Desa Tridadi Peringati Hari Jadi ke-70

Sleman – Jumat, (7/12/2018) adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh warga Desa Tridadi, Kecamatan Sleman. Hari tersebut bertepatan dengan usia yang ke-70 tahun berdirinya desa yang dulunya disebut kelurahan ini.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tridadi, H Kabul Muji Basuki menyampaikan dan menyapa seluruh hadirin antara lain Bupati Sleman Sri Purnomo, Camat Sleman, Wildan solokhin, dan seterusnya termasuk linmas dan Banser.

Kabul juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sekaligus memberikan bantuan kepada pengasuh Pondok Pesantren Paten, Tridadi, Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang turut hadir mengucapkan selamat hari ulang tahun Desa Tridadi dan mengaharapkan masyarakat untuk selalu hidup tentram dan rukun.

Sri juga menyampaikan terkait dibukanya Sleman City Hall yang menyerap banyak tenaga kerjadi wilayah Tridadi. Sebagai penutup, Sri berharap semoga Desa Tridadi menjadi desa yang maju dan bisa mengikuti perkembangan kemajuan zaman.

Peringatan hari ulang tahun ini juga diisi dengan tausiyah oleh KH Usman Ali, pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Mertoyudan, Magelang. KH Usman Ali menyampaikan dua hal, yakni pejabat harus bisa menjaga agamanya dan membela orang kecil

“Seorang pejabat akan kelihatan baik apabila sudah purna pasti akan diingat oleh masyarakatnya,” ucap KH Usman. (R Agus Nur Widayadi)




Condongcatur, Pelopor Desa Bersih Narkoba di DIY

Depok – Desa Condongcatur merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Depok yang mempunyai karakteristik tersendiri, yakni sebagai tujuan pendidikan. Konsekuensinya adalah mobilitas penduduk sangat tinggi pun penduduk heterogen, bukan saja berbagai provinsi wilayah Indonesia tetapi juga dari manca negara.

Hal ini bisa berdampak baik pada tingginya angka kriminalitas maupun praktik-praktik peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Pernyataan ini dikatakan oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Heru Winarko, saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Desa Bersih Narkoba dan Pengukuhan Satgas Anti Narkoba, Minggu (9/12/ 2018), di Balai Desa Condongcatur.

Sehubungan dengan kondisi itu, lanjut Kepala BNN RI ini, masyarakat harus memiliki ketahanan anti narkoba yang kuat. “Ini bisa tercipta bila berbagai elemen masyarakan dan lembaganya mempunyai misi dan visi yang sama terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Selain itu menjadikan P4GN sebagai salah satu program yang mendapat alokasi anggaran desa,” kata Heru.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Kepala BNNP DIY dan Bupati Sleman Sri Purnomo ini selain pencanangan Desa Condongcatur sebagai Desa Bersih Narkoba pertama di DIY, juga dikukuhkan Satgas Anti Narkoba serta pemberian Piagam Penghargaan.

Relawan Satgas Anti Narkoba yang dikukuhkan meliputi Satgas Pelajar, Satgas Perangkat Desa, Satgas Karang Taruna, Satgas ALGOJO (Antar Lintas Goweser Jogja), RCC (Relawan Concongcatur), GONAN (Condongcatur Anti Narkoba) dan Satgas Kelompok Seni Hadroh Irama Nada Al-Husna. (Trijack)




Jumatik Sinduharjo Periksa Jentik Nyamuk di Rumah Warga

Ngaglik – Di musim penghujan ini, penyakit demam berdarah kembali menyerang warga akibat masih ada warga yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Untuk menindaklanjuti kejadian itu, Pemerintah Desa Sinduharjo bersama dengan tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) tingkat desa melaksanakan pemeriksaan di Padukuhan Ngemplak, Jumat (7/12/2018).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sinduharjo, perangkat desa, Kader Kesehatan, Linmas, Babinkamtibmas, PKK, karang taruna, dan Puskesmas Ngaglik I.

Pemeriksaan Jumantik mengambil sampel 45 rumah, didapati 14 rumah terdapat jentik.

Hasil pemeriksaan 68 persen rumah tidak ditemukan jentik sedangkan standarnya 95 persen, jadi perlu adanya gerakan dari masyarakat untuk kebersihan lingkungan.

“Dengan hasil 14 rumah terdapat jentik diharapkan warga Ngemplak untuk segera bertindak dengan membersihkan jentik nyamuk agar warga tidak terkena demam berdarah,” kata Sudarja kades Sinduharjo saat evaluasi. (SPN/Sinduharjo)