KIM Kabupaten Sleman Terima Kunjungan Persahabatan FLKM Kota Salatiga

Gamping – Jumat (30/11/2018) pukul WIB, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi banding Forum Lembaga Komunikasi Masyarakat (FLKM) Kota Salatiga, Jawa Tengah di Aula Lantai III Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Rombongan dipimpin oleh Assisten Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Kota Salatiga, H. Daryadi. Peserta studi banding antara lain, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Salatiga, Perangkat Kecamatan Tingkir, Kecamatan Argomulyo, Kecamatan Sidomukti, Kecamatan Sidorejo, FLKM Kecamatan Tingkir, FLKM Kecamatan Sidomukti, FLKM Kecamatan Argomulyo, serta FLKM Kecamatan Sidorejo yang berjumlah 80 orang.

Rombongan FLKM Kota Salatiga diterima oleh Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo, Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro, serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani yang didampingi oleh Sekretaris KIM Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, dan Ketua KIM Ngaglik, H. Suripto.

Mewakili FLKM Salatiga, H. Daryadi menyampaikan bahwa tujuan kunjungan FLKM Salatiga ini untuk bersilaturahmi dan menimba ilmu mengenai Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di Kabupaten Sleman. Menurut informasi yang didapatkannya KIM Kabupaten Sleman telah melakukan beberapa inovasi berkaitan program kerja pemberdayaan KIM dengan adanya lomba-lomba, buletin, dan lain-lain.

Disampaikan juga KIM Salatiga baru dikukuhkan tahun 2018 ini dengan KIM Mutiara yang berada di Kelurahan Bugel sebagai pilot project, namun sebagai embrio sudah dibentuk FLKM yang tugas dan fungsinya hampir sama dengan KIM di bawah naungan bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga. Untuk itu Pemkot Salatiga berencana merestrukturisasi kepengurusan dari FLKM menjadi KIM.

“Kami merasa harus belajar banyak mengenai proses pembentukan KIM kepada Pemerintah kabupaten Sleman yang sudah memiliki KIM dengan peraturan Bupatinya. Sehingga Pemkot Salatiga bisa menjalin kemitraan yang baik dan menciptakan masyarakat informasi yang berkualitas,” tutur H. Daryadi.

Dalam kesempatan ini Asisten I Sekda Sleman menyampaikan bahwa masing-masing daerah mempunyai karakteristik dan keunggulan masing-masing. Walaupun KIM di Kabupaten Sleman lebih dulu terbentuk bukan berarti lebih baik dibanding dengan Salatiga. “Kita bisa sampaikan informasi mengenai KIM di Kabupaten Sleman, begitu juga FLKM Kota Salatiga juga bisa menginformasikan mengenai FLKM sehingga bisa saling bertukar informasi untuk kebaikan yang dapat diterapkan di masing-masing daerah,” ucap Purwatno.

Diakhir acara Noor Hidayati ZP menanggapi beberapa pertanyaan berkaitan dengan KIM yang disampaikan oleh FLKM Kota Salatiga, dilanjutkan saling bertukar cinderamata dari Pemerintah Kota Salatiga dengan Pemerintah Kabupaten sleman. (Adnan Nurtjahjo)




Panwascam bersama PPK Gamping Lakukan Pemetaan TPS Rawan Antisipasi Potensi Konflik

Gamping – Jumat (30/11/2018) pukul WIB, Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Gamping menggelar rapat koordinasi (Rakor) Pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan di wilayah kecamatan Gamping dalam Pemilu 2019 bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping di RM. Setia Rasa jalan Siliwangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Rakor dihadiri oleh Ketua Panwascam Gamping, Kurniawan Prihandoko didampingi anggota Panwascam, Iman Sumarlan dan Djoko Purwono, serta Ketua PPK Gamping Adnan Iman Nurtjahjo bersama anggota PPK Lena Lailasari Girsang.

Kegiatan ini juga dihadiri Pengawas Pemilu tingkat desa, Staf Panwascam dan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Ambarketawang Riza Purnawan, Ketua PPS Balecatur Indriyani Nurzanah, Ketua PPS Banyuraden Rahmat Mulyo Hartono, Ketua PPS Nogotirto Marsudi dan Ketua PPS Trihanggo Ani Kurniani.

