Kalirase Gelar Sosialisasi Pengolahan Sampah

Sleman – Kamis (6/9/2018) berlangsung Sosialisasi Pengolahan Sampah di Dusun Kalirase, Trimulyo, Sleman.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ibu Kepala Dusun Kalirase, Indah Priyani dengan peserta 30 orang terdiri laki-laki dan perempuan karangtaruna setempat.

Dengan narasumber sosialisasi berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman, acara dimulai pukul .

Indah mengatakan dengan adanya sosialisasi masyarakat sadar akan pengolahan sampah. Disampaikannya, masyarakat dulunya tidak memandang pemanfaatan sampah tetapi kini pemanfaatan sampah dapat membuka peluang penambahan nilai ekonomi keluarga.

“Selain menambah nilai ekonomi juga kebarsihan lingkungan bisa terwujud karena tidak ada penimbunan sampah dimana-mana,” ujar Indah. (Agus Nur)




Kursus Pemilu Menyegarkan Kesadaran Berdemokrasi

Gamping – Kamis (6/9/2018) pukul WIB, dalam rangka menumbuhkan peran aktif masyarakat dan menyegarkan kembali kesadaran berdemokrasi melalui pemilu serentak tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Yayasan SATUNAMA menyelenggarakan kursus kepemiluan bagi generasi muda.

Kursus kepemiluan gelombang III ini dilaksanakan di Aula SATUNAMA Training Center, Sambisari 99 Sendangadi, Sleman.  Kursus diikuti 20 orang pengurus dan anggota karang taruna yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.

Giat ini dibuka oleh Direktur Eksekutif SATUNAMA, William E. Aipipidely. Dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa kursus ini sangat bermanfaat bagi generasi muda dalam proses membangun kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan politik, serta sebagai modal partisipasi sebagai penyelenggara pemilu karena setiap peserta kursus akan memperoleh sertifikat.

Materi kursus yang pertama disampaikan oleh Kepala Unit Politik dan Demokrasi SATUNAMA, Kristina Viri yang membahas tentang demokrasi, asas pemilu, dan dasar partisipasi dalam pemilu.

Penyampaian materi kursus dilakukan dengan cara permainan dinamika kelompok yang dipandu oleh fasilitator SATUNAMA bidang riset dan pengelolaan pengetahuan, Ariwan K. Perdana. “Tujuannya agar peserta menikmati dan bisa menerima materi dengan mudah dan senantiasa bergembira, ” ujar Viri.

“Penyaluran emosi dan ketegangan fisik melalui permainan merupakan persiapan yang baik untuk melakukan refleksi dan diskusi.  Ada kenikmatan tersendiri dalam sebuah permainan, yang menarik untuk dicatat adalah bagaimana peserta berupaya membebaskan diri dari kegelisahan, ketakutan, dan rintangan manakala mereka dihadapkan pada suatu masalah dalam sebuah permainan. Begitu terlepas dari hambatan tersebut, dengan mudah mereka mengenali akar permasalahannya, ” lanjut Viri.

Pemateri berikutnya adalah Komisioner KPU Sleman Divisi SDM, Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Indah Sri Wulandari yang berbicara tentang pemilu dan permasalahannya.

Menurut Indah ada 2 hal penting yang perlu dipahami dalam partisipasi pemilu, yakni sosialisasi dan pendidikan pemilih.

“Perlu dibedakan antara sosialisasi dengan pendidikan pemilih. Sosialisasi adalah proses penyampaian informasi tentang tahapan dan program penyelenggaraan pemilu, sedangkan pendidikan pemilih adalah proses penyampaian informasi kepada pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran pemilih, ” kata Indah Wulandari.

Di akhir materi, peserta diajak bermain dengan permainan misteri card dan menyusun rencana tindak lanjut dengan diskusi kelompok yang dipandu oleh fasilitator. (Adnan Nurtjahjo)




Lomba Siskampling, Gentan Adakan Ilustrasi Kesigapan Warga

Ngaglik – Dengan tergopoh-gopoh seorang warga mendatangi gardu ronda di Rw 11 Padukuhan Gentan. Warga melaporkan bahwa rumahnya telah terbakar. Mendengar laporan tersebut petugas memukul kentongan pertanda kebakaran. Petugas segera mendatangi lokasi, ternyata warga masyarakat sudah banyak yang datang dan mencoba untuk memadamkan api. Tidak lama api dapat dipadamkan dan tidak menimbulkan kerugian yang berarti. Belum sempat istirahat, ada laporan telah terjadi pencurian dan tertangkap kemudian dibawa ke pos kamling Rw.

Demikian ilustrasi kesigapan warga Rw 11 Padukuhan Gentan Sinduharjo dalam Evaluasi Lomba Siskamling tingkat Kabupaten Sleman mewakili Kecamatan Ngaglik, Kamis (6/9/2018).

HD Sumarno Kasi Kesejahteraan Desa Sinduharjo menyampaikan bahwa warga Rw 11 Padukuhan Gentan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengikuti kegiatan ini.

“Mohon maaf apabila masih ada yang kurang sempurna serta mohon bimbingannya agar lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi Lomba Siskamling, Edi Santoso menyampaikan apresiasinya kepada warga Rw 11 Padukuhan Gentan. “Mudah-mudahan silahturahmi ini mendapat manfaat dan pahala dari Allah SWT, apabila ada yang kurang hal yang biasa mari kita perbaiki sama sama,” ujarnya.

