KKN UPY Rancang Program untuk Masyarakat Turi

Turi. – Mulai 12 Februari 2018 hingga 15 Maret 2018, sembilan mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta mengadakan KKN di wilayah Desa Donokerto Turi, termasuk di dalamnya Padukuhan Turi 13.

Di Padukuhan Turi 13 ada dua tempat yaitu Turi dan Kembangarum Wetankali.

Menurut penjelasan Raditya Putra Pamungkas sebagai koordinator KKN bahwa mahasiswa KKN melaksanakan beberapa kegiatan, seperti pembuatan keset dari kain perca dan pembuatan jamu tradisional yang berupa bubuk. Ibu- ibu diberi teori dan didampingi untuk proses praktik.

Dalam proses membuat jamu, Raditya menjelaskan bahwa bahan bakunya baru sebagian kecil dari warga dan lainnya membeli. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar warga menanam sendiri dengan polybag, pot, atau ditanam langsung di tanah pekarangan.

Selain jamu, warga juga diajari membuat sirup dari daun pisang yang baik untuk kesehatannya yakni mengurangi panas dalam.

Tak hanya itu, mahasiswa KKN juga mengadakan TPA setiap sore di serambi Masjid Nur Rochman, melakukan penghijauan, memperbaiki penerangan jalan kampung, serta melakukan penataan Perpustakaan Masjid Nur Rochman. (Suharno)




Masyarakat Wonosari Bangun Pendopo untuk Desa Wisata Edukasi

Turi – Dusun Wonosari Bangunkerto Turi mengadakan kegiatan kerja bakti peletakan batu pertama pembangunan pendopo untuk persiapan Desa Wisata Edukasi Wonosari, Minggu (25/2).

Kerja bakti dilakukan oleh semua masyarakat Dusun Wonosari baik bapak-bapak maupun pemuda.

Lokasi pembangunan pendopo ada di selatan kampung yang berdekatan dengan lapangan voli. Ke depannya pendopo akan berhadapan dengan lapangan sehingga mempunyai halaman yang luas.

Adapun tanah yang dipakai untuk pendirian pendopo adalah tanah kas Desa Bangunkerto yang disewa oleh warga Dusun Wonosari.

Peletakan batu pertama ini dilakukan oleh Tarminanto, Kepala Dukuh Wonosari. Peletakan didahului dengan doa yang dipimpin oleh Haji Nur Muhammad dengan harapan pembangunan pendopo bisa berjalan lancar sesuai rencana.

Adapun tujuan dibangunnya pendopo adalah untuk mengawali pembangunan sarana prasarana Desa Wisata Wonosari Bangunkerto Turi.

Dusun Wonosari adalah salah satu dusun yang berada di Kecamatan Turi yang mempunyai lingkungan yang indah dan asri sehingga sangat cocok untuk wisata. Masyarakatnya yang sangat peduli dan mencintai alamlah yang menjadikan Dusun Wonosari asri, indah, dan nyaman bagi masyarakat untuk berwisata. (Harman)




Uji Coba Kesiapan Siswa SD Ikuti Ujian Akhir Sekolah

Turi – Menjelang Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD, siswa SD Turi 2 berpartisipasi dalam uji coba UAS SD yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah Pakem bekerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Neutron, Minggu (25/2).

Berpartisipasi dalam uji coba ini merupakan bentuk persiapan siswa kelas 6 SD untuk menghadapi UAS SD. Siswa kelas 6 SD pun dapat melihat sendiri kekurangannya.

Kegiatan ini diikuti oleh 767 siswa. Selain SD Turi 2 yang menerjunkan 133 siswa dalam try out ini, SD Pakem ada 366 siswa, SD di Kecamatan Ngemplak ada 26 siswa, siswa SD di Kecamatan Cangkringan ada 60, dan dari SD di Kecamatan Ngaglik ada 167 siswa.