Dalam sambutannya Kurniawan menyampaikan tujuan rakor kali ini adalah memetakan TPS yang diperkirakan rawan saat pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang. Untuk mengantisipasi perselisihan yang akan terjadi Panwascam menggandeng PPK untuk masing-masing lembaga melakukan pemetaan TPS rawan sehingga dapat meminimalisir konflik yang mungkin terjadi.

Selanjutnya Adnan Iman menyampaikan kepada Panwascam dan jajarannya bahwa PPK bersama PPS se-kecamatan Gamping telah melakukan pemetaan TPS Rawan. ada 6 komponen yang harus diperhatikan untuk menentukan suatu TPS bisa disebut rawan. Enam komponen tersebut diantaranya, akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih/hilangnya hak pilih, politik uang, netralitas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pemungutan suara, serta kampanye SARA.

“Data pemetaan TPS rawan dari Panwascam bisa disinkronisasikan dengan data pemetaan TPS rawan yang dibuat oleh PPK sehingga mendapatkan data yang lengkap dan akurat. Akurasi data pemilih terkait kesesuaian data pemilih juga bisa menjadi pemicu perselisihan di lapangan. Risiko rawan jika ada warga yang sudah punya hak pilih, tetapi tidak mendapat kesempatan memilih. Selain itu, jika ada warga yang menemukan bahwa ada warga tidak punya hak pilih, tapi bisa ikut pemilihan,” ucap Adnan.

“Yang tidak kalah penting adalah Petugas KPPS juga harus memperhatikan akses lokasi TPS bagi warga disabilitas. Artinya, petugas harus mengecek lokasi TPS agar tidak ada penghalang bagi penyandang disabilitas untuk mencoblos. Selain itu, harus dipastikan bahwa petugas KPPS harus netral tidak mendukung pada peserta pemil tertentu,” kata Adnan

Secara detail, Lena menambahkan hasil pemetaan TPS Rawan di wilayah Kecamatan Gamping yang sudah dilakukan PPK dan PPS. Sesuai dengan pengamatan di lapangan jumlah pemilih setiap TPS yang dianggap rawan ada di wilayah Desa Ambarketawang dan Desa Balecatur. Di kedua desa tersebut banyak TPS yang beirisi pemilih dengan jumlah mendekati 300 pemilih, bahkan ada yang sudah mencapai 300 pemilih. Untuk itu PPK maupun PPS di wilayah Kecamatan Gamping telah menyiapkan solusi untuk mengantisipasinya. (Adnan Nurtjahjo)




Turi Cari Bibit Unggul Bidang Olahraga melalui Pordes

Turi – Minggu (2/12/2018), Desa Bangunkerto bekerja sama dengan Karangtaruna Desa Bangunkerto menyelenggarakan kegiatan Pekan Olahraga Desa (Pordes) yang dimulai sejak tanggal 24 November 2018 lalu.

Ketua Karang Taruna sekaligus Ketua Panitia Pordes, Fajar, menuturkan bahwa cabang yang dilombakan meliputi berbagai macam jenis olahraga di antaranya atletik (lari), bola voli. tenis meja bulutangkis, dan catur. Lomba diikuti oleh semua kalangan baik anak-anak maupun dewasa,

Pordes dibuka langsung oleh Kepala Desa Bangunkerto Anas Maruf yang dalam sambutannya berharap Pordes ini bisa memberikan semangat kepada generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk selalu menjaga kesehatan dengan berolahraga.

Selain itu juga untuk mencari bibit pemain-pemain yang ada di desa Bangunkerto untuk maju mewakili Bangunkerto dalam pekan olahraga kecamatan tahun depan. “Juga untuk menjalin persahabatan, dengan olahraga bisa mempersatukan masyarakat,” kata Anas.

Adapun Bangunkerto terdiri dari 12 padukuhan sehingga banyak peserta yang ikut dalam Pordes tersebut. Ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi dalam olahraga.

Pemenang lomba berhak mendapatkan piala serta uang pembinaan dari Pemerintahan Desa Bangunkerto. (Harman)