Gelar Macapat Paguyuban Sekar Kencana Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Sabtu (3/11/2018), Paguyuban Macapat Sekar Kencana Kecamatan Ngaglik dengan Pakaian Seragam Jawa lengkap, menampilkan kebolehannya dalam tembang macapat.

Acara tersebut dihadiri 50 orang peserta. Ikut hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Kecamatan Ngaglik, Purwati, Mantan Kepala Seksi Kesmas Kecamatan Ngaglik Muryanto serta Perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman sekaligus sebagai Sekretaris Paguyuban Macapat Sekar Manunggal Sembada Kabupaten Sleman, Sarjiyono, Ketua Paguyuban Macapat Sekar Kencana Kecamatan Ngaglik Suyud, dan Koordinator Macapat Kecamatan Ngaglik, Erna Sutami, yang juga tuan rumah kegiatan ini.

Erna mengucapkan selamat datang selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para undangan di Dusun Kencuran ini.  “Saya juga mewakili Pemerintah Desa Sukoharjo menyambut baik atas diadakannya gelar macapat ini, saya harap kegiatan seperti ini terus bisa berlangsung,” ujarnya.

Sekretaris Camat Ngaglik pun menyambut antusias. Pihak kecamatan sangat terima kasih karena kebudayaan Jawa ini tetap dilestarikan.

Purwati juga mengharapkan ada kaderisasi atau regenerasi sehingga kegiatan macapat ini tidak berkurang bahkan hilang tergerus oleh zaman.

“Untuk itu mari kerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Ngaglik untuk bisa melestarikan kegiatan macapat ini,” pungkasnya. (Suripto)




Merti Dusun Wujudkan Sleman Berbudaya dan Bermartabat

Masyarakat Dusun Jetis, Mororejo, Tempel Kabupaten Sleman mengadakan Merti Dusun, Sabtu (3/11/2018) dengan tema “Guyup Rukun Gayeng Gumregah Nyawiji Ing Budoyo “. Acara dihadiri Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Kepala Desa Mororejo Roni Nurdiyantara, perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Agus Sumaryono, Kepala Dusun, dan masyarakat Jetis.

Ketua Panitia Penyelenggara, Karjo Sunaryo mengatakan, rangkaian acara sudah dimulai sejak hari Jumat (2/11/2018) malam dengan mengadakan pengajian dan doa bersama. Kemudian Sabtu (3/11/2018) siang dilaksanakan kirab mengelilingi dusun dan pentas jatilan dari Abdi Iromo serta puncaknya malam hari dengan menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Dewa Ruci oleh Dalang Ki Bayu Sugati.

Selanjutnya dikatakan, tujuan merti dusun adalah sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas karunia yang telah diberikan, dan memohon agar masyarakat Dusun Jetis tidak memandang tua, muda, besar kecil, laki-laki, maupun perempuan dijauhkan dari bencana dan dimudahkan dalam mencari rejeki.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengapresiasi dan bangga kepada masyarakat Dusun Jetis yang telah menyelenggarakan merti dusun sesuai dengan misi Kabupaten Sleman yaitu Sleman yang berbudaya dan bermartabat.

Selanjutnya ia memuji tema yang diambil yaitu guyub rukun gayeng gumregah nyawiji ing budoyo, harapannya apa yang menjadi tema itu bisa dijadikan tema di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten pada umumnya.

“Sebentar lagi kita akan punya perhelatan akbar yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden, saya minta kepada masyarakat untuk tetap guyub rukun,gayeng, gumregah nyawiji ing budoyo walaupun pilihan berbeda-beda jangan sampai setelah selesai pemilihan terjadi perpecahan di masyarakat,” ungkap Sri Muslimatun. (Surono)