Sarasehan Pelajari Asal-Usul Kecamatan Turi

Turi – Paguyuban Macapat Sekar Turi menggelar macapat dan sarasehan, Senin (5/3) malam pukul WIB di Aula Kecamatan Turi. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Turi Suwadi dan 21 peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Suwadi merasa bangga karena Paguyuban Macapat Sekar Turi masih rutin berlatih macapat dan mengadakan sarasehan.

“Sayangnya pesertanya sudah usia lanjut maka kami minta yang muda untuk diajak,” ungkap Suwandi.

Acara ini dibuka oleh Ketua Paguyuban, Marjuki, dengan mengumandangkan Pambuka Lelangen Macapat Sekar Turi dengan Bawa Sekar Ageng Langen Kusuma pelog Pathet 6 secara bersama. Kemudian, dilanjutkan mempelajari Dhandhang Gula Palaran Laran Slendro patet 9. Mula-mula mendengarkan lalu satu per satu peserta diajak untuk bersama-sama nembang.

Acara selanjutnya adalah sarasehan yang membahas tentang asal usul nama Kecamatan Turi yang disampaikan oleh H. Panggih. Menurut isi Buku Serat Mulabuka oleh E. Suharjendra, nama Turi diambil dari banyaknya tanaman pohon turi di wilayah Kecamatan Turi.

“Dulu di lereng Gunung Merapi banyak tumbuh pohon turi maka wilayah itu diberi nama Tlatah (wilayah-red) Kecamatan Turi,” ujar Panggih.

Ada 4 desa di Wilayah Kecamatan Turi, di mana nama-nama desa memakai kata kerta yang mempunyai makna serba tertata tidak rusuh. Ini mengandung harapan agar desa-desa di Wilayah Kecamatan Turi menjadi desa yang tata, titi, tentrem kerta raharjo. Adapun desa-desa tersebut adalah:

Wanakerta dari kata wana yang berarti tata raharja

Bangunkerta dari kata mangun

Girikerta dari kata redi atau gunung

dari kata tansah membantu kepada keutamaan agar menjadi tata titi tentrem raharja.

Sarasehan dilanjutkan oleh narasumber kedua, yaitu M. W. Dwija Sukardi yang mengulas tentang Pengagem Abdi Dalem Kaprajan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Adapun yang diulas antara lain Pengagem Abdi Dalem Kakung (Pakaian Abdi Dalem Putra-red) dan Pengagem Abdi Dalem Putri (Pakaian Abdi Dalem Putri-red) termasuk mengenai sanggul gelung tekuk, rasukan/klambi tangkeban rupi cemeng, sinjang/jarit gagrak/corak Ngayogyakarta, dan wedhung yang dipakai abdi dalem. (Suharno)




Karang Taruna Bijak Sikapi Isu SARA

Cangkringan – Taruna Manggala Laga Karang Taruna Desa Argomulyo Cangkringan, Sabtu (3/3) mendapatkan kunjungan dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan Karang Taruna Kabupaten Sleman. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan Evaluasi Pilar-Pilar Sosial 2018 (Karang Taruna).

Darjono, Kepala Desa Argomulyo dalam sambutannya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap Karang Taruna Desa Argomulyo atas kinerja yang dilakukan. Darjono berharap agar anggota Karang Taruna tetap solid dan dapat bersinergi dengan Pemerintah Desa, juga bijak dalam menyikapi isu- isu yang berkaitan dengan unsur SARA yang beredar di sekitar wilayah Desa Argomulyo untuk meminimalisir terjadinya konflik.

Mustadi, Camat Kecamatan Cangkringan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pun mengapresiasi Kegiatan Karang Taruna dan berpesan agar anak muda tidak menyalurkan kemampuan dan bakatnya ke dalam kegiatan yang bersifat negatif, seperti geng atau penyalahgunaan markoba. Mustadi mengharapkan anak muda agar aktif dalam kegiatan positif seperti di Karang Taruna.

Ketua Karang Taruna Desa Argomulyo, Marmansyah, menyampaikan terima kasih kepada semua unsur yang telah memberikan dukungan kepada Karang Taruna Taruna Manggala Laga. Dalam kesempatan kali ini, Marmansyah juga memberikan presentasi yang berisikan tentang sejarah Karang Taruna Desa Argomulyo, Kegiatan Karang Taruna, dan Program Kerja yang akan datang.

Endri dari Karang Taruna Sleman juga memberikan apresiasi atas kinerja Karang Taruna Desa Argomulyo. Beliau berharap agar kinerja karang taruna ditingkatkan terus dan jangan cepat berpuas diri. Beliau juga berharap agar pemerintah desa selalu memberikan dukungan penuh terhadap karang taruna agar program kerja karang taruna berjalan lancar dan kinerjanya selalu ditingkatkan.

