Desa Sinduharjo Gelar Musrembang 2019

Ngaglik – “Dengan mengucap Bismillah (Dengan nama Allah-red) acara Musrenbang Desa Sinduharjo dibuka secara resmi dan bersifat untuk umum,” kata Sudarja selaku Kepala Desa Sinduharjo, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama untuk mengawali kegiatan Musrenbang Desa Sinduharjo ini.

Kegiatan Musrenbangdes Desa Sinduharjo tahun 2019 ini dihadiri oleh Camat Ngaglik, Subagyo beserta staf, Perangkat Desa, BPD, Lembaga Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

“Kita berharap dengan tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Sinduharjo, dari musyawarah desa oleh BPD, perencanaan RKP, verifikasi, dan musrenbangdes malam ini bisa berjalan sesuai rencana,” tutur Camat Ngaglik, Subagyo dalam acara Musrenbang tersebut.

Sementara itu, HD Sumarno, Kasi Kesejahteraan Kecamatan Ngaglik yang selaku panitia menjelaskan bahwa kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Sinduharjo tahun 2019 meliputi empat bidang, yakni pemerintahan desa, pembangunan desa, pemberdayaan desa, dan pembinaan desa dengan biaya Rp5 miliar lebih. Dana tersebut berasal dari dana APBN, APBD, dan Pendapatan Desa.

Selesai acara Musrenbang Desa Sinduharjo dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara Musrenbang kemudian diakhiri dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan doa bersama. (SPN)




Jelang pemilu Bakesbangpol Gelar FGD Bersama Komunitas Intelijen Daerah Sleman

Gamping – Kamis (22/11/2018) pukul WIB, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Unit 1 Pemerintah Daerah Sleman. FGD kali ini mengangkat tema meningkatkan jaring komunikasi intelijen daerah bersama komponen masyarakat sebagai upaya mewujudkan pemilu serentak yang damai.

Peserta FGD berasal dari unsur organisasi kemasyarakatan dan penyelenggara pemilu tingkat kecamatan. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bersama 16 ketua PPK se-Kabupaten Sleman turut hadir sebagai peserta FGD karena dianggap oleh Bakesbangpol mempunyai peranan penting dalam kesuksesan penyelenggaran pemilu 2019 mendatang.

Giat yang dipandu oleh Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan nasional Bakesbangpol Sleman, Setiharno juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Dengan narasumber Iptu Dwi Daryanto dari Polres Sleman, Kapten mariji dari Kodim 0732/Sleman dan AKBP Sugiyono sebagai koordinator wilayah Badan Intelijen Negara Daerah istimewa Yogyakarta.

Dalam pemaparannya Iptu Dwi Daryanto membahas tentang kondusifitas ketentraman, ketertiban, dan keamanan dalam pemilu serentak 2019 di wilayah hukum Polres Sleman. Menurut Iptu Dwi, Pemilu mendatang memiliki kompleksitas tersendiri karena dilaksanakan secara serentak antara pemilu legislatif dan pemilu presiden, masyarakat dihadapkan pada lima jenis surat suara, selain itu calon legislatif tidak hanya fokus pada pemenangan calon legislatif namun juga fokus dalam pemenangan calon Presiden.

“Menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemilu, pihak keamanan maupun seluruh pihak terkait untuk mewujudkan pemilu yang berdaulat,” sambung Iptu Dwi.

Di sesi selanjutnya, AKBP Sugiyono menyampaikan materi tentang peningkatan kegiatan intelijen dalam upaya mewujudkan pemilu 2019 yang damai. Menurutnya, partisipasi masyarakat jadi penentu keberhasilan pelaksanaan Pemilu. Trend menurun dalam empat kali Pemilu di era reformasi, jadi tantangan penyelenggara Pemilu 2019. Tingkat partisipasi Pemilu 2014 yang sebesar 69,58%, akan pengaruhi pola pikir masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilu 2019. Selain itu Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kebudayaan, juga ‘Miniatur Indonesia’ DIY berpotensi untuk bangun harmoni, sekaligus rawan terjadinya konflik SARA.

“Penghayatan nilai-nilai ideologi Pancasila yang menurun dan kuatnya ideologi asing, juga jadi tantangan bersama,” tutur AKBP Sugiyono. (Adnan Nurtjahjo)




Panwascam dan PPK Gamping Bersinergi Gelar Rakor Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Gamping – Kamis (22/11/2018) pukul WIB, Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Gamping bersinergi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menggelar Rapat Koordinasi tentang pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dihelat di RM. Kebon Ndelik, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Rakor dihadiri oleh Ketua Panwascam Gamping, Kurniawan Prihandoko, didampingi Komisioner Panwascam Iman Sumarlan dan Djoko Purwono beserta seluruh stafnya, Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bersama Komisioner PPK Lena Lailasari Girsang dan M. Mualif, staf sekretariat Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sleman, Arsyad, Panwaslu tingkat desa serta Pengurus Partai Politik peserta pemilu serentak 2019.

Dalam sambutannya, Kurniawan menyampaikan bahwa dengan adanya pertemuan ini bisa menyatukan pendapat berkaitan dengan pemasangan APK oleh peserta pemilu agar tidak melanggar aturan yang sudah dikeluarkan oleh penyelenggara pemilu. “Apabila peserta pemilu mematuhi tata tertib pemasangan APK akan menjadikan wilayah Kecamatan Gamping yang aman dan damai dalam pelaksanaan kampanye,” ucap Panwascam yang akrab disebut Ki Wawan ini.

