Masa Golden Age’s, KB Cahaya Mulia Ajak Anak Outbond

Ngaglik – Kelompok Belajar (KB) Cahaya Mulia Klidon, Sukoharjo laksanakan Outbond di PT Kepurun Pawana Indonesia, Kepurun, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (31/3). Mengusung tema “Masa Golden Age’s untuk Pembangunan SDM ke Depan”, outbond diikuti 38 peserta.

Dikutip dari  masa Golden Age’s berkisar dibawah umur 5 tahun dan merupakan masa perkembangan kecerdasan anak. Salah satu hasil penelitian menyebutkan bahwa pada usia 4 tahun kapasitas kecerdasan anak telah mencapai 50%.

Outbond dimulai dengan mengunjungi pembuatan bakso, melihat pengelolaan ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kijang, dan rusa. Selain itu, peserta yang kebanyakan masih anak – anak ini diajak untuk mengetahui cara bercocok tanam di sawah dan dengan cara hidroponik. Dari sini peserta diajak untuk melihat menanam menggunakan media pipa paralon dan plastik yang apik dan menarik.

Diharapkan berharap dengan mempraktekkan sendiri mulai dari menanam, memberi makan hewan ternak, dan menangkap ikan sebagai langkah awal meraih Golden Age’s dengan berpikir dan memahami pengalaman yang telah diperoleh.




KPU Sleman Gelar Rakor Pengelolaan Adhoc 2018

Kamis (29/3) pukul wib, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Sekretaris PPK 17 Kecamatan se-Kabupaten Sleman di ruang rapat kantor KPU Sleman.

Rakor gabungan pertama ini membahas pengelolaan kegiatan dan anggaran badan adhoc T.A. 2018, antara lain monitoring pembentukan sekretariat PPK, monitoring penyediaan kantor sekretariat PPK, pengelolaan kegiatan dan anggaran PPK serta agenda-agenda penting yang akan dilakukan oleh PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di bulan April 2018 (pencocokan dan penelitian daftar pemilih, verifikasi faktual pencalonan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), sosialisasi pemilu dan pendidikan pemilih).

Dalam paparannya, Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Shidqi menyatakan bahwa kantor sekretariat PPK perlu disiapkan karena sebagai tempat beraktivitas dan menyimpan berkas/dokumen negara.

Selain itu harus tersedia fasilitas jaringan internet untuk mengelola data pemilih yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) seperti tertuang dalam Peraturan KPU tahun 2018.

Kemudian Sekretaris KPU Kabupaten Sleman, Joko Marhaendarto menyampaikan kepada peserta rakor agar bisa beradaptasi dengan ritme mekanisme kerja di KPU. Serta perlu adanya fasilitasi koordinasi dari pemerintah setempat.

Kasubag Keuangan KPU Kabupaten Sleman, Ardian tentang pelaporan keuangan di sekretariat PPK nantinya mengunakan aplikasi khusus keuangan berbasis excel yang dirancang oleh KPU untuk mempermudah pembuatan laporan.

Di akhir rakor, Komisioner KPU divisi Sosialisasi dan Partisipasi masyarakat Indah Wulandari membahas tentang identifikasi forum warga yang ada di desa maupun kecamatan untuk mengetahui sampai sejauh mana masyarakat mengetahui tahapan pemilu yang sedang berjalan. (Adnan Nurtjahjo/)




Laras Wiromo Jembatani Generasi Muda Lestarikan Karawitan

Senin (27/3), Dusun Klidon Mantren terus nguri – uri kabudayan jawi (melestarikan kebudayaan jawa) melalui Paguyuban Laras Wiromo di Lembaga Bina Karya, Jalan Besi, Jangkang, Ngaglik, Sleman. Hal tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Laras Wiromo, Suyadi.

Paguyuban Laras Wiromo merupakan paguyuban yang melestarikan kesenian karawitan. Paguyuban ini sudah berbadan hukum dan menjadi lembaga yang sah serta mempunyai anggota yang aktif. Karena keaktifan dan kreatif, Paguyuban Laras Wiromo diberikan hadiah gamelan Kuningan Pelok oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Latihan karawitan Paguyuban Laras Wiromo dilaksanakan secara rutin setiap senin malam. Adapun anggotanya berjumlah 18 pria dan 8 wanita dari berbagai dusun sekitar Klidon Mantren. Beberapa prestasi telah ditorehkan oleh Paguyuban Laras Wiromo, seperti melatih dalang cilik, Rendy dari SD Selomulyo dan mengantarkannya juara tingkat DIY bahkan nasional

Suyadi berharap dengan adanya Paguyuban Langen Laras Wiromo mampu menarik minat generasi muda turut melestarikan budaya.  KIM Ngaglik/Suripto




Tanam Kopi, Sleman Hijaukan Lereng Merapi

Foto Ilustrasi Penghijauan

Sleman – Penghijauan merupakan salah satu komponen penting untuk kesejahteraan masyarakat. Penghijauan mampu mengembalikan kondisi lahan dan pepohonan seperti semula.

Sebab, lahan dan pepohonan hanyalah titipan yang harus dikembalikan. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0732/Sleman, Letkol Inf. Diantoro saat penghijauan di Bunker Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Minggu (1/4).

Berbagai macam jenis bibit pohon ditanam dalam kesempatan tersebut, salah satu diantaranya adalah bibit tanaman Kopi.

“Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sleman, terutama Kopi Lereng Merapi,” tutur Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Namun, karena stok masih terbatas sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan pasar baik dalam dan luar negeri. Oleh karena itu, Sri Muslimatun mengajak agar pemerintah daerah di sekitar lereng Merapi seperti Kabupaten Klaten dan Magelang turut menanam kopi di Lereng Merapi. Selain untuk memperbanyak stok juga sebagai gerakan penghijauan serta sebagai daya tarik wisatawan.




Dinsos Sleman Cairkan Dana PKH

Gamping – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I tahun anggaran 2018 di pendopo Kecamatan Gamping Rabu (28/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial, Suparmono, Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial, Feri Istanto, Koordinator PKH Kecamatan Gamping, Retno Purwandari dan 12 pendamping PKH.

Peserta PKH yang diundang sebanyak 135 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hasil validasi I dan 18 orang KPM yang dobel rekening.

Dalam pencairan dana PKH ini Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggandeng Bank Mandiri Cabang Adisucipto dengan mendatangkan mobil ATM (Mandiri Mobile).

Menurut Retno Purwandari, peserta PKH yang hadir harus menyerahkan undangan terlebih dahulu dan menunggu namanya dipanggil oleh petugas sesuai antrean menuju meja bank untuk mengisi dan menandatangani formulir pembukaan rekening Bank Mandiri.

Selanjutnya peserta PKH mendapatkan Kartu ATM Keluarga Sejahtera (KKS) guna mengambil uang sejumlah Rp. ,- di ATM Mandiri Mobile dipandu oleh petugas bank.

Sebelum meninggalkan lokasi, peserta PKH harus menandatangani kartu monitoring sebagai kontrol pendamping PKH.

Selesai pencairan dana ini peserta PKH diharuskan mengikuti pertemuan kelompok PKH yang sudah ada di masing-masing dusun.

Perlu diketahui bahwa penyaluran bantuan sosial PKH diberikan kepada KPM yang ditetapkan oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga.

Penyaluran bantuan diberikan sebanyak 4 tahap dalam satu tahun, dengan nilai bantuan merujuk SK Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor : 26/LJS/12/2016 tanggal 27 desember 2016 tentang indeks dan komponen bantuan sosial PKH 2017. (Adnan Nurtjahjo|KIM Kec Gamping)