Karang Taruna Wadah Pengembangan Masyarakat di Bidang Kesejahteraan Sosial

Gamping – Pemerintah Desa Trihanggo mengadakan Malam Pelantikan Pengurus Karang Taruna “Taruna Bhakti” periode 2018-2020 Jumat (23/3) pukul WIB di Aula Balai Desa Trihanggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Gamping Abu Bakar, Kabid Kelembagaan Dinas Sosial Kabupaten Sleman Suparmono, Anggota DPRD Sleman Gustan Ganda, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, Wakil Ketua Karang Taruna DIY Sunu Triwidodo, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman Junaedi, Ketua FPKT Nandar Martolo, Bhabinkamtibmas Trihanggo Aiptu Rusmanto, para Dukuh dan perangkat Desa Trihanggo beserta orang tua pengurus Karang Taruna yang dilantik.

Dengan mengucap semboyan “Adhitya Karya Mahatva Yodha”, Ketua Karang Taruna periode 2015-2018 Haritanto menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama memimpin KT Taruna Bhakti. Dilanjutkan dengan pembacaan SK Pengangkatan pengurus periode 2018-2020 oleh Kepala Desa Trihanggo. Prosesi selanjutnya adalah serah terima Pataka dan penyematan PIN kepada pengurus yang dilantik.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono berpesan, sebagai anggota karang taruna harus bisa berdiri sendiri. Karang Taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat dan generasi muda di wilayah desa terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.

Adapun dana bantuan dari Desa Trihanggo untuk karang taruna “Taruna Bhakti” meningkat jumlahnya yakni Rp 84 juta pada tahun 2016 menjadi Rp 136 juta pada tahun 2017. (Adnan Nurtjahjo)




Sleman Smart Room Bantu Siswa Belajar Perkembangan Teknologi

SD Muhammadiyah Mantaran Sleman melakukan kunjungan ke Sleman Smart Room Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman, Jumat (23/3). 32 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Mataran ini hadir didampingi oleh 3 gurunya.

Lambang, selaku Guru SD Muhammadiyah Mantaran mengemukakan maksud dari kunjungan ini adalah agar para siswa dapat memahami perkembangan teknologi terkini. “Tadi dari sini ke sekolah menggunakan teleconference, ini kan juga bentuk pembelajaran perkembangan teknologi, yang dulunya menggunakan teknologi tradisional kemudian berkembang menjadi teknologi yang sudah modern,” tutur Lambang.

Selain itu, Lambang mengaku bahwa siswa-siswa memeroleh manfaat besar melalui kunjungan ini. “Tadi kan belajar tentang pembuatan film secara sederhana, ini sudah memberikan bayangan kepada anak kalau dari 32 anak-anak tadi ada yang bercita-cita menjadi animator ke depannya,” ungkapnya.

Salah satu siswa, Razka menyampaikan kegembiraannya karena bisa berkunjung ke Sleman Smart Room Dinas Kominfo Sleman ini. Razka menyadari bahwa kunjungan ini berhasil memberikan tambahan pengetahuan untuknya. “Bisa tahu cara membuat film dengan cara simple, di sini ilmunya sangat bermanfaat,” kata Razka.

Dalam kunjungan ini, selain para siswa diajak mengenal fungsi Sleman Smart Room, siswa juga diajak belajar dan praktik mengenai teknologi Computer Generated Imagery (CGI) serta menonton film animasi 3D.

 




Hari Air Sedunia Ingatkan Pentingnya Air bagi Kehidupan

 Peringaatan Hari Air Dunia tahun 2018 tingkat Kabupaten Sleman dipusatkan di Embung Tambakboyo Condongcatur Depok Sleman Kamis (22/3).

Peringatan ditandai dengan penebaran benih ikan Nila Merah sebanyak 5000 ekor atau 50 kg, dan penanaman Pohon Gayam. Penebaran dan penanaman pohon dilakukan oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo,  Kepala BBWS, Kepala Dinas PUPKP Kabupaten Sleman Ir, Sapto Winarno, MT, Kepala Bappeda Sleman Drs. Kunto Riyadi, MPPM, dan lain sebagainya.