Dituturkan Edi, pelaksanaan Lomba Siskamling Kabupaten Sleman ini rutin dilaksanakan dan Kecamatan Ngaglik merupakan urutan ketiga dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman.

Camat Ngaglik Subagyo pun berharap hasil yang terbaik dari evaluasi yang dilakukan. “Kami serahkan semuanya pada tim penilai atas semua kerja dan usaha warga padukuhan Gentan Sinduharjo namun kami berharap dapat juara,” kata Subagyo. (SPN)




Sarasehan Upaya Menuju PAUD Ramah Anak

Ngemplak – UU no. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Perlindungan Anak dan Permendikbud no 82 tahun 2015 menjadi acuan dalam pengembangan sekolah ramah anak di Kabupaten Sleman.

Demikian dikatakan oleh Ifa Aryani dari Puspaga, Dinas P3AP2KB Sleman dalam Sarasehan Guru dan Pengelola PAUD. Bertemakan “Menuju PAUD Ramah Anak”, sarasehan dilaksanakan di Ruang Rapat B102 Unriyo, Kamis (6/9/2018).

“Konsep sekolah ramah anak juga menjadi tugas kita semua, sekolah sehat, bersih, aman, ramah, asri, dan nyaman,” ucap Ifa.

Winarsih, Pengawas TK/SD dari Dinas Pendidikan Sleman juga mengatakan, tujuan sekolah ramah anak antara lain guna mencegah kekerasan pada anak, mencegah kecelakaan di sekolah, dan menciptakan hubungan antar warga sekolah. Hal ini agar bisa memudahkan pemantauan kondisi anak hingga dapat memudahkan pencapaian tujuan pendidikan.

“Sangat diperlukan juga adanya penanganan dengan mekanisme pengaduan dan ruang UKS berjenjang dengan puskesmas, RS, kepolisian, P2TP2A,” tambahnya.

Acara yang dilaksanakan dari pukul hingga WIB ini digagas oleh Pemerintah Desa Wedomartani bersama Satgas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

Diikuti sekitar 50 guru dan pembimbing PAUD se-wilayah Kelurahan Wedomartani, acara ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar PAUD se-Wedomartani sehingga dapat bersama sama mewujudkan sekolah yang ramah anak.

Sementara itu, Nyadi Kasmorejo atau Ki Jenggot Kucir dari Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) mengatakan sarasehan tersebut merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat.

Sebab, anak mempunyai hak, di antaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. “Pencegahan dan penanganan anak yang dieksploitasi secara ekonomi, pencegahan dan penanganan anak korban KDRT sampai dengan penanganan anak berkebutuhan khusus juga harus menjadi perhatian khusus sehingga tidak ada lagi pertanyaan, “masihkah perlu sekolah kami jadi sekolah ramah anak?” tutur Nyadi. (Bibit Widayoko)




Karangtaruna Ngemplak Siap Dukung Program hingga Level Desa

Ngemplak – Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih mengukuhkan dan melantik forum pengurus Karangtaruna Kecamatan Ngemplak masa bakti 2018-2023, Rabu (5/9).

Acara ini dihadiri segenap Muspika Kecamatan Ngemplak, Kepala KUA Ngemplak Nurul Arifin, dan Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial, Dinas Sosial Sleman Suparmono.

Dalam sambutannya, Camat Ngemplak mengatakan bahwa karangtaruna diharapkan bisa aktif dalam masyarakat.

“Jangan menunggu uluran tangan dan undangan dari pemerintah, karangtaruna harus kreatif, harus penuh inovasi, dan harus bisa lebih maju,” urainya.

Dituturkan Siti, kepengurusan karang taruna lama, sudah tidak aktif hampir selama 10 tahun terakhir. Karenanya, ia berharap karangtaruna baru ini bisa membantu kinerja dan program-program pemerintah agar masyarakat dan pemerintah selalu bisa bersinergi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial, Dinas Sosial Sleman Suparmono mengatakan, di tahun 2018 ini baru Kecamatan Ngemplak yang melakukan pengukuhan dan pelantikan forum karangtaruna kecamatan.

Disampaikannya, karangtaruna harus bisa memperhatikan usaha kesejahteraan sosial di masyarakat. Karangtaruna juga dituntut untuk melakukan ekonomi kreatif, meskipun tetap memperhatikan kegiatan-kegiatan yang tidak menjemukan, misalnya harus tetap rekreasi.

“Sehingga kepengurusan karang taruna ini juga bisa menjadi lokomotif bagi kegiatan kepemudaan khususnya di wilayah Kecamatan Ngemplak,” ucap Suparmono.

Kepala KUA Kecamatan Ngemplak, Nurul Arifin dalam himbauannya kepada karangtaruna mengatakan bahwa karangtaruna bisa membawa nama harum KUA Ngemplak menjadi KUA teladan 2019 di tingkat nasional.

“Karang taruna bisa mendukung program pemerintah dan program desa bebas narkoba pun bebas nikah usia dini,” katanya.

Menurut Ketua 1 karangtaruna baru saja dilantik ini, Rinto Budi Antoro mengatakan kepengurusan yang baru ini bisa membawa generasi yang lebih maju dan berkualitas. “Kepengurusan ini diambil dari perwakilan 5 karangtaruna desa se-Kecamatan Ngemplak, masing-masing rata-rata diambil 4 perwakilan,” kata Rinto.

Rinto menambahkan, program terdekat di tahun 2018 ini akan dilaksanakannya Raker program 5 tahun ke depan dan menentukan AD dab ART Karangtaruna Kecamatan Ngemplak. (Bibit WIdayoko)