Saparan Bekakak Gamping Wisata Budaya yang Melegenda

Gamping – Jumat (26/10/2018) pukul WIB, Pemerintah Desa Ambarketawang menyelenggarakan upacara adat Saparan Bekakak yang dipusatkan di pelataran Taman Wisata Alam Gunung Gamping. 

Kegiatan Saparan Bekakak ini sudah tercatat dalam daftar karya budaya yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nomor 60 tahun 2015.

Kirab sepasang pengantin Bekakak sepanjang 6kilometer dilakukan dan dimulai dari Lapangan Ambarketawang menuju Petilasan Gunung Gamping. Puluhan ribu warga memadati rute kirab upacara adat Saparan Bekakak di Kecamatan Gamping. Warga tampak antusias menonton kirab yang rutin digelar tiap tahun pada bulan Sapar kalender Jawa ini.

Prosesi Kirab diawali dari rombongan pemerintah kecamatan dan desa yang mengendarai andong, disusul puluhan bregodo berpakaian khas Jawa. Masing-masing kelompok atau bregodo menampilkan konsep yang berbeda-beda namun tetap berpedoman terhadap budaya Jawa dan Keraton Jogja pada khususnya. Tampak bregodo ada yang menaiki kuda, ada yang berjalan kaki membawa gunungan, menampilkan atraksi tarian tradisional, reog, seni gamelan, hingga kelompok yang membawa karakter ogoh-ogoh, gendruwo, dan wewe gombel.

Rangkaian upacara Saparan Bekakak ini telah diawali pada Kamis (25/10/2018) malam dengan prosesi penyerahan Tirto Dono Jati dan Sepasang Pengantin Bekakak (Midodareni-red) oleh Lurah Magersari kepada Ki Demang atau Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto. Dilanjutkan dengan kenduri wilujengan dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Puncak upacara Warisan Budaya Tak Benda ini berupa penyembelihan sepasang pengantin bekakak atau sepasang boneka terbuat dari tepung beras yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY. Aji Wulantara dan Plt. Camat Gamping, Samsul Bakri untuk selanjutya dibagi-bagikan kepada masyarakat. (Adnan Nurjahjo)




Seluruh Desa di Moyudan Siap Bentuk PPID

Sarjono, Camat Moyudan menyampaikan semua desa di wilayah Kecamatan Moyudan siap untuk menerapkan Keterbukaan Informasi Publik. “Memang saat ini belum ada satupun desa yang sudah membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), tapi saat ini semua desa di wilayah Kecamatan Moyudan sudah memiliki website sendiri. Juga sudah ada baliho-baliho di tempat umum yang memuat APBDes,” ujar Sarjono, dalam acara Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik yang dilaksanakan Komisi Informasi Daerah DIY di Kantor Kecamatan Moyudan, Jumat (26/10).

Sarjono menyambut baik diadakannya sosialisasi ini karena akan bermanfaat bagi aparat desa untuk segera membentuk PPID.

Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Sleman yang diwakili Noor Hidayati Zakiah Pramulani menyampaikan tentang visi misi Kabupaten Sleman yang mendukung keterbukaan informasi publik. “Visi Kabupaten Sleman cerdas, penerapannya di antaranya adalah aparat pemerintah bekerja profesional dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi, supaya pelayanankepada masyarakat bisa diberikan dengan cepat dan mudah. Termasuk juga desa sebagai bagian dari Pemkab Sleman,”ungkap Noor Hidayati.

Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik ini diikuti perangkat desa di wilayah Kecamatan Moyudan yang terdiri dari Desa Sumberahayu, Sumbersari, Sumberagung, dan Sumberarum. Selain itu juga diikuti PKK dan Karang Taruna.

Sebagai narasumber adalah Warsono, Wakil Ketua Komisi Informasi Daerah DIY. Warsono menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan badan publik. “Keputusan dan kebijakan yang dibuat berdasarkan partisipasi masyarakat akan lebih akuntabel dan terhindar dari penyimpangan-penyimpangan,” tegas Warsono.




BUMDes Tirta Jaya Siap Tingkatkan Perekonomian Desa Nogotirto

Gamping – Kamis (25/10/2018) pukul WIB, Pemerintah Desa Nogotirto menyelenggarakan pelantikan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nogotirto, Kecamatan Gamping di Aula Kantor Kepala Desa Nogotirto.

Sebelum prosesi pelantikan pengurus dilaksanakan, Kepala Desa Nogotirto, H. Faizin membuka selubung penutup nama BUMDes yang diberi nama Tirta Jaya.

Pelantikan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pengembangan Potensi masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman, Didik Daru Suryo Suparto, Sekretaris Kecamatan Gamping, H. Rasyid Ratnadi Sosiawan, Staf Kantor Urusan Agama Kecamatan Gamping, Much. Miftahul Huda, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Nogotirto, Suyamto beserta kepala padukuhan di wilayah Desa Nogotirto.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh H. Faizin yang dipandu oleh Sekretaris Desa Nogotirto, Yuda Wadana. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Nogotirto Nomor: 21 tanggal 19 Oktober diputuskan susunan kepengurusan BUMDes Tirta Jaya Desa Nogotirto periode tahun 2018 – 2021 adalah Budi Prihatin (Ketua), Lena Lailasari Girsang (Sekretaris), Wahyuni (Bendahara), Murdiyantara (kepala Unit Usaha Pasar Pundung), beserta anggotanya yakni Resa Pancasari, Hajirin dan Hibatullah. Sedangkan Kepala Unit Usaha Pasar Ikan dijabat oleh Walidi bersama anggotanya Bobi Meianto dan Nandaruminto Prasetyo.

