Ngaglik Bentuk KIM Tingkat Desa

Ngaglik – Camat Ngaglik, Subagyo, membuka secara resmi acara Sosialisasi dan Pembentukan KIM Desa Sukoharjo, Kamis (15/3) di Balai Desa Sukoharjo. Dalam sambutannya, Subagyo mengatakan bahwa KIM Ngaglik diharapkan untuk diaktifkan kembali karena KIM ini sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dalam mendapatkan informasi yang benar dan akurat.

“Diharapkan KIM Ngaglik berperan menggerakkan KIM di seluruh desa se-Ngaglik yang jumlahnya ada 6 desa,” kata Subagyo.

Kegiatan ini yang pertama di Desa Sukoharjo dan akan menyusul di desa yang lainnya sehingga semua desa bisa membentuk KIM dan informasi bisa merata se-Kecamatan Ngaglik.

Camat Ngaglik ini berharap menyambut pemilihan umum baik legislatif dan eksekutif, KIM ini bisa ikut mensukseskan pelaksanaan pemilu terutama untuk menyebarkan informasi secara menyeluruh.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto menyampaikan bahwa Desa Sukoharjo akan membuat warta dan website Desa Sukoharjo, serta segera mengangkat peliput berita atau wartawan dusun yang tugasnya meliput kegiatan dusun yang sangat penting untuk dipublikasikan.

Kepala Desa Sukoharjo ini berharap setelah terbentuk KIM Desa Sukoharjo, KIM segera bergerak aktif dalam bidang informasi publik untuk mendukung dan menyebarkan informasi pembangunan di segala bidang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KIM Kecamatan Ngaglik, Suripto melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan KIM antara lain meliput kegiatan yang ada di Kecamatan Ngaglik dan Desa Sukoharjo, mengadakan pertemuan, dan evaluasi kegiatan KIM di Kecamatan Ngaglik. Suripto berharap setelah terbentuknya KIM Desa Sukoharjo ini, informasi lebih bisa meluas dan bisa dijangkau seluruh desa dan dusun di Kecamatan Ngaglik.

Sementara itu, Sosialisasi KIM dilaksanakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Sleman dengan narasumber Cicilia Lusiani selaku Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik. Lusi yang menangani Program KIM berharap program ini dapat mendukung program Kabupaten Sleman Smart Regency.

Setelah dilakukan Sosialisasi dilanjutkan dengan Pembentukan KIM Desa Sukoharjo dengan sistem formatur. Adapun yang terpilih dalam Rapat Formatur adalah Ketua Marjonet dengan catatan diminta dari pengurus kecamatan, Wakil Ketua Daerobi, Sekretaris Dikta Bhiktus Rahardian dan Suharyana, Bendahara Chiri atau Popy. KIM Desa Sukoharjo diminta untuk melengkapi struktur organisasi ini dalam waktu dua minggu. (Suripto)




Rapat Koordinasi Pertama Pasca Pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan

Gamping – KPU Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Pertama Pasca Pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Selasa (13/3/2018) pukul WIB. Rakor dipimpin oleh Ketua KPU Ahmad Shidqi, didampingi anggota KPU Indah Sri Wulandari, Haryanta, dan Aswino Wardana serta Ketua PPK 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.

Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa PPK terpilih dituntut memiliki manajemen waktu karena saat ini sudah memasuki tahapan pemilu yang harus diselesaikan sesuai jadwal. Diharapkan PPK bekerja penuh waktu (24 jam). Untuk itu, perlu adanya penjadwalan piket secara bergiliran karena tahapan pemilu sudah pasti dan harus dilaksanakan. Secara lengkap jadwal tahapan pemilu di PKPU No.5/2018.

Langkah awal tugas PPK adalah menyiapkan kantor sekretariat untuk mensupport PPK dalam bidang administrasi dan keuangan PPK. Personil Sekretariat harus berasal dari ASN yang ada di kecamatan setempat sebanyak 3 orang yang terdiri dari sekretaris, staf penyelenggaraan pemilu, dan staf keuangan. Hal ini juga berlaku di Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di desa. Rakor juga membahas tentang laporan pembagian struktur kelembagaan PPK. Pembagian Divisi antara lain Divisi data dan operator, Divisi SDM dan partisipasi masyarakat, Divisi teknis dan logistik.

Di akhir rakor ditekankan bahwa pemilu yang akan dihelat pada 17 April 2019 yang akan datang lebih rumit dan memerlukan ketelitian ekstra karena pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD propinsi, DPRD kabupaten/kota, Presiden, dan Wakil Presiden dilaksanakan serentak. (Adnan Nurtjahjo)




Gamping Libatkan Santri untuk Pengawasan Pemilu

Gamping – Panwaslu Kabupaten Sleman bersama Panwaslu Kecamatan Gamping mengadakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Kamis (15/3) pukul WIB di Pondok Pesanten As Salafiyah Mlangi, Nogotirto, Gamping.

