Pelaku Usaha Perlu Ikuti Kemajuan Teknologi

Ngemplak – Dalam rangka pengenalan dan peningkatan kemampuan berbisnis dengan media internet di masyarakat Wedomartani, Ngempak, Sleman dan sekitarnya yang berbasis UMKM, Pemerintah Desa Wedomartani bekerjasama dengan Karang Taruna Parikesit Wedomartani mengadakan seminar yang bertajuk “Strategi Branding dengan Blogging untuk Bisnis UMKM”, Minggu (11/3) di Aula Kantor Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Acara ini diampu oleh Andri Wisnu yang merupakan Pengajar dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan Jumadi Jonet Pemilik Jogja Dekor yang juga merupakan praktisi di bidang bisnis online.

Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto dalam pembukaan seminar mengatakan bahwa, seiring dengan semakin majunya teknologi, kita sebagai pelaku usaha harus bisa mengikuti dan menyesuaikan. “Yang dulu masih berbasis offline atau konvensional sekarang sudah bergeser ke bisnis berbasis online atau internet maka kita perlu optimalkan fasilitas yang kita punyai semisal smartphone,” pesan Teguh.

Acara yang dimulai pukul WIB ini diikuti oleh 57 peserta. Pemerintah Desa Wedomartani melalui Kasi Pelayanan Desa Wedomartani, Mujiburahman mengharapkan acara-acara seperti ini dapat kembali diadakan mengingat besarnya manfaat untuk masyarakat. “Karena masyarakat Desa Wedomartani banyak pelaku UMKM, tidak menutup kemungkinan untuk membranding Desa Wedomartani sebagai desa budaya yang juga berbasis UMKM,” tutur Mujiburahman. (Bibit Babe Widayoko)




Wedomartani Rutin Adakan Patroli Keliling Pantau Keamanan

Ngemplak – Pemerintah Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman didampingi Babinsa Koramil Ngemplak, Pandi Asmara dan Babinkamtibmas Polsek Ngemplak Eko Susilo melakukan koordinasi dalam rangka pemantauan keamanan pada Sabtu (10/3) di Mako PB (Penanggulangan Bencana) Desa Wedomartani.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk pencegahan tindakan klithih yang akhir-akhir ini cukup meresahkan warga masyarakat, terutama di wilayah Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman dan wilayah Stadion Maguwoharjo dan sekitarnya. Menurut Sarijo, salah satu anggota Linmas Desa Wedomartani, kegiatan ini rutin dilakukan setiap Sabtu malam dari pukul WIB sampai dengan pukul WIB.

Ditambahkan Sarijo, anggota Linmas Desa Wedomartani bersama relawan yang berjumlah 40 personel sebelumnya mengikuti apel malam dan dilanjutkan dengan patroli keliling wilayah Desa Wedomartani dan sekitarnya. (Bibit Babe Widayoko)




Penyelenggara Pemilu Perlu Jaga Asas Profesionalitas

Gamping – Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping terpilih yaitu Adnan Iman Nurtjahjo, Mualif, dan Lena Laelasari Girsang bersama Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) terpilih Desa Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur dilantik oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman Ahmad Shidqi, Jumat (9/3) pukul WIB di Grha Sarina Vidi Sleman.

Pengambilan sumpah dan janji dilakukan bersama dengan anggota PPK dari 16 kecamatan lainnya di Kabupaten Sleman.

Penandatanganan berita acara pelantikan anggota PPK dan PPS disaksikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan Rohaniawan Agama Islam, H. Riyanto, Rohaniawan Agama Kristen, Supriyatin, serta Rohaniawan Agama Katholik Romo Yohanes Resmiyanto.

Prosesi pelantikan juga dihadiri oleh Ketua Divisi SDM KPU DIY Farid Bambang Siswantoro, Anggota Panwaslu Kabupaten Sleman Muhammad Karim Musthofa, serta Forkompimda Kabupaten Sleman. Pun unsur SKPD hadir perwakilan dari Kesbangpol, Sekda, Dukcapil, dinas pendidikan, KUA, mitra strategis, Camat dan anggota KPU Kabupaten beserta jajarannya jga hadir dalam kesempatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Sleman menekankan bahwa dalam pemilu serentak pileg dan pilpres yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang, terdapat 5 jenis surat suara yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dan beban kerja yang bertambah sehingga diperlukan SDM yang handal. Selain itu, dalam bekerja sebagai penyelenggara pemilu perlu menjaga asas profesionalitas, netralitas, dan integritas.

Disampaikan pula, pembentukan PPK dan PPS terlaksana berkat dukungan dari pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa karena kesuksesan pemilu juga tergantung dukungan pemerintah.

