Prapto Jaga Eksistensi Andong di Pasar Tempel

Turi – Di zaman modern ini angkutan tradisional andong di Pasar Tempel sudah ditinggalkan oleh masyarakat. Ini mengingat semua yang dilakukan oleh masyarakat dituntut serba cepat termasuk angkutan.
Saat ini andong yang ada di Pasar Tempel tersisa satu buah yang masih bertahan yaitu milik Prapto.
Menurut Prapto saat ditemui Selasa (6/11/2018), ia sudah memiliki andong sejak tahun 70an dan sampai saat ini masih bertahan.
Prapto berpendapat, andong adalah salah satu alat angkutan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Andong memasuki masa kejayaannya pada era tahun 80an. Akan tetapi, setelah mulai ada mobil maka masyarakat mulai pindah ke angkutan mobil dan andong mulai ditinggalkan.
Namun Prapto tidak patah semangat untuk terus memelihara dan menjalankan andongnya. Setiap hari ia masih terus memangkal di Pasar Tempel meskipun belum tentu dalam satu hari itu mendapatkan penumpang.
“Sekarang kebanyakan penumpang andong adalah orang tua yang mengajak anaknya atau cucunya untuk berwisata naik andong dan belum tentu setiap hari ada kadang satu Minggu sekali baru ada penumpang,” ujarnya.
Hal ini tidak menghentikan Prapto sebab memelihara kuda dan merawat andong sudah menjadi kesukaannya. Ia tetap bersyukur karena pernah juga merasakan pendapatan yang cukup dengan punya andong.
Prapto bisa menyekolahkan anak-anaknya dan bisa membangun rumah sehingga selama masih mampu ia akan terus memelihara kuda dan menjalankan andongnya. (Harman)
