Turi Masuki Tahap Akhir Pembuatan Film Program Inovasi Desa

Turi – Senin (5/11/2018) Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Turi melakukan proses akhir pembuatan film program Inovasi Desa yang ada di Turi.
Kegiatan yang dimulai dari Jumat (2/11/2018) hingga Senin (5/11/2018) ini, meliputi beberapa lokasi, yaitu kantor kecamatan dan desa di Kecamatan Turi.
TPID Kecamatan Turi yang diketuai oleh Suharman bekerja untuk menampung program Inovasi Desa yang ada di Kecamatan Turi, yaitu dari Desa Bangunkerto, Donokerto, Girikerto, dan Wonokerto.
Setiap desa menurut Suharman mempunyai program inovasi yang berbeda-beda tergantung dengan keadaan wilayahnya masing-masing.
Desa Donokerto mempunyai program inovasi wisata olahraga yaitu dengan telah dimulainya pembangunan Donokerto Sport Center, sarana olahraga terlengkap di wilayah Sleman Utara, terdiri dari lapangan sepak bola, bola voli, futsal, basket, dan tenis.
“Yang semuanya itu akan dijadikan satu tempat di Donokerto Sport Center sehingga ke depannya bisa menampung dan menghasilkan bibit-bibit olahraga di Turi khususnya dan Sleman Utara umumnya,” tutur Suharman.
Suharman menambahkan, sarana yang sudah jadi adalah lapangan bulutangkis dengan tiga line dan sudah dipakai latihan oleh klub bulutangkis yang ada di Sleman. “Selain itu juga sebagai tempat kegiatan turnamen Jarum Sirnas sehingga anak-anak yang berbakat di Turi bisa tersalurkan,” tambahnya.
Adapun tujuan dibuatnya film ini disampaikan Haryo Yudianto, Ketua Tim Inovasi Kabupaten, adalah untuk mendokumentasikan program inovasi di masing-masing desa yang nantinya akan dikumpulkan di kabupaten dan akan diputar di Bursa Inovasi Desa.
Di dalam Bursa Inovasi Desa tersebut akan diundang semua camat dan kepala desa se-Kabupaten Sleman sehingga kepala desa bisa saling tukar informasi juga tukar Inovasi.
“Dengan demikian dapat mempercepat pembangunan serta kemajuan di semua desa. Selain itu, juga akan diambil program Inovasi Desa yang bagus dan nantinya akan dikirim ke kementerian supaya dapat ditiru oleh semua desa di Indonesia,” tutur Haryo. (Harman)



