Lomba Balita Sehat Indonesia Cetak Balita Sehat Penerus Bangsa

Ngaglik – Aula Kecamatan Ngaglik tampak riuh dengan banyaknya balita berbaur dengan orang tua masing-masing. Mereka akan mengikuti kegiatan Lomba Balita Sehat Indonesia tingkat Kecamatan Ngaglik. Mereka mewakili tiga desa wilayah kerja Puskesmas Ngaglik I.

“Dalam acara Lomba Balita Sehat Indonesia (LBSI) di Kecamatan Ngaglik ini, peserta lomba ada 36 balita dari dengan kategori usia 6 sampai 24 bulan dan usia 25 sampai 60 bulan,” demikian laporan Ketua Panitia dr. Indriyanto Cahyandaru, Sabtu (1/12/2018).

Penilaian LBSI ini antara lain kesehatan umum, kesehatan gizi, kesehatan gigi, tumbuh kembang, psikologi, tabel orang tua, dan imunisasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Ngaglik, Subagyo, Kepala Puskesmas Ngaglik I, drg. Isah Listiani, Sekcam Ngaglik, Kapolsek Ngaglik, Danramil Ngaglik, TP PKK, Kepala Desa Sardonoharjo, kader Kesehatan Desa, dan peserta lomba.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia lomba dan forum koordinasi kecamatan yang telah membantu kesuksesan acara ini, juga orang tua anak peserta lomba, mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi kita semua dan menjadikan balita kita sehat untuk penerus bangsa,” kata Kepala Puskesmas Ngaglik I, Listiani saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi LBSI tingkat Kecamatan Ngaglik ini.

Adapun hasil juara kelompok umur 6-24 bulan, takni juara 1 Azzam Albifarid dari Tempursari Sardonoharjo, juara 2 Ahmad Gibran Ngabean dari Kulon Sinduharjo, dan juara 3. dari Plosokuning Minomartani. Sementara untuk kategori umumr 25-60 bulan, yakni juara 1 Al Ghifari  dari Minomartani, juara Meira Ningrum dari Ngabean kulon Sinduharjo, dan juara 3 Eshal Elisa dari Prujakan Sinduharjo. (SPN)




TPK Sinduharjo Bantu Desa Tanggulangi Kemiskinan

Ngaglik – Biarpun hujan deras tak menyurutkan niat anggota Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) tingkat desa dan padukuhan se-Sinduharjo mendatangi acara rakor TPK di Balai Desa Sinduharjo, Senin (3/12/2018). Pukul WIB, 36 anggota tercatat bisa hadir dalam rakor ini.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Sinduharjo mengucapkan terima kasih atas kinerja TPK desa maupun padukuhan dalam membantu tugas-tugas desa dalam penanggulangan kemiskinan, salah satunya melaksanakan kegiatan pendataan warga miskin dan rentan miskin melalui Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM),” kata Sudarja Kepala Desa Sinduharjo saat memberikan sambutan saat rakor TPK ini.

Sudarja juga mengatakan bahwa Desa Sinduharjo sudah menjadi Desa Kampung KB bentukan tahun 2018.

“Kami juga berharap dengan ini nantinya angka kemiskinan di desa bisa menurun dan masyarakat lebih sejahtera,” katanya.

Kegiatan rakor kali ini dihadiri Perangkat Desa Sinduharjo, TPK Desa Sinduharjo, dan TPK padukuhan. Acara membahas program kerja dan rencana pergantian pengurus yang akan berakhir pada tanggal 23 Desember 2018 sesuai SK Kepala Desa Sinduharjo.

Untuk TPK sendiri diharapkan bisa membantu pengawasan terhadap bantuan bagi warga baik bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ditambahkan Suparno selaku petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Desa Sinduharjo, warga kurang mampu yang tidak memiliki kartu keluarga miskin dan kartu keluarga rentan miskin dapat mengakses dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Dinas Sosial untuk kesehatan, pendidikan, maupun sosial. Sementara untuk blangko telah disediakan di Kantor Desa Sinduharjo. (SPN)




FKAM Berikan Pelatihan Manajemen Takmir Masjid Guna Kemakmuran Masjid

Gamping – Sabtu (1/12/2018) pukul WIB, Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan manajemen takmir masjid bekerjasama dengan Takmir Masjid Suciati Saliman dan sejumlah sponsor di Masjid Suciati Saliman, Grojogan, Sleman.

Peserta pelatihan merupakan pengurus takmir masjid se-Kabupaten Sleman sebanyak 100 orang. Dalam kesempatan ini Masjid Al-Huda, Padukuhan Bedog, desa Trihanggo, Kecamatan Gamping diwakili oleh pengurus takmir seksi publikasi dan dokumentasi, Adnan Iman Nurtjahjo.

Pelatihan kali ini menghadirkan narasumber yang berkompeten, antara lain dari Tim Trainer Masjid Jogokaryan, Ustaz Suharyanto dan Tim Trainer Masjid Suciati Saliman, Ustaz Sigit Prasetyo serta Ketua Umum FKAM, Ustad Rahmat Wahyudi.

Dalam paparannya Ustad Suharyanto menyampaikan mengenai fungsi masjid di zaman Nabi Muhammad SAW, yakni selain fungsi utamanya dalam menghimpun umat salat berjemaah dan ibadah, masjid memiliki fungsi lainnya, di antaranya tempat menuntut ilmu, musyawarah, merawat orang sakit, dan asrama. Dalam hal ini, lima fungsi itu dapat membantu masjid menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahuan.

