10 Persen Anggaran Bidang Kesehatan Desa Sukoharjo Terpenuhi

Ngaglik
– Sabtu (22/12/2018) sejak pukul , Camat Ngaglik, Kasi Pemerintahan,
Kepala Desa Sukoharjo, dan seluruh perangkat serta BPD, LPMD, Tokoh Agama, Tokoh
Masyarakat, PKK, Kader, BUMDES, karang taruna, dan lembaga desa lainnya
mengikuti Muresbangdes Desa Sukoharjo. 

Camat
Ngaglik, Subagya, menyambut baik diadakannya Muresbangdes ini. “Dari 6 desa se-Kecamatan
Ngaglik, Desa Sukoharjo yang terakhir untuk itu segera diselesaikan karena
tanggal 31 Desember 2018 harus sudah direkap seluruh desa se-Kecamatan Ngaglik,”
ujarnya. 

Subagya
menekankan agar dana yang ada nantinya diarahkan pada pengentasan kemiskinan di
desa ini.  Di samping itu juga menggali
potensi desa melalui dana CSR untuk mempercepat program pembangunan di Desa
Sukoharjo.

“Dalam
musyawarah ini tidak mungkin semua ditampung dalam APBDes tahun ini. Untuk itu
secara bertahap dan terencana dengan matang,” pungkasnya.

Sementara
itu Kepala Desa Hadi Subronto dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun
anggaran 2018 hampir selesai. “Untuk tahun 2019, hasil penjaringan usulan dari
dusun-dusun se-Desa Sukoharjo sudah maksimal dan dituangkan dalam Rancangan RKP
Desa, untuk itu dipersilakan dicermati kembali, mungkin masih ada yang perlu
ditampung untuk prioritas tahun 2019 sebelum menjadi APBDes yang disahkan
bersama BPD Desa Sukoharjo,” katanya.

Untuk
diketahui bahwa anggaran 2019, antara lain dari Dana ADD Rp 1.3 miliar, Dana
Desa , Dana PBH  500 juta,
dan Dana Bantuan Keuangan Khusus Rp 1.3 miliar. “Dana tersebut telah dituangkan
dalam RKP Desa Sukoharjo untuk itu dipersilakan untuk dibahas dalam
Muresbangdes ini dengan mengucap Bismillahirrahmanirrohim,
acara Muresbangdes dibuka secara resmi,” ujar Kepala Desa Sukoharjo.

Selanjutnya
dibacakan Rancangan RKP Desa Sukoharjo bidang, subbidang, jenis kegiatan,
lokasi, sasaran, manfaat, waktu, biaya, serta pola pelaksanaan baik swa kelola,
kerjasama antar desa, serta kerjasama pihak ketiga.

Dalam
pola pelaksanaan semua kegiatan swa kelola, menurut Sekretaris Desa Sukoharjo
Yulianti, untuk bidang kesehatan sudah memenuhi target 10 persen dari anggaran
yang dikelola Desa Sukoharjo. “Artinya bahwa program nonfisik sudah mulai di
perhatikan termasuk usulan terkait dengan pemberdayaan Rois di Sukoharjo selain
itu juga Anggaran KIM atau Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sukoharjo
menjadi perhatian ke depan,” tambah Yuli. (Srp)




Satuan Linmas Sariharjo Turun ke Dusun

Ngaglik
– Sabtu (24/12/2018) malam, untuk menjaga agar Kamtibmas di Desa Sariharjo
tetap aman, tenteram, dan kondusif maka ditempuh berbagai cara, seperti gerakan
ronda malam dibarengi ambil jimpitan berbentuk uang dan juga beras di hampir
setiap RT.

Akan
tetapi, di Desa Sariharjo dalam menjaga Kamtibmas selain ronda juga diadakan
penyuluhan Kamtibmas setiap dusun melalui RW dan RT masing-masing wilayahnya.

Hal
ini menurut Kepala Desa Sariharjo, H. Sarbini sangatlah penting. H. Sarbini mengimbau
para warga agar tetap rajin untuk menjaga lingkungan dengan ronda malam.

“Ini
sangat efektif karena di samping tetap menjaga kegotong-royongan warga, juga
menjaga silaturahmi antar warga, apalagi dusun ini sudah menuju perkotaan perlu
terus dijaga kerukunan, ketentraman, dan keamanan lingkungannya,” ujarnya.

