Jaringan Demokrasi Indonesia Dorong Munculnya Kelembagaan Demokrasi

Gamping – Sukses pelaksanaan pemilu tergantung pada beberapa pilar penyangga penting, salah satunya adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang valid. Untuk mewujudkan hal itu ternyata bukan hal yang mudah. Ada beberapa variabel yang mendukung validnya DPT, yakni dinamika penduduk, kesadaran warga tentang hak pilihnya, kinerja panitia pemutakhiran data dan tentu saja regulasi terkait hak pilih.

Menyikapi hal tersebut, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Daerah istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Network for Democracy and Electoral Integrity (NETGRIT) dan Institute for Democracy and Welfarism (IDW) menggelar diskusi publik di Cafe Silol Kotabaru, Yogyakarta, Senin (12/11/2018).

Diskusi yang dimulai pukul WIB ini diikuti peserta diskusi yang sebagian besar merupakan staf sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan pengawas Pemilu (Bawaslu), mantan penyelenggara pemilu di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua PPK Jetis Kota Yogyakarta, Edward Pahlevi, Komisioner KPU Sleman, Aswino Wardhana, serta mantan Ketua Bawaslu DIY periode 2012-2017, Mohammad Najib.

Materi diskusi disampaikan oleh Komisioner KPU DIY, Wawan Budianto, Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono serta peneliti senior JaDI DIY, Johan Komara. Dalam diskusi membahas apa saja problem penyempurnaan data pemilih, mengatasi data anomali, menangani isu kegandaan, serta membangun dan menumbuhkan faktor potensial akurasi DPT.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Rany, disampaikan bahwa KPU sebagai lembaga yang ditugasi untuk menyelenggarakan pemilu sejauh ini sudah melakukan sejumlah cara untuk melakukan validasi yang sifatnya berlaku secara nasional, antara lain, dicanangkannya momen gerakan coklit nasional.

“Pada saat itu di semua level KPU melakukan gerakan pendataan terbuka dengan menjadikan figur publik sebagai pusat perhatian. Dibangun pula sistem aplikasi data pemilih yang bisa diakses masyarakat,” kata Rani

Para pemantik menjabarkannya untuk konteks DIY dari perspektif pelaksana pemilu (KPU DIY), pengawas pemilu (Bawaslu DIY) dan perspektif independen (JaDI DIY). Semuanya dimaksudkan agar validitas data pemilih bisa diperoleh yang ditindak lanjuti dengan regulasi, sampai ke kemungkinan memunculkan partisipasi masyarakat yang membangun.

Rencana tindak lanjut diskusi publik ini akan dilakukan jaDI DIY sejalan dengan visi dan misinya, serta mendorong terbangunnya pelembagaan demokrasi dengan cara-cara proaktif termasuk pengajuan rekomendasi sampai advokasi publik. (Adnan Nurtjahjo)




Sinduadi Terima Tim Monitoring dan Evaluasi PKK KKBPK Kesehatan DIY

Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (12/11).

Bertempat di Kantor Desa Sinduadi, penerimaan Tim Monitoring dan Evaluasi tingkat DIY disambut dengan pengalungan selendang yang diselingi beberapa penampilan di antaranya senam lansia dan karawitan lansia. Kegiatan evaluasi ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo beserta Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sleman, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan bahwa dengan adanya kunjungan tim ini diharapkan dapat semakin memotivasi PKK Kabupaten Sleman untuk berperan aktif dalam pembangunan. Momentum ini juga merupakan saat yang sangat tepat untuk kembali melakukan evaluasi terhadap hasil kegiatan program-program pelayanan kesehatan serta upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sleman, khususnya kesehatan ibu.

“Untuk itu saya mendorong agar setiap lini masyarakat seperti dasa wisma dan posyandu untuk berperan aktif dalam meningkatkan kegiatan dan kualitas pemberdayaan ketahanan keluarga,” jelasnya.