Agar masjid dikembalikan fungsinya seperti di zaman Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat budaya dan ilmu pengetahuan. Ustaz Suharyanto juga menyarankan agar masjid bisa dilengkapi dengan perpustakaan dan internet. Terutama untuk menarik minat para remaja untuk datang ke masjid. “Generasi muda saat ini merupakan penerus takmir masjid yang kebanyakan sudah senja umurnya untuk memakmurkan masjid dengan melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat bagi masjid,” tutur Ustaz dari Jogokaryan ini.

Di sisi lain Ustaz Sigit memaparkan beberapa kegiatan yang sangat berguna untuk memakmurkan masjid. Kemakmuran suatu masjid bisa dilihat dari seberapa banyak jemaah yang melaksanakan ibadah. Untuk menarik orang agar mendatangi masjid adalah kebersihan tetap terjaga dan pengurus takmir selalu ramah dalam melayani jemaah.

“Masjid Suciati Saliman ini memberikan fasilitasi pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh jamaah, tidak harus pelatihan keagamaan namun di bidang lain juga diberikan misalnya perpajakan,” ungkap Ustaz Sigit.

Pelatihan yang dipandu oleh M. Ilyas Sholeh ini diakhiri dengan pemaparan Ustaz Rahmat Wahyudi mengenai halaqah tarjamah Alquran yang bertujuan untuk membantu mensukseskan pembangunan nasional khususnya bidang mental spiritual serta mengaktualisasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. (Adnan Nurtjahjo)




Program Gapura Digital Untuk Majukan Bisnis Pelaku UKM

Gamping – Sabtu (1/12/2018) pukul WIB, dalam rangka mendorong kesuksesan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, Google membuka kesempatan untuk memajukan bisnis pelaku UKM dengan strategi digital melalui program Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat (GAPURA) Digital di Entrepreneurship Development Service (EDS) Building, Universitas Gadjah Mada, Sekip Bulaksumur, Sleman.

Program Gapura Digital membuka kelas pelatihan gratis yang terbuka untuk umum di 10 kota besar di Indonesia, yaitu Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Yogya, Denpasar, Medan, Makassar, dan Pontianak. Innovative Academy UGM menjadi mitra penyelenggara di Yogyakarta. Terdapat serangkaian topik yang lengkap mulai dari tren digital, membangun portal usaha hingga Search Engine Optimization (SEO) / Search Engine Marketing (SEM). Peserta pelatihan dapat memilih topik yang diinginkan atau mengikuti semua kelasnya untuk mendapatkan sertifikat dari Google.

Dalam kesempatan ini Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo menjadi salah satu peserta pelatihan mengenai pemasaran online bersama puluhan pengusaha UKM dari propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Topik yang disampaikan oleh Dhimas selaku Fasilitator, yakni tentang Google Bisnisku merupakan fitur gratis yang mudah digunakan oleh pebisnis dan organisasi untuk mengelola kehadiran online di Google, termasuk di penelusuran dan Maps.

Dengan memverifikasi dan mengedit informasi bisnis, Pengusaha UKM dapat membantu pelanggan menemukan Pengusaha dan menceritakan kisah bisnisnya kepada pelanggan. Mengelola tampilan informasi bisnisnya di Google, termasuk di penelusuran dan Maps, dengan menggunakan Google Bisnisku secara gratis.

“Lakukan listing bisnis Anda di Google bisnisku secara cuma-cuma untuk berinteraksi online serta menarik konsumen yang dekat dengan Anda dengan menyajikan informasi yang actual dan optimalisasi bisnis,” ungkap Dhimas. (Adnan Nurtjahjo)




Perlu Strategi Website Yang Efektif Guna Majukan Bisnis UKM

Gamping – Minggu (2/12/2018) pukul WIB, Google membuka kesempatan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk memajukan bisnisnya menggunakan strategi digital melalui program Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat (GAPURA) Digital di Innovative Academy, Universitas Gadjah Mada, Blimbingsari, Sleman.

Peserta pelatihan merupakan pelaku UKM dari beberapa kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan juga diikuti oleh Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo. Materi pelatihan kali ini disampaikan oleh fasilitator Fuad Fauzi membahas tentang tips website yang efektif untuk memajukan usaha pelaku bisnis.

Menurut data yang didapat dari acara Google Untuk UKM tahun 2017 terdapat kurang dari 16% bisnis di Indonesia yang memiliki situs website sendiri, padahal hampir separuh penduduk menggunakan internet.

“Website dibutuhkan dalam bisnis karena membuat bisnis menjadi lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan serta menjadikan bisnis lebih profesional,” kata Fuad.

“Bisnis pelaku UKM menjadi lebih profesional karena memiliki website dapat meningkatkan kepercayaan calon pelanggan dan karyawan, bisa menjaring dan mengelola konsumen potensial, serta bisnis yang ada di website mudah diingat dan dibagikan oleh orang lain,” tambah fasilitator yang ramah ini.

Website menurut Fuad dapat dikatakan sebagai media marketing atau pemasaran yang paling baik untuk memperkenalkan sebuah merek / branding ataupun produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Selain itu, penggunaan website untuk kepentingan marketing suatu produk bisa dikatakan lebih efektif, baik dari segi dana maupun jangkauan promosi yang tergolong luas.

Mempunyai website saja belum cukup jika belum membuat website tersebut berkesan menarik dan betah untuk dikunjungi sehingga peran websitepun menjadi lebih efektif untuk perkembangan bisnis pelaku UKM. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk kebutuhan website agar menjadi lebih efektif menurut Fuad, yakni layout desain yang menarik, memiliki konten yang baik, jaga konten kamu agar singkat dan mudah dibaca, gunakan heading yang kaya kata kunci, gunakan konten visual, buat navigasi lebih mudah, bangun relasi pada pengunjung, buat website yang responsif, serta jangan lupa membuat Calls to Action untuk pengambilan keputusan calon konsumen. (Adnan Nurtjahjo)