Seni Pertunjukan Harus Didukung Infrastruktur

Seni pertunjukan yang bagus tidak hanya tentang performa yang ditampilkan, melainkan juga harus didukung gedung pertunjukan yang representatif.

“Setelah dibantu oleh Bekraf, Studio Banjarmili menjadi mewah sekali karena membuat Studio Banjarmili memiliki tempat yang nyaman untuk penonton”, ujar Martinus Miroto pemilik Studio Banjarmili dalam acara talkshow bertajuk Learn X di Studio Banjarmili, Banyuraden, Gamping, Sleman, Jumat (2/11). Menurut Martinus, Studio Banjarmili yang merupakan studio seni tari ini menjadi semakin memiliki manfaat nyata, dapat digunakan oleh banyak orang dan memiliki fasilitas yang bisa turut menyumbangkan kesejahteraan meskipun sekecil apapun.

Talkshow Learn X sendiri digagas Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama NET TV yang mengusung tema Arsitektur dan Seni Pertunjukan. Acara ini turut menghadirkan beberapa pembicara yaitu Hari Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Bekraf, Endy Subijono, Scholastika Wahyu Pribadi, dan Pardiman Djoyonegoro selaku pendiri Acapella Mataraman.
Dibuka langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Talkshow Learn X dihadiri beberapa komunitas dari Padepokan Seni Bagong, Gayam 16, Yayasan Bosan Berisik, PUPUK, Jogja Creative Society, IVAA, dan beberapa Universitas seperti Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Atma Jaya.

Bekraf adalah lembaga baru non kementerian yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Bekraf membantu komunitas-komunitas dan pelaku kreatif untuk terus berkarya dengan cara memberikan program bantuan pemerintah yang sedikit berbeda dengan bantuan-bantuan pemerintah lainnya. Bekraf tidak memberikan bantuan berupa uang melainkan barang yang bersifat sesuai dengan kebutuhan komunitas.

Di sini bidang arsitektur dibutuhkan untuk membantu program Bekraf dalam memacu pelaku seni pertunjukan karena yang dilakukan Bekraf adalah merevitalisasi bukan membangun baru. Revitalisasi di sini bermakna usaha untuk mengembangkan ruang dan bangunan untuk kegiatan komunitas kreatif sesuai kebutuhan dengan cara melakukan perubahan terbatas dengan tidak merusak ruang dan bangunan yang sudah ada.




Gelar Macapat Paguyuban Sekar Kencana Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – Sabtu (3/11/2018), Paguyuban Macapat Sekar Kencana Kecamatan Ngaglik dengan Pakaian Seragam Jawa lengkap, menampilkan kebolehannya dalam tembang macapat.

Acara tersebut dihadiri 50 orang peserta. Ikut hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Kecamatan Ngaglik, Purwati, Mantan Kepala Seksi Kesmas Kecamatan Ngaglik Muryanto serta Perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman sekaligus sebagai Sekretaris Paguyuban Macapat Sekar Manunggal Sembada Kabupaten Sleman, Sarjiyono, Ketua Paguyuban Macapat Sekar Kencana Kecamatan Ngaglik Suyud, dan Koordinator Macapat Kecamatan Ngaglik, Erna Sutami, yang juga tuan rumah kegiatan ini.

Erna mengucapkan selamat datang selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para undangan di Dusun Kencuran ini.  “Saya juga mewakili Pemerintah Desa Sukoharjo menyambut baik atas diadakannya gelar macapat ini, saya harap kegiatan seperti ini terus bisa berlangsung,” ujarnya.

Sekretaris Camat Ngaglik pun menyambut antusias. Pihak kecamatan sangat terima kasih karena kebudayaan Jawa ini tetap dilestarikan.

Purwati juga mengharapkan ada kaderisasi atau regenerasi sehingga kegiatan macapat ini tidak berkurang bahkan hilang tergerus oleh zaman.

“Untuk itu mari kerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Ngaglik untuk bisa melestarikan kegiatan macapat ini,” pungkasnya. (Suripto)




Merti Dusun Wujudkan Sleman Berbudaya dan Bermartabat

Masyarakat Dusun Jetis, Mororejo, Tempel Kabupaten Sleman mengadakan Merti Dusun, Sabtu (3/11/2018) dengan tema “Guyup Rukun Gayeng Gumregah Nyawiji Ing Budoyo “. Acara dihadiri Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Kepala Desa Mororejo Roni Nurdiyantara, perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Agus Sumaryono, Kepala Dusun, dan masyarakat Jetis.

Ketua Panitia Penyelenggara, Karjo Sunaryo mengatakan, rangkaian acara sudah dimulai sejak hari Jumat (2/11/2018) malam dengan mengadakan pengajian dan doa bersama. Kemudian Sabtu (3/11/2018) siang dilaksanakan kirab mengelilingi dusun dan pentas jatilan dari Abdi Iromo serta puncaknya malam hari dengan menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Dewa Ruci oleh Dalang Ki Bayu Sugati.

Selanjutnya dikatakan, tujuan merti dusun adalah sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas karunia yang telah diberikan, dan memohon agar masyarakat Dusun Jetis tidak memandang tua, muda, besar kecil, laki-laki, maupun perempuan dijauhkan dari bencana dan dimudahkan dalam mencari rejeki.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengapresiasi dan bangga kepada masyarakat Dusun Jetis yang telah menyelenggarakan merti dusun sesuai dengan misi Kabupaten Sleman yaitu Sleman yang berbudaya dan bermartabat.

Selanjutnya ia memuji tema yang diambil yaitu guyub rukun gayeng gumregah nyawiji ing budoyo, harapannya apa yang menjadi tema itu bisa dijadikan tema di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten pada umumnya.

“Sebentar lagi kita akan punya perhelatan akbar yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden, saya minta kepada masyarakat untuk tetap guyub rukun,gayeng, gumregah nyawiji ing budoyo walaupun pilihan berbeda-beda jangan sampai setelah selesai pemilihan terjadi perpecahan di masyarakat,” ungkap Sri Muslimatun. (Surono)




Panwascam Gamping Gandeng PPK Gelar Rakor Pengawasan Kampanye Pemilu 2019

Gamping – Kamis (1/11/2018) pukul WIB, Panwaslu Kecamatan Gamping menggelar rapat koordinasi (Rakor) Pengawasan Kampanye Pemilu 2019 bersama pihak terkait di Hotel Star 88 Jl Tata Bumi No.3 Banyuraden, Kecamatan Gamping.

Rakor dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Gamping, H. Rasyid Ratnadi Sosiawan, Kasi Trantib Kecamatan Gamping, Harley Josua Benyamin, Panit Intel Polsek Gamping, Iptu Wuryanto, Ketua Panwascam Gamping, Kurniawan Prihandoko beserta jajaran, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi anggota PPK Divisi Data, Lena Lailasari Girsang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta Sekretaris Desa se-Kecamatan Gamping.

Rakor yang dipandu moderator, Lukman Jatmiko ini diawali dengan sambutan dari Sekcam Gamping yang menyampaikan tentang pentingnya menjaga suasana yang aman dan kondusif selama tahapan kampanye di wilayah Kecamatan Gamping. “Panwaslu hendaknya bersikap adil terhadap peserta pemilu, agar tidak ada gejolak di masa kampanye ini,” pesan H. Rasyid. Dilanjutkan Ketua Panwascam Gamping menyampaikan maksud dan tujuan rakor kali ini.

“Tujuan kami menyelenggarakan rakor tentang pengawasan kampanye dan pemasangan alat peraga kampanye (APK) agar seluruh pihak terkait mengetahui jadwal dan regulasinya,”ucap Kurniawan.

Panwascam kali ini menghadirkan 3 narasumber yakni Komisioner Panwascam Gamping, Iman Sumarlan yang membahas tentang bahan kampanye dan alat peraga kampanye,  Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang memaparkan tentang Ketentuan jumlah APK yang difasilitasi beserta jumlah dan ukurannya yang disesuaikan dengan ruang publik yang tersedia hasil koordinasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman dengan pemerintah daerah setempat, serta Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa menyampaikan tentang Kampanye dan APK dari sisi pengawasan.

Iman mengatakan sesuai peraturan Bawaslu Bab III tentang pengawasan materi kampanye pasal 18 bahwa dalam berkampanye peserta pemilu tidak boleh mempersoalkan dasar negara Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, Tahun 1945, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain, serta menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat.

Dalam paparannya Adnan menyampaikan Ketentuan Desain dan Materi APK serta Iklan Kampanye yang difasilitasi oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten. Salah satunya antara lain, didalam APK Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten dapat memuat lambang, nama dan nomor urut Partai Politik, visi, misi dan program Partai Politik, foto Pengurus Partai Politik dan foto tokoh yang melekat pada citra diri Partai Politik namun harus berkoordinas dulu dengan KPU.

Di akhir rakor Abdul Karim membahas mengenai Pengawasan Kampanye Pemilu sesuai Pasal 4 Perbawaslu No. 28 Tahun 2018, mengenai pengawasan tim kampanye, pengawasan materi dan/atau ujaran kampanye, pengawasan kampanye yang dilarang, pengawasan kampanye di luar jadwal, pengawasan pemberitaan dan penyiaran iklan kampanye, pengawasan kampanye oleh pihak yang dilarang keterlibatannya, pengawasan praktik politik uang dalam kampanye, pengawasan pertemuan terbatas, tatap muka, dialog, rapat umum dan debat kandidat, serta pengawasan pemasangan APK dan penyebaran bahan kampanye. (Adnan Nurtjahjo)




Puskesmas Turi Adakan Pertemuan Kader Posbindu PTM

Turi – Puskesmas Turi mengadakan pertemuan kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular se-Kecamatan Turi, Rabu (31/10/2018).

Pertemuan diikuti oleh semua kader yang ada di Desa Bangunkerto, Wonokerto, Girikerto, dan Donokerto. Pertemuan ini sudah rutin diadakan untuk mengevaluasi kegiatan yang berlangsung di Posbindu.

Hadir dalam pertemuan itu dari Puskesmas Turi, Dwi Ratna Ningsih. Dwi mengatakan dengan adanya pertemuan ini pihaknya bisa memantau permasalahan kesehatan yang di masyarakat Turi.

Pun, dirinya berharap dusun lain yang belum ada Posbindu untuk segera membuat kader sehingga bisa melayani masyarakat di dusunnya masing-masing.

“Dengan adanya Posbindu, masyarakat dapat selalu menjaga kesehatan dan dengan cepat bisa mendeteksi sejak dini. Dengan deteksi dini penyakit masyarakat bisa langsung berobat ke puskesmas dan penyakit akan mudah tertangani, mengingat di Kecamatan Turi penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat adalah hipertensi dan asam urat,” imbuh beliau.

Posbindu PTM sendiri adalah pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular dengan sasaran khusus untuk usia 15-59 tahun. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendeteksi dini atau screening penyakit tidak menular. Adapun pelayanan meliputi cek tensi darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Cek rutin setiap bulan ini bersifat gratis. (Harman)