Usai penebaran dan penanaman pohon Bupati Sleman menyampaikan bahwa Hari Air Dunia atau Word Water Day yang jatuh pada tanggal 22 Maret diperingati setiap tahun merupakan peringatan penting untuk kembali mengingatkan kita bersama akan pentingnya air bagi kehidupan, sekaligus mengetuk hati nurani kita untuk turut serta melindungi pengelolaan sumber daya air.

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan komitmen kita untuk menjaga sumber-sumber air kita agar tetap lestari sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.

Lebih lanjut disampaikan Bupati Sleman bahwa secara geografis Kabupaten Sleman terletak di bagian Hulu yang menjadikan wilayah Sleman menjadi daerah resapan. Secara umum kondisi ini tentu menggambarkan tingginya kuantitas air di Kabupaten Sleman. Namun jika berbicara dari sisi kualitas tentu kita masih di hadapkan pada berbagai tantangan.

Kondisi air secara umum di Kabupaten Sleman relatif cukup. Jumlah mata air di Kabupaten Sleman yang sudah teridentifikasi sebanyak 200 buah dan bendung sebanyak 878 buah. Pemkab Sleman senantiasa mengupayakan pengelolaan sumber daya air melalui konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air. Konservasi sumber daya air di Sleman dilakukan secara vegetatif dan fisik, yakni dengan penanaman pohon untuk penghijauan serta pembuatan embung dan sumur resapan.

Yang jelas pendayagunaan sumber daya air di Sleman dilakukan dalam upaya  memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat. Seperti untuk irigasi pertanian, parikanan, periwisata dan dapat juga untuk pengembangan air minum pedesaan yang tentunya akan mendorong peningkatan kemakmuran masyarakat, tambah bupati sleman.

Sementara itu untuk pengendalian daya rusak air dilakukan dalam upaya untuk dapat mengendalikan dampak negatif sumber daya air yang berlebih seperti banjir dan juga kerusakan akibat erupsi Merapi.

Jika kita kaitkan pada tema Hari Air Dunia Tahun 2018, yakni Solusi Air Berbasis Alam. Bahwasanya upaya konservasi vegetatif sudah merujuk pada solusi air berbasis alam, karena tidak bisa dipungkiri kualitas lingkungan akan berpengaruh terhadap kualitas air. Untuk itu banyak sekali unsur yang harus terlibat dalam upaya menjaga ekosistem sumber air tersebut seperti Dinas LH, Dinas PUP, instansi terkait lainnya, pemegang kebijakan lainnya serta masyarakat.

Bupati berharap momentum peringatan hari air tersebut tidak hanya berlalu sebagai sebuah ceremonial belaka, tapi dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus menyusun kembali langkah-langkah strategis dalam menjaga kuantitas maupun kualitas air di Kabupaten Sleman. Dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama.

Sedangkan Kepala Dinas PUPKP melaporkan bahwa peringatan Hari Air Dunia tersebut dimaksudkan agar kita selalu menjaga akan Air, baik untuk irigasi pertanian maupun Air sebagai kebutuhan hidup sebagai Air minum. Oleh karena itu keberadaan Air harus dijaga  bersama agar anak cucu kita kelak tetap bisa menikmati Air sebagai sumber kehidupan.

Ditambahkan Sapto Winarno bahwa kedepan jumlah embung di Kabupaten Sleman akan diperbanyak lagi, namun bukan embung dari aliran sungai tetapi embung yang merupakan tadah Hujan. Hal tersebut dimaksudkan agar air hujan tersebut tidak langsung mengalir terbuang sia-sia namun harus ditahan yang dapat digunakan dan dimanfaatkan saat itu juga, namun lebih kepada kebutuhan yang akan datang. Dalam jangka waktu tertentu kalau embung semakin banyak tentu permukaan air bisa semakin naik.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Deklarasi anti Hoax dari Sat Binmas Polres Sleman yang ditirukan oleh Bupati Sleman, Kepala SKPD dan hadirin peserta peringatan Hari Air Dunia.

 




Satgas PPA Kader Perlindungan Anak dari Kasus Kekerasan

Ngemplak – Pemerintah Desa Wedomartani menggelar acara Penguatan Pengarusutamaan Gender bagi Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Desa, Selasa (20/3) di Aula Kantor Desa Wedomartani, Ngemplak.

Acara yang dimulai pukul WIB ini dibuka oleh Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto dan dinarasumberi oleh Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih dan Staf Pengajar UTY, Poppy Andriyansari.

