PPK Gamping Gelar Rapat Pleno Terbuka Tetapkan DPTHP-1 Perbaikan Pemilu 2019

Gamping – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPTHP-1) Pemilihan Umum 2019 di tingkat Kecamatan Gamping. Kegiatan digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Camat Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (10/11/2018) pukul WIB.

Rapat pleno terbuka DPTHP-1 dihadiri oleh Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, dan anggotanya M. Mualif serta Lena Lailasari Girsang, Perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Komisioner KPU Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari, Ketua Panwaslu kecamatan Gamping Kurniawan Prihandoko, serta anggotanya Djoko Purwono, Ketua PPS Se- Kecamatan Gamping beserta anggotanya, Peserta pemilu 2019 yang diwakili Dwijo dari partai Golkar, dan Edisa Putra Ginting dari Partai PSI dan Junaeni dari Partai PKS.

Menurut ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-1) di tingkat Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman dalam Pemilihan Umum Tahun 2019, dilaksanakan berdasar Surat Edaran Ketua KPU Kabupaten Sleman Nomor: 838/ tanggal 2 November 2018 perihal Penyempurnaan DPTHP-1.

“Atas rekomendasi Bawaslu dan masukan Partai Politik Peserta Pemilu pada saat Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-1) dan Surat Edaran Ketua KPU Republik Indonesia Nomor: 1351/ /2018 Tanggal 1 November 2018 perihal Penyelesaian Tindak lanjut Data 31 Juta Pemilih. Maka PPK di Kecamatan Gamping telah melaksanakan, Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPTHP-1),”ungkap Adnan.

Adapun dalam berita acara disebutkan, Pemilih baru berjumlah pemilih dengan rincian laki-laki berjumlah pemilih dan perempuan berjumlah pemilih, pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 781 pemilih laki-laki 382 pemilih dan perempuan berjumlah 399 pemilih, pemilih perbaikan data sebanyak 127 pemilih dengan rincian laki-laki berjumlah 56 pemilih, dan pemilih perempuan sebanyak 71 pemilih, Pemilih potensial non KTP sebanyak 501 pemilih dengan rincian laki-laki berjumlah 251 pemilih, dan pemilih perempuan berjumlah 250 pemilih, yang tersebar di lima desa dan 279 TPS se-Kecamatan Gamping.

“Saat ini kami telah menggelar Rapat Pleno yang dihadiri unsur PPK, Panwaslu, PPS, Perangkat Pemerintah Kecamatan dan perwakilan partai politik. Sehingga pembacaan pleno sudah kita laksanakan secara prosedur dan sudah tercapai kesepakatan bersama. Selanjutnya hasil rapat pleno tingkat PPK ini dijadikan bahan rapat pleno di tingkat KPU Kabupaten Sleman,” pungkas Ketua PPK Gamping ini. (Adnan Nurtjahjo)




Tes CPNS Sleman Terpantau Lancar

Bupati Sleman pantau pelaksanaan hari kedua ujian Computer Assisted Tes (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Sleman di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (9/11/18). Dalam pantauan tersebut Bupati didampingi Plt Kepala BKPP, Suyono, Asekda Bidang Administrasi Umum, Arif Haryono, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten SLeman, Sri Wantini.

Sri Purnomo mengatakan berdasarkan dari pantauannya, pelaksanaan tes pada hari kedua tersebut berjalan lancar. Menurutnya para peserta mengikuti tes sesuai ketentuan yang berlaku dan sarana prasarana sudah dipersiapkan dengan baik oleh panitia. “Saya berharap dengan sistem CAT ini bisa terseleksi CPNS yang terbaik sehingga dapat mendukung performa pemerintah daerah semakin lebih baik lagi,” kata Sri Purnomo.

Menyikapi kelulusan peserta di DIY-Jateng yang rata-rata baru sekitar 7-8 %, Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemkab Sleman mengikuti kebijakan passing grade SKD yang diberlakukan pemerintah pusat. Menurutnya passing grade dengan skor total minimal 298, dengan perincian minimal skor di setiap tes yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143 cukup memberatkan peserta.

“Ya monggo inikan penyelenggara pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya melaksanakan. Kalau memang menggunakan passing grade yang telah ditentukan tapi kenyataan banyak yang belum masuk artinya kalau ini dipertahankan maka akan banyak formasi yang tidak terisi,” kata Sri Purnomo.

Sementara itu Plt. Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Suyono menjelaskan bahwa pada pelaksanaan tes pada hari pertama peserta yang terdata yaitu 1663 orang, namun 30 peserta tidak hadir. “Dari total peserta hari pertama yang mengikuti tes baru sekitar 6% yang lolos passing grade,” kata Suyono.

Lebih lanjut Suyono mengatakan bahwa peserta lolos administrasi dan mengikuti SKD di Kabupaten Sleman sebanyak 5261 orang terdiri dari 1 pelamar tenaga honorer, 68 pelamar lulusan terbaik dan 5192 pelamar umum. “Tes dilaksanakan selama tiga hari yaitu 8-10 November 2018 di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa. Hari pertama dan kedua empat sesi dan hari terakhir lima sesi,” tambahnya.