KPU Sleman Adakan Rakor Bahas Rekruitmen PPK Tambahan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi

Gamping – Selasa (20/11/2018) pukul WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi tentang rekrutman penambahan personil Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Ruang Rapat Kantor KPU Sleman.

Rakor dipimpin oleh Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi didampingi anggotanya, Aswino Wardhana, Indah Sri Wulandari, Ahmad Baehaqi dan Noor Aan Muhlishoh. Dalam kesempatan ini hadir Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bersama 16 Ketua PPK se-Kabupaten Sleman.

Menurut Ketua Divisi Sumberdaya Manusia KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh perekrutan penambahan personil PPK sebanyak dua orang ini menggunakan dasar hukum Peraturan KPU nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS, dan KPPS dalam Penyelengaraan Pemilu 2019, PKPU 36 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2018, Surat Edaran KPU RI Nomor 1373/ tentang Proses Penambahan jumlah anggota PPK pada Pemilu 2019 pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 31/PUU-XVI/ 2018 serta SK Nomor 31/ tentang Petunjuk Tekhnis Pembentukan PPK, PPS dan KPPS dalam Penyelenggaraan Pemilu.

“Rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh KPU antara lain pemetaan sumberdaya manusia cadangan (10 sampai 13 November), koordinasi dengan lembaga pendidikan atau lembaga profesi (14 sampai 21 November), verifikasi kelengkapan persyaratan (22 sampai 25 November), wawancara (26 sampai 27 November) serta pelantikan pada tanggal 2 Januari 2019,” lanjut Aan.

Ketua KPU Sleman menyampaikan bahwa dalam berkoordinasi dengan lembaga pendidikan atau profesi dilakukan secara formal perlu disampaikan kompetensi yang dibutuhkan dan prosedur rekruitmen yang akan ditempuh. “Dalam berkoordinasi langsung dengan lembaga pendidikan di Kecamatan atau desa bias melibatkan PPK aktif,” tutur Trapsi. (Adnan Nurtjahjo)




Diksar BSMR Bentuk Relawan Cerdas dan Siap Pakai

Gamping – Minggu (18/11/2018), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi menutup kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) bagi relawan medis dan non medis Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) di Rumah Siaga Cokrowijayan Sleman (RSCS) Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 35 orang peserta dari BSMR Ibnu Abas Klaten, mahasiswa Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah, Politeknik Kesehatan dengan latar belakang pendidikan medis dan non medis serta relawan Tim Rescue Banyuraden.

Diksar dengan durasi tiga hari ini menghadirkan narasumber yang sudah berpengalaman di bidangnya, antara lain Muhamad Rudi dari BSMI Pusat dan Enaryaka dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman.

Di sesi kelas dr. Siswanto menyampaikan materi tentang pengenalan lambang BSMI, dr. Bambang Edi Susyanto memaparkan materi berkaitan dengan pengetahuan kerelawanan. Sedangkan materi Teknik Basic Life Support (BLS) disampaikan oleh dr. Pramudyo Harwandono dan dr. Kharisma Nur Prabowo, serta Teknik Psychological First Aid (PFA) dipaparkan oleh Khamzah Beriasta. Pemaparan materi terakhir disampaikan oleh Liza Uswatun Husna Lubis mengenai kajian isi mars dan hymne BSMI.

Kegiatan yang mengambil tema ‘Siapkan Diri Relawan Cerdas, Relawan Siap Pakai’ bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang BSMI, menciptakan generasi pengurus organisasi yang terampil dan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai relawan, meningkatkan sikap dan jiwa kepemimpinan serta mampu menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari pun ketika ada bencana.

Dalam paparannya dr. Pramudyo menyampaikan bahwa Pemahaman dan praktik Basic Life Support ternyata tidak mudah, terutama ketika kita diharapkan bisa memberi pertolongan pada seseorang yang sedang mengalami cedera atau kecelakaan di tempat umum. Kemungkinan terburuknya, kondisi korban akan bertambah parah atau malah meninggal dunia.

“Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) merupakan pendekatan sistematis dalam penanggulangan penderita gawat darurat (GD) di tempat kejadian perkara (TKP) dan membawanya ke tempat pelayanan definitif (rumah sakit-red) Penanggulangan di TKP meliputi cara meminta bantuan, mengontrol pendarahan, memasang balut atau bidai, hingga korban dibawa ke rumah sakit dengan transportasi yang memadai dan aman,” ungkap dr. Pramudyo. (Adnan Nurtjahjo)




KIM Sleman Ramaikan Sunmor Sembada Minggu Pahingan Terakhir di Tahun 2018

Sleman – 18-11-18 adalah sebuah angka yang menyebutkan tanggal bulan tahun yang unik dan tanggal ini bertepatan dengan Sunmor Sembada Minggu Pahingan. Kegiatan Sunmor Sembada Minggu Pahingan, Minggu (18/11/2018) ini mengakhiri kegiatan Sunmor Sembada Minggu Pahingan di tahun 2018.

Lapangan parkir Denggung adalah salah satu tempat yang strategis dan tempat inilah yang dipakai KIM Sleman dalam menyelenggarakan Sunmor Sembada Minggu Pahingan. Setiap Sunmor Sembada Minggu Pahingan, KIM Sleman selalu mengkolaborasikan kegiatan yang ada dan pagi ini berkolaborasi edukasi dengan PCM Muhammadiyah Kecamatan Sleman.

Kegiatan diisi dengan kegiatan komunitas Pengurus Cabang Muhammadiah Kecamatan Sleman yang terdiri dari Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA dan SMK Muhammadiyah.

Kegiatan ini diawali dengan jalan sehat yang diikuti 700 orang dan dibuka oleh Sekretaris Camat Sleman, Sumariyah. Jalan sehat yang dimulai pukul WIB ini mengambil rute sekitar empat kilometer dengan start dan finish di Panggung Kreasi Budaya Sunmor, parkir utara Lapangan Denggung Tridadi Sleman.

Setelah selesai jalan sehat para peserta baik para siswa atau orang tua wali dipersilakan untuk menikmati kuliner, jajanan, produk fashion dan handmade yang itu semua merupakan produk unggulan potensi UMKM Kecamatan Sleman.

Dikomando oleh Camat Sleman, Wildan Solichin, dan Kasi Ekobang Kecamatan Sleman, Noor Bramantio, pameran UMKM ini diikuti sekitar 100 lebih peserta.

Dalam sambutannya, Camat Sleman menyampaikan terima kasih kepada pengurus PCM Muhammadiyah Sleman karena telah bekerja sama dalam meningkatkan edukasi kreasi siswa melalui kegiatan Sunmor Sembada ini.

“Semoga menjadi siswa yang berkualitas, cerdas dan inovatif, serta sunmor itu sendiri akan berinovasi di 2019,” kata Wildan.

Para pengunjung pun dapat menikmati aneka belanja dan jajanan sembari melihat koleksi literasi di Perpusda Kabupaten Sleman.

Selain itu, para pengunjung juga bisa melihat penampilan kreativitas siswa TK, SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah Sleman, antara lain TK yang menampilkan tari kreasi baru Yapoong, lagu, dan musik angklung, kemudian SD MI menampilkan musikal, tahfids, sedangkan SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah menampilkan musical.

Penampilan siswa ini diselingi dengan beberapa pembagian doorprize. Sebagai hadiah utama kegiatan ini adalah sebuah sepeda yang diserahkan langsung oleh Camat Sleman. (R Agus Nur Widayadi)




Siraman Rohani Perkokoh Keimanan dan Ketaqwaan ASN Kecamatan Gamping

Gamping – Jumat (16/11/2018) pukul WIB, Pemerintah Kecamatan Gamping menyelenggarakan kegiatan pengajian bagi Aparatur Sipil Negara di Ruang Rapat Lantai II Kantor Camat Gamping. Peserta siraman rohani diantaranya dari anggota Kepolisian Sektor Gamping, Anggota Komando Rayon Militer 17/Gamping, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Kepala Desa di wilayah Kecamatan Gamping.