Selanjutnya disampaikan Sri Purnomo, keberadaan PKK-KKBPK-Kesehatan Desa Sinduadi memiliki beberapa tujuan yaitu mewujudkan keluarga yang mandiri, kreatif, produktif, mewujudkan keluarga yang harmonis, berkepribadian, dan mencapai keluarga yang sejahtera, sakinah, mawadah warahmah. Desa Sinduadi memiliki inovasi yang dilaksanakan dalam TP PKK berupa BKB Holistik Integratif, PAUD yang dilaksanakan setiap hari senin-jumat, dan BKB yang dilaksanakan bersamaan dengan posyandu setiap satu bulan sekali.

Sementara itu, Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi tingkat DIY mengatakan bahwa Kegiatan PKK-KKBPK-Kesehatan telah dilaksanakan selama bertahun-tahun dan akan terus dilaksanakan sesuai permasalahan yang ada. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sejauh mana peran PKK dalam kegiatan KB dan kesehatan. Dalam tahun ini diharapkan peran PKK agar lebih ditingkatkan baik dalam kegiatan PKK, KB, dan Kesehatan.

“Semoga tahun 2019 Lomba PKK-KKBPK-Kes di Kampung KB dapat dilaksanakan secara terintegrasi bersama OPD terkait sehingga lebih berhasil,” ujarnya.




BSMI DIY Kirim Relawan Bantu Pemulihan Kesehatan Korban Gempa Sigi

Gamping – Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) D.I. Yogyakarta yang berkantor di Banyuraden, Kecamatan Gamping memberangkatkan dr. Fira beserta perawat Suci, dan bagian umum, Eko ke Rumah Sakit Lapangan (RSL) BSMI yang terletak di Jalan Pramuka Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018).

Ketiga relawan tersebut akan mengabdi selama 1 minggu dari tanggal 12 hingga 19 November 2018 demi tugas kemanusian di RSL BSMI Sigi yang kekurangan tenaga medis dan nonmedis untuk melayani pasien korban gempa.

Desa Lolu Kecamatan Biromaru menjadi salah satu desa terparah terdampak gempa disertai tanah bergerak dan bergelombang akibat likuefaksi. Likuefaksi adalah fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa sehingga tanah menjadi amblas. Akibat fenomena ini hampir keseluruhan bangunan gedung termasuk rumah-rumah warga rata dengan tanah pasca gempa.

Kondisi di lapangan saat ini, sebagian besar warga Desa Lolu yang mengungsi telah kembali. Mereka mengambil atap dan kayu sisa puing reruntuhan, kemudian dibangun kembali di halaman atau pekarangan rumah seadanya.

Menurut Ketua BSMI DIY, dr. Bambang Edi Susyanto sumbangsih ini untuk membantu penyembuhan para korban gempa, Tim dari BSMI membawa beberapa perlengkapan medis dan logistik untuk para korban gempa dan tsunami.

“Selain membawa perlengkapan medis dan sejumlah logistik, relawan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemulihan kesehatan korban gempa,” lanjut dr. Bambang. (Adnan Nurtjahjo)




Munaqosyah Ukur Kemampuan Penguasaan Materi Pembelajaran Santri

Gamping – Minggu (11/12/2018) pukul WIB, Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Rayon Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman menyelenggarakan Munaqosyah di Kompleks TPA Ar-Rahman Baturan, Desa Trihanggo.

Munaqosyah adalah suatu proses yang berlangsung dalam rangka menentukan nilai dari segala sesuatu dalam pembelajaran, bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi bagi murid, guru dan penguji (munaqisy-red)

Ketua Panitia Munaqosyah, Sargino menyampaikan bahwa peserta Munaqosyah berjumlah 43 santri yang berasal dari Desa Trihanggo dan Desa Nogotirto. Adapun Tim penguji, antara lain Sargino, Ria Kristiyanti, Hilya Hanisah, M. Aryo Nurdian, Harsiti, serta Dina Wiji yang berasal dari luar wilayah dua desa tersebut.

