Terbitkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan Input Data Lengkap dan Benar

Gamping – Minggu (16/9/2018) pukul WIB, berlangsung Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Ruang Abimanyu, Hotel Grage Yogyakarta.

Bimtek diselenggarakan oleh pengurus Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diikuti sebanyak 130 operator dari lembaga pendidikan yang tersebar di 9 kecamatan se-Kabupaten Sleman yakni Prambanan, Mlati, Depok, Ngaglik, Ngemplak,  Kalasan,  Turi,  Seyegan,  serta Gamping.

Menurut Ketua Penyelenggara, Arya Riswanti, bimtek kali ini menghadirkan 2 narasumber yang berkompeten dalam bidang pendataan pendidikan, yaitu Rahmat Mulyo Hartono yang juga menjabat sebagai Ketua Seksi Advokasi dan Bantuan Hukum FOPPSI DIY, membahas tentang verifikasi dan validasi Guru dan Tenaga Kependidikan. Sementara narasumber kedua yaitu Nurudin sebagai Sekretaris FOPPSI Pusat mengulas tentang penyetaraan, sertifikasi dan daftar hadir guru dan tenaga kependidikan.

“Setelah selesai mengikuti bimtek ini, operator Dapodik harap segera berkomunikasi dengan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelayanan pendidikan di masing-masing wilayah,” pesan Arya yang akrab dipanggil bunda.

Dalam paparannya, Rahmat MH membahas materi sistem aplikasi verifikasi dan validasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang digunakan untuk melakukan validasi data master GTK dan memproses penerbitan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) bagi GTK yang sudah memenuhi persyaratan.

NUPTK merupakan nomor induk bagi seorang guru atau tenaga kependidikan.  “GTK dapat memiliki NUPTK dengan cara memastikan data yang bersangkutan telah diinput dengan lengkap, benar dan valid dalam aplikasi dapodik sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” terang Rahmat MH.

“Bagi GTK yang belum memiliki NUPTK akan diusulkan ke sekolah induk GTK secara sistem untuk dilengkapi dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan guna dikirim ke Dinas Pendidikan kabupaten setempat melalui sistem aplikasi verval GTK untuk diverifikasi.  Setelah lulus verifikasi oleh Dinas Pendidikan, selanjutnya secara sistem akan diverifikasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), jika dinyatakan lulus verifikasi maka Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) akan menerbitkan NUPTK bagi Guru atau Tenaga Kependidikan,” lanjut Rahmat MH.

Nurudin menegaskan bahwa NUPTK yang terdiri 16 angka ini bersifat unik dan tetap. NUPTK seorang guru atau tenaga kependidikan tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan terjadi perubahan data lainnya,” ungkapnya. (Adnan Nurtjahjo)




Lomba Balita Sehat Upaya Wujudkan Ngaglik Sehat

Ngaglik – Sabtu (15/9/2018) bertempat di Kantor Desa Sinduharjo diadakan Lomba Balita Sehat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Poskesdes Desa Sinduharjo bekerja sama dengan Puskesmas Ngaglik 1.

Menurut penjelasan dari Ketua Panitia Lomba, Eti Susanti, lomba balita sehat yang pertama kali dilaksanakan di desa ini diikuti peserta sejumlah 42 anak terdiri dari 19 anak laki-laki dan 22 anak perempuan. Peserta ini mewakili 17 padukuhan yang ada di Desa Sinduharjo.

“Kami mewakili kepala Puskesmas Ngaglik 1 mengucapkan terimakasih pada Pemerintah Desa Sinduharjo dan Poskesdes atas kerjasama yang telah melaksanakan kegiatan lomba balita sehat tahun ini, Sesuai visi Puskesmas Ngaglik 1 terwujudnya masyarakat di wilayah kerja Ngaglik 1 yang lebih mandiri, berbudaya menuju Ngaglik sehat,” ucap dr. Indriyanto saat pembukaan Lomba Balita Sehat di Balai Desa Sinduharjo.

Adapun hasil penilaian dari tim penilai adalah sebagai berikut, untuk umur 6-23 bulan Juara 1 Ahmad Gibran dari Ngabean Wetan, Juara 2 Rahandika dari Dayu, dan Juara 3 Naura Athalia dari Ngemplak.

Untuk umur 24-60 bulan pemenangnya adalah Juara 1 Meira Ningrum dari Ngabean Wetan, Juara 2 Syaqila Ravanda dari Ngabean Wetan, dan Juara 3 Nathaniela Belfa dari Lojajar.

