Kreatif Berinovasi, Kunci Heru Gaet Pasar Internasional

Ketertarikannya pada seni membuat Heru yang mulanya hanya mengelola limbah kerang menjadi lampu hias, berubah menjadi pengusaha furnitur resin berbahan dasar limbah kayu.

Pada tahun 2015, mengusung nama Pras Craft, Heru memilih dan memanfaatkan limbah kayu khususnya kayu jati sebagai bahan baku pembuatan resin karena dinilai harga limbah yang murah dan mudah didapatkan. Bahan baku ini, dengan kreatifitas Heru diolah dan didesainnya menjadi berbagai jenis furnitur seperti meja, lampu, tempat buah, dan lain sebagainya.

“Limbah kayu jatinya sendiri kami dapatkan dari Jawa Timur karena kalau di Jogja tidak ada,” ujar pria ini, Kamis (11/10) di kediamannya.

Sebelumnya pria bernama lengkap Heru Prasetyo memanfaatkan pekarangan rumahnya yang beratapkan terpal di Kadisobo Trimulyo Sleman sebagai tempat pemasaran karyanya. Siapa sangka setelah mengikuti pembinaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, sekarang usahanya sudah berkembang dengan kluster-kluster baru dalam bidang industri resin. Tercatat ada beberapa tempat di Sleman, di antaranya Tempel dan Tajem.

Untuk saat ini dalam memperkenalkan karyanya kepada masyarakat dan konsumen, Heru memanfatkan ajang pameran dari pemerintah. Pameran yang telah diikutinya yaitu International Furniture Expo yang bertempat di Jakarta dan INA Craft.

Dalam satu karya meja resin yang dibuat Heru, Heru mematok harga sekitar 4,5 juta rupiah. Kini, produk Heru sudah merambah ke 15 negara mulai dari Eropa, Amerika, hingga Asia. Untuk pasaran Asia, produknya sudah sampai ke Qatar, Dubai, dan Oman.

“Permintaan pasar dunia lebih banyak menginginkan craft jenis deko dan meja,” beber Heru.

Melihat banyaknya negara yang antusias akan produk hasil buatannya, bukan hal mengherankan jika omset yang didapat Heru bisa mencapai 18 hingga 30 ribu dolar Amerika per bulan.

Akan tetapi, meski sudah berkembang pesat hingga ke manca negara, Heru tak berpuas diri. Dirinya pun aktif mengikuti pameran atau expo pasar lokal yang diadakan di Griya Nusantara. Hal ini merupakan pengalaman pertama Heru mencoba terjun ke pasar lokal pasalnya Heru merasa prihatin pada pasar lokal yang justru banyak didominasi oleh produk luar negeri.

“Padahal dengan pameran yang digelar pemerintah sangat berdampak signifikan. Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak sekitar 6 ukm yang orientasinya skala ekspor dan berhasil mencapai transaksi 4 miliar pada tahun 2018,” ujar Heru. (Ridha Harya)




Khasiat Si Putih Sumber Kesehatan

Bawang putih, banyak orang menganggap tanaman yang satu ini hanya dapat menyebabkan bau mulut yang menyengat. Namun beda halnya dengan Leni Marlina, sejak pertengahan tahun 2015, bawang putih disulapnya menjadi obat herbal yang berfungsi menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Berawal dari membaca artikel di internet, Leni menciptakan inovasi yang disebutnya Vit Garlic yakni obat herbal berbahan dasar bawang putih tunggal yang dipadukan dengan bawang bombay dan jeruk nipis.

Leni menjelaskan, bawang putih memiliki zat yang diserap langsung oleh darah yang kemudian mengalir ke paru-paru sementara bawang bombay berperan sebagai sumber stamina karena memiliki banyak zat yang bermanfaat bagi tubuh dan jeruk nipis memiliki fungsi detoks yang akan mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui keringat. Ketiga unsur tersebut diolahnya bersama kemudian diberi nama Vit Garlic.

Vit Garlic ini memiliki banyak manfaat yaitu sebagai sumber energi, mengeluarkan racun dari tubuh, meningkatkan kadar insulin dalam darah, menurunkan risiko serangan jantung, menurunkan kadar kolesterol, sebagai antivirus, anti bakteri, anti jamur, dan memiliki manfaat sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker.