Selanjutnya Ketua PPK Gamping memaparkan materi dihadapan pengurus partai politik tingkat kecamatan berkaitan dengan jenis dan jumlah APK yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, jenis dan jumlah APK yang dapat dicetak oleh Peserta Pemilu, rancangan keputusan KPU Kabupaten Sleman tentang lokasi pemasangan APK, mekanisme penyerahan APK kepada peserta pemilu, mekanisme pemasangan, pemeliharaan, penggantian dan penurunan APK, serta desain APK yang harus disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adnan Iman menambahkan, Kampanye dalam sebuah pemilu merupakan bagian yang penting. Pada tahapan ini, peserta pemilu akan menggunakan cara atau metode tertentu untuk mempengaruhi pilihan para pemilih. Dalam kaitannya dengan kampanye, KPU diamanatkan untuk memfasilitasinya. Untuk melaksanakan pasal 275 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan Peraturan KPU nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye, KPU memfasilitasi metode kampanye sesuai dengan kemampuan anggaran Negara.

“Oleh karena itu, jumlah APK yang difasilitasi oleh KPU Sleman jumlahnya terbatas. Apabila peserta pemilu akan menambah jumlah APK maka harus berkoordinasi ataupun berkonsultasi dengan KPU Sleman,” tutur Penyelenggara Pemilu yang berasal dari Desa Trihanggo ini. (Adnan Nurtjahjo)




Desa Ngadirejo Temanggung Lakukan Kunjungan ke Wonosari Bangunkerto

Turi – Kamis (22/11/2018), Pemerintah Desa Ngadirejo Temanggung beserta kader lingkungan hidup melakukan kunjungan ke Wonosari, Bangunkerto, Turi.

Rombongan berjumlah lima puluh orang yang terdiri dari perangkat desa, dukuh, dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Ngadirejo.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Lurah Ngadirejo Temanggung, Nurul Aqiqah ini, tiba pada pukul WIB.

Adapun tujuan kunjungan ke kampung Wonosari disampaikan Nurul untuk belajar tentang penataan lingkungan pemukiman, seperti pemanfaatan lahan pekarangan, kebersihan lingkungan, penanaman sayuran, dan pengolahan sampah menjadi kerajinan sehingga kampung menjadi bersih, indah, dan rapi.

Ke depannya pun Kelurahan Ngadirejo Temanggung akan meniru cara penataan lingkungan yang ada di Wonosari.

“Ini sesuai dengan program yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kelurahan Ngadirejo bahwasanya di tahun 2019 Desa Ngadirejo Temanggung akan mengubah wajah desanya menjadi desa green and clean,” kata Nurul.

Dipilihnya Wonosari Bangunkerto sebagai tempat untuk studi banding ditambahkan Nurul karena Dusun Wonosari telah memenangi berbagai macam lomba, di antaranya juara satu Lomba Green and Clean tingkat Kabupaten Sleman, juara satu Lomba Kampung Hijau tingkat Provinsi DIY, juara dua Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tingkat Kabupaten Sleman, dan memperoleh sertifikat nasional Program Kampung Iklim kategori utama.

Kegiatan penataan lingkungan di Dusun Wonosari sendiri sudah dimulai sejak tahun 2014 yang dipelopori oleh Suharman dan telah berhasil mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan merawat lingkungannya. Kesadaran dan dukungan masyarakat inilah yang bisa menjadikan kampung Wonosari Bangunkerto selalu bersih, rapi, dan indah sehingga layak untuk dijadikan tempat untuk studi banding desa-desa lainnya. (Harman)




Peringatan HKN ke-54, Dinkes Sleman Luncurkan Senam Germas Sembada

Dinas kesehatan Kabupaten Sleman luncurkan Senam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Sembada pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 tahun 2018 di Lapangan Pemda Sleman, pada Kamis (22/11/18). Peluncuran dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun didampingi Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo ditandai dengan pemencetan tombol sirine.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menjelaskan Senam Germas Sembada adalah senam yang tergolong memiliki gerakan mudah dan berdurasi singkat hanya 11 menit. Senam ini menurutnya berisi suatu gerakan hiburan yang menyenangkan dan dapat merangsang terbentuknya Dopamin dalam tubuh. Zat Dopamin berguna untuk mencegah penuaan dini serta menimbulkan rasa tenang dan senang.

“Senam Germas Sembada ini diharapkan akan dilakasanakan sehari-hari oleh masyarakat di usia produktif, ditengah kesibukannya bekerja baik di sektor swasta maupun pemerintah,” ungkapnya.

Muslimatun menambahkan, setiap tahun senam ini akan selalu diperbarui baik gerakan maupun iringan musiknya. Pembaruan tersebut agar selalu mengikuti trend gerakan senam dari masa ke masa agar selalu diminati masyarakat.

“Kami menyadari, senam ini masih banyak kekurangan. Namun cita-cita terpenting dari diluncurkannya senam ini adalah untuk membangkitkan kemauan dalam berperilaku hidup sehat,” tutur Muslimatun.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan bahwa peluncuran Senam Germas Sembada juga diawali dengan peluncuran lima inovasi program kesehatan lainnya. Inovasi program kesehatan yang diluncurkan yaitu Pandu Teman (Pemeriksaan ANC Terpadu Menuju Triple Eliminasi Melibatkan Semua Layanan), SIM KIA SEMBADA, Getar Thala (Gerakan Atasi Anemia dan Thalasemia) dan terakhir Tua Keladi (Santun Lansia Kesehatannya Layak Diperhatikan).