Materi yang diujikan dalam Munaqosyah yaitu Tartil Alquran, Hafalan Bacaan Sholat, dan Hafalan Ayat Pilihan dengan nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) antara 13 hingga 20. “Suatu proses pembelajaran diharapkan memiliki kualitas yang baik, untuk mewujudkan harapan tersebut maka setiap unsur yang terlibat dalam proses pembelajaran, pembinaan dan pengawasan harus memenuhi standart melalui munaqosyah,” tutur Sargino.

Selanjutnya, dengan munaqosyah bisa mengukur kemampuan santri dalam menerima materi – materi yang sudah diajarkan oleh ustadz/ustadzah nya di lembaga pendidikan alquran, mengetahui penguasaan target pembelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum, menumbuh kembangkan motivasi murid untuk meraih prestasi belajar yang lebih baik, serta memantapkan kesiapan santri untuk masuk kejenjang berikutnya. (Adnan Nurtjahjo)




PPK Gamping Gelar Rapat Pleno Terbuka Tetapkan DPTHP-1 Perbaikan Pemilu 2019

Gamping – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPTHP-1) Pemilihan Umum 2019 di tingkat Kecamatan Gamping. Kegiatan digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Camat Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (10/11/2018) pukul WIB.

Rapat pleno terbuka DPTHP-1 dihadiri oleh Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, dan anggotanya M. Mualif serta Lena Lailasari Girsang, Perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Komisioner KPU Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari, Ketua Panwaslu kecamatan Gamping Kurniawan Prihandoko, serta anggotanya Djoko Purwono, Ketua PPS Se- Kecamatan Gamping beserta anggotanya, Peserta pemilu 2019 yang diwakili Dwijo dari partai Golkar, dan Edisa Putra Ginting dari Partai PSI dan Junaeni dari Partai PKS.

Menurut ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-1) di tingkat Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman dalam Pemilihan Umum Tahun 2019, dilaksanakan berdasar Surat Edaran Ketua KPU Kabupaten Sleman Nomor: 838/ tanggal 2 November 2018 perihal Penyempurnaan DPTHP-1.

“Atas rekomendasi Bawaslu dan masukan Partai Politik Peserta Pemilu pada saat Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-1) dan Surat Edaran Ketua KPU Republik Indonesia Nomor: 1351/ /2018 Tanggal 1 November 2018 perihal Penyelesaian Tindak lanjut Data 31 Juta Pemilih. Maka PPK di Kecamatan Gamping telah melaksanakan, Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPTHP-1),”ungkap Adnan.

Adapun dalam berita acara disebutkan, Pemilih baru berjumlah pemilih dengan rincian laki-laki berjumlah pemilih dan perempuan berjumlah pemilih, pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 781 pemilih laki-laki 382 pemilih dan perempuan berjumlah 399 pemilih, pemilih perbaikan data sebanyak 127 pemilih dengan rincian laki-laki berjumlah 56 pemilih, dan pemilih perempuan sebanyak 71 pemilih, Pemilih potensial non KTP sebanyak 501 pemilih dengan rincian laki-laki berjumlah 251 pemilih, dan pemilih perempuan berjumlah 250 pemilih, yang tersebar di lima desa dan 279 TPS se-Kecamatan Gamping.

“Saat ini kami telah menggelar Rapat Pleno yang dihadiri unsur PPK, Panwaslu, PPS, Perangkat Pemerintah Kecamatan dan perwakilan partai politik. Sehingga pembacaan pleno sudah kita laksanakan secara prosedur dan sudah tercapai kesepakatan bersama. Selanjutnya hasil rapat pleno tingkat PPK ini dijadikan bahan rapat pleno di tingkat KPU Kabupaten Sleman,” pungkas Ketua PPK Gamping ini. (Adnan Nurtjahjo)