Selain
itu, Sarbini juga mengantisipasi dalam rangka menghadapi malam natal dan tahun
baru.

“Kita
berusaha untuk ikut membantu pengamanan lingkungan agar kondisi tetap kondusif karena
hari libur panjang dan banyak yang pulang kampung atau banyak tamu yang datang
perlu melaporkan ke RT atau Rw setempat agar wilayah tetap kondusif,” pungkas Kepala
Desa Sariharjo.  (srp)




Promosikan Produk dan Usaha, KIM Gamping Ikuti Pelatihan Pembuatan Website

Gamping
– Sabtu (22/12/2018) pukul WIB, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan
Gamping yang diwakili oleh Sekretarisnya, Adnan Iman Nurtjahjo mengikuti
pelatihan ekstensi pembuatan website yang diselenggarakan oleh Google bertempat
di Gedung Entrepreneur Development Service (EDS) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kelas
ekstensi Gapura Digital untuk pembuatan website dibimbing oleh fasilitator
Gapura Digital, Fuad Fauzi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pengelola Usaha Kecil
dan Menengah (UKM) yang telah lolos seleksi dari Tim Gapura Digital.

Dalam
kesempatan kali ini, Fuad menyampaikan materi cara memilih hosting dan domain, memilih
platform pembuatan website yang sesuai, praktik pembuatan website, sekaligus
tips untuk membuat website dengan struktur yang baik.

“Dalam
pembuatan company profile yang akan ditampilkan di website harus memperhatikan
aspek 5W1H + WOW agar pengunjung web mengetahui dengan jelas tentang perusahaan
kita.  Yang pasti dengan adanya informasi
yang lengkap berkaitan dengan perusahaan menjadikan keyakinan kepada pengunjung,”
ungkap Fuad.

Sebelum
membuat sebuah website harus dipersiapkan digital aset perusahaan yaitu logo
perusahaan, foto produk yang berkualitas, foto kegiatan usaha, company profile,
nomor kontak dan sosial media yang dimiliki perusahaan untuk menarik calon
konsumen melakukan closing penjualan. 
(Adnan Nurtjahjo)




Rumah Pemilu di Semarak Acara Hari Jadi Desa Sukoharjo

Ngaglik
– Demi menyukseskan Pemilu
2019, Panita Pemungutan Suara Desa Sukoharjo bekerjasama dengan PPK dan PPS se-Kecamatan
Ngaglik mendirikan pos pelayanan informasi pemilu bagi masyarakat. Posko yang
kemudian mereka sebut sebagai Rumah Pemilu tersebut didirikan bebarengan dengan acara senam dan jalan sehat yang
merupakan rangkaian acara Hari Jadi Desa Sukoharjo di Lapangan Klidon, pada Minggu
(23/12/2019).

Dita Hendri, Ketua
PPS Sukoharjo menyampaikan Rumah Pemilu dimaksudkan sebagai pusat informasi seluk beluk penyelenggaraan Pemilu
2019. Dalam Rumah
Pemilu tersebut, para pengunjung dapat
bertanya dan mengecek apakah nama mereka sudah masuk
dalam DPT atau belum.

Bahkan,
Rumah Pemilu kali ini juga berhasil mencatat 2 warga masyarakat dari kota lain
yang ingin menggunakan hak pilihnya di Sukoharjo dengan menggunakan formulir
A.5. Tercatat juga sebanyak 20 orang yang mendaftar melalui form DPK (Daftar
Pemilih Khusus) karena nama mereka belum masuk dalam DPT. Sebagian besar
pengunjung stand didominasi oleh para pemilih pemula dan warga masyarakat yang
baru saja pindah dari wilayah lain.

“Selain melakukan sosialisasi di stand, kami juga berkeliling di antara peserta senam masal guna memberikan informasi terkait pelaksanaan Pemilu dan utamanya memberikan pelayanan kepada warga yang telah memiliki hak pilih namun belum tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap,” tambah Dita.

Sunarto, salah satu warga Karanglo, Sukoharjo mengatakan keberadaan stand- stand seperti ini sangat membantu warga untuk mengetahui informasi yang lebih valid. “Saya berharap KPU dan jajarannya terus bekerja semaksimal mungkin memberikan informasi yang terbaik bagi kami,” kata Sunarto. (Henry)