”Vit di sini bukan dalam artian vitamin, tapi sebagai obat atau ramuan yang membuat tubuh menjadi fit lagi menjadi segar lagi,” ujar Leni, Rabu (10/10/2018) saat ditemui di sela-sela Bazar Hari Pangan Sedunia Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman.

Vit Garlic dikemas ke dalam satu botol berukuran 250ml dan dibanderol dengan harga 50 ribu rupiah per botolnya. Untuk pemasarannya, Vit Garlic ini mulanya ditawarkan Leni menggunakan sistem online lewat Facebook dan Instagram yang sudah merambat sampai ke luar Pulau Jawa yaitu Papua, Kalimantan, Sumatera dan Lombok, dan saat ini sudah memiliki beberapa reseller di Bandung.

Pada tahun berikutnya, Leni memasarkan Vit Garlic melalui sistem offline di acara Pasar Tani yang berlangsung di Lapangan Beran, Sleman tiap hari Jumat pukul WIB pun langsung dijual di kediaman Leni yang berada di Jalan Kabupaten km 1, Sleman.

“Rata-rata cocok, ada yang kena diabetes, maag kronis, asam urat, kolesterol, vertigo, migrain, ada juga yang stroke itu Alhamdulillah sembuh,” ucap Leni sembari bercerita pengalaman para konsumennya. (Ode Faellasufa)




Sleman Tuan Rumah Indonesia Creative Cities Festival 2018

Indonesian Creative Cities Network (ICCN) bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2018 bertemakan Holopis Kutha Baris. Tema ini terinspirasi dari semangat Bung Karno pada saat menyemangati Indonesia untuk senantiasa bergotong-royong dalam apapun masalah sehingga dapat teratasi. Acara ini juga sebagai semangat bagi kota-kota yang ada di Indonesia agar bisa berjejaring untuk lebih bersinergi dalam memunculkan suatu inovasi yang bergairah demi mewujudkan Indonesia yang lebih kaya dan lebih baik.

ICCF berlangsung 15-20 Oktober 2018 di beberapa lokasi di Sleman dan diikuti anggota ICCN, Bekraf, komunitas-komunitas kreatif yang ada di Indonesia, dan peserta umum yang telah mendaftarkan diri.

Ketua panitia ICCF Muhammad Arief Budiman yang juga merupakan Sekretaris ICCN mengatakan bahwa ada 170 perwakilan kota kreatif di Indonesia.

“Saya tidak sabar ingin melihat seperti apa hasil perjuangan kita semua ini, membentuk masa depan kita. Dan kita tidak akan berhenti percaya, berdoa, dan berikhtiar untuk mewujudkan impian indah di kota-kota kita,” ujar Arif saat pembukaan ICCF, Rabu (17/10) di Hotel Sahid J-Walk, Babarsari, Sleman.

Pada kesempatan yang sama, Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia menyampaikan bahwa Bekraf mempunyai visi membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030 nanti dan Bekraf bertanggung jawab terhadap pengelolaan ekonomi kreatif.

Di sesi lainnya Fiki Satari selaku Ketua Umum ICCN membicarakan tentang betapa pentingnya jejaring ICCN ini sebagai energi jejaring yang mencipta. “Ketika membicarakan tentang kreatifitas, Indonesia tidak pernah ada lawannya di muka bumi ini. Hal tersebut dikarenakan orang-orang Indonesia banyak yang kreatif dan meraih juara bahkan sampai juara dunia, namun di sini tantangannya adalah bagaimana kekuatan kreatifitas itu bisa memberikan resonansi atau manfaat kepada masyarakat kota dan kabupaten,” terang Fiki.

Di Indonesia saat ini ada dua jejaring kota kreatif yang masuk ke dalam jejaring kota kreatif dunia versi UNESCO/UNESCO Creative Cities World yaitu Pekalongan dan Bandung. ICCN ingin menjadikan Sleman dan kota-kota lain juga masuk dalam peta kota kreatif ini. Di sini ICCN memiliki peran penting dalam mengumpulkan data sebagai kunci di masa depan agar bisa menjadi efektif, diformulasikan, disinergikan, dan tentunya produktif.