Selain itu ditetapkan juga Ketua Pengawas Bumdes, M. Ali Mahsun, Wakil ketua Pengawas, Heri Prasetyo, Sekretaris Pengawas Dewi Kusumaningrum, dan Anggota Pengawas, Pramudita.

Dalam sambutannya, Didik Daru menyampaikan bahwa berdasarkan peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI nomor: 4 Tahun 2015 tentang pendirian, pengurusan dan pengelolaan, dan pembubaran badan usaha milik desa bahwa pendirian BUMDes dimaksudkan sebagai upaya menampung seluruh kegiatan di bidang ekonomi dan atau jasa pelayanan umum yang dikelola oleh desa dan atau kerjasama antar desa.

“Selanjutnya, pendirian BUMDes bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, mengembangkan rencana kerjasama usaha antar desa dan atau dengan pihak ketiga, menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa, serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan asli desa,” ucap Didik Daru. (Adnan Nurtjahjo)




Dari Gamping Bangun Pemuda Satukan Indonesia

Gamping – Jumat (26/10/2018) pukul WIB, Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan gladi bersih upacara peringatan hari Sumpah Pemuda yang pada tahun ini telah mencapai angka 90 tahun akan dilaksanakan pada Senin (29/10/2018) di halaman Kantor Camat Gamping. Gladi bersih diikuti oleh petugas upacara yang berasal dari siswa-siswi SMK Pelayaran Putra Samodera kelas XII berjumlah 14 orang.

Di bawah arahan pelatih upacara dari Peltu (purn) Sukro, didampingi Kepala Seksi Tramtib Kecamatan Gamping, Harley Josua Benyamin beserta jajarannya, seluruh petugas upacara mengikuti gladi dengan semangat tinggi. Tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda tak lepas dari peristiwa bersejarah yaitu gelaran Kongres Pemuda II, merupakan kongres pergerakan pemuda Indonesia yang digelar di Batavia (Jakarta) pada 27-28 Oktober 1928. Kongres ini menjadi salah satu hari bersejarah yang dikenang karena telah melahirkan ikrar pemersatu bangsa Indonesia yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

“Di bawah bimbingan wakil kesiswaan Broto Purwanto, siswa-siswi SMK Pelayaran Putra Samodera dalam kesehariannya sudah dididik dan dilatih kedisiplinan melalui kegiatan Baris Berbaris Pleton Inti (Tonti), apel pagi setiap hari dan upacara bendera setiap minggu sekali, sehingga dalam mengikuti gladi kali ini tidak mengalami kendala yang berarti,” ucap Peltu (purn) Sukro.

Harley Josua menambahkan, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olah Raga RI Nomor: tentang peringatan hari sumpah pemuda ke 90 tahun 2018, seluruh instansi pemerintah agar melaksanakan upacara bendera di instansi masing-masing pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2018 atau hari kerja sesudahnya dengan melibatkan Organisasi Kepemudaan, Pramuka, Satuan Pendidikan baik umum maupun keagamaan dan unsur kepemudaan lainnya.

“Dengan mengambil tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia, menjadikan bulan Oktober sebagai bulan pemuda yang berisikan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang mengarah kepada penumbuhkembangan semangat persatuan dan kesatuan khususnya di Kecamatan Gamping,” tambah Harley. (Adnan Nurtjahjo)




Desa Sinduharjo Peringati Hari Jadi ke-72

Ngaglik – Peringatan HUT Desa Sinduharjo ke-72 jatuh pada Jumat (26/10/2018). Rangkaian kegiatan telah disusun untuk memeriahkan kagiatan tersebut. Kegiatan diawali dengan gotong-royong serentak di padukuhan se-wilayah Desa Sinduharjo.

“Rencana kegiatan Hari Jadi Desa Sinduharjo yaitu dilaksanakan selama empat hari mulai hari Rabu (24/10/2018) dengan acara ziarah mantan lurah atau kepala Desa Sinduharjo, sorenya doa bersama tiga agama, yaitu Katholik, Kristen, dan Islam, dilanjutkan band Koes Plus dan ketoprak kecamatan Ngaglik,” kata Astadi selaku Ketua Hari Jadi Desa Sinduharjo, Rabu (24/10/2018).

Kegiatan lainya dituturkan Astadi adalah bazar dan gelar seni budaya dari masing-masing padukuhan se-wilayah Desa Sinduharjo, kirab bregodo, upacara, dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit sedalu natas dengan Dalang Ki Hadi Purwoko dengan lakon Bimo Kurdo.

“Kita sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Sinduharjo atas kerukunan antar umat beragama, ini dapat dilihat pada acara doa bersama saat ini,” kata Sudarja selaku Kepala Desa Sinduharjo saat memberikan sambutan pada acara doa bersama.

“Desa Sinduharjo terbentuk dari tiga kalurahan lama yaitu Prujakan, Dayu dan Gentan dan HUT saat ini mengambil tema Sinduharjo Nyawiji,” tambahnya. (Spn)