Dalam kesempatan ini hadir, Sekretaris Kecamatan Gamping, H. Rasyid Ratnadi Sosiawan didampingi Kasi Pemerintahan Budi Supriyanta, Kasi Pelayanan Umum Usman Supriyadi, Kasi Ekonomi dan Pembangunan R. Hery Subagio, serta Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.

Tausiyah disampaikan H. Masrusi yang menjabat sebagai Penyuluh Agama Fungsional di lingkungan Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau menyampaikan tentang hakikat cinta kasih sejati dalam islam. Cinta adalah anugerah yang diberikan kepada kita dari Allah SWT yang selayaknya patut kita jaga dan syukuri. Sebagai muslim yang bertaqwa menjaga kedamaian antar umat dan saling menebar cinta kasih adalah perbuatan yang terpuji dan disukai oleh Allah SWT. “Sesungguhnya sebaik-baiknya cinta adalah rasa cinta yang didasarkan kepada keimanan dan ketaqwaan hanya kepada Allah SWT, Karena cinta yang seperti inilah yang akan bertahan, selalu tumbuh dan berkembang sampai kapan pun,” tutur H. Masrusi.

Sebagai penutup tauziyahnya H. Masrusi menyampaikan bahwa mengembangkan cinta kasih berguna untuk menenangkan hati. Kehidupan di dunia tidak kekal. Untuk itu sebagai muslim harus bisa menemukan arah hidup. Seorang muslim harus bersyukur karena bisa melewati setiap hari dengan aman dan tenteram. Sebagai muslim juga selalu menggunakan hati penuh syukur, rasa hormat, dan cinta kasih untuk menghadapi kehidupan ini. Serta selalu berpengertian, berlapang dada, pun bersyukur. (Adnan Nurtjahjo




ASN Kecamatan Gamping Laksanakan Gladi Sambut Hari Jadi Korpri ke-47

Gamping – Jumat (16/11/2018) pukul WIB, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah kecamatan Gamping melakukan latihan upacara dalam rangka peringatan hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-47 yang jatuh pada tanggal 29/11/2018 mendatang di halaman kantor Camat Gamping, Kabupaten Sleman.

Gladi yang dipimpin oleh kasi Trantib Kecamatan Gamping, Harley Benyamin Josua bersama stafnya, Sumarsono dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Gamping, H. Rasyid Ratnadi Sosiawan beserta segenap jajaran pegawai Pemerintah Kecamatan Gamping.

Petugas upacara yang berlatih diantaranya, R. Hery subagio sebagai Komandan Upacara, Baningsih dan Ita Siswinarsih sebagai pengibar bendera, Yustina Privantiwi sebagai pembaca naskah Panca Prasetya Korpri, serta pemandu upacara, Supriyati.

Dalam upacara perlu dilafalkan Panca Prasetya Korpri, bukan hanya dihafal namun yang utama adalah harus menjadi amalan dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara, dan semangat itu harus melekat dalam diri para ASN serta bisa teramalkan dalam kehidupan sehari-hari. Lima janji tersebut harus menjadi pedoman dan menjiwa dalam semua ASN.

“Hal besar akan terwujud bilamana hal-hal yang kecil telah tumbuh dan bisa di amalkan dalam kehidupan dalam diri setiap pegawai. Semoga dengan Panca Prasetya Korpri yang sudah melekat dalam diri setiap ASN dimana pun tugasnya akan menjadikan negeri ini lebih bermartabat,” Ucap Harley. (Adnan Nurtjahjo)