Pemda Sleman Tinjau Kesiapan E-Warung

Dokumentasi Oleh Humas Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan monitoring terhadap kesiapan di beberapa E-Warung di Kabupaten Sleman. Sehubung dengan hal tersebut, Tim yang di Pimpin oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi melakukan pemantauan ketersediaan sembako di tingkat distributor bertempat di Indo Telor, Jalan Magelang KM 7.5, Sendangadi, Mlati, Sleman, pada Jum’at (26/10/2018).

Sumadi mengatakan bahwa kesiapan E-Warung maupun stok sembako ditingkat distributor aman tercukupi.

“Semua kesiapan e-warung lancar tidak ada kendala, stok telur juga aman hingga akhir desember ,” kata Sumadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan di Kabupaten Sleman terdapat Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan untuk melayani KPM tersebut, di Kabupaten Sleman sudah terdapat 412 E-Warung,  dengan persebaran 2 toko ditiap kelurahan.

“Di dalam program e-warung, peserta KPM akan mendapatkan top up dana sebesar Rp perbulan,” kata Suparmono.

E-Warung atau layanan warung non-tunai merupakan program Kementerian Sosial melalui Pemerintah Kabupaten Sleman guna menyalurkan bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). KPM bisa mendapatkan bahan pokok dalam BPNT melalui transaksi non-tunai.

Dengan mekanisme tersebut, bantuan dari pemerintah tidak lagi disalurkan ke masyarakat dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bantuan bahan pokok. Beberapa komoditas yang dapat dibeli di e-warung seperti beras dan telur. Saldo yang didapat para KPM bisa dibelanjakan di E-Warung tempatnya terdaftar.




Karang Taruna Bangunkerto Adakan Lomba Senam Maumere

Turi – Minggu (28/10/2018) bertempat di Agrowisata Bangunkerto mulai pukul WIB, Karang Taruna Desa Bangunkerto mengadakan Lomba Senam Maumere.

Sebelum lomba dimulai terlebih dahulu diadakan senam massal oleh peserta maupun masyarakat yang datang di Agrowisata Bangunkerto.

Lomba kemudian dibuka oleh Kepala Desa Bangunkerto, Anas Maruf. Anas berpesan kepada semua masyarakat agar selalu menjaga kesehatan.

“Dengan senam yang rutin dapat menjadikan badan kita sehat,” kata Anas.

Anas juga merasa senang dan mendukung kegiatan lomba senam ini karena selain sehat lomba senam juga bisa untuk menampilkan kreativitas dari masing-masing padukuhan pun dengan saling bertemu dapat mempererat tali persaudaraan masyarakat di Bangunkerto.

“Saya berterimakasih dan bangga kepada Karang Taruna Bangunkerto yang telah mengadakan kegiatan lomba senam ini dan berharap ditahun-tahun yang akan datang bisa diadakan lagi,” ujarnya.

Lomba Senam Maumere diikuti oleh 14 kelompok senam yang ada di Desa Bangunkerto. Setiap kelompok dengan minimal enam peserta diberi waktu selama 7 menit untuk tampil.

Adapun kriteria yang dinilai meliputi kekompakan gerakan, kreativitas gerakan, serta kostum yang unik dan menarik.

Juara pertama diraih oleh Padukuhan Kendal A, juara kedua adalah Padukuhan Kendal B, juara tiga diperoleh Padukuhan Plosokuning, juara keempat diperoleh Padukuhan Bayeman, dan sebagai juara kelima adalah Padukuhan Gadung. Pemenang ini berhak mendapatkan sertifikat, trofi, serta uang pembinaan. (Harman)

 




Sleman Kembali Raih Penghargaan Anugerah Pandu Negeri

Dokumentasi Oleh Rizal Humas Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali raih penghargaan  “Anugerah Pandu Negeri” tahun 2018 dari Yayasan Pengembangan Tata kelola Indonesia dengan dewan pengarah Prof. Dr. H. Budiono, melalui Indonesiaan Institute For Public Governance (IIPG) dalam Kategori Kinerja dan Tata Kelola Pemerintahan Sangat Baik tingkat kabupaten Tahun 2018. 

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh mantan Wakil Presiden RI, Boediono kepada Wakil Bupati Sleman, Sri Muslinatun di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Pusat, Jum’at (26/10/18) malam.

Ketua umum IIPG, Sigit Pramono dalam acara penyerahan penghargaan tersebut menjelaskan bahwa penghargaan yang diberikan setiap tahun ini berdasarkan penilaian kinerja tata kelola pemda terhadap 34 Provinsi, 416 Kabupaten dan 99 Kota di Indonesia.

Adapun kriteria penilaian bidang tata kelola sektor public adalah Pemda yg memiliki tata kelola keuangan istimewa (laporan keuangan mempetoleh opini WTP dari BPK th 2016-2017; Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tidak tersangkut korupsi; PDRB dan rasio pendapatan asli daerah terhadap APBD tinggi; nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) tinggi; memiliki program inovatif untuk mencapai visi dan misi daerah.

Penilaian dilakukan oleh sejumlah dewan juri yang terdiri dari para pakar, dan praktisi bidang tata kelola. “Kalangan juri yang indipenden mewakili kalangan birokrasi, pegiat anti korupsi dan dari profesional, swasta, bankir adapun akademisi,” paparnya.

