Jelang pemilu Bakesbangpol Gelar FGD Bersama Komunitas Intelijen Daerah Sleman

Gamping – Kamis (22/11/2018) pukul WIB, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Unit 1 Pemerintah Daerah Sleman. FGD kali ini mengangkat tema meningkatkan jaring komunikasi intelijen daerah bersama komponen masyarakat sebagai upaya mewujudkan pemilu serentak yang damai.

Peserta FGD berasal dari unsur organisasi kemasyarakatan dan penyelenggara pemilu tingkat kecamatan. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bersama 16 ketua PPK se-Kabupaten Sleman turut hadir sebagai peserta FGD karena dianggap oleh Bakesbangpol mempunyai peranan penting dalam kesuksesan penyelenggaran pemilu 2019 mendatang.

Giat yang dipandu oleh Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan nasional Bakesbangpol Sleman, Setiharno juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Dengan narasumber Iptu Dwi Daryanto dari Polres Sleman, Kapten mariji dari Kodim 0732/Sleman dan AKBP Sugiyono sebagai koordinator wilayah Badan Intelijen Negara Daerah istimewa Yogyakarta.

Dalam pemaparannya Iptu Dwi Daryanto membahas tentang kondusifitas ketentraman, ketertiban, dan keamanan dalam pemilu serentak 2019 di wilayah hukum Polres Sleman. Menurut Iptu Dwi, Pemilu mendatang memiliki kompleksitas tersendiri karena dilaksanakan secara serentak antara pemilu legislatif dan pemilu presiden, masyarakat dihadapkan pada lima jenis surat suara, selain itu calon legislatif tidak hanya fokus pada pemenangan calon legislatif namun juga fokus dalam pemenangan calon Presiden.

“Menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemilu, pihak keamanan maupun seluruh pihak terkait untuk mewujudkan pemilu yang berdaulat,” sambung Iptu Dwi.

Di sesi selanjutnya, AKBP Sugiyono menyampaikan materi tentang peningkatan kegiatan intelijen dalam upaya mewujudkan pemilu 2019 yang damai. Menurutnya, partisipasi masyarakat jadi penentu keberhasilan pelaksanaan Pemilu. Trend menurun dalam empat kali Pemilu di era reformasi, jadi tantangan penyelenggara Pemilu 2019. Tingkat partisipasi Pemilu 2014 yang sebesar 69,58%, akan pengaruhi pola pikir masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilu 2019. Selain itu Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kebudayaan, juga ‘Miniatur Indonesia’ DIY berpotensi untuk bangun harmoni, sekaligus rawan terjadinya konflik SARA.

“Penghayatan nilai-nilai ideologi Pancasila yang menurun dan kuatnya ideologi asing, juga jadi tantangan bersama,” tutur AKBP Sugiyono. (Adnan Nurtjahjo)




Panwascam dan PPK Gamping Bersinergi Gelar Rakor Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Gamping – Kamis (22/11/2018) pukul WIB, Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Gamping bersinergi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menggelar Rapat Koordinasi tentang pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dihelat di RM. Kebon Ndelik, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Rakor dihadiri oleh Ketua Panwascam Gamping, Kurniawan Prihandoko, didampingi Komisioner Panwascam Iman Sumarlan dan Djoko Purwono beserta seluruh stafnya, Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bersama Komisioner PPK Lena Lailasari Girsang dan M. Mualif, staf sekretariat Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sleman, Arsyad, Panwaslu tingkat desa serta Pengurus Partai Politik peserta pemilu serentak 2019.

Dalam sambutannya, Kurniawan menyampaikan bahwa dengan adanya pertemuan ini bisa menyatukan pendapat berkaitan dengan pemasangan APK oleh peserta pemilu agar tidak melanggar aturan yang sudah dikeluarkan oleh penyelenggara pemilu. “Apabila peserta pemilu mematuhi tata tertib pemasangan APK akan menjadikan wilayah Kecamatan Gamping yang aman dan damai dalam pelaksanaan kampanye,” ucap Panwascam yang akrab disebut Ki Wawan ini.

Selanjutnya Ketua PPK Gamping memaparkan materi dihadapan pengurus partai politik tingkat kecamatan berkaitan dengan jenis dan jumlah APK yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, jenis dan jumlah APK yang dapat dicetak oleh Peserta Pemilu, rancangan keputusan KPU Kabupaten Sleman tentang lokasi pemasangan APK, mekanisme penyerahan APK kepada peserta pemilu, mekanisme pemasangan, pemeliharaan, penggantian dan penurunan APK, serta desain APK yang harus disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adnan Iman menambahkan, Kampanye dalam sebuah pemilu merupakan bagian yang penting. Pada tahapan ini, peserta pemilu akan menggunakan cara atau metode tertentu untuk mempengaruhi pilihan para pemilih. Dalam kaitannya dengan kampanye, KPU diamanatkan untuk memfasilitasinya. Untuk melaksanakan pasal 275 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan Peraturan KPU nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye, KPU memfasilitasi metode kampanye sesuai dengan kemampuan anggaran Negara.

“Oleh karena itu, jumlah APK yang difasilitasi oleh KPU Sleman jumlahnya terbatas. Apabila peserta pemilu akan menambah jumlah APK maka harus berkoordinasi ataupun berkonsultasi dengan KPU Sleman,” tutur Penyelenggara Pemilu yang berasal dari Desa Trihanggo ini. (Adnan Nurtjahjo)




Desa Ngadirejo Temanggung Lakukan Kunjungan ke Wonosari Bangunkerto

Turi – Kamis (22/11/2018), Pemerintah Desa Ngadirejo Temanggung beserta kader lingkungan hidup melakukan kunjungan ke Wonosari, Bangunkerto, Turi.

Rombongan berjumlah lima puluh orang yang terdiri dari perangkat desa, dukuh, dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Ngadirejo.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Lurah Ngadirejo Temanggung, Nurul Aqiqah ini, tiba pada pukul WIB.

Adapun tujuan kunjungan ke kampung Wonosari disampaikan Nurul untuk belajar tentang penataan lingkungan pemukiman, seperti pemanfaatan lahan pekarangan, kebersihan lingkungan, penanaman sayuran, dan pengolahan sampah menjadi kerajinan sehingga kampung menjadi bersih, indah, dan rapi.

Ke depannya pun Kelurahan Ngadirejo Temanggung akan meniru cara penataan lingkungan yang ada di Wonosari.

“Ini sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kelurahan Ngadirejo bahwasanya di tahun 2019 Desa Ngadirejo Temanggung akan mengubah wajah desanya menjadi desa green and clean,” kata Nurul.

Dipilihnya Wonosari Bangunkerto sebagai tempat untuk studi banding ditambahkan Nurul karena Dusun Wonosari telah memenangi berbagai macam lomba, di antaranya juara satu Lomba Green and Clean tingkat Kabupaten Sleman, juara satu Lomba Kampung Hijau tingkat Provinsi DIY, juara dua Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tingkat Kabupaten Sleman, dan memperoleh sertifikat nasional Program Kampung Iklim kategori utama.

Kegiatan penataan lingkungan di Dusun Wonosari sendiri sudah dimulai sejak tahun 2014 yang dipelopori oleh Suharman dan telah berhasil mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan merawat lingkungannya. Kesadaran dan dukungan masyarakat inilah yang bisa menjadikan kampung Wonosari Bangunkerto selalu bersih, rapi, dan indah sehingga layak untuk dijadikan tempat untuk studi banding desa-desa lainnya. (Harman)