Setelah selesai uji coba, diadakan pembagian hadiah dan pentas seni oleh murid SMP Muhammadiyah Pakem. 5 siswa berhak mendapat hadiah sepatu, sepeda untuk 2 siswa, dan TV didapatkan oleh 1 siswa dari SD Srowolan. Hasil dari try out uji coba ini akan dikirim ke SD masing-masing usai dikoreksi. (Suharno)




Dinas Lingkungan Hidup Sleman Sosialisasikan Lomba Program Kampung Iklim

Turi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Lomba Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional di Dusun Wonosari Bangunkerto Turi, Jumat (23/2). Acara sosialisasi yang bertempat di rumah Kepala Dukuh Wonosari, Tarminanto, Bangunkerto, Turi ini dimulai dari pukul WIB.

Kegiatan diadakan di Dusun Wonosari karena Dusun Wonosari merupakan salah satu dusun yang dipilih oleh DLH Kabupaten Sleman maupun DLH Provinsi DIY untuk maju lomba Proklim tingkat nasional. Dusun Wonosari dianggap telah memenuhi kriteria yang akan dilombakan, di antaranya tentang kebersihan lingkungan, pengolahan sampah, penghijauan, pemanfaatan lahan pekarangan, penganekaragaman tanaman, ketahanan pangan, pelestarian mata air, dan masih banyak lagi kriteria yang akan dinilai. Semua kegiatan tersebut sebenarnya sudah ada dan terus dilakukan oleh masyarakat Dusun Wonosari dari tahun 2014 sampai sekarang.

Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat baik pemuda, bapak-bapak, dan ibu-ibu Dusun Wonosari, Pemerintah Desa Bangunkerto yang diwakili oleh Sudiyono, dan dari DLH Kabupaten Sleman, Dwi dan Tutik yang diberi tugas mendampingi Lomba Proklim.

Dalam sambutannya, Tutik berharap kepada semua masyarakat Dusun Wonosari untuk segera mempersiapkan lingkungannya dan memperbaiki segala sesuatu yang belum ada dalam kriteria penilaian. Tutik juga berpesan untuk segera mendaftarkan lomba ke Kementerian Lingkungan Hidup melalui e-mail dan mengisi data yang ada dalam form lomba.

Tutik berharap dan yakin bahwa Dusun Wonosari yang dimotori oleh Suharman dengan masyarakatnya yang kompak bisa memenuhi semua kriteria yang dilombakan sehingga dapat mendapat peringkat nasional dan bisa membawa nama baik Kabupaten Sleman. (Harman)




Turi Jaga Agar Wilayah Tetap Kondusif dan Aman

Turi – Dalam rangka menjaga keamanan dan kondisi di Kecamatan Turi pada hari Kamis (22/2) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi diadakan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama.

Pertemuan dihadiri Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Romo Pastur, UPT Desa, Babinsa, dan Babinkamtipmas se-Kecamatan Turi.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Camat Turi, Siti Anggraeni Susila Prapti. Dalam penjelasannya, Siti menyampaikan agar masyarakat Turi selalu waspada, menjaga kerukunan antar umat beragama, rasa persatuan dan kesatuan, serta terus melestarikan gotong royong sehingga kondisi Turi yang tentram, aman, dan damai dapat dipertahankan.

Selanjutnya, Kapolsek Turi, AKP Robi Y, mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk duduk bersama menjaga Turi selalu aman, tentram, dan damai sehingga umat beragama dalam menjalankan ibadahnya dapat dengan tenang, aman, dan tidak ada rasa khawatir atau takut.

Acara kemudian diisi oleh Danramil Turi, yang meminta agar kondisi yang sudah tentram ini selalu dijaga. “Tidak lupa mari kita musyawarahkan agar kondisi ini tetap kondusif,” tuturnya.

Adapun acara dilanjutkan dengan menampung masukan dari para peserta di antaranya dari Romo Paroki Somohitan Romo Koko Puji yang menyampaikan bahwa kerja sama yang sudah terjalin perlu ditingkatkan sehingga moral masyarakat semakin baik dan agar orang beragama sesuai dengan hati nuraninya sendiri.

Dari , menuturkan jika di Turi tidak ada SARA namun perlu mengkhawatirkan isu yang berkembang di media sosial, lalu Halimin dari KUA yang menekankan agar masyarakat perlu waspadai pada pembenturan agama. Sementara, Suharno memberi ide terkait patroli bersama yang perlu ditingkatkan. Masukan tersebut kemudian dibahas bersama dan diambil jalan keluarnya untuk ditindak lanjuti. (Suharno)