Rakorpim Kecamatan Gamping Wujudkan Wilayah Mandaliyem

Gamping – Rabu (17/10/2018) pukul WIB, berlangsung Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) tingkat Kecamatan Gamping di ruang rapat kantor Kepala Desa Ambarketawang.

Rakorpim yang dipimpin oleh Plt. Camat Gamping, Samsul Bakri ini dihadiri oleh Komandan Koramil 17/Gamping, Mayor (Arh) Sugeng, Kapolsek Gamping, Kompol Hendri Multi, Sekretaris Kecamatan Gamping, H. Rasyid Ratnadi, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo,Ketua Panwascam Gamping, Kurniawan Prihandoko, Kepala Desa Balecatur, Hj. Sebrat Haryanti, Kepala Puskesmas Gamping I, drg.  Ratih Susila,  Kepala UPT Yandik Gamping, Endi Sudarma,  Perwakilan instansi BMKG Gamping, PDAM Gamping, UPK Gamping, UPT BP4 Wilayah II, KUA Gamping, Puskesmas Gamping II, UPT Pasar Gamping, UPT Pasar Hewan, Koordinator KB Kecamatan Gamping, Pengamat Pengairan Gamping, Pos Kesehatan Hewan, Kepala sekolah SMAN 1 Gamping, SMA Islam, SMK Putra Samudra, SMK YPKK 1, MA Masyitoh, SMK Muhammadiyah 1, SMP Negeri 1 Gamping, SMP Negeri 2 Gamping, SMP Negeri 3 Gamping, SMP Negeri 4 Gamping, SMP Muhammadiyah 1 Gamping, SMP Muhammadiyah 2 Gamping, MTs Masyitoh Gamping, SMP Ma’arif Gamping, serta Kasi dan Kasubag Kecamatan Gamping.

Plt. Camat Gamping menyampaikan mengenai permasalahan di wilayah perbatasan Dusun Mancasan, Desa Ambarketawang dengan Desa Bagunjiwo dan launching beras Sleman yang sudah dilakukan pada tanggal 2 Juni 2016 lalu oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X di Gancahan, Sidomulyo, Godean.

Dilanjutkan Danramil 17/Gamping, memaparkan mengenai TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0732/Sleman yang dilaksanakan di daerah sasaran dusun temuwuh Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping.

“Kegiatan yang dilakukan berupa pembangunan fisik antara lain talud (100%), pendirian pos kamling (35%), Renovasi rumah tidak layak huni (7 unit), renovasi TPA dan Mushola, serta pemasangan konblok,” tutur Mayor Arh Sugeng.

“Sementara untuk sasaran non fisik, meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, penyuluhan narkoba, penyuluhan kamtibmas dan penyuluhan kesehatan,” lanjut Danramil.

Sedangkan Kapolsek Gamping menyampaikan kondisi wilayah Kecamatan Gamping yang aman, kondusif, mandaliyem serta menyoroti tentang permasalahan tindak kriminalitas yang meningkat di wilayah Gamping, yakni berupa tindak pencurian elektronik, HP, laptop yang terjadi di kos-kosan dan tindak penipuan jual beli online.

Kompol Hendri Multi juga meminta kepada Pemerintah Desa Ambarketawang untuk melakukan koordinasi dengan pemberintah Desa Sedayu dalam hal pengamanan jalur lalu lintas saat upacara saparan bekakak yang akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2018 nanti.

Dalam kesempatan rakorpim ini Ketua PPK Gamping menginformasikan tentang tahapan pemilu yang sedang berjalan saat ini dan sosialisasi mengenai gerakan melindungi hak pemilih (GMHP) yang berlangsung sejak 1 Oktober hingga 28 Oktober 2018. Adapun penyusunan daftar pemilih tetap hasil perbaikan 1 (DPTHP1) tingkat desa akan dilakukan pada tanggal 29 – 3 November 2018, dan rekapitulasi DPTHP1 tingkat kecamatan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 6 November 2018.

Rakorpim yang dipandu oleh H.  Rasyid Ratnadi diakhiri dengan pemaparan dari Kepala Puskesmas Gamping I yang menyampaikan informasi berkaitan rujukan berjenjang bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan sensus kesehatan. (Adnan Nurtjahjo)