Kreativitas dalam Fotografi Bisa Pisahkan Batas-Batas Ekonomi

Gamping – Kamis (18/10/2018) pukul WIB, Project Developing Inclusive and Creative Economies (DICE) British Council menyelenggarakan workshop bertemakan World Creative and Social Enterprise di Sadewa Meeting Room, Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta.
DICE adalah salah satu program British Council yang bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha kreatif dan sosial di Inggris dan lima negara berkembang yaitu Indonesia, Pakistan, Brazil, Mesir, dan Afrika Selatan. DICE ditujukan untuk mendukung inisiatif yang dirancang dan dilaksanakan bersama-sama antara organisasi United Kingdom (UK) dan organisasi pendukung sektor kreatif dan sosial seperti enabler, akselerator, dan universitas.
Kali ini DICE hadir di acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2018. Festival yang dihadiri komunitas, pegiat kota, pelaku usaha, akademisi & pemerintah daerah untuk mengikuti perkembangan kota kreatif di Indonesia yang terhubung dengan jejaring kota kreatif dunia dan Kabupaten Sleman dijadikan sebagai tuan rumah pada tahun 2018 ini. Dalam kesempatan ini membawa pemenang British Council DICE travel grant yaitu organisasi Summit Remix dan Lensational keduanya dari UK. Organisasi tersebut sedang melakukan kunjungan untuk bisa berkolaborasi dengan organisasi dari Indonesia.
Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama menghadirkan ICCF 2018 pada 15-20 Oktober 2018 dengan tema Holopis Kutha Baris lewat acara Conference dan Cities Gallery. Setiap tahunnya konferensi ini dihadiri oleh lebih dari delegasi penggerak kota, komunitas kreatif, wirausahawan kreatif, akademisi, walikota, bupati, organisasi perangkat daerah, serta ratusan simpul penggerak kota kreatif di Indonesia dengan narasumber dan mentor dari Indonesia, Asia Tenggara dan jejaring kota kreatif dunia.
Di sesi ini diikuti oleh 30 orang wirausaha kreatif dari berbagai kota di Indonesia, termasuk perwakilan dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo. Acara dibuka oleh Irma perwakilan dari British Council menyampaikan gambaran kegiatan DICE di Indonesia.
“Berbicara tentang Indonesia yang diperkirakan di tahun 2050 mendatang menjadi negara ekonomi terbesar ke-4 di dunia. Apabila tidak melibatkan kelompok inklusif dengan berbagai latar belakang maka mereka akan tertingga jika tidak berkontribusi. Tujuan kegiatan ini untuk membangun enterprise-enterprise kreatif yang baru dengan membuka lapangan pekerjaan untuk kelompok inklusif,” tutur Irma.
Selanjutnya, Pieter dari Summit Remix, memaparkan mengenai aktivitas organisasi Summit Remix yang menghasilkan produk-produk kebudayaan yang bisa menghasilkan perekonomian. Organisasi ini sangat peduli dengan wirausaha kreatif.
“Sekarang lebih banyak wirausaha kreatif yang memadukan kebudayaan dengan kewirausahaan sehingga wirausaha bisa lebih kreatif untuk mencari sumber pendanaan,” ucap Pieter.
Di akhir sesi, Shany dari Lensational memaparkan mengenai teknik fotografi. Lensational mengajarkan cara memotret menggunakan kamera kepada perempuan-perempuan asal Indonesia yang bekerja di Hongkong (TKW-red) sehingga mereka mempunyai penghasilan dari penjualan karya fotografinya. Bahkan bisa meraih banyak kejuaraan dalam lomba fotografi di Hongkong. Setelah mendapatkan pelatihan dari Lensational para pekerja perempuan bisa menghasilkan karya fotografi yang bagus karena mendapatkan sudut pandang yang menarik, otentik, dan unik. Sebagai fotografer mereka membuktikan bahwa kreativitas bisa memisahkan batas-batas ekonomi.
“Tujuan Lensational adalah untuk Pemberdayaan perempuan secara emosional, ekonomi, dan mencapai kesetaraan gender,” kata Shany. (Adnan Nurtjahjo)