Dengan dilantiknya PPK dan PPS ini telah terjadi gerakan besar untuk melaksanakan demokrasi di Indonesia. PPK dan PPS sebagai ujung tombak KPU Kabupaten Sleman mengemban tugas menyelenggarakan pemilu yang sangat strategis di tingkat kecamatan dan desa. Genderang sudah ditabuh untuk meramaikan pesta demokrasi dengan slogan “Pemilih Berdaulat Negara Kuat”. (Adnan Nurtjahjo)




RSBI Berdayakan Potensi Disabilitas

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman bersama Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta melakukan Sosialisasi Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Inklusif (RSBI) Bagi Penyandang Disabilitas Daksa di Pendopo Kapanewon, Kantor Kecamatan Tempel, Kamis (8/3).

Kepala BBRSBD, Bambang Sugeng menjelaskan program RSBI merupakan usaha terencana dan terpadu dari, dan untuk masyarakat, guna memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang dalam rangka pemenuhan haknya, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar  dengan melibatkan seluruh stakeholders secara inklusif.

Tujuan program ini untuk memberdayakan potensi penyandang disabilitas dengan memperhatikan kesamaan hak dan kesempatan tanpa memperhatikan perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan bentuk tubuh.

“Untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam upaya mewujudkan hak-hak asasi penyandang disabilitas dengan menggunakan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) yang ada baik pemerintah maupun swasta secara inklusif,” jelasnya.

Selain itu, program RSBI menurutnya juga bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan  dan kemandirian  penyandang disabilitas serta mengembangkan jangkauan layanan karena daya jangkau pemerintah yang terbatas.

Kasie Rehabilitasi Dinsos Sleman, Surono yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa jumlah penyandang disabilitas pada tahun 2017 di Kabupaten Sleman sejumlah jiwa terdiri dari laki-laki orang dan perempuan orang.

Kabupaten Sleman juga memiliki 2 kecamatan inklusi yaitu Berbah dan Ngaglik, 4 desa inklusi yaitu Merdikorejo (Tempel), Sendangtirto (Berbah), Sendangadi (Mlati), dan Sidoagung (Godean). Kecamatan Tempel sendiri memiliki 10 dusun inkluisi atau Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKBSM).

Menurutnya fasilitas layanan yang diberikan pada penyandang disabiliitas yaitu pemenuhan hak identitas,Lasamba (Layanan sambang warga), jaminan kesehatan dan pendidikan (termasuk Jamkesus), perlindungan dan advokasi gerakan stop pasung,bantuan sosial bagi disabilitas berat, serta pendampingan usaha.

“Kami juga melakukan kemitraan dengan BRTPD Pundong Bantul, Grazia, Tim Stop Pasung DIY, IZI Jetis Jogya, Ohana, Yakkum, Perguruan Tinggi, Pelaku usaha, Sigab dan pendampingan kelembagaan seperti PPDI, HWDI, Pertuni, PPDS, Gerkatin, serta panti rehabilitasi Tetirah Zikir Berbah, Siloam Godean, Charis Prambanan dalam memberikan pelayanan pada penyandang disabilitas,” kata Surono.




Karang Taruna Wonokerto Ikuti Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman

Turi – Karang Taruna Wahana Taruna Bakti Desa Wonokerto Turi mengikuti Evaluasi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman, Rabu (7/3) pukul WIB di Pendopo Pertemuan Desa Wonokerto. Evaluasi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars karang taruna.

Dipilihnya Karang Taruna Wonokerto untuk mewakili Kecamatan Turi dalam Lomba Karang Taruna Berprestasi tingkat Kabupaten Sleman ini karena Karang Taruna Desa Wonokerto memiliki berbagai macam kegiatan yang nyata dan masih berjalan hingga sekarang, di antaranya usaha ekonomi produktif (perikanan, bimbingan belajar, dan usaha sablon) dan usaha sosial, seperti membantu difabel mencarikan bantuan kursi roda.

Acara evaluasi dihadiri oleh semua pengurus Karang Taruna Desa Wonokerto, Kepala Desa Wonokerto, Tomon, Ketua Karang Taruna Kecamatan Turi Suharman, tim evaluasi terdiri dari Karang Taruna Kabupaten Sleman dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasi Kelembagaan Sosial, Elviana Lasso.

Dalam sambutannya, Elvi berharap Karang Taruna Desa Wonokerto dapat lebih bersemangat dalam kegiatannya dan tertib dalam administrasinya. Elvi juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk berkembangnya Karang Taruna Desa Wonokerto. “Di mana karang taruna merupakan ujung tombak bagi generasi muda yang ada mulai dari padukuhan hingga ke tingkat nasional,” tutur Elvi.

Evaluasi atau penilaian ini meliputi pemaparan kegiatan dan administrasi dan berakhir pada pukul WIB. (Harman)