3 Dusun di Sleman Terima Penghargaan Lomba Program Kampung Iklim

Turi – Rabu (24/10/2018), 3 dusun di Kabupaten Sleman, yakni Dusun Wonosari Bangunkerto Turi, Dusun Tanjung Pendowoharjo Sleman, dan Dusun Wonorejo Sariharjo Ngaglik diundang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menerima penghargaan pemenang Lomba Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional di Jakarta.

Lomba diikuti oleh 600 desa dan dusun se-Indonesia dan diambil 33 pemenang yang mendapatkan piala serta uang pembinaan dan ada pula kriteria baik yang mendapatkan sertifikat peringkat nasional.

Dari Sleman ketiga wakil tersebut berhasil masuk kriteria baik sehingga ketiganya mendapatkan sertifikat yang diambil langsung di kantor pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta.

Sleman yang juga merupakan wakil dari Provinsi DIY yang berangkat adalah Arif dan Dodi dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman dan dari dusun penerima diwakili oleh Suharman dari Dusun Wonosari Bangunkerto Turi.

Program Kampung Iklim (Proklim) sendiri adalah suatu kegiatan masyarakat di tingkat dusun atau desa yang peduli dengan lingkungan hidup, seperti adaptasi dan mitigasi dalam menyikapi perubahan iklim.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat di antaranya mengelola sampah dengan pemilahan, pembuatan pupuk organik juga kerajinan, tidak membakar sampah untuk mengurangi gas CO2, pelestarian mata air agar tetap terjaga dengan penanaman pohon, pemanfaatan lahan pekarangan dengan berbagai macam jenis tanaman buah dan sayuran untuk ketahanan pangan, memanfaatkan sumber daya alam yang ada seperti pembuatan kincir air, surya seel, dan biogas, serta membuat resapan air dan pemanfaatan air hujan.

Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk mengurangi pemanasan global dan mengurangi emisi gas karbon, serta melestarikan lingkungan hidup sehingga di kemudian hari alam ini bisa diwariskan kepada anak cucu kita. (Harman)




Majelis Dikdasmen PDM Sleman Gelar Seminar Sejarah

Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud menggelar Seminar Sejarah yang berlangsung pada Rabu (24/10) di Kampus Unisa Yogyakarta.

Seminar Sejarah ini diikuti oleh 250 peserta terdiri dari para guru dan kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK serta tamu undangan dengan keynote speaker Mendikbud RI Effendi.

Adapun yang menjadi narasumber seminar adalah Fadjar, .  mantan Mendikbud RI yang saat ini menjadi anggota Wantimpres RI dan Wulandari, Direktur Sejarah Direktorat Jendral Kebudayaan serta Zara,Ph.D pakar Sejarah dari UNY dengan dipandu oleh Fauzan selaku moderator.

Tampak hadir dalam Seminar Sejarah para pejabat dan praktis pendidikan antara lain Direktur PSMP Kemendikbud RI, Rektor UAD, Wakil rektor Unisa, Kepala Dinas Pendidikan Sleman serta Bupati Sleman Purnomo, yang juga berkenan memberikan sambutan.

Tema yang diusung dalam seminar tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman yaitu:  Menggali, Mengembangkan, dan Menanamkan nilai Sejarah Pendidikan Muhammadiyah sebagai implementasi Penguatan Pendidikan Karakter.

Sementara itu, kegiatan Seminar Sejarah ini menurut Hendro Sucipto selaku Ketua Panitia merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sejarah yang telah dilakukan sebelumnya berupa lomba karya tulis sejarah, lomba drama, dan pameran pendidikan sekolah Muhammadiyah Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut salah satu narasumber Triana mengharapkan bahwa kegiatan event sejarah di tahun mendatang bisa diperluas lagi misalnya dengan lomba pembuatan film sejarah. Triana juga berjanji dari Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud RI akan memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan event sejarah tahun yang akan datang. (Sutoto Jatmiko)




Biro Brebas Yogyakarta Selenggarakan Workshop Computational Thinking

Bebras Indonesia Biro Yogyakarta yang terdiri dari UGM, UII, UAJY dan Sanata Dharma menyelenggarakan Pelatihan dan Workshop Computational Thinking untuk guru-guru SD, SMP, SMA/SMK se-Yogyakarta pada hari Rabu (24/10) bertempat di UAJY.

Pelatihan dan workshop ini dimaksudkan untuk melatih para guru dalam menyiapkan para siswanya guna menghadapi kompetisi Brebas yang akan digelar serentak seluruh Indonesia secara online pada tanggal 15 November 2018.

Selain itu juga sekaligus sebagai sarana sosialisasi rencana pemberlakuan mata pelajaran Informatika sebagai mata pelajaran wajib untuk siswa sekolah dasar dan menengah mulai tahun 2019.

Adapun narasumber pelatihan dan workshop ini adalah Dr. Inggriani, Ketua NBO Bebras Indonesia dan Irya Wisnubhadra, S.T., M.T., Dosen FTI UAJY

Dr Inggriani menyampaikan, salah satu cara pembelajaran problem solving untuk siswa dilaksanakan dengan cara Bebras. Bebras menurutnya merupakan cara untuk melatih kemampuan problem solving dalam informatika sehingga peserta dapat mengintegrasikan kegiatan belajar mengajar.

Kompetisi Bebras dilaksanakan setiap tahun yang berisi Bebras Task atau sekumpulan soal yang disajikan dalam bentuk uraian persoalan yang dilengkapi dengan gambar yang menarik.

Tampak hadir dalam workshop Drs. Sigit Budiyanto dari Balai Pendidikan Kabupaten Sleman dan wakil rektor I UAJY The Jin Ai, S.T., M.T., . (Sutoto)