Sosialisasi ini mengundang narasumber M. Abdul Karim Mustofa, anggota Panwaslu Kabupaten Sleman dari Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, didampingi anggota Panwaslu Kecamatan Gamping Divisi SDM Iman Sumarlan, Divisi Penindakan Pelanggaran Kurniawan Prihandoko, beserta 2 orang staf Kusyamto dan Lukman Jatmiko pun Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping Adnan Iman Nurtjahjo.

Abdul Karim menyampaikan giat ini dinamakan “Gerakan Santri Mengawasi”. Santri merupakan bagian dari masyarakat juga turut mengawasi jalannya pemilu dan esensi pengawasan adalah dakwah yang merupakan implementasi ilmu agama. Dakwah yang dimaksud adalah dakwah agama yakni “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”. Selain itu santri juga merupakan warga negara RI yang memiliki hak pilih bagi yang sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah. “Diharapkan santri ikut berjuang dalam dakwah pemilu,” tutur Abdul.

Abdul menambahkan, adapun bentuk partisipasi yang dapat dilakukan oleh santri antara lain tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu, tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan pemilu, bertujuan neningkatkan partisipasi politik masyarakat secara luas serta nendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pemilu yang aman, damai, tertib dan lancar. (Adnan Nurtjahjo)




Evaluasi Lomba Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan tingkat Kabupaten Sleman

Turi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengadakan Lomba Kalpataru Lingkungan Hidup kategori perintis lingkungan, Selasa (14/3) di Dusun Wonosari Bangunkerto Turi. Lomba yang dimulai sejak pukul WIB ini diikuti 9 peserta untuk kategori perintis lingkungan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sleman. Salah satu peserta lomba ini berasal dari Kecamatan Turi yang diwakili oleh Suharman dari Dusun Wonosari Bangunkerto Turi.

Kecamatan Turi mengajukan Suharman untuk maju Lomba Kalpataru tingkat Kabupaten dikarenakan sejak tahun 2000 sampai sekarang memiliki capaian dan hasil yang nyata dalam membangun Dusun Wonosari, di antaranya adalah melakukan penghijauan di kanan kiri jalan sepanjang dua kilometer dengan ditanami 100 pohon mlinjo, 100 pohon jambu jamaika, dan 250 pohon pucuk merah. Selain itu, Suharman juga merintis pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami toga, sayuran, dan buah-buahan sehingga semua halaman dan pekarangan rumah warga masyarakat menjadi bersih asri, indah, sejuk, dan nyaman. Pun, merintis pengelolaan sampah rumah tangga sehingga sekarang sudah tidak ada lagi sampah yang berserakan dan melakukan pelestarian sumber mata air dengan menanam pohon kluwih, sengon, dan aren di sekitar mata air. Semua kegiatan ini didukung dan dilaksanakan oleh seluruh warga masyarakat Dusun Wonosari. Adapun tim penilai lomba terdiri dari lima orang yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman.

Acara dimulai dengan ucapan selamat datang dari Pemerintah Desa Bangunkerto, dilanjutkan pemaparan oleh Suharman dan dilanjutkan tinjauan lapangan. Setelah selesai evaluasi dilanjutkan dengan sambutan dari tim penilai yang diwakili oleh Mustika Dewi dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman. Mustika dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan merasa terkesan dengan berbagai kegiatan yang telah dirintis oleh Suharman dan dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Wonosari. “Meskipun masih ada sedikit yang perlu ditambah dan saya harap untuk terus ditingkatkan,” tutur Mustika. Di akhir sambutannya, Mustika berkata sampai jumpa lagi di Lomba Kalpataru kategori perintis lingkungan hidup tingkat provinsi. (Harman)




Dialog Membangun Toleransi Umat Beragama

Turi – Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman mengadakan sarasehan di Desa Bangunkerto dengan tema Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Berbangsa, Bermasyarakat, dan Bernegara. Acara diselenggarakan pada Selasa (13/3) di Gedung Serba Guna Desa Bangunkerto.

Diadakannya acara ini bertujuan untuk memupuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Pun, untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya toleransi dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa bermasyarakat dan bernegara.

Acara sarasehan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, kepala dukuh se-Desa Bangunkerto. Hadir juga Kepala Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf, Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dan perwakilan dari Badan Kesbangpol Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf mengucapkan selamat datang dan terimakasih banyak kepada Badan Kesbangpol yang telah mengadakan acara sarasehan di Desa Bangunkerto. Anas berharap dengan adanya sarasehan tersebut akan bisa menambah wawasan bagi peserta dalam menjaga kerukunan dan kehidupan di masyarakat Bangunkerto.

Sedangkan, Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dalam sambutannya juga berharap semua masyarakat dan pemeluk agama harus terus memupuk toleransi dan rasa saling menghargai antar umat beragama.

Begitu juga semua masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Turi untuk terus memupuk kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga ketentraman dan kedamaian akan selalu tercipta. Selain itu, Abdul juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita bohong yang akhir-akhir ini marak beredar khususnya di media sosial. Karenanya, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat harus ikut  meredam dan menangkal berita hoax tersebut agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. (Harman)