Lebih lanjut mengenai kegiatan evaluasi yang dilakukan, menekankan bahwa Organisasi Karang Taruna bukan hanya organisasi simbolis dengan administrasi bertumpuk, namun Organisasi Karang Taruna diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi anggotanya sendiri maupun masyarakat. (Karang Taruna Cangkringan)




Pemerintah Patut Beri Contoh Riil Penegakan Perda

Gamping – Pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Undang-Undang, Rabu (28/2) pukul WIB di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Gamping Lantai 2.

Rapat dipimpin oleh Camat Gamping Abu Bakar dihadiri oleh Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi beserta jajarannya, Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala KUA Gamping H. Jaenudin, perwakilan pemerintah desa Balecatur, Ambarketawang, Banyuraden, Nogotirto, Trihanggo dan pengurus FKDM Kecamatan Gamping.

Monev kali ini membahas tentang kerukunan umat beragama yang perlu dipertahankan dan harus ditingkatkan antar lembaga yaitu Banser, Ansor, Kokam, Pemuda Katholik yang difasilitasi oleh Seksi Tramtib dan FKDM Gamping serta bersinergi dengan Kapolres, Dandim, Kapolsek juga Danramil.

Selanjutnya FKDM tingkat desa agar membuat peta kerawanan yang ada di wilayah Rt/Rw setempat.

Dalam kesempatan ini, Camat Gamping menghimbau agar ada aksi riil di lapangan, yaitu memberi contoh kepada masyarakat tentang penegakkan perda lingkungan, maupun perda lalu lintas.

Kemudian Kompol Herwinedi menambahkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Gamping tergolong tinggi. Di bulan Januari-Februari 2018 sudah terjadi 14 kali kejadian lakalantas.  Diharapkan kepada masyarakat dalam berkendara di jalan raya agar mematuhi aturan-aturan yang diterapkan, mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan serta memperhatikan kecepatan maksimal yang disarankan. (Adnan Nurtjahjo)




Pemerintah Turi Koordinasi dengan Polsek untuk Jaga Keamanan

Turi – Pemerintah Kecamatan Turi mengadakan Rapat Kordinasi Pelayanan Masyarakat, Selasa (27/2) pukul WIB di Aula Pertemuan Kecamatan Turi.

Rapat diikuti oleh KUA, TKSK, karang taruna, Kasi Kesejahteraan Desa se-Kecamatan Turi, Kasi Kesra Kecamatan Turi, dan Kapolsek Turi.

Dalam sambutannya, Kapolsek Turi, Suhartoyo menyampaikan berbagai macam keadaan yang berkembang di masyarakat saat ini di antaranya kasus pencurian yang pelakunya sudah tertangkap, maraknya kenakalan anak sekolah, serta banyaknya mobil truk pasir yang parkir di bahu jalan, untuk itu Polsek akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengatasi masalah tersebut.

Tujuan rapat koordinasi ini adalah untuk meminta masukan kepada semua lembaga tentang permasalahan di masyarakat, seperti klitih, perkawinan dini, persiapan lomba karang taruna, KDRT, perceraian, raskin, dan program yang akan dilakukan di tahun 2018 sehingga nantinya Pemerintah Kecamatan Turi dapat bekerja sama dengan Polsek Turi, dan elemen masyarakat lainya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kecamatan Turi. (Harman)




Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga Bantu Ketahui Kondisi Kesehatan Masyarakat

Turi – Pada Selasa (27/2), Puskesmas Turi mengadakan Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK). Sosialisasi diikuti oleh 32 peserta, yakni Kadus dan tokoh masyarakat tiap pedukuhan se-Donokerto.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh drg. Tri Hidayati mewakili Kepala Puskesmas mengatakan bahwa PISPK ini program nasional. Tujuan utamanya yaitu untuk mengecek dan mengetahui seperti apa kondisi dan kesehatan masyarakat. “Di sini kondisi kesehatan masyarakat akan dicek satu persatu dan didatangi tiap rumah oleh petugas kesehatan Puskesmas,” tutur Tri.

Sosialisasi pertama sudah dilaksanakan pada Senin (26/2) di Pedukuhan Randusongo. Selain dicek kesehatannya juga ada wawancara serta mengisi form.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga menjelaskan tentang visi dan misi program, pengertian tentang pendekatan keluarga, Permenkes no. 75 tahun 2014, kerangka konsep pendekatan keluarga, dan manajemen pendekatan keluarga.

Keterangan selanjutnya disampaikan oleh Bayu Adi yang menerangkan tentang peran tokoh masyarakat di antaranya turut mensosialisasikan rencana PIS PK sehingga warga bisa mengumpulkan fotocopy KK dan kepemilikan Jaminan Kesehatan (bagi yang punya BPJS, ASKES, Jamkesus/Asuransi swasta), serta memberi data, informasi, atau masukan kepada Puskesmas/Petugas Kesehatan demi kelancaran dan perbaikan kegiatan PISPK. Terakhir, diadakan tanya jawab dan pembagian blangko. (Suharno)