Replikasi Program Inovasi Desa dan Musyawarah Antar Desa Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Rabu (13/12/2018) bertempat di Rumah Makan Pondok Laras Jalan Kaliurang Yogyakarta sebanyak 50 peserta terdiri dari Kepala Desa, BPD, LPMD, PKK, Tokoh Masyarakat, dan karang taruna melaksanakan FGD dengan tema Replikasi Integrasi Pendirian, Pengelolaan, dan Pengembangan BUMDes Berkelanjutan. FGD ini diselenggarakan oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Ngaglik.

Acara tersebut diawali oleh Ketua TPID Kecamatan Ngaglik Kris Indito yang menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada peserta yang hadir dan menyampaikan tujuan diadakan Replikasi Program Inovasi Desa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong dan memotivasi kepada desa untuk berinovasi dalam bidang pembangunan dan kemasyarakatan sehingga ke depan semua desa telah mengembangkan inovasi program berkelanjutan di desanya masing-masing.

“TPID Kecamatan Ngaglik akan berusaha mendampingi dalam inovasi program tersebut,” ucap Kris.

Sementara itu, Camat Ngaglik yang diwakili oleh Subroto, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Ngaglik menyambut baik diadakan kegiatan seperti ini.  Pihak kecamatan mendukung seluruh desa untuk berinovasi dan didampingi TPID sehingga kolaborasi dan sinergi.

Pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sleman yang disampaikan oleh Didik Suryosuparto, yang intinya bahwa inovasi setiap desa harus profesional artinya dalam pengelolaannya harus sesuai regulasi dan hasil musyawarah bersama sehingga atas dasar kolaborasi itu bisa saling mendukung dan melengkapi sehingga program inovasi desa bisa dicapai,

Didik memberikan contoh BUMDes Desa Pendowoharjo yang bernama BUMDes Amarta yang nanti akan memaparkan pengalamannya. “Untuk itu Dinas PMD Sleman berpesan agar pengelolaan harus profesional sehingga nantinya bisa mendapatkan keuntungan atau nilai tambah dan manfaat untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Narasumber yang hadir dalam FGD ini adalah Kepala Desa, Desa Pendowoharjo, Catur Sarjumiharta. Catur menyampaikan pengelolaan BUMDes Amarta yaitu pemberdayaan masyarakat yang kreatif dan semua yang dikelola membawa dan bernilai serta bermanfaat untuk masyarakat. Adapun yang dikelola adalah pengelolaan sampah secara profesional ternyata sudah bisa memasukan Pendapatan Asli Desa untuk pembangunan.

Sementara narasumber dari Perkumpulan PALUMA Nusantara, Nanang Priyono, sebagai Konsultan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan bahwa ke depan diharapkan BUMDes harus mandiri dan Tangguh. Untuk itu perlu optimalisasi aset desa, kontribusi masyarakat, membuka jaringan pasar, mengembangkan potensi desa.

Dengan berbagai kegiatan tersebut diharapkan BUMDes disamping mendapat profit juga berdampak positif sosial kemasyarakatan. “Akhirnya masyatakat dengan adanya BUMDes juga ikut merasakan manfaatnya,” papar Nanang. Usai FGD dilanjutkan Musyawarah Antar Desa dan menampilkan Dokumenter Video yang terkait Inovasi Desa se-Kecamatan Ngaglik. (Srp)




Jaringan Demokrasi Indonesia DIY Gelar Diskusi Mengelola Kerawanan Pemilu 2019

Gamping – Pelaksanaan pemilu yang damai adalah conditio sine qua non bagi terwujudnya Pemilu yang bebas dan adil. Hal itu yang membuat potensi kerawanan dalam Pemilu merupakan masalah besar yang harus segera dicari jalan keluarnya. Terkait dengan pemetaan potensi rawan dalam Pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia telah menyusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019. Satu hal yang mengejutkan dari IKP 2019 tersebut adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan skor 52,14 (skala 0-100) menempati peringkat kedua paling rawan di Indonesia. Hanya sedikit di bawah Papua Barat dengan skor 52,83.

Realita tersebut harus menjadi pintu masuk bagi semua pemangku kepentingan di DIY dalam upaya mengantisipasi terjadinya kerawanan Pemilu 2019 di DIY. Sebagai ikhtiar untuk memberikan sumbangan pemikiran terhadap tindak lanjut atas IKP 2019 tersebut, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DIY bekerjasama dengan Bawaslu DIY menyelenggarakan diskusi untuk membahas masalah tersebut.

Diskusi dengan tajuk “Mengelola Kerawanan Pemilu 2019 di DIY” diselenggarakan pada Selasa (11/12/2018) bertempat di Resto Kandang Sapi, Srimulyo, Bantul. Hadir sebagai narasumber yakni Pengajar Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada/Tim Peneliti IKP 2019, Mada Sukmajati, Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, serta Ketua Presidium JaDI DIY, Mohammad Najib.