Lebih lanjut, Sigit Pramono juga menjelaskan penghargaan yang diberikan kepada sejumlah kepala daerah ini merupakan satu kabar baik untuk publik bahwa masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja yang baik dalam pengembangan tata kelola di masing-masing daerahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih Pemkab Sleman dalam Anugerah Pandu Negeri 2018. Dirinya berharap dengan diraihnya penghargaan tersebut dapat terus mendorong dan memotivasi jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kinerja dan tata kelola pemerintahan.

“Semoga diraihnya penghargaan ini dapat menjadi cambuk bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan pada masyarakat dalam rangka memajukan Kabupaten Sleman,” harapnya.

Sementara itu mantan wapres RI Boediono menyampaikan melalui Anugerah Pandu Negeri ini IIPG sangat berharap agar pemimpin daerah yang kinerja dan tata kelolanya baik bisa terus meningkatkan kinerja dan menjadi pemimpin di tingkat nasional.

Menurut Boediono, tata kelola adalah kunci kemajuan bangsa. Untuk itu, Boediono mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk berkontribusi dengan terus bekerjasama dengan institusi publik.

“Semoga dengan pemberian penghargaan pada malam ini, menjadi motivasi untuk setiap kepala daerah dalam meningkatkan kinerjanya di masing-masing daerahnya,” kata Boediono.




Wayangan Semalam Suntuk Awali Pencanangan Desa Budaya dan Wisata Pasar Setom

Ngaglik – Pasar Setom sudah lama tidak berfungsi sebagai pasar bahkan selama bertahun-tahun tidak digunakan sebagai pasar pada umumnya. 

Melihat kondisi ini, Pemerintah Desa Sukoharjo dan warga Dusun Mendiro dan Jagalan mencoba untuk menggerakkan kembali sejarah lama, yang mana dusun tersebut dulunya punya potensi kegiatan kebudayaan dan kesenian, baik seni kethoprak, tari, dan kesenian lainnya.

Para tokoh adat, agama, dan masyarakat mencoba memulai membentuk desa budaya dan pariwisata yang dimulai dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk oleh Ki Dalang Seno Nugroho dengan Lakon Sri Mulih, Jumat (26/10/2018).

Pencanangan Desa Budaya dan Pariwisata di Dusun Mendiro Jagalan Desa Sukoharjo dilakukan oleh Camat Ngaglik, Subagya.

Dalam sambutannya, Subagya sangat menyambut baik kegiatan ini karena bisa menambah destinasi wisata baru untuk Kecamatan Ngaglik

Camat Ngaglik didampingi Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, dan Forkom Pimpinan Ngaglik dalam kesempatan ini juga menyerahkan gunungan sebagai simbol dimulainya Wayang Kulit Semalam Suntuk oleh Ki Dalang Seno Nugroho.

Sementara itu, RB Dwi Wahyudi, anggota DPRD DIY yang berkesempatan menyampaikan sepatah kata mengajak warga Dusun Mendiro dan Jagalan untuk melaksanakan Desa Budaya dan Wisata. “Kalau ya segera kita bersama mulai dan segera membuat perencanaan yang mantap sehingga dinas terkait bisa mendukung dan membantu terbentuknya desa budaya dan wisata ini,” katanya.

Dwi menyampaikan bahwa pihaknya sanggup mendampingi sampai dusun ini tuntas menjadi desa budaya dan wisata. (SRP)




Kirab Pusaka dan Bregada Meriahkan HUT Desa Sinduharjo

Ngaglik – Jumat (26/10/2018), lalu lintas di Jalan Kaliurang km 10.5 mulai tersendat dan mulai macet. Terlihat ada arak-arakan bregada dan prajurit yang berjalan dengan rapi sesuai iringan. Mereka adalah peserta pawai bregada yang akan mengikuti prosesi upacara di Lapangan Gadingan Sinduharjo Ngaglik Sleman.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Desa Sinduharjo yang ke-72. 17 padukuhan se-wilayah Desa Sinduharjo dan instansi terkait ikut terlibat dalam upacara dan kirab budaya ini.

“Kami atas nama panitia mohon maaf atas tidak nyamannya warga pengguna Jalan Kaliurang karena digunakan untuk kirab budaya yang diadakan oleh Pemerintah Desa Sinduharjo, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kesuksesan dan kelancaran acara ini,” kata Astadi selaku Ketua Panitia Hari Jadi Desa Sinduharjo yang juga menjabat Kaur Perencanaan Desa Sinduharjo ini.

Bedol pusaka berupa tombak serta songsong atau payung dilakukan di tiga kelurahan lama yaitu Kelurahan Prujakan, Dayu dan Gentan. Kemudian diarak menuju tempat upacara di Lapangan Gadingan Sinduharjo, di bawa oleh pasukan bregada diikuti oleh peserta kirap dari warga masyarakat 17 padukuhan se Sinduharjo.

Sebagai inspektur upacara ini adalah Sudarja, Kepala Desa Sinduharjo dan komandan upacara adalah Eddy Indrayana selaku Kaur Keuangan Desa Sinduharjo. Seluruh rangkaian upacara ini menggunakan bahasa Jawa.

Prosesi kirab dan upacara dihadiri Camat Ngaglik Subagyo beserta Sekcam, Kasi Trantib, Kapolsek, Danramil, serta mantan pejabat Desa Sinduharjo.

Untuk malam harinya, di halaman Kantor Desa dipentaskan kesenian dari padukuhan dan diakhiri pentas ketoprak Sinduharjo Budaya dengan lakon Damarwulan. (SPN)