Acara ini didampingi oleh Staf Seksi Perlindungan Perempuan Dinas P3AP2KB Ari Nirwani, dan Babinkamtibmas Polsek Ngemplak Eko Sulsilo serta Jumali.

Satgas PPA ini diharapkan bisa meminimalisir tindak kekerasan dalam rumah tangga dan menjadi kader perlindungan anak sebab akhir-akhir ini banyak kasus kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga dan masyarakat.

Internet dan media sosial sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Kader atau satgas PPA ini diharapkan bisa memberikan pendampingan dan solusi bagaimana mengontrol dan memonitor pemakaian smartphone pada anak.

Setelah Satgas PPA terbentuk di Desa Wedomartani, Ngemplak, Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto menyampaikan hendaknya Satgas PPA dapat menjadikan wilayah Desa Wedomartani bebas dan terhindar dari kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan dini, pengaruh buruk internet, dan media sosial yang sedang marak di masyarakat, terutama bagi anak usia sekolah. (Bibit Babe Widayoko)




Lomba Menulis Dorong Tumbuhnya Gerakan Literasi

Menulis merupakan bagian dari proses pendidikan. Sementara, pendidikan memiliki fungsi yang krusial bagi anak-anak yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban untuk mencerdaskan. Hal ini diungkapkan oleh Asekda Bidang Administrasi Umum, Arif Haryana, saat Lomba Menulis Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Sleman, Selasa (20/3) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Melihat besarnya manfaat menulis dalam proses pendidikan, Arif menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen penuh dalam rangka melakukan pembinaan dan memotivasi bakat menulis siswa untuk mewujudkan masyarakat pembelajar di Kabupaten Sleman. Komitmen ini diwujudkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman melalui Lomba Menulis Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Sleman yang diikuti oleh 300 siswa SMP dan MTs di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, AA. Ayu Laksmidewi, mengatakan bahwa dalam lomba ini ada tiga pilihan tema yang bisa dikembangkan siswa dalam karya tulisnya. “Ada tiga tema yang harus dipilih siswa, yaitu Remaja dan Smartphone, Mencintai Indonesia Melalui Bahasa, dan Mencintai Lingkungan Hidup Sebagai Budaya Bangsa,” kata Ayu.

Pemilihan tema tersebut menurutnya untuk mendapatkan umpan balik atau masukan dari siswa terkait tema yang diberikan. Ayu mencontohkan smartphone merupakan fakta yang tidak terlepaskan dari remaja saat ini dengan aneka ragam informasi di dalamnya. Terkait smartphone tersebut pihaknya juga telah melakukan sosialisasi informasi digital dan sosialisasi penggunaan smartphone secara bijak dengan tujuan menyelamatkan generasi muda dari informasi negatif yang saat ini sangat bebas untuk diakses.

Ayu juga menuturkan bahwa lomba menulis tersebut sebagai salah satu wadah untuk menumbuhkan minat baca bagi para siswa. Menulis sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi karena dari membaca akan memahami dan bisa membiasakan diri untuk menuliskan apa yang diketahui dari membaca dan pengalaman yang dilihat sehari-hari. “Target kegiatan lomba menulis ini yaitu untuk mendorong tumbuhnya gerakan literasi dan budaya membaca pada siswa. Hasil karya pemenang dan nominasi rencananya akan kami buat menjadi buku,” tambah Ayu.

Sementara itu, Sabrina Putri Pratiwi salah satu peserta lomba yang berasal dari SMP Negeri 2 Tempel mengakui bahwa meski ini kali pertamanya ikut lomba tapi ia punya motivasi yang jelas. “Karena saya ingin belajar menulis lebih baik lagi untuk menjadi seorang penulis cerpen yang handal dan baik,” tukas Sabrina.

Dalam lomba menulis tersebut akan diambil 5 (lima) karya tulisan terbaik yang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, trophy dan sertifikat. Untuk juara I mendapatkan uang pembinaan Rp ,-, juara II Rp, ,000,- juara III Rp, ,- juara harapan satu Rp, ,- dan juara harapan II uang pembinaan sebesar Rp. ,-. Sedangkan hasil pengumuman pemenang lomba menulis tingkat SMP/MTs se Sleman rencananya akan diumumkan pada tanggal 26 Maret 2018.