Dalam diskusi dibahas tentang hasil riset yang membuat DIY menempati peringkat kedua secara nasional dari aspek kerawanan. Mada menyarankan agar fokus kita selaku pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Pemilu tidak pada kenapa DIY menempati peringkat kedua dalam IKP 2019 serta menyoal akurasi data dan metode riset IKP, namun yang lebih penting adalah apa antisipasi yang harus dilakukan dengan hasil IKP tersebut.

“Kerawanan yang tinggi harus menjadi early warning system dalam mengelola Pemilu di DIY agar berlangsung damai, bebas, dan adil,” lanjut Mada.

Terkait dengan harapan tersebut, Mohammad Najib menekankan pentingnya kerjasama sinergis antar pemangku kepentingan dalam mengelola potensi kerawanan Pemilu di DIY. Lembaga terkait seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, Kepolisian, Badan Intelijen Daerah, Pemerintah Daerah dan segenap elemen masyarakat sipil harus berada dalam satu visi dan gerakan untuk bersinergi mengantisipasi kerawanan Pemilu 2019. Najib menyayangkan bahwa sampai saat ini belum ada langkah-langkah kongkrit yang dilakukan secara kolaboratif oleh segenap pemangku kepentingan penting di DIY untuk mengelola kerawanan Pemilu.

“Pada saat yang sama para aktor yang selama ini berpotensi sebagai pelaku kerawanan harus didekati dan diajak komunikasi untuk mendukung terwujudnya Pemilu yang damai,” lanjut Najib.

Diakhir sesi diskusi, Bagus Sarwono berharap agar KPU DIY dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-DIY harus turut memberikan dukungan fasilitasi bagi hadirnya ikhtiar untuk turut merumuskan solusi atas berbagai potensi masalah yang timbul dalam Pemilu di DIY.

“Jadi DIY keberadaannya harus dijadikan sebagai mitra strategis yang harus didukung dan difasilitasi kegiatannya untuk keberhasilan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang,” ungkap Bagus. (Adnan Nurtjahjo)




BEKRAF Gelar Workshop Aktivasi Ekosistem Ekonomi Kreatif Bagi UKM

Gamping – Senin (10/12/2019) pukul WIB, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Republik Indonesia menggelar Workshop Aktivasi Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan di Hotel Crystal Lotus, Sleman. Acara diawali dengan sajian tari edan-edanan yang dipersembahkan oleh Sanggar Nirboyo. Dilanjutkan sambutan Deputi Infrastruktur BEKRAF, Hari Santosa Sungkari.

Workshop diikuti oleh pengusaha UKM yang berasal dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 150 orang. Dalam kesempatan ini pengusaha agribisnis yang juga menjabat Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo mengikuti workshop aktivasi ini.

Dalam sambutannya, Hari Santosa menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat penetrasi penggunaan internet oleh masyarakatnya memiliki angka yang tinggi. Bahkan tercatat mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data angka penetrasi pengguna internet tersebut adalah capaian yang harus dimanfaatkan untuk berbagai sektor kehidupan masyarakat sehingga mampu memperkuat Indonesia sebagai negara berpengaruh di era digital.

“Misalnya saja guna memajukan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar berinovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital,” tutur Deputi Infrastruktur BEKRAF ini.

Pemaparan materi disampaikan oleh Project Manager Loka Art Studio, Scolastica W. Pribadi membahas tentang Seni pertunjukan penggerak ekosistem perekonomian daerah, Program kerjasama pegembangan seni pertunjukan, Eksplorasi pariwisata melalui tari/musik dan manajemen pertunjukan, serta penyelenggaraan pertunjukan (Festival, red) rutin secara mandiri.

Materi workshop juga dipaparkan oleh Firstman R Marpaung dari Komunitas Aksi Nusantara, menyampaikan tentang penentuan target pasar dan mempelajari kebiasaan target, pengumpulan data, pembuatan keputusan, serta pemanfaatan social media sebagai target pasar.

Selanjutnya, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Kota Kreatif BEKRAF, Slamet Aji Pamungkas menyampaikan perihal bantuan pemerintah bagi komunitas UKM. Kategori pengusul bantuan pemerintah adalah komunitas kreatif, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa dan lembaga adat.

“Bantuan berupa revitalisasi gedung (infrastruktur), sarana ruang kreatif maupun teknologi informatika dan komunikasi misalnya pembuatan website, pengadaan server dan koneksi internet bagi komunitas UKM,” ungkap Slamet. (Adnan Nurtjahjo)




Jelang Pemilu 2019 PPK Seluruh DIY Lakukan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS

Gamping – Dalam rangka memantapkan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Simulasi Penerimaan dan Distribusi Logistik di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilu 2019 pada hari Sabtu (8/12/2019) bertempat di Hotel Grand Inna Malioboro.

