki ke Dusun Nujo, Desa Pucung, kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Sabtu (15/9).

Bantuan air bersih ini merupakan bantuan tahap kedua. Sedangkan tahap pertama telah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu sebanyak 23 tangki dari rencana sebanyak kurang lebih 400 tangki. Bantuan disalurkan ke beberapa wilayah di Gunungkidul bekerjasama dengan Perhimpunan BMT (PBMT) Maal DIY yang beranggotakan 26 BMT.

Saat ini beberapa daerah di Gunungkidul termasuk Desa Pucung, Kecamatan Girisubo sedang mengalami krisis air bersih. Kesulitan air mulai dirasakan di berbagai wilayah di Gunungkidul Selatan yang di dominasi oleh tanah dan komposisi batuan gamping.

Sebagai akibatnya air tidak bisa tertahan di permukaan yang telah dirasakan sekitar tiga bulan lalu di mana cadangan yang berada di tandon-tandon penampung air sudah mulai berkurang drastis.

“Bantuan air bersih tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dari para nasabah dan pimpinan BMT, untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Gunungkidul,” kata Rama Widya Sentot selaku Direktur BMT Al Ikhwan yang juga merupakan pengurus PMBT DIY koordinator daerah Sleman.

BMT Al Ikhwan selama ini telah banyak kiprahnya dalam pembangunan di kabupatan Sleman antara lain melakukan berbagai kegiatan sosial, pendidikan dan keagamaan serta pembinaan ekonomi dan UMKM, di berbagai wilayah kabupaten Sleman bahkan juga dilakukan di luar Sleman dan DIY. (Sutoto)