Sleman Fokus pada Capaian PBB tahun 2018

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman saat ini tengah berfokus pada capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018.

Menurut data BKAD yang disampaikan oleh Kusniyati, selaku Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan BKAD Kabupaten Sleman, dari target PBB tahun 2018 sebesar Rp 72 miliar, sampai akhir Oktober ini target telah tercapai 98,10% sehingga pada akhir tahun yaitu bulan Desember diharapkan bisa terealisasikan di atas 100%.

“Kami menargetkan untuk tahun ini ada 3 kecamatan yang lunas, tahun 2017 ada 2 kecamatan yang lunas PBB per 31 Desember yaitu Kecamatan Sayegan dan Cangkringan, inshaAllah di tahun 2018 ada tambahan yaitu Kecamatan Moyudan,” ujarnya, Rabu (31/10/2018) di Rumah Makan Jimbaran, Sleman.

Kusniyati juga menjelaskan bahwa pada tahun 2018 ini ada 410 pedukuhan yang sudah melunasi pajak sebelum jatuh tempo pada 29 September 2018. Sementara itu, 16 desa juga sudah membayar lunas pajak di antaranya adalah Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo, Desa Wukirsari, Desa Margoagung, Desa Margodadi, Desa Margokaton, Desa Margomulyo, Desa Sumberahayu, Desa Sumbersari, Desa Sumberarum, Desa Girikerto, Desa Sambirejo, Desa Wukirharjo, Desa Bimomartani, dan Desa Sindumartani.

Sementara itu Bupati Kabupaten Sleman, Sri Purnomo menambahkan bahwa pengumpulan dari pajak dan retribusi tersebut nantinya akan digunakan untuk melancarkan pembangunan. “Kami berharap target di tahun 2019 komponen untuk menyumbang APBD yang berupa PAD (Pendapatan Asli Daerah-red) itu juga ditingkatkan lagi,” jelasnya.




Sekolah Lanjut Usia Belajar Jaga Kestabilan Tekanan Darah

Ngaglik – Peserta Sekolah Lanjut Usia (SLU) merasa senang saat menerima ilmu kesehatan yang baru. Bulan lalu, SLU menerima ilmu agar tidak terkena DM dan bagaimana merawat penderita DM.

Sabtu (27/10/2018), SLU kembali memperoleh ilmu baru terkait mengelola tekanan darah agar terus terjaga. Hal ini disampaikan oleh narasumber Dosen Universitas Respati Yogyakarta yang akrab dipanggil Erjin.

“Bagaimana cara menurunkan tekanan darah tinggi yang sering kita praktikan dengan konsumsi mentimun itu benar tapi caranya harus tahu misalnya mentimun diparut atau diblender sampai halus lalu diminum atau dimakan dengan isinya itu tidak salah tapi umumnya mentimun dimakan untuk lalapan saja,” tutur Erjin.

Di samping itu, Erjin juga membeberkan bahwa seledri juga bisa menurunkan darah tinggi. Pun dengan relaksasi sederhana tapi efektif.

“Dengan 16 cara relaksasi dan umumnya mengatur pernapasan dan gerakan semua badan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Erjin ditemani Tim Pemeriksaan Tensi sebanyak 8 orang yang menjadi asisten pemateri, memeriksa kondisi tekanan darah semua peserta SLU. Erjin menyarankan untuk tetap berkonsultasi kepada dokternya supaya terjaga kesehatannya. (srp)




Pagelaran Wayang Kulit Tutup Rangkaian HUT Sinduharjo

Ngaglik – Penyerahan Wayang Werkudara oleh Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja kepada Dalang Ki Hadi Purwoko dari Sleman DIY pertanda pagelaran wayang kulit semalam suntuk resmi digelar di Halaman Kantor Desa Sinduharjo, Sabtu (27/10/2018)

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Bima Kurda ini digekar dalam rangka penutupan peringatan HUT Desa Sinduharjo ke-72, yang mana beberapa hari sebelumnya telah diadakan kegiatan kirab bregada, upacara tradisional, pameran, dan gelar potensi seni budaya selama empat hari.

“Alhamdulilah kegiatan di desa Sinduharjo selama empat hari di hari jadi ke 72 berjalan lancar, kami mengucapkan terima kasih pada masyarakat Sinduharjo yang telah mendukung kegiatan ini dengan tema Sinduharjo Nyawiji,” kata Sudarja saat memberikan sambutan dalam acara pagelaran wayang kulit.

Dalam acara ini hadir perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Camat Ngaglik, Kepala Desa se-Kecamatan Ngaglik, perangkat desa, lembaga Desa Sinduharjo, dan warga sekitar.

“Kami mengucapkan selamat HUT ke-72 bagi Sinduharjo dan terimakasih atas pagelaran wayang kulit, yang dapat menyatukan masyarakat tanpa pandang agama apa, mudah-mudahan pertunjukan wayang kulit dapat menjadi tontonan, tuntunan bagi kita semua,” ujar perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. (SPN)




Peringati Hari Sumpah Pemuda, Nogotirto Helat Jalan Sehat Warga

Gamping – Minggu (28/10/2018) pukul WIB, Kepala Desa Nogotirto, H. Faizin mengibarkan bendera start tanda dimulainya jalan sehat yang dihelat oleh Pemerintah Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-90. Tema peringatan hari sumpah pemuda tahun ini yaitu dengan Semangat Pemuda Wujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan Negara.

Menurut keterangan dari Sekretaris Desa Nogotirto, Yuda Wadana jalan sehat diikuti oleh warga Desa Nogotirto dari berbagai usia. Untuk memeriahkan jalan sehat, panitia mendatangkan hiburan organ tunggal dari Herry Entertainment dan menyediakan bermacam-macam hadiah (doorprize-red) berupa sepeda gunung, karpet, kompor gas, magic com, serta barang menarik lainnya. Uniknya, sebelum pengundian nomor peserta, H. Faizin menguji pengetahuan warganya tentang kebangsaaan dengan meminta warganya menyebutkan teks sumpah pemuda, dan melafalkan Pancasila untuk mendapatkan hadiah dari orang nomor satu di Desa Nogotirto ini.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan pembagian hadiah kejuaraan Pekan Olahraga Desa Nogotirto yang memperlombakan tiga cabang olahraga yakni bulutangkis, tenis meja, dan catur. Untuk cabang bulutangkis juara I diraih PB Jago Kajor, juara II PB Kwarasan, juara III IPMB Sawahan, serta juara harapan PB PWC Cambahan. Selanjutnya cabang tenis meja juara I diraih Hardian Kwarasan, juara II Barozi Mlangi, juara III Asfan Abdullah Sawahan, serta juara harapan Dahar Satoto Kwarasan. Sedangkan di cabang catur juara I diraih Busron Jasem Pundung, juara II Jawahir Sawahan, juara III Albert Karang Tengah serta juara harapan Mulyadi Karang Tengah.

Dengan adanya peringatan sumpah pemuda ini Kepala Desa Nogotirto berharap seluruh warganya senantiasa selalu menjaga kerukunan, kekompakan, dan tidak mudah termakan isu negatif. (Adnan Nurtjahjo)




Festival Desa Budaya Tampilkan Beragam Kesenian

Turi – Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan Festival Desa Budaya 2018 yang dipusatkan di Lapangan Pokoh Wedomartani Ngemplak, Sabtu (27/10/2018) dari pukul WIB sampai selesai.

Festival yang diadakan rutin setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda ini, diikuti oleh 12 desa budaya di Kabupaten Sleman.

Festival diadakan selama satu hari dengan setiap desa budaya diberikan waktu 20 menit untuk melakukan pentas. Pentas di sini tidak hanya menampilkan kesenian yang ada di desa budaya tapi juga pameran potensi baik berupa kuliner dan kerajinan tangan di desa budaya tersebut.

Desa Budaya Bangunkerto yang diketuai oleh Suharman juga mengikuti festival dengan mementaskan perpaduan kesenian yang ada, di antaranya dolanan anak, karawitan, ketoprak, bregodo, tari, dan rampak buto. Semuanya kemudian dikemas oleh seniman kondang di Bangunkerto Jontor sehingga menjadi suatu pertunjukan yang bercerita tentang berdirinya Dusun Jurugan.

Sedangkan untuk pameran kuliner Desa Budaya Bangunkerto memamerkan makanan khas olahan salak, seperti keripik, dodol, geplak, stik, dan manisan. Untuk kerajinannya, Desa Budaya Bangunkerto memamerkan lukisan, sangkar burung, kandang ayam, bunga limbah plastik, kain batik parijotho, topeng kayu, baju buto, dan gantungan kunci.

Sebelum dimulai, acara ini dibuka oleh Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Singgih Raharja yang dalam sambutannya ia berharap dengan festival desa budaya ini kebudayaan yang ada di masyarakat bisa ditampilkan.

Pun, cerita-cerita rakyat yang ada bisa dikemas dan dijadikan cerita untuk dipentaskan sehingga tidak hilang dan punah. Di samping itu, ia juga akan menjadikan festival ini sebagai wisata budaya yang bisa dinikmati oleh wisatawan sehingga ke depannya bisa menjadi wisata budaya. (Harman)