Kegiatan ini dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari Ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) seluruh DIY, termasuk Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi anggota PPK Gamping, M. Mualif dan Lena Lailasari Girsang, serta Komisioner KPU Kabupaten/Kota se-DIY, beserta jajaran Sekretariat KPU DIY dan Sekretariat KPU Kabupaten Kota se-DIY.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan untuk membuat konsolidasi yang kuat diakhir tahun 2018 antara KPU dengan PPK se-DIY.

“PPK merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan pemilu untuk itu nilai-nilai dasar organisasi tetap digaungkan dan ditanamkan dalam hati. Prinsip tersebut antara lain kemandirian (independensi), professional, dan kejujuran atau integritas,” tutur Hamdan. Selain itu Mantan Komisioner KPU Sleman ini menekankan pentingnya menjadi penyelenggara Pemilu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berkomitmen penuh dalam memerangi money politic dan segala kecurangan dalam Pemilu.

Kegiatan diisi dengan diskusi panel yang terdiri dari beberapa tema tentang logistik Pemilu. Materi diskusi yang disampaikan adalah “Antisipasi Pelanggaran Kode Etik dalam Distribusi Logistik”, “Mekanisme Teknis Pengadaan, Penerimaan dan distribusi Logistik Pemilu 2019”, “Pembuatan TPS yang Aksesibel”, serta “Pemungutan dan Penghitungan Suara dan Rekapitulasi Hasil Suara”. Materi-materi tersebut dipaparkan secara panel oleh Anggota KPU DIY, M. Zaenuri Ikhsan, Wawan Budiyanto, dan Ahmad Shidqi serta Sekretaris KPU DIY Retno Setijowati.

Acara yang dibuka dengan tari-tarian ini selain diskusi panel juga melakukan simulasi pemungutan suara dan simulasi penghitungan suara di TPS yang dilakukan oleh 30 orang perwakilan PPK dari kabupaten/kota se-DIY. Dalam acara ini pula, diberikan penghargaan PPK terbaik untuk kategori olah data pemilih, yang diraih oleh PPK Kecamatan Wirobrajan. Di akhir acara ditutup dengan review simulasi penghitungan suara dari peserta simulasi dan pembagian hadiah kepada para peserta. (Adnan Nurtjahjo)




KIM Gamping Ikuti Pendalaman SEO dan SEM Guna Membangun Bisnis

Gamping – Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat (Gapura) Digital milik Google bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan pelatihan pendalaman Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM) terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diselenggarakan di Gedung Innovative Academy HUB, Universitas Gadjah Mada, Minggu (9/12/2018).

Pelatihan diikuti oleh pengusaha, karyawan, mahasiswa, yang berjumlah 30 orang per kelas termasuk Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang juga memiliki usaha dibidang agribisnis. Peserta kali ini praktik langsung mengenai teknik-teknik SEO dan SEM, khususnya diperuntukkan bagi bisnis yang telah memiliki website.

Program yang mendukung Usaha Kecil Menengah Indonesia untuk memajukan bisnis melalui digital ini terdapat serangkaian topik yang lengkap mulai dari tren digital, membangun portal usaha hingga SEO/SEM.

Gapura Digital adalah sebuah program pelatihan gratis bagi para pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membantu memperkenalkan dan menjual produk-produk di internet. Program ini telah berjalan sejak 2014 dan hingga saat ini telah menjangkau UKM di enam kota di Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran sebuah usaha dalam jaringan internet sangat penting guna membuka interaksi yang lebih luas dengan pelanggan maupun pelaku usaha lainnya.

Materi pendalaman SEO dan SEM disampaikan oleh Fasilitator Gapura Digital, Eris dari Merapi Blogger. Sedangkan materi membangun merek lewat video disampaikan oleh Imam Syafii, salah satu youtuber dan penggiat UKM tentang konten yang dibutuhkan oleh bisnis di dunia video. Imam membahas tentang strategi membangun merek dan cara mempromosikan usaha melalui video.

Dalam kesempatan ini, Eris mengharapkan setelah mengikuti pelatihan pendalaman SEO dan SEM ini peserta dapat mengetahui cara memilih SEO agency dan mitos-mitos dalam SEO, mengetahui tools pendukung yang membantu menganalisa situs, mengetahui konsep pelelangan iklan dari Google, membuat kalimat iklan yang baik, mencari kata kunci yang cocok dengan promosi, membuat dan merestrukturisasi akun adwords yang baik sesuai dengan tujuan dan sasaran, serta bisa membuat konten situs menjadi SEO friendly.

Selanjutnya, Imam Syafii membahas tentang manfaat membangun merek melalui video, wawasan mengenai youtube di Indonesia dan potensinya untuk bisnis UKM, serta membangun merek bisnis di youtube dengan benar.

“Video mempunyai ruang yang lebih luas untuk mengirimkan lebih banyak pesan, karena produk yang komplek butuh edukasi ke pelanggan. Selain itu, cerita yang baik membangun interaksi yang lebih baik sehingga memudahkan pelanggan mengingat brand, membangun ikatan emosi yang positif serta berpotensi untuk dibagikan lebih luas,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo)