Puskesmas Turi Adakan Pertemuan Kader Posbindu PTM

Turi – Puskesmas Turi mengadakan pertemuan kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular se-Kecamatan Turi, Rabu (31/10/2018).

Pertemuan diikuti oleh semua kader yang ada di Desa Bangunkerto, Wonokerto, Girikerto, dan Donokerto. Pertemuan ini sudah rutin diadakan untuk mengevaluasi kegiatan yang berlangsung di Posbindu.

Hadir dalam pertemuan itu dari Puskesmas Turi, Dwi Ratna Ningsih. Dwi mengatakan dengan adanya pertemuan ini pihaknya bisa memantau permasalahan kesehatan yang di masyarakat Turi.

Pun, dirinya berharap dusun lain yang belum ada Posbindu untuk segera membuat kader sehingga bisa melayani masyarakat di dusunnya masing-masing.

“Dengan adanya Posbindu, masyarakat dapat selalu menjaga kesehatan dan dengan cepat bisa mendeteksi sejak dini. Dengan deteksi dini penyakit masyarakat bisa langsung berobat ke puskesmas dan penyakit akan mudah tertangani, mengingat di Kecamatan Turi penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat adalah hipertensi dan asam urat,” imbuh beliau.

Posbindu PTM sendiri adalah pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular dengan sasaran khusus untuk usia 15-59 tahun. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendeteksi dini atau screening penyakit tidak menular. Adapun pelayanan meliputi cek tensi darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Cek rutin setiap bulan ini bersifat gratis. (Harman)




Sleman Fokus pada Capaian PBB tahun 2018

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman saat ini tengah berfokus pada capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018.

Menurut data BKAD yang disampaikan oleh Kusniyati, selaku Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan BKAD Kabupaten Sleman, dari target PBB tahun 2018 sebesar Rp 72 miliar, sampai akhir Oktober ini target telah tercapai 98,10% sehingga pada akhir tahun yaitu bulan Desember diharapkan bisa terealisasikan di atas 100%.

“Kami menargetkan untuk tahun ini ada 3 kecamatan yang lunas, tahun 2017 ada 2 kecamatan yang lunas PBB per 31 Desember yaitu Kecamatan Sayegan dan Cangkringan, inshaAllah di tahun 2018 ada tambahan yaitu Kecamatan Moyudan,” ujarnya, Rabu (31/10/2018) di Rumah Makan Jimbaran, Sleman.

Kusniyati juga menjelaskan bahwa pada tahun 2018 ini ada 410 pedukuhan yang sudah melunasi pajak sebelum jatuh tempo pada 29 September 2018. Sementara itu, 16 desa juga sudah membayar lunas pajak di antaranya adalah Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo, Desa Wukirsari, Desa Margoagung, Desa Margodadi, Desa Margokaton, Desa Margomulyo, Desa Sumberahayu, Desa Sumbersari, Desa Sumberarum, Desa Girikerto, Desa Sambirejo, Desa Wukirharjo, Desa Bimomartani, dan Desa Sindumartani.

Sementara itu Bupati Kabupaten Sleman, Sri Purnomo menambahkan bahwa pengumpulan dari pajak dan retribusi tersebut nantinya akan digunakan untuk melancarkan pembangunan. “Kami berharap target di tahun 2019 komponen untuk menyumbang APBD yang berupa PAD (Pendapatan Asli Daerah-red) itu juga ditingkatkan lagi,” jelasnya.