“Kami berharap dengan lomba balita sehat ini warga Desa Sinduharjo balitanya sehat dan dapat terpantau pertumbuhan serta perkembangannya. Juga kepada warga untuk menghindari kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga dapat hidup tentram damai,” ujar Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja. (SPN)




FOPPSI Siap Wujudkan Data Pokok Pendidikan yang Tepat dan Akurat

Gamping – Sabtu (15/9/2018) pukul WIB, Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara pelantikan pengurus FOPPSI Kabupaten Sleman dan 9 Kecamatan yang dilangsungkan di Ruang Abimanyu, Hotel Grage Yogyakarta.

Pelantikan dihadiri oleh Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) DIY,  Bambang Irianto,  perwakilan Dinas Pendidikan DIY Heli Angkasa Sujatmoko,  Sekretaris FOPPSI Pusat Nurudin,  Pegiat Data Pokok Pendidikan (Dapodik)  Yosep Sunarto, Ketua FOPPSI DIY Arya Riswanti,  didampingi Ketua Seksi Advokasi dan Bantuan Hukum Rahmat Mulyo Hartono,  Bendahara I Anjar Sidi Melawati, dan Bendahara II Ade Yeti Sulistiyaningsih,  beserta 130 operator Dapodik dari berbagai daerah di DIY.

Acara diawali dengan laporan ketua penyelenggara Arya Riswanti. Dalam laporannya, Arya mengungkapkan bahwa pelantikan pengurus FOPPSI sangat penting dilakukan. “Dengan terbentuknya FOPPSI di Kabupaten Sleman dan 9 kecamatan maka dapat mewadahi seluruh operator pendataan PAUD yang tersebar di Kecamatan Turi, Prambanan, Seyegan, Mlati, Depok, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, termasuk Kecamatan Gamping,” tutur Arya Riswanti.

Prosesi pelantikan dimulai dengan pengucapan sumpah dan janji pengurus FOPPSI Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Nurudin. Dilanjutkan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan PATAKA kepada Ketua FOPPSI Kabupaten Sleman terlantik, Roidah.

Sedangkan pengucapan sumpah dan janji pengurus FOPPSI sembilan kecamatan dipimpin oleh Arya Riswanti.

Adapun susunan lengkap pengurus FOPPSI Kabupaten Sleman masa bakti 2018 hingga 2021 yaitu Roidah (ketua), Sri Mulyani (Wakil Ketua I), Andria Kartikasari (Wakil Ketua II), Yayi Tresnatri (Sekretaris), Riana Dewi (Wakil Sekretaris), Laili Murdiyanti (Bendahara), Sri Haryati (Wakil Bendahara). Dilengkapi dengan 6 sekretaris bidang antara lain: Supriyatiningsih (Bidang Organisasi dan kaderisasi), Riyah Rahmawati (Bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan), Diah Haryanti (Bidang informasi dan komunikasi), R.  Fathurrahman (Bidang Penelitian dan Pengembangan), Muhammad Riyanto (Bidang pengembangan karir dan profesi), serta Arum Ariningsih (Bidang pemberdayaan perempuan).

Diakhir prosesi pelantikan ini, Bambang Irianto berpesan kepada seluruh operator Dapodik bahwa sebelum menyebarkan data, sebaiknya dicermati dulu.  “Karena Dapodik yang tepat dan akurat sangat diperlukan guna pengajuan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) adalah program pemerintah untuk membantu penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan PAUD yang diberikan kepada satuan PAUD dan satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program PAUD untuk mendukung kegiatan operasional pendidikan,” tegas Arya mengakhiri kalimatnya. (Adnan Nurtjahjo)




KPU Catat Lebih dari 760 Ribu Data Pemilih Tetap Pemilu dari Sleman

Gamping – Kamis (13/9/2018) pukul WIB, dalam rangka melakukan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu serentak tahun 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar rapat pleno terbuka penetapan DPT Hasil Perbaikan (DPTHP).

Rapat pleno berlangsung di Hotel TheRich Jogja, Sinduadi, Mlati, Sleman. Rapat dihadiri oleh Komisioner KPU DIY, Guno Tri Tjahjoko, Ketua KPU Sleman bersama jajaran, Sekretaris KPU Sleman, R. Joko Marhaendarto, Ketua Bawaslu Sleman bersama jajaran, Pengurus partai politik tingkat kabupaten, serta Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beserta anggota PPK Divisi Data se-Kabupaten Sleman, termasuk Ketua PPK Gamping Adnan Iman Nurtjahjo turut hadir.

Dalam sambutannya, Guno Tri Tjahjoko menyampaikan bahwa secara positif dengan adanya temuan dari Bawaslu dan masukan partai politik menjadikan DPT semakin baik, tergantung dari upaya KPU untuk bisa mencermati secara detail dan akurat temuan tersebut.

“Sebagai pelaksana, KPU berterima kasih kepada Bawaslu dan partai politik.  Hasil supervisi KPU dua bulan lalu, lima desa di Kabupaten Sleman yaitu tidak banyak masyarakat untuk datang mengecek namanya dalam DPT di desa-desa. Bahkan banyak dijumpai KTP yang berasal dari luar DIY,” ungkap Guno.

Di akhir kalimatnya, Ketua Divisi Data KPU DIY ini menyatakan KPU akan memperbaikinya sehingga DPT menjadi semakin baik.  Dengan kualitas DPT yang bagus maka pemilu 2019 menjadi baik dan berkualitas.

Rapat pleno DPTHP yang dipimpin oleh Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi ini, mengungkapkan bahwa pemutakhiran data pemilih sudah dimulai pada bulan April 2018. DPT yang sudah diplenokan dan ditetapkan secara berjenjang oleh KPU ternyata masih ada temuan kegandaan pemilih. Sehingga KPU menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu dan masukan partai politik untuk perbaikan DPT.

Bawaslu Sleman menyampaikan data hasil pengawasan pencermatan DPT, antara lain dugaan daftar pemilih ganda sebanyak orang, pemilih memenuhi syarat namun belum masuk DPT sebanyak 26 orang, serta pemilih tidak memenuhi syarat (meninggal dunia) sebanyak 87 orang.

“Sebenarnya temuan dari Bawaslu Sleman sudah ada di Sistem Daftar Pemilih (SIDALIH) KPU, tinggal dieksekusi. Namun untuk mengeksekusi KPU sudah kehabisan waktu dan terkendala SIDALIH yang tidak lancar sehingga database sebanyak 515 orang belum sempat dieksekusi,” ucap Ahmad Shidqi.

Di akhir pleno dibacakan rekapitulasi DPTHP pemilu 2019 di Kabupaten Sleman oleh Komisioner KPU Sleman, Haryanta, sebagai berikut jumlah desa 86, jumlah TPS , jumlah pemilih laki-laki orang, jumlah pemilih perempuan orang.

“Sehingga jumlah keseluruhan pemilih di Kabupaten Sleman sebanyak orang,” tutur Haryanta mengakhiri pembacaannya. (Adnan Nurtjahjo)




Kirab Budaya Ki Ageng Singokerti Angkat Potensi Budaya Dusun

Kirab Budaya Suran Ki Ageng Songokerti kembali digelar oleh Pemerintah Desa Selomartani, pada Selasa (11/9/2018). Kirab budaya yang dimulai dari Balai Desa Selomartani hingga Makam Ki Ageng Singokerti ini diikuti oleh 3 bregada berasal dari Dusun Grumbulgede Kowang, Dusun Kledokan, dan Dusun Sindulapan. 3 bregada tersebut membawa beberapa gunungan, contohnya gunungan apem dan gunungan telur.

Damar Aji Seto, Kepala Dusun Grumbulgede Kowang menyampaikan acara yang rutin diadakan sejak tahun 2018 ini berawal dari intensi yang positif.

“Kegiatan ini tentunya punya tujuan untuk nguri-uri kabudayan (melestarikan kebudayaan-red) selain itu untuk mempersatukan masyarakat khususnya masyarakat Grumbulgede Kowang dan masyarakat yang mempunyai ahli waris di Makam Singokerti,” cerita Damar.

Kirab ini dikatakan Damar juga tentunya bisa mengangkat potensi budaya dari Dusun Grumbulgede Kowang. “Selain itu, guyub rukun dari masyarakat juga bisa tercapai,” lanjutnya.

Acara kirab ini merupakan acara penutup dari agenda Suran Ki Ageng Singokerti. Rangkaian acaranya sendiri sudah berlangsung sejak Kamis (6/9/2018).

“Kita mengadakan mujahadah, pengajian, pentas seni badui, jathilan, hingga orkes dangdut,” tandas Damar.

Menurut Damar, kegiatan ini tak lepas dari keterlibatan banyak pihak mulai dari ibu-ibu kelompok tani, anak-anak TPA, dan juga karangtaruna.  “Jadi sekitar 300an orang yang ikut,” bebernya.